Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Tersesat


__ADS_3

Arjuna membiarkan Alena mengikatkan gerobak nya dengan tali di mobil nya , sepanjang perjalanan ia diam-diam memperhatikan Alena dari kaca spion mobil nya , tak terlihat sama sekali kegundahan di hati nya, bahkan sepanjang perjalanan ia terlihat tersenyum sambil berdiri dan sesekali seperti melebarkan kedua tangannya seolah-olah sedang terbang


Arya masih kesal padanya, hal yang wajar bukan ,ia melakukan itu karena Alena telah menjebak nya , apa lagi dalang nya lagi-lagi Dimas , Arya sengaja tak menceraikan Alena secara ia adalah seorang laki-laki keputusan mutlak berada di tangannya ,Arya hanya ingin memberikan efek jera pada Alena jika pernikahan bukan lah suatu permainan ,apa lagi Alena tipe perempuan yang tahan banting


"Aku ingin melihat betapa hebatnya ia bertahan berada di sisi ku ,dia sendiri yang akan memohon padaku nanti lihat saja lah ..."


Melihat Alena yang sedang berdiri di atas gerobak ,Arya langsung mengemudi kan mobilnya kearah jalanan yang berlubang


Brag...


Alena langsung terjatuh di dalam gerobak nya ,


Arya langsung kembali tertawa terpingkal-pingkal melihat ia berhasil mengerjai Alena , tak sampai di situ saja Arya juga sengaja membawa Alena melewati jalanan yang sepi ,meski sebenarnya Arya juga takut luar biasa tapi demi mengerjai Alena ia kembali mengambil arah yang jauh sekali ,ia langsung mengemudikan mobil masuk kedalam kuburan


"Hahaa.. sekarang tinggal apa lagi ,kau pasti akan semakin menderita malam ini , ini lah akibat nya jika berani bermain-main dengan ku "


Malam semakin larut jam pun menunjukkan pukul sepuluh malam ,ini adalah saat yang tepat sekali apa lagi malam ini adalah malam Jumat,ntah itu Kliwon,legi ,atau pon tapi konon katanya malam.jumat adalah malam keramat untuk setan-setan keluar


Memasuki area pemakaman tanpa ada satupun cahaya penerangan


semakin masuk kedalam semakin sepi , sedang kan untuk keluar jalan utama masih cukup jauh


Awalnya Arya merasa senang karena membayangkan Alena yang ketakutan duduk di belakang ,


melewati pepohonan yang besar membuat ia mendadak merasa ketakutan sendiri


"Astaga kenapa jadi seram begini ya "


Arya tak konsentrasi dengan keadaan Alena dan gerobak nya di belakang


"Apa kabar makhluk di belakang itu ya , apa dia baik-baik saja ?"


Arya mencoba mengamati Alena melalui kaca spionnya , namun tak kelihatan karena terlalu gelap gulita , sedangkan pemandangan semakin masuk kedalam semakin mengerikan saja


Arya pun berinisiatif untuk menghidupkan musik dengan kencang sekali


"Aku hidup kan musik saja lah "


Tak lama terdengar suara musik yang kencang sekali di tengah kuburan tersebut , tapi Arya Langsung berhenti mendadak saat mendapati seekor kucing hitam melompat di atas mobil nya


"Awwwwww, Astaga kucing sialan !"


Miawww... suara kucing tersebut terdengar begitu pelan ,sekali hingga membuat Arya memegang dadanya


"Mungkin penghuni di sini marah aku menyalakan musik begitu kencang "

__ADS_1


Seketika Arya sadar jika ia tak sendirian ia melihat gerobak masih tergantung di belakang tapi ia sama sekali tak mendengar suara Alena ,


Arya yang ketakutan pun bermaksud untuk menyuruh Alena duduk di samping nya


Masa bodoh lah dengan bau nya yang amis karena ia ketakutan duduk sendirian di depan, Seperti senjata makan tuan ia terjebak oleh ulahhya sendiri


"Mengerikan "


Arya keluar dari dalam mobil untuk mengajak Alena duduk di samping nya , namun pada saat ia berjalan mendekati gerobak tersebut ,ia sama sekali tak menemukan Alena


"Astaga , kemana dia ? apa yang terjadi kemana dia menghilang ?!"


