
Seperti biasa riak-riak rintik hujan membasahi jalanan saat Mereka pulang kerumah , sudah lama sekali bumi ini tak di sirami keberkahan
Mungkin Tuhan juga tau jika air hujan yang turun hari ini untuk menenangkan hati Alena yang kelabu , tak ada yang salah soal cinta namun waktu nya yang datang tidak tepat
meski ia sudah sekuat tenaga melakukan segenap cara agar Arya mencintai nya ,namun tak mudah baginya untuk menyingkirkan Siska dari relung jiwanya
"Cepat turun! "
Membuka pintu mobil agar ibunya segera keluar ,namun baru saja Alena hendak turun Arya kembali membanting pintu nya
hampir saja tangannya terjepit
"Alena ,kau tidak apa-apa nak "
Memegang tangan ,kaki dan tubuh Alena
"Arya ini benar-benar keterlaluan sekali "
"Maaf ibu aku tidak sengaja "
Arya memaksakan senyuman nya pada Alena
"Aku tidak sengaja "
Mulutnya ia buat Seperti seseorang yang sedang buang air
benar-benar sebuah senyuman yang sangat indah untuk Alena
Makan tu senyuman indah
Satu Minggu berlalu setelah acara wisuda
Alena memohon izin pada ibu mertua nya untuk mencari kerja ,begitu juga pada Arya biar bagaimanapun Arya adalah suami nya
"Kak aku mohon izin untuk mencari kerja besok pagi "
Sikap Alena akhir-akhir ini lebih kalem dari sebelumnya tak seperti hari biasanya
"Ya terserah kau saja mau melakukan apapun ,kau mau berguling-guling di tengah jalan pun aku tak perduli "
Alena langsung berdiri dan tersenyum
"Terimakasih kak atas restu nya "
Alena langsung keluar dari kamar nya
Dan tak kembali
Ntah terbuat dari apa hatinya setiap di sakiti ia selalu saja tersenyum dan tak pernah marah
Setelah meminta izin pada Arya dan ibunya
selama beberapa hari pulang kerumah Arya tak menemukan Alena , biasanya ia selalu berlari kedepan rumah untuk menyambut kedatangan ,
Rasa rindu nya pada Siska masih tersimpan ,namun tak melihat Alena beberapa hari ini membuatnya merasakan ada sesuatu yang berbeda , biasanya ia selalu memarahi nya setiap hari
"Bu , Kemana dia ?"
Sambil membuka kulkas
__ADS_1
"Dia siapa ?"
ibunya yang sedang menonton televisi mengecilkan suara volumenya
"Ya Dia , menantu kesayangan ibu "
Sambil menggaruk-garuk kepalanya, dan mencabut ketombenya yang gatal itu
"Oh Alena dia sudah bekerja, tapi beberapa hari ini tempatnya bekerja begitu ramai jadi ia tak bisa pulang kerumah ,bukankah kau seharusnya bahagia karena ia tak pulang "
"Itu ibu tau jawabannya "
Arya tertawa padahal apa yang baru saja ia ucapkan tersebut ada sebuah keraguan yang tak sesuai dengan fakta di hatinya
ia penasaran Alena bekerja di tempat seperti apa hingga ia benar-benar sibuk dan tak pulang kerumah
Keesokan pagi , biasanya Alena akan menyiapkan segala keperluan nya,mulai dari pakaian , makanan ia juga akan mengelap mobil sampai mengkilap, setiap pagi
namun mobil tampak berdebu itu artinya ia harus mengeluarkan uang untuk mencuci mobil lagi
"Bu aku pergi dulu ya ..."
Arya tampak tak bersemangat
Sampai di kantor Aditya langsung melihat sahabatnya yang tampak tak bersikap seperti biasanya
"Kenapa gaji mu kurang ?"
Menepuk pundak Arya
"Ah sembarangan ,tidak aku hanya kurang enak badan saja ,uhuk..."
