
"Hei cepatlah bangun ini sudah pagi "
Siska menepuk-nepuk wajah Arjuna yang kelihatan nya pulas sekali sambil berdesah dengan memegang sesuatu yang sensitif di dalam selimut nya
"Argghhhhhhhh"
"Apa yang sedang ia mimpi kan ha , apa dia sedang bermimpi jorok "
Siska mendekatkan wajahnya ke arah Arjuna
"Hei Arjuna bangun ! sudah jam berapa ini ha !"
Arjuna langsung membuka matanya dan menarik Siska kedalam pelukannya
"Apa sayang kenapa kau marah-marah begitu apa kau mau lagi "
Arjuna langsung ******* bibir Siska
Siska langsung syok dan kan memberikan satu tamparan keras
"Woyy apa yang kau lakukan ha ?"
Arjuna kaget dan langsung terbangun
"Siska kamu "
Berkeliling melihat kasur dan semua nya
"Apa yang sedang kau pikirkan ha ,apa yang ada yang ada di dalam otak mu itu !"
Siska berkacak pinggang
"Kau apa kau baik-baik saja "
Memegang kaki Siska
"Hei minggir ,huh cepat bangun !"
Siska mengguyur Arjuna dengan air dan langsung membuka kain hordeng nya
"Lihat itu sudah pagi "
Arjuna kaget dan langsung buru-buru mandi untuk sholat subuh ,
"Astaga cuma mimpi ternyata"
Selesai mandi mereka pun langsung bersiap-siap untuk pergi karena tak ada alasan lagi agar ia masih berasa di tempat itu apa lagi Siska sudah marah-marah pagi ini karena ulahnya , memang benar jika kita jatuh cinta maka kita tak akan pernah bisa marah pada orang yang kita cintai
Tak apa lah , mungkin kali ini hanya mimpi tapi yang jelas aku sudah makin dekat dengan nya
Siska duduk di samping Arjuna dan tak banyak bicara , meski bibirnya pagi ini sudah mendapatkan sarapan halal dari suami nya
Sialan sekali ia berani nya
Arjuna bersikap cool sepanjang perjalanan tak berbicara sama sekali
begitu pun Siska meski di dalam hati mereka saling berkata satu sama lain
....
Setali tiga uang dengan Siska ,ibu Arya mendadak jatuh dari kamar mandi dan tak sadarkan diri ,
"Ibu..."
Arya langsung membawa nya kerumah sakit
ia seorang diri berada di tempat itu
sambil memegangi tangan ibunya
"Ibu ayo bangun lah , kenapa ujian ini bertubi-tubi sekali pada ku , ya tuhan "
Ternyata di ruangan sebelah ibu Arya di rawat
orang tua Alena sedang di rawat juga
"Ayah ayo bangun "
__ADS_1
Dokter masuk
"Nona Alena ayah anda harus segera di operasi kalau tidak nyawanya tidak akan bisa di selamat kan lagi "
"Berapa biaya nya Dok"
"Biaya operasi nya dua ratus juta rupiah dan harus di operasi malam ini juga "
Alena begitu panik "Dok apa tidak bisa saya membayar nya dengan mencicilnya saja "
"Maaf Nona "
Dokter meninggalkan ruangan tersebut , tinggal lah Alena seorang diri ,ibunya nampak menangis berada di samping ayahnya
mereka berdua memang sangat kekurangan jadi tak ada yang bisa mereka lakukan biaya pengobatan dan perawatan kamar ini saja sudah habis puluhan juta belum lagi obat-obatan yang sangat mahal sekali harganya
"Nak ayah baik-baik saja ,jika sudah waktunya ayah sudah ikhlas dengan penyakit ayah nak , tak usah pusing soal biayanya "
Ibunya hanya bisa menangis saja , mendengar kan ucapan ayah nya
"Alena jangan di gunakan tabungan itu nak itu untuk biaya adik mu di pesantren dan biaya wisuda mu jangan gunakan "
Tangan ibunya gemetaran karena memang ibunya menderita diabetes jika luka akan lama sekali sembuh nya
Alena langsung keluar dari ruangan dan menangis duduk di ujung kursi
Kebetulan Arya keluar karena ingin mencari udara segar ,dan tak sengaja ia melihat Alena yang sedang menangis
"Makhluk itu ,dia menangis ? rupanya dia juga bisa mengeluarkan air mata ,aku pikir hidupnya selalu tertawa saja "
Arya tak terlalu perduli justru ia langsung menghubungi dokter agar segera memindahkan ibunya keruangan yang lebih besar lagi
ia takut jika sampai Alena melihatnya itu berarti ia sedang berada dalam masalah besar
.
