
Rima menahan air matanya yang hendak terjatuh saat melewati Dimas ,tapi Dimas sama sekali tak melihat kearahnya ia sibuk memperhatikan arah kedepan
"Aku rasa pilihanku sudah tepat , kak Dimas Memang tidak pantas untuk dipertahankan "
"Bisa dipercepat Pak ,laju mobilnya "
"Baik Nona "
Dimas sadar jika mobil Rima sudah melaju begitu cepat sekali melewatinya , ia menundukkan wajahnya ke aspal berharap tak ada yang tau jika air matanya jatuh kebawah
"Aku tau kau pasti akan bahagia dengan pilihan orang tua mu , aku tau kau akan menjadi manusia yang berkelas , terimakasih kau akhirnya bisa melupakanku meski sangat berat bukan "
Dimas terbatuk-batuk sesaat mobil itu menghilang dari pandangannya , tiba-tiba alam seolah paham apa yang terjadi di hatinya ,
langit yang tadinya cerah mendadak mendung lalu bulir-bulir air hujan pun jatuh kebumi dengan sangat deras sekali , buru-buru Dimas berlari membawa motornya untuk berteduh
" Hujan "
Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mengingat beberapa kisah saat ia bersama Rima dulu ,meski tak ada kisah tentang hujan antara mereka namun dengan turunnya hujan membawa beberapa kenangan antara Rima dan ia saat berada di pantai dulu , Rima yang awalnya bertubuh gendut dan kolot dengan semua gaya pakaiannya yang seperti badut selalu membuat ia tertawa
namun akhirnya setelah gadis itu berubah menjadi cantik dan menarik ia semakin takut jika nanti terlalu mencintainya karena rasa cinta itu bisa membunuhnya perlahan dan tak akan sanggup membuat orang menjadi lebih baik lagi
"Kak Dimas..Kak Dimas"
Semakin sakit saja rasanya didada namun Dimas tau jika ia harus melakukan itu demi kebaikan Rima, ia tak mau jika Rima menikah dengannya dan harus menjau janda diusia muda apa lagi dokter sudah memvonis usianya akan bertahan beberapa bulan saja .
"Dia sudah bahagia ,aku hanya perlu merapikan beberapa bagian penting dari hidup ini agar semuanya bisa berakhir baik-baik saja , aku memang bertindak terlalu jauh ,tapi aku yakin nanti Mereka akan mengerti jika semua yang aku lakukan ini adalah demi kebaikan bersama "
Hujan turun semakin deras saja ,tak ada tanda-tanda ia akan berhenti , sama halnya dengan Dimas ,Rima meneteskan air mata juga didalam mobil ia ternyata tak sekuat yang di bayangkan , untunglah suara air hujan tak membuat sopirnya menyadari Isak tangisnya di belakang
"Ternyata jatuh cinta itu tak sepenuhnya indah ,jika kita mendapatkan kisah cinta yang menyedihkan maka rasa sakit itu akhirnya terasa juga "
__ADS_1
Rima memegang dadanya
Ia mengambil ponselnya dan menekan nomor Siska
"Halo Siska "
Siska yang sedang bercengkrama diruang keluarga bersama mami nya ,pak kumis dan Arjuna langsung berdiri sesaat setelah ia mendapatkan telpon tersebut dari Rima
"Kenapa sayang?"
"Sebentar aku ingin menerima telpon dari Rima "
"Baiklah lakukanlah yang terbaik "
Arjuna mempercayai Siska sepenuhnya
Siska menjauh dari mereka semua
"Rima ada apa ?"
"Siska ..."
"Ada apa ? kenapa kau menangis katakan ada apa ? jangan membuat ku khawatir ,Ayo katakanlah !"
"Aku hanya ingin bertanya padamu , bagaimana caramu menyembuhkan luka dan bisa menerima Arjuna?"