"Baiklah kalau begitu lanjutkan pekerjaan mu "
Jam menunjukkan pukul empat Arya pun langsung pulang ,tapi dalam perjalanan ia melihat seorang perempuan yang berdiri di pinggir jalan dengan membagi-bagikan browsur
"Alena ? oh jadi ia bekerja seperti ini sepanjang hari , kasihan sekali ,apa dia tidak bisa mendapatkan tempat kerja yang lebih baik lagi "
Arya sengaja mengemudikan mobilnya dan berhenti di hadapan Alena
ia membuka kaca mobil nya
"Ini brosur nya "
"Oke terimakasih "
Melajukan mobilnya , namun ia tak melihat Alena memanggil nya ,atau pun berteriak histeris saat berjumpa dengan nya padaha sudah tiga hari ia tak pulang kerumah
"Wah hebat sekali dia ,semudah itu ia melupakan aku, Waw...hebat "
Bukankah itu yang kau inginkan Arya melihat ia menjauh dari hidup mu,sekarang Alena perlahan mulai menjauh dari hidup mu
Panas matahari senja tak membuat Alena menyerah ia selalu tersenyum pada siapapun yang melintas tak ayal beberapa pengendara berlaku tak sopan pada nya, ia bahkan hampir beberapa kali hampir tertabrak kendaraan yang melintas
Namun Alena tak menyerah , ia melihat toko bunga tersebut baru saja buka , menjadi sarjana tidaklah menjamin bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah contoh nya Alena ,namun kegigihannya patut di acungi jempol ia sama sekali tak pernah menyerah begitu saja
Arya tak menyadari jika ia telah berdiri lama di sana , nampak pemilik toko bunga memberikan ia beberapa lembar uang ,
Alena langsung berlari menghampiri nya
__ADS_1
"Kak Arya ..."
"Eh iya.. ada apa "
Arya Seperti sedang tertangkap basah saat Alena menghampiri nya
"Maafkan aku tadi tak menyapa mu, selama bekerja aku sama sekali tak boleh berbicara dengan orang lain kecuali tentang toko bunga ini saja , kau sedang apa di sini ?"
"Yang jelas pastinya kau bukan sedang menunggu ku , baiklah aku akan segera pulang "
Alena berjalan melewati Arya
Apa yang dia lakukan , melewati ku Begitu saja,wah benar-benar ...
"Alena tunggu "
memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan berjalan dengan cool ketempat Alena berhenti
"Ya kak ada apa?"
"Masuklah kedalam mobil ku aku ingin bicara padamu "
"Baiklah "
Alena menjawab dengan sangat sopan sekali
berbeda seratus delapan puluh derajat dengan sikap nya yang biasa
Masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang Arya
"Hei apa yang kau lakukan , kenapa kau duduk di belakang"
berteriak dengan keras
"Maaf Kak aku hanya menjaga perasaan mu, aku tau kau lelah bekerja seharian , sebelum kau marah sebaiknya aku tau diri tempat ku bukan berada disampingmu tapi di belakang mu "
Arya kembali terheran-heran dengan sikap nya yang elegan
"Oke baiklah "
Sepanjang perjalanan Alena sama sekali tak memandang ke arah nya , biasanya ia selalu memandang Arya tak berkedip , wajahnya ia paling kan kearah luar ,dan ia sama sekali tak berbicara sepatah kata pun
Apa yang terjadi pada nya apa ini memang makhluk ulat nangka itu ,baru saja tiga hari tidak pulang sikapnya berbeda sekali
Arya menyetel musik keras-keras dengan volume yang memekakkan telinga,namun sekali lagi ia sama sekali tak bergeming
justru wajahnya nampak teduh dan terlihat manis
Kenapa sekarang perasaan ku , deg-degan begini menatapnya , ia bahkan lebih jelek dari ulat bulu
Ehem...ehemmm.
Arya mengecilkan volume suara musik di mobilnya
"Oh ya ,aku berencana ingin poligami , bagaimana menurut mu "
Alena langsung tersenyum "Terserah kak Arya saja aku setuju saja"
Jawab nya dengan singkat ,namun senyuman di bibir nya tak pernah pudar
__ADS_1