Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 183


__ADS_3

Arika tersenyum-senyum sendiri melihat mamanya yang salah tingkah


"Oh jadi film India nya bagus ya ma ?"


"Iya ini lihatkan "


Siska tampak gelagapan


"Mana Ma? coba lihat Ma "


Arika sengaja ingin mengerjai mamanya , walaupun tidak sopan mengerjai orang tua tapi tidak salahnya mengerjai Mamanya sekali-kali juga lagian kenapa juga meski berbohong pikir Arika


"Yah.. ponsel mama tiba-tiba habis baterai sayang"


Hmmm alibi terakhir ,yah mama . mm...ketahuan rupanya mama sedang bermain hati, haduh kenapa harus berbohong segala jujur saja Ma , sama anak sendiri juga ,kata mama Arika adalah teman terbaik untuk cerita kenapa mama nggak ceritakan hati mama ,atau mama takut jika Arika tercipta bukan atas dasar cinta mama dan papa, Arika ikhlas dengan takdir yang sudah digariskan untuk Arika Ma, yang terpenting saat Arika lahir sampai sekarang mama selalu melakukan yang terbaik untuk Arika dan yang paling terbesar rasa sabar mama yang seluas samudera untuk bertahan disamping papa selama ini , padahal hati mama hancur berkeping-keping ,Arika sangat menyayangi Mama


Siska menaruh ponselnya


"Sayang kenapa Arika belum tidur"


mengelus rambut Arika


"Tadi Arika mau tidur tapi kedengaran suara mama tertawa cekikikan jadi Arika keluar kamar untuk memastikan itu benar suara manusia atau suara makhluk halus "


ucap Arika dengan sangat lembut pada mamanya


Siska langsung tertawa "Jadi suara mama yang membuat anak gadis mama terbangun ya , mama pikir nggak bisa tidur karena mikirin seseorang "


Arika langsung menarik nafas dalam-dalam


"Yee mama kok paham , berarti kalau ada seorang perempuan yang single belum tidur malam-malam itu positif mikirin seseorang ya Ma , nah mama berarti Begitu juga ya ?"


"Berbeda dong mama kan sudah punya anak ,jadi yang mama pikirkan tentang tagihan mau masak apa ,gitu sayang perbedaan pikiran orang tua , bagaimana nasib anak-anaknya nanti "


Hmmm...ya ..ya .. aku tak mau berdebat dengan mama , karena mama akan memiliki seribu alasan yang tak akan bisa aku bantah


"Oke baiklah Mama kalau begitu Arika mau istirahat dulu ,besok mau kuliah pagi"


"Selamat malam putri cantik mama"


mengecup kening Arika


"Selamat malam juga mamaku yang selalu cantik dan sempurna "


Arika pun kembali kedalam kamarnya ,malam ini ia dan Bian sama-sama tidak bisa tidur bukan karena saling jatuh cinta


tapi karena rasa muak dan kesal yang sangat tinggi


"Tak bisa aku bayangkan saat aku bertemunya dikampus ,hii lebih baik aku menghindar saja dari pada melihat wajahnya yang menyebalkan itu ,hiii "


Arika mematikan lampu kamarnya


Dikamar Bian


"Tak bisa aku bayangkan jika aku harus menghabiskan hidupku bersama perempuan itu meski tak bisa aku pungkiri ia memiliki wajah cantik dan menarik tapi sejak awal ia sudah membuat aku sangat kesal apa itu baik untukku ? aku rasa tidak baik sama sekali bisa membuat retak hatiku ,apa lagi nanti aku bertemunya di kampus dan anak-anak yang lain menjadi heran saat aku tak lagi membullynya ,apa lagi si Bejo yang akan mengeluarkan pertanyaan sepanjang rentetan rel kereta api , bertanya bagaimana ,kok bisa , Ya Tuhan seandainya saja waktu dapat aku putar aku tak usah mengiyakan permintaan Mama untuk berkenalan dengan anak Tante Siska , ya ampun aku merasa sulit sekali dalam. menjalani hidup "


