
Arika menjadi tidak enak sendiri dengan apa yang terjadi,tapi ia sangat mengerti sekali apa yang terjadi, karena memang ia tahu mereka memang pantas untuk diawasi
tidak ada orang tua yang tidak perduli dengan anak-anaknya
"Katakan padaku,apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Bian dengan wajahnya yang memerah
"Tidak ada apa-apa,aku hanya ingin kau tau saja jika aku sangat mencintaimu" ucap Bian saat Aditya bertanya
"Dia berani sekali?"
Aditya merasa heran, sangat berbeda dengan dirinya yang tak seperti itu
"Katakan saja padaku,apa yang sebenarnya terjadi padamu?" ucapnya sambil tersenyum sendiri
Ayah dan anak itu terlihat sangat hobi sekali bercanda hingga membuat orang-orang banyak yang tertawa geli apa yang terjadi pada mereka berdua
__ADS_1
"Katakanlah padaku, apa yang sebenarnya terjadi, katakan?" Ana langsung bernyanyi pura-pura tidak tahu apa yang terjadi pada mereka dan langsung menarik Aditya
Keduanya pun langsung bernyanyi dan berdansa sambil tertawa
"Sungguh aku sangat tak menyangka jika akhirnya kau bisa jadi seperti ini" ucap Bian melanjutkan nyanyian kedua orang tuanya
"Katakan padaku,apa yang sebenarnya terjadi?"
Arika menjadi malu dan sadar jika mereka sedang di pantau
"aku lapar" ucap Arika langsung tertawa geli melihat tingkah orang-orang yang berada di rumah ini
"Ternyata mama benar ia tidak salah memberikan aku keluarga yang sangat menggemaskan ini" ucapnya sambil tertawa
Bian langsung bahagia sekali, wajahnya terlihat sangat sumringah tertawa
__ADS_1
"Sungguh ini sangat mengasikkan sekali ternyata,dia hanya marah sebentar saja ternyata" ucapnya sambil tersenyum
Arika juga langsung tersenyum karena melihat senyuman manis Bian yang sangat mempesona itu
"Katakanlah padaku apa yang sebenarnya kau katakan ha?" ucapnya sambil tertawa geli
"Aku ingin sekali mengatakan padamu,jika aku tak mau kau mengatakan apapun lagi, padamu katakanlah yang sejujurnya aku ingin kau bertemu dengan orang yang sangat aku cintai yaitu mama"
"Kau ingin Kerumah mama Siska?"Arika terdiam ia tak mungkin mengatakan apa yang ada didalam hatinya karena saat ini ia adalah suaminya Arika yang apapun ucapannya adalah sebuah doa yang tak sia-sia
"Aku ingin mengatakan padamu, kau tak perlu khawatir saat ini, jika kau ingin bertemu dengan Mama Siska jangan khawatir aku pasti akan mengantarkanmu kemanapun kamu suka jangan khawatirkan itu, tapi jika nanti kamu tak ingin aku ikut, aku akan memastikan kau sampai di rumah itu dengan keadaan yang sehat dan cantik"
Arika sedang sensitif sekali mengucapkan kata cantik, karena apa?, ia sangat khawatir dengan orang-orang yang mengatakan ingin sekali melakukan banyak hal tapi kenyataannya didalam hatinya masih ada orang lain yang tertinggal
"Aku melihatnya sangat bahagia sekali,saat mengatakan cantik,apa dia pikir aku tak mengerti apa yang dia maksud ha?, sungguh aku merasa dilecehkan sekali dengan apa yang terjadi" wajahnya langsung memerah karena menahan amarah rasa cemburu, aneh nya Arika tak menyadari sikapnya yang tak bisa mengontrol diri itu
__ADS_1
"Aku tak tahu lagi harus bagaimana, yang aku tau saat ini adalah aku sangat mencintaimu Arika" Tatapan Bian benar-benar penuh cinta dan sangat mesra sekali, berbeda dengan tatapan Arika yang terlihat begitu tak bersahabat sekali