Arya yang menyadari jika ia hanya seorang diri di tengah kuburan pun langsung merinding dengan cepat ia kembali masuk kedalam mobil


"Ya Tuhan tolonglah aku sekarang sendirian "


Untuk mencapai jalan utama ia harus melewati beberapa blok pemakaman umum itu lagi


"Ya Tuhan kenapa jadi begini "


Arya langsung tancap gas namun seketika di tengah kegelapan ia menemukan cahaya terang. "Astaga Akhir nya aku menemukan rumah penduduk juga "


Arya kembali tenang


"Untunglah "


"Rumah penduduk ? di tengah malam ada cahaya lampu ? astaga itu berarti ...."


Ia langsung memijak pedal gas dengan kencang namun karena gerobak yang berada di mobil nya membuat mobil Arya tersangkut ,


ia berpikir sudah berada cukup jauh namun ternyata ia masih terjebak di tengah makam tersebut


Berteriak kencang percuma saja tak kan ada yang menolongnya


sedang berteriak ia di kagetkan kembali dengan cahaya terang di samping kaca mobil nya "Setannnnn....."


Tok..


tok


Ia mengetuk kaca mobil Arya. "Tolong ampun ..Tan..ampun ...saya tidak bermaksud menganggu kenyamanan kalian di tempat ini, kasih saya lewat Tan..."


Arya memohon dengan melipat kedua tangannya


tak sampai di situ ia langsung memberanikan diri keluar dari dalam mobil nya

__ADS_1


"Hanya ini satu-satunya cara "


Meski air kencing sudah membasahi celana nya


Arya berteriak sambil membaca doa ,namun orang tersebut kembali menepuk Arya


"Mas..mas.. tolong kecilkan suara mobil nya , lagi ada acara orang syuting untuk acara seram di televisi, dan juga saya cuma mau bilang tadi mbak-mbak yang di belakang gerobak ini terjatuh di sana cuma sudah di antar pulang sama tim kita "


Arya langsung membuka matanya dan melihat di sekeliling nya , banyak orang ternyata


Malu dan takut bercampur jadi satu


"Oh iya .. kalau begitu saya akan segera pergi "


"Saya kira tadi mas salah satu peserta uji nyali , rupanya bukan "


"Oke kalau begitu saya harus segera kembali pulang dulu mas..."


"Mas gerobak nya ketinggalan ini "


"Ambil untuk mas saja untuk perlengkapan syuting hantu gerobak "


Arya langsung mengusap wajahnya


"Astaga hampir saja aku mati berdiri karena mereka, kapok aku ..kapok.. "


Celana nya sudah basah sekarang mobil tersebut bau Pesing, sama saja dengan Alena yang berbau amis


Tepat pukul satu dini hari Arya sampai di rumah , dan Alena langsung menyambut nya dengan senyuman, rambutnya kelihatan basah ia sudah berganti baju


"Nah itu kak Arya "


Langsung mendekati Arya


"Kak aku mengkhawatirkan mu,apa kau baik-baik saja "


Arya yang merasa kesal pun langsung menerobos masuk kedalam rumah nya


"Aku mau mandi "


"Kak tunggu dulu ,apa kau marah karena aku tidak pulang bersama mu,aku mohon maafkan aku , tapi aku janji besok-besok aku akan selalu bersama mu saat pulang dan pergi "


Cerewet sekali dia , dia sudah mandi dan dalam keadaan baik-baik saja pulang kerumah


sedangkan aku hampir saja mati ketakutan di tengah kuburan, enak sekali hidupnya ....

__ADS_1


Arya langsung masuk kedalam kamar mandi dan meninggalkan Alena yang masih memohon maaf Arya


"Kak.. maafkan aku..!


__ADS_2