Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 284


__ADS_3

"Bahagia sekali dia" ucap Bian dengan tersenyum manis sekali, ntah apa yang ada dipikirannya saat ini, tapi jika sudah berurusan dengan Arika, Bian langsung luluh karena memang ia sangat mencintai perempuan yang menjadi istrinya itu


"Aku sungguh-sungguh tak menyangka jika akhirnya, aku bisa jatuh cinta padamu lagi" ucap Bian dalam hatinya, dengan menatap matanya dengan berbinar-binar


"Katakan padaku, sekarang apa yang kau inginkan sekarang Arika?"Bian mulai maju mundur cantik untuk melihat kelakuan Arika yang sedang menertawakannya


"Apa yang kau lakukan ha?" ucapnya sambil tertawa deg-degan, karena Bian yang terus-menerus maju kearahnya


"Nian, hentikan ini tidak lucu sama sekali,dan aku tidak menyukainya Bian" ucap Arika dengan mundur perlahan-lahan


"Sudah aku katakan padamu, jangan nakal tadi, kau malah memancing emosi ku ini ya" Bian mulai kembali menunjukkan taringnya


"Aku jelaskan padamu ya, aku tak tahu jika kau mau keluar tanpa apapun itu, ya ampun kenapa jadi marah-marah begini sih, astaga"


Arika tak bisa pindah karena Bian terus-menerus berjalan kearah nya dan kali ini ia benar-benar tak bisa pergi


"Sekarang katakan padaku apa yang kurang,aku sudah siap untuk pertandingan selanjutnya"

__ADS_1


"Bian hentikan ini tidak lucu"


baru saja Bian ingin memberikan kecupan, pintu kamarnya langsung digedor -gedor dari luar


"Permisi...es krim datang..."


Tok..tok....


semakin kencang di ketuk


"Halo , Tuan..." pelayan tersebut sepertinya benar-benar merasa sangat bersalah sekali pada Bian sehingga ia langsung menebus kesalahannya dengan datang seperti itu


Arika langsung tertawa geli


"Akhirnya selamat juga" ia mengelus dadanya


"Kau yang buka pintu atau aku?" tanya Arika dengan tersenyum-senyum

__ADS_1


Bian langsung melepaskan tangannya, karena sebenarnya ia sangat malu sekali bertemu dengan orang-orang yang berada di luar kamarnya, karena ia merasa sangat memalukan sekali karena sudah keluar dalam keadaan setengah telanjang itu


"Oh, aku tau kau tak perlu menjawabnya, karena kau pasti sangat malu sekali, jadi biar aku saja, jangan khawatirkan itu" sambil melepaskan tangan Bian


"Malu? apa itu rasa malu?, aku rasa kau salah besar mengatakan itu padaku, jangan khawatir aku akan membuka pintu nya" Bian masih berusaha tetap cool padahal ia sudah sangat deg-degan,namun bukan Bian namanya jika tak bisa menjaga harga dirinya.


"Kau yakin?" Arika mencoba menggoyahkan imannya


"Tentu saja, hanya sekedar membuka pintu dan mengambil es krim, jangan kan membuka pintu kamar, membuka pintu surga untukmu saja itu adalah keahlian ku" ucap Bian dengan Sangat percaya diri sekali


"Ya,ya aku tau itu" Arika menggelengkan kepalanya, karena ia tau posisi Bian adalah suaminya, tentu saja ia lah yang akan membukakan jalan untuknya menuju pintu surga, apa lagi seorang wanita jika sudah menikah akan menjadi tanggung jawab seorang suami untuk membimbing nya, dan tugas seorang istri juga sama, adalah untuk selalu menaati apapun itu hal-hal yang baik kepada suaminya, karena jika sampai suaminya sakit hati padanya,maka haram bagi seorang wanita bisa mencium bau surga.


"Aku akan membukakan pintu ini" Bian menegaskan kembali ucapannya, padahal ia sangat berharap jika Arika menahannya


"Iya silahkan suamiku, lakukan saja" Arika melipat kedua tangannya


Langkah Bian tampak ragu

__ADS_1


"Aduh, dia tidak ada inisiatif apa untuk membukakan untuk ku, hadeh..."


__ADS_2