
Siska langsung terduduk lemas tapi tetap saja ia tak bisa melemaskan tubuh nya ,hanya sekedar ekspresi saja
"Mami aku rasa aku sudah tak memiliki air mata lagi "
Siska menatap kosong kearah semuanya
Mami nya dan Dimas langsung saling berpandangan
"Siska mami harap kau tak usah pulang kerumah kita dulu nak , sampai mami mendapatkan pinjaman kembali untuk membayar kan semua hutang mami "
Siska berbicara dengan tatapan kosong
"Jangan khawatir mami ,aku tak akan kesana"
Datar dan tampa irama
Melihat Siska yang seperti itu Dimas langsung berdiri dan langsung mengajak maminya untuk pulang
"Mi , sebaiknya kita segera pulang saja dulu "
"Pulang kemana kita nak ?"
Maminya masih menangis terisak-isak
"Bukankah kita masih punya apartment mi, sebaiknya kita tinggal di sana saja dulu "
"Baiklah ,ayo kita pulang "
Mencium dahi Siska lalu pergi
"Dagh sayang , kita akan segera pulang ingat ya pesan mami kau tak perlu mengunjungi mami dulu "
Maminya dan Dimas langsung naik kedalam mobil
"Dagh mami "
Siska masih terduduk dengan tatapan kosong
"Siska welcome di neraka "
.....
Di luar rumah
"Ayo Mi cepat masuk kedalam mobil "
__ADS_1
"Iya sabar "
Mereka pun langsung melajukan mobilnya
"Uh bagaimana menurut mu akting mami tadi apa cukup meyakinkan ?"
Dimas langsung tertawa "Mami hebat sekali sudah seperti artis saja , semua nya terlihat begitu natural "
"Ah syukurlah Dimas , jika tidak mami cemas ia akan menghajar kita "
Dimas masih tertawa geli
"Tapi Nak apa sandiwara kita ini tidak keterlaluan , bagaimana dengan Rima apa ia akan baik-baik saja , hati anak itu sangat lembut berbeda sekali dengan adikmu "
Dimas tersenyum "Sudah lah mami jangan khawatir ,sekali menyelam minum air, Dimas juga ingin tau reaksi Rima jika tau Dimas tak memiliki apapun lagi apa ia masih mau menikah dengan Dimas, lagi pula Mi , tak semua perempuan yang mau merawat mertua ,kita lihat saja nanti "
Mami nya terlihat lega ,"Terserah kau saja Nak, mami percaya jika kecerdasan mu memang di atas rata-rata "
"Lalu apa Arjuna melakukan nya dengan bagus? mami khawatir jika ia tidak tahan nak .."
"Mami tenang saja ada Silvi di samping nya , adik Arjuna itu sangat lah pintar . sama seperti nya , untunglah ia tak tau wajah asli sepupu Arjuna yang bernama Silvi itu "
Dimas tertawa geli
Maminya menoleh kearah Dimas " Mami sangat cemas jika rencana kita ini ketahuan Sebelum ada hasil nya , mami rasa kita semua akan habis di hajar nya ,Dimas "
"Semoga saja nak , kita hanya bisa berdoa saja saat ini "
"Mami lihat wajah Siska tadi tidak ?"
"Aduh mami cemas apa dia baik-baik saja nak ,mami tidak tega apa kita keterlaluan ya ..."
