
"Sayang kenapa dengan Arika?"
ucap Ana dengan sangat panik sekali
"Tidak tahu Ma, dia sudah seperti ini dari tadi malam, aku sangat khawatir sekali, apa yang harus aku lakukan kalau begini Ma" Arika nampak sangat pucat sekali
"Ya cepatlah bawa Dokter cepat"
"Iya Ma" karena terlalu panik Bian langsung menjemput dokter, padahal tinggal telpon saja, Dokter juga akan datang langsung kerumah mereka
"Sayang,jangan kelelahan ya, ayo beristirahat saja dulu, sebentar lagi Dokter datang, jangan khawatir ya" Ana yang panik tidak kepikiran jika menantunya itu adalah pengantin baru, karena terlalu panik ia tak menyadari tanda-tanda yang diberikan oleh Arika itu
"Mama, aku muak lagi" ucapnya langsung muntah di hadapan Ana
Arika langsung cemas" Mama aku tidak bermaksud..."
"Tidak apa-apa sayang,nanti bibi yang akan membersihkannya,ayo sebaiknya kamu istirahat dulu ya, mama ganti pakaian sebentar"
Ana langsung buru-buru menggantikan pakaiannya, karena memang ia sudah sangat khawatir melihat kondisi Arika
"Ya ampun, aku harap Arika baik-baik saja ya Tuhan, aku jadi merasa bersalah membiarkan mereka dua Minggu disana, aku sangat cemas sekali" ucapnya sambil mengurut dada
"Sepertinya aku harus menelpon Siska untuk memberitahukan hal ini" seperti biasa Ana langsung menelpon sahabat baiknya itu
__ADS_1
....
Bian langsung masuk saja kedalam praktek dokter " Dokter tolong cepat periksa istri saya"
"Tuan Bian?"
ia terlihat sangat kaget sekali karena melihat Bian yang penuh dengan keringat tersebut
"Dokter ayo cepat, istri saya ...."
melihat Bian yang sudah datang dalam keadaan seperti itu, langsung membuat dokter mengerti ini pasti keadaan yang sangat urgent sekali
"Baik Tuan sepertinya ini sangat gawat, ayo sus, bawa semua perlengkapannya, kita akan segera pergi ke rumahnya Tuan Bian"
bayangkan saja bagaimana keadaan dokter dan perawat didalam mobil
"Aku rasa kita yang butuh pertolongan medis saat ini"
ucap dokter dengan melihat suster yang berada di samping nya
"Anda benar Dokter,aku rasa jantungku sudah berpindah tempatnya karena ini sudah serasa di boncengi Valentino Rossi saja"
mereka memegang atas pegangan mobil sudah seperti naik rollercoaster saja jadinya
__ADS_1
Brakk...
pintu mobil langsung di tutup kembali oleh Bian
"Istriku di atas Dokter"
tampak sudah ada mobil Siska diatas
"Ini Dokter masuklah"
ternyata diluar dugaan Bian kedua wanita itu sedang tertawa dengan bahagia sekali didepan pintu
"Mama, mana Arika?" Bian langsung kebingungan melihat mereka berdua, karena tak ada sedikitpun rasa panik yang mereka tunjukkan berdua
"Arika didalam, silahkan Dokter masuk saja" Dokter dan suster tersebut, nampak sangat kacau dengan rambut mereka yang berantakan, belum lagi mereka berjalan dengan sempoyongan karena di bawa ngebut sekali oleh Bian
"Baiklah ayo dokter" Bian langsung membuka pintu kamarnya
"Siska apa mataku mulai menua juga ya, aku tak salah lihat dokter itu penampilan nya aneh sekali?" melihat kearah Siska
"Aku juga mau mengatakan itu Ana, dari mana Bian mendapatkan mereka, kenapa kacau sekali bentuk nya, aku jadi sangat khawatir sekali, jika ia tidak bisa memeriksa Arika"
saling berpandangan
__ADS_1
"Ayo kita masuk kedalam juga untuk melihat nya"