Pertanyaan dari Rima sontak membuat Siska terdiam ia tak tau harus menjawab bagaimana ,namun satu hal yang harus diketahui Rima jika sampai saat ini ia juga belum bisa sepenuhnya menghapus jejak Arya dihatinya
"Kau kenapa Rima katakanlah "
Akhirnya tangis Rima pecah juga "Aku sama sekali tak bisa melupakan kak Dimas sama sepertimu yang tak bisa meluapkan kak Arya , aku membohongi hatiku aku sama sekali tak mencintainya , aku tak bisa melupakan kak Dimas semudah itu Siska "
__ADS_1
Siska terdiam dan menempelkan tubuhnya di dinding ia tak menyangka jika sahabatnya Rima akan mengalami hal yang sama padanya
"Rima kau kenapa harus menjadi seperti aku , kau pikir mudah menjadi aku , tak semudah itu Rima"
"Tapi aku tak sama seperti mu , Kak Arya mencintaimu sedangkan aku kak Dimas sama sekali tak mencintaiku ,aku yang lebih malang dari mu Siska , kak Dimas sama sekali tak memperdulikan aku , hanya aku yang tak bisa menahan perasaan bodoh ku ini "
"Kau dimana sekarang?"
Siska tak habis pikir kenapa kisah cintanya dan Rima harus tragis sekali berbeda dengan Ana yang memiliki kisah cinta yang indah menikah dengan laki-laki yang mencintainya dan akhirnya ia pun juga mencintainya ,
"Aku sedang didalam perjalanan menuju bandara , aku akan berangkat hari ini juga meninggalkan kota ini dan memulai kehidupan baru di sana bersama mama dan juga suamiku"
Siska langsung bernafas lega "Hmm syukurlah aku yakin dengan pergi jauh dari kota ini dan negara ini kau akan bahagia ,kau ingat baik-baik Rima , awalnya memang sangat berat sekali , namun percayalah jika nanti semuanya akan menjadi ringan,kau lakukan saja tugasmu sebagai seorang istri , nanti aku yakin kau akan sangat mudah melupakan Kak Dimas"
"Siska bukan itu yang ingin aku tanyakan ,aku hanya ingin bertanya berapa lama akhirnya kau bisa menyingkirkan kak Arya dari hatimu"
Pertanyaan Rima membuat Siska terdiam ia harus jujur atau berbohong pada sahabatnya itu
"Siska tolong jawab aku dengan jujur "
Dengan memejamkan matanya Siska langsung menjawab "Aku sama sekali tak bisa menyingkirkan kak Arya dari hatiku Rima, tapi aku tau jika aku memiliki kewajiban dan tanggung jawab pada Tuhan ku, .rasa taat ku pada agama dan juga pada Tuhan lah yang membuat ku menyadari jika aku harus menjalani semuanya dengan ikhlas, kita tak pernah tau bagaimana akhirnya kisah hidup kita sampai kita tau bagaimana akhirnya nanti "
Rima menahan air matanya agar tak mengalir lagi jika Siska yang kuat saja bisa serapuh itu lalu bagaimana dengannya yang lemah yang tak sekuat Siska
"Terimakasih Siska aku akan mencobanya
nanti "
"Kau bisa menghapus beberapa memori dan menjauhi beberapa hal yang bisa membuatmu mengingatnya ,nanti jika kau sudah tenang perlahan perasaan itu tak akan sama lagi besarnya ia akan berkurang , untuk melupakan secara spontan itu tidak mungkin namun kau bisa mengurangi kadarnya "
Semua ucapan Siska ternyata diam-diam didengar oleh Arjuna yang memang sedang berdiri dibelakangnya
__ADS_1
Namun Arjuna sudah tau sejak awal apa yang harus ia lakukan dan konsekwensi dari semuanya
"Baiklah Rima kau pasti bisa melakukannya ingat kau harus ingat Tuhan ,jika kau hanya memikirkan perasaanmu saja akan banyak hati yang terluka ,pikirkan mama mu , ibu mu dan kedua adikmu ingatlah nama baik mereka , kau akan mengangkat derajat mereka Rima , kau harus bisa bertahan sekuat apapun itu, percayalah semakin jauh kau pergi bayangan kak Dimas akan bisa pergi dengan sendirinya nanti