
Arika memandangi Bian dengan tatapan yang sangat jijik sekali
"Heh kau benar-benar terlihat begitu rendah sekali saat ini kak Bian "
dengan sengaja Arika menekankan nama Bian
Bian terlihat amat sangat kacau, semua pencitraan yang ia bangun untuk menjadi bagus dan keren Dimata kedua orangtuanya akan sirna dengan sangat cepat , hancur berantakan berkeping-keping jika sampai Arika berbicara
Ya Tuhan matilah aku hari ini, hidup ku akan hancur berantakan jika sampai mama dan papa tau kelakuanku, ya Tuhan kenapa akhirnya aku bisa melakukan ini ,bertekuk lutut dihadapannya sialan, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya aku jatuh juga , ini semua bukan salahku tapi ini salah dia , kenapa ia harus terlahir menjadi anaknya Tante Siska, sialan !
"Aku sungguh merindukan sikapmu yang sangat garang itu sekali "ucap Arika dengan sangat lembut
Bian masih duduk saja dibawah tanpa bergerak sama sekali
"Aku tak akan berdiri sebelum kau berjanji padaku jika kita sudah berdamai !"
Arika Tersenyum-senyum saja dan langsung pergi meninggalkan Bian yang masih duduk dibawah mereka
"Masa bodoh ,bukan urusanku "
Arika berjalan menuju ruangan pertemuan para orang tua yang sedang bertemu satu sama lainnya
"Sial ...dia pergi "
Bian langsung berlari menyusulnya
Berbanding terbalik dengan Arika ,Alea yang sedang bersama Karin nampak sangat cemas sekali "Aduh bagaimana keadaan Arika ya ,aku khawatir saat ini terjadi peperangan yang sangat hebat diantara mereka berdua , ini karena Karin yang mengajakku kemari , ah bagaimana ini !"
Alea sekali-kali menoleh kebelakang untuk melihat bagaimana keadaan Bian dan Arika
sementara itu Karin mengajak Alea menuju kolam berenang
"Kak Alea ,ayo kita duduk disini saja dulu kak "
menarik tangan Alea dengan keras sekali , karena ia sedang dalam kondisi yang lemah membuat ia hampir saja masuk kedalam kolam berenang tersebut
"Awwww Karin hampir saja kakak berenang gaya batu masuk salam kolam ini "
Karin tertawa geli "Kak Alea benar-benar lucu ya sama seperti om Arya "
Karin menggelengkan kepalanya
Tapi Alea sama sekali tak bisa berkonsentrasi penuh ia masih sangat fokus dengan keadaan Arika dan Bian
"Arika ,apa kau baik-baik saja ,atau monster jahat tersebut sedang mengancammu ya ampun maafkan aku tak bisa menyelamatkanmu kali ini ya ,aku tak bisa berbuat apa-apa Arika , ternyata Bian adalah anak Om Aditya bos sekaligus teman baik papa
tak mungkin aku kembali kesana, lihatlah saat ini aku juga tak bisa menolak permintaan anak bos papa ini , padahal aku sama sekali tak tertarik bercerita padanya "
__ADS_1
bisik Alea dari dalam hatinya
"Kak Alea , sudah jangan khawatirkan kak Arika dan kak Bian , mereka juga akan segera menikah setelah kak Bian wisuda sebentar lagi".ucap Karin dengan polos
"Hah, apa ? Arika dan kak Bian akan segera menikah ? "
"Iya kak ,kan kak Bian sudah semester akhir tinggal satu semester lagi dan ia akan segera wisuda , mama juga mengatakan ia ingin cepat-cepat menimang cucu apa lagi mama dan papa menikah muda juga ,asal kakak tau juga dulu rahim mama juga sempat hampir mau diangkat karena mama terancam tidak bisa memiliki anak , tapi karena masih muda dokter tak jadi mengangkatnya , tanpa memberikan klarifikasi pada papa , Rupanya Tuhan masih mempercayakan mama dan papa untuk menitipkan Karin dirahim mama , begitu ceritanya Kak "
Alea sama sekali tak bisa berkonsentrasi karena memikirkan Arika dan Bian , karin terus saja bercerita tanpa henti , terakhir ia mengatakan pada Alea
"Kak Alea bagaimana menurut Kakak kak Arika dan kak Bian sangat cocok kan ?"