"Ah mami payah sekali , biarkan saja ,apa mami tak ingat bagaimana kita melihat wajah nya di rekaman Cctv di rumah "
Dimas tertawa
"Tapi mami berharap ia nanti bisa mencintai Arjuna dengan baik , mami sangat menghormati ibunya ,meski Silvi dan Arjuna lahir dari rahim yang berbeda tapi mereka memiliki ayah yang luar biasa "
Mami Siska terkenang kisah kedua orang tua Arjuna ,
Papa dan mamanya yang sekarang menikah sudah lama tapi tak kunjung di karuniai anak , sebagai bangsawan dan penerus harta , mereka harus memiliki keturunan , singkat cerita akhirnya mamanya yang sekarang merelakan Papa Arjuna' untuk menikah lagi , dengan ibu kandung Arjuna , awalnya papa Arjuna tak mau menikah lagi , tapi Mama Arjuna terus memaksa dan ia sendiri yang akhirnya mencarikan madu nya ,
mereka tak sengaja bertemu dengan teman lama papa Arjuna yang juga pernah sama-sama menjalin hubungan pada saat sekolah dulu ,namun semua nya harus berakhir , karena terhalang perbedaan kasta
papa Arjuna harus menikah dengan perempuan pilihan keluarga besarnya
__ADS_1
ibu kandung Arjuna itu memiliki sikap dan sifat persis sekali seperti Siska
hingga mereka pun menikah diam-diam ,
tak ada satupun orang yang tau kecuali maminya Siska yang juga merupakan sahabat baik mama Arjuna yang sekarang ,
Pada saat pertama kali mami Siska bercerita tentang Siska, mama Arjuna langsung tertarik dengan nya , dan ia memutuskan agar Arjuna dan Siska harus segera menikah
Selama satu tahun lamanya mereka menjauh tinggal di pegunungan ,sampai akhirnya Arjuna lahir
Pada saat melahirkan Arjuna ibu kandungnya menghembuskan nafas terakhir ,dan ia meminta agar menyayangi putranya Seperti anaknya sendiri , tak berapa lama mereka pun kembali ke rumah megah mereka , sorak Sorai bahagia menyambut kedatangan putra bangsawan tersebut ,
Tak ada lagi air mata semenjak Arjuna lahir , mamanya Benar-benar menyayangi Arjuna
dan melakukan segala hal agar putra yang tak lahir dari rahimnya itu bahagia , hingga keajaiban terjadi beberapa tahun kemudian ,ia melahirkan bayi perempuan yang di beri nama Kirana , yang sekarang lagi menyamar menjadi Silvi
Kembali kepada Siska ,
pintu masih terbuka lebar ,tak lama seorang perempuan muda berambut panjang langsung masuk kedalam rumah tersebut sambil menangis terisak-isak
"Rima "
Siska yang tadi nya kaku langsung memeluk sahabatnya yang berhati lembut itu
"Siska...aku tak bisa hidup tanpa kak Dimas,aku sungguh mencintai nya , aku tak perduli jika kak Dimas tak memiliki apapun aku sudah terbiasa dengan hidup menderita "
Siska langsung kaget saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya itu
"Rima apa yang kau bicara kan ha .. sudah kau tak boleh berbicara seperti itu , kau tak boleh hidup susah dan menderita..cukup hanya aku saja yang menderita kau tak boleh.. ingat itu "
memegang bahu gadis lembut itu
Rima beberapa kali hendak pingsan namun Siska kembali mengguncang-guncang tubuh Rima hingga membuat ia tersadar kembali
"Ya Tuhan kenapa hidup ku rumit sekali "
Siska ingin sekali menangis tapi untuk situasi seperti ini ,air matanya benar-benar tak bisa di ajak berkompromi
"Rima ayo bangun dulu , aku akan mengantarkan kau pulang,kau jangan khawatir pernikahan mu dan kak Dimas itu akan menjadi urusan ku "
Siska Memapah Rima kedalam mobil
lalu segera mengantarkan nya pulang,
setelah itu Siska langsung melakukan hal yang sama sekali tak pernah ia lakukan
__ADS_1
"Apa boleh buat hanya ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan mami dan Rima ,hmm aku tak terlalu memikirkan kak Dimas , tapi karena Rima adalah sahabat ku , aku tak tega melihat ia seperti itu , lagi pula aku curiga jangan-jangan Memang kak Dimas tak mencintai nya , bisa-bisanya ia tak berjuang untuk cinta nya ..."