Bian pun menutup wajahnya dengan bantal


"Aku berharap ini semua hanya mimpi"


Keesokan pagi


Seperti biasa pagi ini Arika dan Siska bangun lebih awal karena mereka menyiapkan makanan dan sarapan untuk maminya Siska, memang keinginan Siska lah ingin membuat maminya menjadi seorang ratu menikmati masa tua dan mengisi hari-hari senjanya setelah banyak cobaan yang telah ia lalui


"Siska ,Arika "


"Selamat pagi nenek mami "


Arika memeluk nenek nya


"Cucu cantik nenek"


tersenyum membalas pelukan Arika


"Arika ambilkan piring untuk nenekmu Nak , jangan lupa berikan salad buah itu "

__ADS_1


"Baik Ma"


Arika memang terbiasa melakukan semua pekerjaan rumahnya meski ia terlahir sebagai anak orang kaya raya ,namun didikan Siska dan Arjuna patut diacungi jempol , Arika tumbuh menjadi gadis mandiri yang tau akan tata Krama


"Arika tidak sarapan sayang "


"Sebentar lagi Nek, nungguin mama selesai dulu ,selesai memasak"


"Makan saja dulu sayang temani nenekmu "


pinta Siska


"Baiklah Mama"


Saat ia baru memasukkan sendok kedalam mulutnya ,mami Siska langsung berbicara


mengenai perjodohan Arika dan Bian


"Jadi kapan pernikahan kalian akan segera dilaksanakan Arika ?"


Arika langsung terbatuk-batuk


"Sayang kau kenapa ayo makannya pelan-pelan saja "


Siska memberikan minuman pada Arika


"Tidak ada apa-apa Ma "


Mami Siska tertawa "Dia sedang gugup Siska karena pertanyaan dari mami "


"Oh ya sayang benar begitu "


Siska tertawa


Arika tak bisa berkata apapun ia seperti seorang tersangka saja


"Mami salah , Arika tidak seperti itu ,mami tau pada saat mereka pertama kali bertemu kemarin , mereka itu sudah sama-sama saling tertarik satu sama lainnya, soal pernikahan mungkin setelah Bian wisuda Mi, Arika ini hanya tinggal menunggu waktunya saja ,nantikan ia bisa melanjutkan kuliahnya setelah menikah "


Jleb ...Arika langsung senyum dengan terpaksa


Wajah Siska nampak memerah


Arika langsung menghabiskan makanan yang ada dihadapannya secepat-cepatnya


"Mama enak dia akan menikah akhirnya dengan laki-laki yang ia cintai nah aku laki-laki yang sama sekali tak pernah terpikirkan oleh ku "


Melihat Arika yang makan dengan terburu-buru


Siska langsung mengingatkan Putrinya tersebut


"Sayang jangan makan dengan terburu-buru ,nanti kamu batuk lagi "


"Arika lupa Ma, ada kuliah pagi makanya harus buru-buru berangkat kekampus"


"Ya sudah sayang "


Arika langsung masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya


"Kenapa setiap aku mendengar namanya aku merasa sangat muak dan mood hilang semua rasanya ,nenek benar sangat benar asal jangan terpaksa ,tapi masalahnya kami berdua sudah terjebak dengan kebohongan -kebohongan yang membuat kami pusing sekali , dan penyebabnya adalah takdir ? apa itu berarti aku sedang menyalahkan Tuhan atas takdir ini ? oh Arika ayo semangat lah jangan memikirkan sesuatu yang belum terjadi kedepannya kita belum tau kan bisa saja Tuhan mendatangkan seseorang yang bisa membuat aku jatuh hati padanya "


Arika meyakinkan dirinya


"Mama Arika pergi dulu ya Ma "


"Iya sayang hati-hati ya Nak "


Siska sedang berada didalam kamar bersiap-siap juga untuk berangkat ketoko furniture nya


