
Raja sudah bersiap-siap untuk melancarkan aksinya, dia ingin memakai minyak tersebut, pertama agar Alea makin tergila-gila padanya, yang kedua agar Arya bisa ikut luluh juga
"Baiklah aku akan datang kerumah Mama Siska untuk menemui Om Arya"
dengan sangat percaya diri sekali pemuda itupun langsung tancap gas untuk segera pergi kerumahnya Arya.
Perjalanan dari kampus menuju rumah Arya hanya butuh waktu 15 menit saja untuk sampai kerumah.
"Baiklah aku akan segera menemui nya"
Sesampainya didepan rumah Siska, Raja langsung turun dengan sangat keren sekali.
mendongakkan kepalanya keatas lalu dengan cepat langsung mengoles minyak tersebut
"Mudah-mudahan saja dengan ini, Arya kau akan aku luluhkan"
Di saat yang tepat Arya berada di luar rumah, sedang menyiram tanaman kesayangannya.
karena semenjak menikah dengan Siska ia mendadak menyukai berbagai macam jenis
bunga dan yang lainnya.
"Yang ini sayang ku sudah tumbuh cantiknya"
__ADS_1
ucap Arya sambil memegang bunga mawar merah.
"Ini saatnya"
Raja langsung bergegas mendekatinya dan dengan sangat santai ia menyapa Arya.
"Selamat siang Om Arya"
ia menegakkan badannya dengan tegap, dan suaranya ia pertegas lagi.
"Suara itu?" Arya yang langsung menyadari suara Arya langsung mendadak emosi.
"Anak itu, mau apa lagi dia kemari"
"Maaf menganggu anda Om, tapi..."
Arya langsung memotong pembicaraannya
"Tentu saja tiada maaf bagimu, tapi jika kau sedang mencari istriku yang juga tantemu itu, sebaiknya kau pulang saja, karena dia sedang tidak di rumah"
jawaban Arya terkesan sangat ketus sekali
"Maaf sekali lagi Om, tapi saya tidak sedang mencari istri anda yang juga merupakan adik dari Papa saya" jawab Raja dengan tegas.
__ADS_1
Mendengar ucapan Raja, tentu saja Arya mulai naik pitam, jika bukan Siska yang ia cari tentu saja itu artinya ia sedang mencari Alea putri kesayangannya.
Brakk ..
Arya melepaskan ember yang ia gunakan untuk menyiram bunga, dan itu memang sengaja ia lemparkan kebawah, agar kesan angker dan seram tetap terjaga pada dirinya"
"Tidak lucu sama sekali, kau sudah membuat aku sangat marah, dan aku rasa kau sudah tau apa yang akan aku katakan"
Arya langsung mendekati Raja, bahkan sangat dekat sehingga kedua hidung mereka yang mancung saling bersentuhan.
Raja sedikit down sebenarnya, tapi kemudian Arya langsung mundur karena mencium aroma aneh yang membuat kepalanya menjadi sangat pusing.
"Bagus, ternyata minyak ini mulai bereaksi" ucap Raja, karena mendadak Arya langsung melangkah mundur kebelakang
"Ehemm, jadi begini Om, aku rasa ini sudah saatnya aku mengatakan pada anda,jika aku sudah sangat yakin ingin melamar putri anda Alea untuk menjadi kekasih hatiku, yang akan menemani ku sepanjang hidup dan matiku"
Arya sama sekali tak memberikan perlawanan ia diam mematung tak memberikan perlawanan sama sekali karena memang wangi aneh dari minyak yang di gunakan Raja itu membuat kepalanya puyeng
"Minyak apa yang digunakannya, aneh sekali baunya"ucapnya sambil menutup hidung nya
Namun justru Raja semakin percaya diri sekali untuk terus berbicara, bahkan dengan sangat tegap ia malah melangkah maju untuk berbicara di dekat telinga Arya.
Kebetulan ibunda Arya yang berada didalam rumah hendak keluar, dan ia sangat kaget melihat Raja yang menghampiri Arya begitu nekadnya itu.
__ADS_1
"Astaga, apa yang sedang mereka lakukan!" ibu Arya terlihat panik