Alena berdiri dan menelpon Dimas malam ini
"Kak Dimas apa kita bisa bertemu malam ini ?"
"Aku di rumah sakit Berkah mandiri kak ayah ku. harus di operasi malam ini ,aku butuh uang dua ratus juta kak hari ini juga"
"Baiklah kau tunggu aku di sana ,aku akan segera kesana"
"Terimakasih Kak"
Sekitar sepuluh menit Dimas pun tiba dengan motor sport miliknya
"Kau dimana?"
"aku di taman tempat biasa kak "
"Baiklah "
Dimas membawa tas kecil berisi uang
"Ini uang nya ambillah "
"Terimakasih Kak"
"Tapi aku mau kau segera menikah dengan Arya , bagaimana pun caranya ,jika tidak aku akan mengambil uang itu kembali , aku memberikan waktu satu hari saja untuk mu lakukan semuanya "
"Tapi kak..."
"Jika tidak maka uang itu akan aku ambil kembali "
"Kak bagaimana caranya "
"Lakukan saja bukankah kau punya otak untuk berpikir "
Dimas pun segera pergi "Ingat dalam satu hari aku akan mendapatkan kabar baik "
Alena langsung pucat dan bingung
Saat ia beranjak dari taman ia tak sengaja berpapasan dengan Arya
"Dimas ? kau ?"
__ADS_1
Dimas syok ia takut jika rencana nya ketahuan
"Kau sendiri kenapa kemari ?"
"Ibuku di rawat di tempat ini dan kau?"
"Aku habis melihat kerabat ku juga ,aku pulang dulu ya ,sudah malam ,salam sama ibu ya "
"Terimakasih sob "
Dimas langsung mengeluarkan telponnya
untuk menghubungi Alena
"Ada Arya di rumah sakit ini , lakukan lah semua nya"
"Baik "
Alena pun langsung berjalan menuju lorong rumah sakit dan merobek pakaian nya ,lalu menabrak Arya yang sedang berjalan sambil berteriak-teriak
"Tolonglah dia yang sudah memperkosa ku ,dan tak mau bertanggung jawab"
Arya panik dan langsung melepaskan Alena yang memeluk dirinya
"Apa yang kau lakukan ha !"
"Tolong... tolong..."
Suara teriakan nya membuat security datang menghampiri nya ,lalu beberapa orang langsung memukuli Arya
"Cepatlah bawa lelaki ini"
Arya langsung di bawa ke pos pengamanan rumah sakit
"Nona kau tidak apa-apa kan "
Salah satu keluarga pasien memberikan jaket nya
kebetulan ia adalah seorang aktivis wanita dan ada juga seorang penghulu
Alena menangis tersedu-sedu meminta pertanggungjawaban dari Arya
"Perempuan ini penipu pak ,jangan di percaya !"
"Diam kau "
aktivitas tersebut membentak Arya
Maafkan aku kak Arya jika aku harus melakukan ini , tapi percayalah jika aku sudah menjadi istri mu aku akan menjadi istri yang baik untuk mu , aku pun rela jika suatu saat nanti kau akan menceraikan aku atau kau tak pernah mencintaiku , aku memang menyukai mu , tapi mustahil bagiku menggeser posisi Siska dari hati mu , maafkan aku kak ..
"Nikahkan saja mereka ,ini jalan terbaik "
"Bagaimana Nona , apa kau setuju ?
....
Hahaha aduh ada yang kena prank ya ..
Arjuna dengan Siska masih proses on the way
lalu bagaimana Arya dan Alena ya...
mmm bagi vote banyak banyak dong buat author nya dong sayang ku...
biar jari jemari dan otak ini lebih cepat berpikir nya ππ
ayo kalian Tim siapa ?
Dimas -Rima
Arya - Siska
Arjuna - Siska
Alena - Arya
ayoo.....
__ADS_1