"Dagh nenek mami ,Arika pergi dulu ya "


mencium neneknya


"Iya sayang hati-hati ya cucu nenek"


Ia langsung tancap gas ,saat melajukan mobilnya ia melihat Raja yang sedang berdiri didepan

__ADS_1


"Mas Raja nggak kekampus ?"


menghampirinya dan menurunkan kaca mobilnya


"Hah bagaimana aku mau kekampus motor kesayangan ku ditabrak laki-laki gila kemarin "


"Ya ampun ,ya sudah kalau begitu ,ayo cepat masuklah kedalam mobil ku saja kita barengan kekampus "


"Baiklah meski mobil ada aku tetap lebih suka kemanapun naik motor"


Raja pun pergi kekampus bersama-sama


ia memang bukan anak kandung Dimas tapi semua yang disukai Dimas semua nya selalu saja disukai Raja


"Maafkan aku tak bisa melindungimu dikampus semoga kau bisa kuat menghadapi dia ya "


Raja tampak pasrah


Arika sedang berusaha untuk menenangkan dirinya


Tak mungkin aku memberi tau kan Mas Raja jika Bian itu ternyata adalah anak dari sahabat papanya , kalau aku beri tau dia jika semua masalah baik-baik saja ,lalu semuanya akan kacau berantakan ,lebih baik nanti saja aku beri tau jika semua masalahnya telah selesai


"Tidak apa-apa Mas, tapi aku rasa ia tak akan macam-macam lagi dengan ku,aku sangat yakin sekali"


Raja langsung menoleh kearah Arika


"Dari mana. kau tau jika ia tak akan membalasmu ?"


Aduh salah bicara lagi aku, bagaimana ya..


alasan apa ya..nanti ketahuan bagaimana


Belum sempat Arika menjawabnya , didepan mereka melihat mobil yang dikendarai oleh Alea


"Nah itu si Alea"


ucap Arika


"Gadis itu lagi "


"Yah Alea "


"Apa dia sudah memiliki kekasih ?"


Tanya Raja


"Alea ? maksudnya mas ?"


"Iya dia ,temanmu itu Cinderella bersepatu boot"


Raja tertawa


"Jangan ditanyakan dia itu sama sekali tak pernah bersentuhan dengan laki-laki seumur hidupnya kecuali papanya ,asal mas tau saja dia itu disekolahkan papanya disekolah khusus wanita , Karena papanya takut jika ia sampai macam-macam "


Raja langsung tertawa keras


"Astaga kolot sekali papanya ,hadehh masih ada orang tua seperti itu pada zaman sekarang ,hadeh apa papanya sangat jelek sekali ya sampai-sampai membuat peraturan seperti ini "


Sekali lagi Arika menelan air liurnya agar tak keceplosan didepan Raja


Mas Raja ini sembarangan saja berbicara , seandainya saja ia tau jika papanya Alea itu adalah seorang playboy sejati . sampai-sampai membuat om Dimas tak merestui hubungannya dengan mama kau akan sangat malu sekali Mas Raja, apa lagi status kalian sama , sama-sama playboy bedanya om Arya playboy lokal sedangkan mas Raja internasional


"Bukan begitu Mas , Alea itu dari kecil sudah ditinggal ibunya , ia dibesarkan oleh nenek dan papanya , dari kecil hingga sekarang papanya tidak menikah lagi , padahal papanya sangat tampan dan masih kelihatan muda seperti mamaku "


Raja langsung terdiam mendengar ucapan Arika


"Benarkah ,ia tak memiliki ibu dari kecil"


Arika mengangguk "Hmm pantas saja ia memakai sepatu papanya kekampus , untung saja dia cantik "


Raja Tersenyum Malu wajahnya memerah


"Kenapa memangnya Mas?"


"Papa nya pasti laki-laki yang hebat ya tahan tidak menikah lagi "

__ADS_1


Raja terkagum-kagum dengan papanya Alea


__ADS_2