Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Berjalan kaki


__ADS_3

"Ada apa lagi "


Ucap Arya perlahan


"Kau salah memakai sendal ,itu sendal milik istriku "


Arya menoleh kebawah dan benar saja ia sedang menyarung sendal berwarna merah muda milik Siska


"Oh benar maafkan aku "


Arya langsung mengembalikan nya dan menaruh kembali di tempat semula


"Tak masalah "


Arjuna langsung tersenyum ,sambil melihat Arya yang menghilang di hadapannya


namun Arjuna tak bisa melakukan apapun


ia pun akan melakukan hal yang sama jika Kirana adiknya salah memilih lelaki


"Tak ada yang perlu aku katakan padanya , aku tak sedang merebut istri orang lain, bukankah ada pepatah yang mengatakan sebelum janur kuning terkembang semuanya masih bisa di tikung, sekarang dia milikku seutuhnya ,aku harap kau juga bisa berbahagia dengan rumah tangga yang baru kau bina "


Terkesan jahat Memang .namun itulah hukum jatuh cinta , siap jatuh dan siap sakit hati


jika tak mau mengalami fase Seperti itu jangan jatuh cinta


Langit masih terlihat begitu gelap sekali , cahaya lampu penerangan jalan terlihat menerangi sepanjang jalan komplek tersebut


Arya yang bersembunyi di balik mobil miliknya memastikan jika Arjuna telah menutup pintu nya


"Seperti nya pintunya telah tertutup "


Arya langsung keluar dari persembunyiannya


ternyata Arjuna masih berdiri ,dengan menempelkan kakinya di depan pintu


"Hai "


Mengangkat kedua tangan nya


"Kau masih berada di sana ? apa kucing mu ada di bawah mobil itu ?"


Menampakkan senyumannya dengan lebar


"Oh tidak ,eh iya ehem.. maksud ku ,aku tak melihat kemana ia tadi "


Arya nampak gelagapan di depan suami perempuan yang masih membekas di hati nya itu ,namun ia tetap berusaha berdiri dengan tegar dengan wajah yang sangat percaya diri sekali


"Kau sendiri sedang apa ,belum masuk apa kau tidak kedinginan memakai pakaian seperti itu "


"Pakaian ? oh maaf ini handuk , maaf Tuan Arya jika aku kedinginan aku tinggal masuk kedalam saja , istriku akan segera memberikan pelukan kehangatan padaku "

__ADS_1


Arjuna berani sekali malam ini ,tentu saja ia merasa sudah berhak atas Siska seutuhnya


ia pun langsung menutup pintu untuk segera membersihkan tubuhnya


Dan meninggalkan Arya dengan wajah terpmangu


"Maaf ,Tuan Arya aku pamit dulu , selamat malam "


Arjuna langsung menutup pintu


Sekarang tinggal lah Arjuna yang berteman sepi , langkah kakinya terasa berat sekali


belum lagi karena terburu-buru keluar akibat Mendengar kan teriakan dari mulut Siska barusan ia sampai salah memasang celana , celana pendek yang salah ia beli kemarin terasa begitu sempit sekali ,


"Aku lagi malas untuk pulang kerumah ,karena saat ini tepat di tempat tidur ku , ada seonggok bakteri yang sedang terbaring , hmm jika aku mengingat kejadian malam itu maka aku ingin sekali merobek wajahnya "


Arya tak sabar jika ia sudah berjalan terlalu jauh dari komplek perumahan nya tersebut


mungkin karena terlalu lelah ia pun duduk dengan berjongkok di samping para pedagang keliling


Dengan celana yang sempit dan rambutnya yang sedikit acak-acakan ia seperti seorang waria yang sedang mangkal


Tiba-tiba seorang wanita menaruh uang seribu di tangannya


"Ini untuk beli kacang , sedekah ibu "


Sialan apa maksudnya apa aku seperti seorang pengemis di jalanan


"Sabar ya anak muda hidup ini memang keras ,tapi dari celana polkadot yang kau pakai apa kau seorang waria juga ?"


