Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Pernikahan dadakan


__ADS_3

Malang tak dapat di tolak untung tak dapat di raih ,jika Tuhan sudah berkehendak dan mengizinkan maka pernikahan itu bakal terjadi juga


Ibu Alena kebetulan keluar dari ruangan kamar ayah nya untuk mencari Alena , tiba-tiba ia mendengar suara teriakan Putri nya di depan sambil menangis terisak-isak


"Dia telah merenggut kesucian ku ,tapi tak mau bertanggung jawab ,aku hanya mau ia menikahi ku pak ?"


"Kesucian mu ha ? apa kau sudah gila , jangan percaya perempuan ini pembohong aku sama sekali tak pernah melakukan apapun padanya"


"Karena aku orang tak punya maka ia berbicara begitu ia membuat ku sebagai sampah yang tak berguna "


"Bukankah itu Suara Alena "


Ibunya langsung tergopoh-gopoh berjalan dengan memegang luka di tangan nya yang sudah membusuk


Arya nampak marah sekali ia benar-benar merasa tak terima dan di fitnah


"Dia tak mau bertanggung jawab atas ku , aku tak meminta apapun kecuali ia menikahi ku itu saja "


ucap Alena mengiba


Ibunya langsung mendekat saat mendapati Alena yang sedang menangis kebetulan ibunya mengenali wajah Arya


Flash back


Beberapa tahun yang lalu Arya pernah membawa perempuan untuk berjalan-jalan bersama nya kekampung , kebetulan kedua orangtua Alena adalah pedagang gorengan dan juga memijat para wisatawan di desa mereka


dan malam itu ibu Alena kebetulan di panggil untuk memijat kekasih Arya di sebuah penginapan ,


ia mengingat betul wajah Arya


...


Plak ...


satu buah tamparan keras mendarat kewajah Arya


"Hei kau kenapa menampar ku ?"


Arya berdiri


"Kau yang telah beraninya merenggut kesucian anakku ,aku mengenal siapa dirimu , kau harus bertanggung jawab atas anakku "


Alena syok dan kaget karena ada ibunya di sana "Ibu "


"Tenang lah nak meski aku tak memiliki apapun aku pasti akan melakukan segala nya untuk membela mu , harga diri mu sebagai wanita harus di perjuangkan tak boleh di biarkan "


Kebetulan Arya tak membawa ponsel karena di desak oleh keadaan maka pernikahan mereka mau tidak mau terjadi malam ini


Arya hanya bisa pasrah dengan keadaan nya saat ini ia tak bisa berkutik karena di dampingia aktivis dan penegak hukum


"Bagaimana sah ..."

__ADS_1


"Sah.."


Pernikahan mereka pun selesai


Dimas tersenyum mendapatkan Poto yang di kirimkan oleh Alena


"Aku akan menambah kan biaya operasi untuk kedua orangtua mu , semuanya"


Dimas Tersenyum bahagia


"Maafkan aku Arya aku mungkin terkesan memaksa mu , namun percayalah kau akan tau jika kau akan bahagia bersama perempuan yang benar-benar tulus mencintai mu ,Alena sangat lah menyukai mu , meski dengan keadaan yang awalnya sangat sulit "


Seorang dokter langsung berlari mendekati ruangan akad nikah dadakan itu


"Ada Tuan Arya ,ibunya sadar dan memanggilnya keruangan saat ini juga "


Arya langsung meninggalkan tempat itu ia benar-benar tampak sangat kacau sekali


Sedangkan Alena merasa sangat bahagia karena ia berhasil mendapatkan dua hal , kebahagiaan menjadi istri Arya dan yang kedua ia berhasil mendapatkan biaya operasi ayahnya


Selesai Akad ibunya langsung jatuh terkulai dan harus segera di rawat


dokter mengatakan ada dua kemungkinan


"Amputasi tangannya atau nyawanya tidak bisa di selamatkan "


Alena pasrah ia tak bisa melakukan apapun lagi ,malam ini kedua orangtuanya harus di operasi


"Ibu...."