Alea langsung tersenyum
Haduh apa yang harus aku katakan pada anak ini , apa mungkin aku mengatakan yang sebenarnya , bahwa mereka sama sekali bukanlah pasangan yang cocok, justru mereka adalah pasangan yang sama sekali tidak akan pernah bisa bersatu, tapi aku tak mungkin mengatakan ini padamu kan
Alea menarik nafasnya "Heh iya cocok "
Cocok untuk jadi musuh , Tikus dan kucing
Karin langsung tersenyum "Berarti bukan hanya aku dan mama saja ya kak , kak Alea juga sangat setuju dengan pikiran kami"
Alea langsung memegang kepalanya
"Aastaga maafkan aku Arika aku terpaksa mengatakan hal.ini , pasti kau akan sangat marah besar padaku , tapi percayalah jika tujuan ku ini sangat baik sekali Arika "
Mendapatkan pertanyaan dari karin ,wajah Alea langsung tersipu-sipu malu , ia membayangkan dirinya dan Raja menjadi sepasang suami istri ,baru membayangkan saja Alea sudah Tersenyum-senyum sendiri apa lagi jika benar itu terjadi , ntah Seperti apa perasaannya
Karin heran melihat tingkah Alea yang senyum,-senyum sendiri tersebut
"Kak Alea ?"
melambaikan tangannya di depan wajah Alea
"Kak, hello"
Alea tak juga tersadar masih juga senyum-senyum sendiri
Sampai-sampai Karin akhirnya menggaruk kepalanya
"Kak Alea kenapa sih , senyum-senyum sendiri "
Karin tak tau jika Alea terkena jatuh cinta akut ,jika ia sudah tertarik dengan seseorang maka dengan hanya menyebutkan namanya saja ia sudah bisa tersenyum-senyum sendiri
"Tunggu dulu aku akan memercikkan air kepada kak Alea "
Karin pun langsung mencelupkan tangannya Kedalam air kolam berenang tersebut
__ADS_1
dan memercikkan kewajah Alea
"Kak !"
"Astaga Karin "
mengusap wajahnya
"Kakak kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu kak ,Karin jadi cemas apa kakak gila atau sedang kesurupan "
Alea langsung syok saat mendengar ucapan dari Karin tersebut
"Ah masa iya kakak seperti itu Karin "
"Aduh kakak ini bagaimana mungkin Karin bohong , kakak memang tadi senyum-senyum sendiri "
Alea langsung menggaruk kepalanya
"Masa iya aku menjijikkan begitu ,aduh bikin malu saja , untunglah dia tidak tau apa yang sedang aku pikirkan jika,ia tau apa yang aku pikirkan bisa kacau juga kan "
Karin masih menunggu klarifikasi dari Alea
"Kak ..."
" He tenang saja Jangan khawatir , Kakak sedang menghapalkam teks drama di kampus agar tak lupa , jangan khawatir "
"Baiklah kalau begitu Karin akui kak Alea berbakat menjadi seorang artis "
mengacungkan jempolnya
Hah artis dari Hongkong itu semua mengalir apa adanya , pantas saja nenek dan papa sampai sebegitunya sekali mencari orang pintar ,apa iya aku menjadi mengerikan sekali saat membayangkan wajah Raja , apa setiap orang jatuh cinta sama seperti aku , mmm
atau jangan-jangan papa dulu seperti aku saat membayangkan wajah Tante Siska ?
Kali ini Alea kembali lagi senyum-senyum sendiri lagi
tapi Karin bukan tipe gadis yang penakut ia pun kembali berinisiatif untuk menyadarkan Alea kembali
"Hmm... mungkin airnya kurang banyak kalau begitu aku akan mengambilkan dengan kedua telapak tangan ku "
Dalam hitungan ketiga , Alea sudah basah kuyup
"Karin apa yang kau lakukan ?"
......
malam ini author mau crazy up tolong ya ...di berikan vote sebanyak-banyak nya terimakasih banyak ya π
__ADS_1