Sialan !! apa maksudnya ibu tua ini


Arya tak berani berkata apapun tapi ia hanya duduk saja , soalnya jika ia memaksa kan berdiri celana ini pasti akan robek , ini adalah celana yang di Belikan oleh ibunya saat belanja di pasar tanah Abang , pilihan Alena pastinya


celana pendek dua puluh ribu dapat tiga dengan permukaan kain yang kasar dan sempit


belum lagi ************ nya sudah terasa lecet-lecet mungkin karena ia terlalu jauh berjalan


Tapi kenapa rasa sakit nya baru terasa sekarang ?


hah apa ini yang di namakan jika hati sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan ?


Seperti sebuah transfer energi meski tak ada hubungannya sakit hati dengan lecet ************ nya saat berjalan


apa lagi Arya belum mandi dari pagi tadi , ia benar-benar sudah tak berselera dengan hidup nya


sempat ia terpikir untuk mengakhiri hidupnya


namu lagi -lagi pikirannya kembali bercabang ia takut jika nanti menjadi hantu paling tampan dan lalu ia kembali lagi menjadi seorang hantu playboy


"Oh tidak...lalu aku akan mengencani semua hantu-hantu cantik di dunia persetanan , terlalu bodoh sekali hidup ku "

__ADS_1


Perempuan tua yang memberikan nya uang seribu tadi ternyata masih saja terus mengoceh di samping nya , hawa di mulut perempuan itu persis sekali seperti bau ko*oran kucing yang sering di buang ibunya pagi-pagi


"Bisa jadi ibu-ibu ini habis menelan kain lap , perpaduan antara k*toran kucing dan bau jengkol "


Arya mulai bereksperimen tentang bau yang berada di dekat nya ,ia hampir saja mau muntah , Sepertinya malam ini ia apes sekali berada di luar rumah tapi tetap ia tak merasa bersalah karena semua itu bukan salah nya


lalu salah siapa ? Takdir?


"Aku tidak mau menyalahkan Tuhan ,...


tidak, Tuhan masih sangat menyayangi ku , dengan memberikan kesempatan untuk ku hidup ,dan bertobat sampai hari ini saja aku sudah bersyukur tak terbayang jika ia murka aku pasti sudah tersiksa , meski semua yang terjadi hari ini adalah teguran atas perbuatanku di masa lalu "


"Baiklah nak ibu permisi dulu "


obrolan ibu tersebut menghasilkan bulir-bulir embun yang bertebaran di wajah Arya


bau khas kotoran kucing sudah mulai merebak di wajahnya


"Dan benar aku harus pulang "


Seketika pikiran nya terlintas memikirkan Alena


apa mungkin karena malam ini ia meninggalkan perempuan yang telah menjadi istri nya itu dengan hati terluka ? namun itu bukan salah nya , bukankah ia yang memaksa untuk menjadi istri Arya


"Tentu saja setiap perbuatan ada konsekuensi nya "


Dengan mengangkang Arya ingin sekali melepaskan celananya karena sungguh perih sekali, benar ternyata ada harga ada kualitas , sungguh berbeda harga kaki lima dengan harga bintang lima "Ah ibu bisakah kau jangan lagi termakan bujuk rayu makhluk itu , lihatlah sekarang aku sudah sekali berjalan"


Malam semakin larut dan jalanan ibu kota masih saja ramai , di sepanjang trotoar nampak para pejuang nafkah masih berikhtiar mencari rezeki


tapi tiba-tiba


"Lari...lari... "


"Ada apa ?"


Arya terheran-heran


"Biasa ada yang lepas "


para pedagang Segera berhamburan mendorong gerobak nya


Arya hanya berdiri keheranan sambil memegang celananya


"Pak ada apa?"


"Cepat lari saja dulu mas , berbahaya ayo "


Nampak ketakutan sekali


Arya hanya terbengong saja mematung tak bergerak, mengikuti mereka

__ADS_1


__ADS_2