"Tuan Arya ibu anda mengalami gagal ginjal kedua ginjalnya tidak bisa berfungsi lagi satu-satunya jalan adalah Kuta harus segera mendapatkan donor ginjal "


Alena berdiri karena rasa cinta dan sayangnya yang besar pada Arya dan juga ibunya


Alena langsung mengajukan diri sebagai pendonor


"Maaf Dokter boleh kah saya mendonorkan ginjal saya untuk ibu mertua saya ini "


Arya yang tadinya berang dan ingin sekali menghajar wajah Alena langsung kaget


tapi ia tak berkomentar apapun lagi


"Anda siapa ?"


"Saya menantu nya ,ayo dokter sebaiknya segera lakukan pengecekan sekarang saya tak bisa melihat keadaan orang tua menderita"


"Baiklah ayo Nona"


Pemeriksaan berlanjut Alena tau jika Arya hanya memiliki ibunya saja lagi pula ia tau persis bagaimana Arya yang berusaha bangkit dari keterpurukan dan berubah untuk menjadi lebih baik , manusia tak ada yang sempurna ia tau ia salah namun ia akan melakukan segala nya agar Arya bisa bahagia ,meski akhirnya nanti ia akan mendapatkan konsekwensi yang sakit ia sudah siap menjadi janda di usia muda


Alena memasuki ruangan pemeriksaan alhasil Dokter langsung mengabarkan pada Arya jika donor ginjal ibunya dan istri nya cocok dan akan segera di lakukan operasi malam ini juga

__ADS_1


"Tuan Arya , Alhamdulillah donor ginjal akan segera di lakukan malam ini ,karena ginjal istri anda cocok "


Arya langsung bersujud syukur


"Alhamdulillah terima kasih dokter , tolonglah lakukan yang terbaik untuk ibu saya "


Arya langsung bernafas lega tapi ia melupakan keadaan Alena yang ia hanya katakan selamatkan saja ibunya


Didalam ruangan operasi malam ini terdapat empat pasien kedua orang tua Alena dan ibu Arya bersama Alena


Tim dokter tampak sangat sibuk sekali ruangan operasi yang besar tersebut terdapat beberapa kamar operasi dengan tim dokter masing-masing yang sangat sibuk dengan para pasien nya


"Keluarga nona Alena"


Salah satu dokter keluar dari ruangan operasi ,


tapi Arya sama sekali tak perduli ia hanya santai saja dan berdiam diri


seorang suster mendekat


"Ada apa Dok"


"Keadaan kedua orang tua Nona Alena memburuk saya mau minta persetujuan untuk melakukan operasi tambahan"


Arya kaget saat mendengar kedua orang tua Alena berada di tmpat yang sama pikiran nya pun mulai berpikir jauh , sebenarnya apa yang terjadi dengan Alena


atas rasa kemanusiaan Arya pun berdiri


dan menghampiri karena ia tak mau sama saja menjadi manusia yang tak punya hati


meski Alena sudah membuat nya kehilangan status lajangnya


"Saya keluarganya ada apa Dok"


"Bagaimana ini Tuan , saya butuh pendapat anda "


"Lakukanlah yang terbaik untuk. kedua orang tua Nona itu "


"Tapi Tuan kita akan membutuhkan biaya tambahan , Karena nona Alena sendiri memiliki hutang yang belum di bayar untuk biaya operasi ibunya "


Arya langsung syok ia tak menyangka jika Alena yang selalu ceria dan tak pernah terlihat memiliki masalah mengalami kehidupan yang tak kalah menyedihkan Seperti dirinya


"Aku yang akan menanggung semua biayanya ,jangan khawatir "


"Baiklah Tuan , lakukan pembayaran administrasi di depan sesuai peraturan rumah sakit setelah itu semua nya akan beres "


"Baiklah"


Arya langsung berjalan kedepan ia sempat curiga dengan semua sikap Alena Tapi ia menyampingkan pikiran tersebut karena saat ini belum tepat,


"Halo Dit aku pinjam uang mu dulu , nanti akan aku cicil dengan gaji ku "

__ADS_1


__ADS_2