
Siska bangun pagi-pagi sekali, sudah beberapa hari ini ia bisa bangun pagi , biasanya jangan di tanya ,ia merasakan perbedaan dalam hidupnya terutama ia bisa menggunakan banyak waktu untuk hal lain , koper sudah di siapkan , suara lantunan ayat suci yang di bacakan oleh Arjuna membuat Siska terpana
"Suaranya bagus juga "
Ucap Siska tak menyadari nya , tapi ia malu jika sebenarnya ia sampai saat ini jarang sekali beribadah belum lagi ia masih tak terlalu lancar membaca kitab suci seperti Arjuna
Arjuna keluar dari dalam kamar ia sudah berpakaian rapi
"Kita akan berangkat pagi ini ?"
"Oh tentu saja tidak , aku hanya sedang bersiap-siap saja, karena Silvi sedang berada di jalan "
"Baiklah kalau begitu aku lebih baik tak usah mandi saja "
Siska langsung bersiap-siap mengganti pakaiannya
Arjuna hanya membiarkan saja meski ia sudah tau bagaimana Sifat Siska
"Sayang sekali cantik-cantik jorok "
Tak lama bunyi klakson mobil berbunyi dari luar, Silvi langsung turun dari mobil
Siska langsung buru-buru keluar , sebenarnya Arjuna tak tega melihat Siska mendorong koper tersebut namun jika ia nampak sekali membantu Siska maka takutnya rencana mereka tak akan berjalan dengan lancar
"Pagi mas ,mbak "Seperti biasa Silvi menyapa dengan sangat ramah sekali
Siska memang tidak menyukai Silvi dari awal kedatangan nya , menurut nya selain ia itu adalah makhluk halus ,ia juga sangat munafik sekali
Arjuna asik mengobrol dengan Siska ,dan mengabaikan Siska ,
"Biar mas yang membukakan pintu nya "
"Tak usah repot-repot Mas ,Silvi bisa sendiri"
Siska melihat nya dan sangat muak apa lagi kesannya Silvi sangat manja sekali
Ya aku tau kau seorang bangsawan yang lemah lembut, tapi syaang nya kalian berdua tak paham ya jika seorang laki-laki dan perempuan yang halal untuk menikah tak perlu saling berdekatan seperti itu kalesss...
ucap Siska dengan wajah bertekuk, Siska hanya berdiri saja seperti seorang pembantu yang sedang menunggui majikan nya
Silvi dan Arjuna sudah duduk di dalam mobil
tak ada yang membukakan pintu mobil untuk Siska
"Mbak Siska sedang menunggu apa ya ,nggak masuk kedalam mobil "
Silvi berucap lembut tapi sebenarnya sengaja untuk membuat emosi Siska terbakar alias panas
"Oh iya ayo masuklah mumpung masih pagi , perjalanan akan cepat sampai "
"Ya benar sekali mas nanti kita akan sampai saat matahari terbenam "
Silvi nampak senang sekali , senyuman nya berbanding terbalik dengan wajah Siska yang bertekuk
Perjalanan pun di mulai , Siska duduk di belakang sendirian ,karena ia sangat muak sekali Mendengar kan cerita dan ocehan candaan Silvi dan Arjuna
Memuakkan sekali , seperti dunia ini hanya milik mereka berdua saja ,woyy ada orang di belakang tau nggak... nyesal ,tau gini bawa headset ...
__ADS_1
Seperti nya Silvi paham dengan bahasa tubuh Siska
"Oh ya mbak Siska , Sebelum nya Silvi minta maaf ya karena duduk di depan sini mengambil posisi kursi mbak "
"Oh tidak masalah ,jangan khawatir ,duduk saja anggap saja aku tidak ada di sini "
tersenyum manis namun ucapan nya langsung menusuk jantung
Silvi langsung membalas senyuman Siska dengan sangat manis pula
"Terima kasih mbak Siska "
Ya.. ya terserah ,anggap saja aku tak ada ,heh lagi pula jika kau ingin mengganti kan posisi ku di dunia nyata pun tak masalah bagi ku
Siska membuang wajahnya , perjalanan terus berlalu matahari pun semakin tinggi di atas kepala mereka
Kriuk ...
