
Haloha .... itu sengaja author masukin part Bab Cantik-cantik bandit agar kalian bisa langsung jadikan pavorit ,biar kalian bisa langsung mampir , jangan kaget ya ... wkwwkwkwk
oke baiklah kalau begitu kita langsung saja melanjutkan perjalanan cerita Arya dan Siska
cusss....
..............
Ibunya Arya yang kaget saat melihat wajah orang pintar tersebut tampak syok
"Maaf menganggu wakrunya pak ,saya tadi bertemu dengan ibu RT ,dan kebetulan saya seduasaang membutuhkan bapak untuk cucu saya "
Sambil manggut-manggut dan bersuara ia langsung mengatakan
"Memang cucunya ibu usianya berapa ?"
"Dia sudah duduk di bangku kuliah Pak "
"Baik tunggu sebentar saya akan membawa barang-barang saya dulu "
Terdengar suaranya yang besar dan serak-serak basah dan besar tersebut terdengar begitu horor sekali ibu Arya sampai harus mengurut dadanya dan menutup hidungnya Karena suasana diluar rumahnya tercium berbagai aroma
Menjelang kedatangan ibunya dan orang pintar tersebut Arya yang duduk didalam rumah untuk melaksanakan sholat magrib , selesai berwudhu ia masuk kedalam kamar namun Alea sekali lagi keluar dari dalam kamarnya , dengan tersenyum-senyum sendiri tanpa bersuara
iman Arya yang masih belum kuat-kuat amat kembali membuatnya nyalinya ciut
"Astagaaaa , Alea kenapa lagi dia "
Arya memutuskan untuk langsung menutup pintu kamarnya
"Astagaaaa ibu di mana ? lama sekali belum datang cepat lah kemari, aku sudah sangat ketakutan sekali"
Puk... pintu kamarnya langsung tertutup Arya langsung kembali kaget
tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki diluar rupanya ibu Arya dan orang pintar tersebut sudah sampai didepan pintu
__ADS_1
"Jadi ini rumah Ibu " tanya pak Cokro sambil melihat sekeliling
Ibunya kembali menegang dadanya
"Astagaaaa apa yang ia lakukan apa dia melihat sebuah penampakan disekitar rumah ini"
Padahal Pak Cokro melihat ada beberapa ekor cicak ,dan ia sedang mengintai kotorannya
ia terlihat mangut-mangut
"Sepertinya itu suara ibu , baiklah aku akan segera keluar dari dalam kamar "
ucap Arya
ia bergegas membuka pintu dan menghampiri ibunya
"Bu , bagaimana ?".
ibunya langsung menunjuk kearah pak Cokro
"Lihat itu disana ?"
Ibunya menjawab "Iya "
sambil berbisik
"Baiklah Pak langsung saja "
"Hehehehe "
Pak Cokro tertawa , karena suaranya yang besar dan terkesan serak-serak basah membuat Arya langsung memeluk ibunya
"Bu seram sekali, ibu temukan orang ini dimana ?"
"Husss jangan banyak komentar ,orang pintar itu biasanya tau apa yang kita bicarakan "
__ADS_1
Arya menarik nafasnya dalam-dalam
"Terserah ibu saja , sekarang cepat ibu suruh ia untuk melihat keadaan Alea "
"Baik "
Ibu Arya langsung mendekatinya yang masih sibuk mengamati cicak yang berada didinding
"Maaf pak bisa kita langsung memanggil cucu saya "
"Iya baiklah mana dia ?"
"Ada didalam "
Pak Cokro langsung masuk
"Lalu bagaimana pak ?"
"Sebentar "
Pak Cokro memandang sekeliling ruangan
dan menunjukkan salah satu tembok
"Bu apa lagi yang akan ia lakukan ?"
"Sudah jangan banyak bicara , namanya juga orang pintar ia tau apa yang harus ia lakukan"
"Baiklah saya akan menempelkannya disini"
Pak Cokro langsung membuka tasnya yang besar lalu mengeluarkan papan tulis mini yang bisa langsung ditempelkan Kedinding
"Tolong siapkan kursinya Bu taruh di sana Bu ?"
"Baik pak "
__ADS_1
Arya langsung berbisik kembali "Bu untuk apa papan tulis dan kursi ,apa setan itu mau belajar ?"
"Husss jangan banyak komentar , dia ini orang pintar cukup kita diam dan memperhatikannya saja !.