perut Siska berbunyi , sedangkan Arjuna dan Silvi sedang berpuasa karena kebetulan hari ini adalah hari Kamis
"Mas sepertinya mbak Siska lapar "
Siska memegang perutnya yang bersuara tersebut
"Memang dasar tak pengertian sudah jam berapa ini masa belum makan siang juga "
Siska berucap perlahan ,apa lagi Siska memang tak pernah berpuasa sama sekali
"Kita makan di warung itu saja ya "
ucap Siska ketus , sepertinya lagi-lagi ia tak bisa mengontrol emosi nya
Arjuna dan Silvi pun ikut turun keluar dari mobil , semua makanan pun di hidangkan , dengan lahap nya Siska langsung makan ,karena terlalu lapar ,separuh makanan masuk kedalam mulutnya ia baru sadar jika Arjuna dan Siska belum makan
"Kalian tidak makan "
Mereka berdua pun menggelengkan kepalanya
"Maaf mbak kami berdua puasa "
"Hah puasa? oh maaf "
Siska pun langsung buru-buru menghabiskan makanannya
tak lama Siska langsung berdiri
"Kita sudah selesai ,ayo "
Melanjutkan perjalanan
Masuk kedalam mobil satu ekor lalat berkeliling di dalam mobil
"Mas ada lalat ,tumben padahal tak ada yang bau di dalam mobil "
Arjuna pun langsung menoleh kearah Siska yang memang belum mandi dari pagi
Siska langsung merasa tak enak hati ,lalu ia pura-pura tak mendengar ucapan mereka
__ADS_1
Perjalanan pun di lanjutkan akhir nya , mereka sampai juga di sebuah pantai yang indah sekali dengan sebuah hotel di pinggir nya
"Wahh cantik sekali "
ucap Silvi , sebenarnya Siska juga takjub dengan tempat itu ,di sebuah hutan ada tempat seindah itu
"Jadi mas kita akan mengadakan meeting di tempat ini kah "
"Benar sekali , tempat ini juga rencana nya akan mas kembangkan menjadi wisata baru di daerah ini "
"Ayo mbak kita turun"
Silvi langsung keluar dari mobil ,Siska sebenarnya ingin sekali berlari di pantai tersebut namun ia gengsi
"Ayo Siska kita memesan kamar dulu"
Arjuna berpura-pura menyewa tempat itu padahal itu adalah milik keluarga nya yang memang sengaja di khususkan untuk orang-orang tertentu saja , Siska melihat beberapa helikopter pribadi yang sedang terparkir tak jauh dari pantai ,
rencana nya besok para investor akan bertemu di tempat
Silvi yang langsung bertingkah seperti anak kecil saat melihat pantai membuat Arjuana tertawa geli
Astagaaaaa dia bahagia sekali seperti nya , melihat Silvi ya, Bagus lah menikah lah kalian berdua ya.. aku sungguh tak perduli
"Silvi ayo sini kita akan memesan kamar?"
"Iya mas sebentar "
Arjuna pun langsung memesan kamar
"Kamar dua ya "
Sebenarnya semua sudah di atur oleh Arjuna mereka tinggal menjalankan skenario nya saja
"Mas sudah di pesan kamar nya "
"Iya ini dua "
"Oke kalau begitu aku akan kekamar "
Siska tampak kebingungan karena Silvi sudah berjalan duluan
"Lalu bagaimana dengan kamarku ?"
Siska mulai cemas
"Kamar mu ya dengan ku "
"Apa ??"
"Tapi jika kau tak mau satu kamar dengan ku tak masalah,hanya saja nanti Silvi akan memberitahu kan kau dan aku yang tak satu kamar ini , lalu akan terdengar oleh mama ku ,dan akhirnya ketahuan jika kau terpaksa menjadi istri ku ...lalu....."
"Cukup ! ayo sekarang mana kamarnya mas Arjuna ?"
Siska tersenyum dengan terpaksa
hah jika bukan karena aku sudah banyak meminjam uang mu ,hah...!
__ADS_1