
Siska pun berpamitan untuk pergi pada Alea
"Hati-hati Tante "
Mobil Siska melaju dengan kecepatan kencang sekali ,
Alea memegang dadanya "Pantas saja papa ku mencintai Tante ,aku saja melihatnya langsung jatuh hati tak hanya cantik fisik tapi ia juga cantik hati "
Alea yang terpesona dengan kecantikan dan kebaikan hati Siska langsung tersenyum-senyum sambil membawa makanan dan jajanan yang dibawakan oleh Siska
hingga para panitia mengira jika Alea sedang kesurupan
"Hei , coba lihat maru yang membawa kantung besar itu "
Menoleh kearah Alea "Yang mana ?"
"Itu yang dari luar "
"Lalu kenapa memangnya perasaan tidak ada yang aneh "
"Coba kau lihat ia tersenyum dengan kepalanya yang miring "
"Mana ?"
Alea masih tersenyum dengan menyeret kantung hitam berisi banyak makanan tersebut ,malam hari dan berada diarea hutan ,belum lagi rambut Alea yang panjang tergerai akibat terkena basahan air hujan membuat kesannya menjadi semakin horor
Mereka langsung saling berpandangan "Dia Jangan-jangan kesurupan "
Mereka berdua langsung ketakutan sekali tapi berbeda dengan Arika ia justru langsung menyambut Alea
"ini dari mama?"
"Iya , Sepertinya kita gagal lagi untuk mempertemukan mereka malam ini Arika "
"Kenapa emangnya , papamu tidak bisa datang ?"
Alea terlihat begitu lesu sekali "Papaku sudah datang dan ia harus pergi lagi barusan "
"Dan terus mamaku mana?"
"Mamamu juga pamitan untuk pergi katanya ada urusan mendadak malam ini "
"Aastaga , kenapa bisa begitu "
"Hmm kita gagal lagi "
Mereka berdua duduk dengan pasrah dan tak bersemangat ,
Raja yang dari tadi duduk memperhatikan gerak-gerik Alea , mendekati Arika
"Hei kalian berdua coba lihat kakak panitia yang disana, dari tadi ia memperhatikan temanmu ini Arika "
"Maksudnya Mas mereka memperhatikan Alea ya ? "
"Ya benar sekali , soalnya tadi temanmu ini dari sana masuk kedalam seperti hantu jalan sambil tersenyum dan menyeret dua kantung ini "
Raja tertawa terbahak-bahak
"Maksudnya mereka mengira Alea kesurupan ya Mas?"
"Yah kau benar sekali "
Alea langsung menoleh kearah Raja
"Sembarangan ! mana mungkin aku kesurupan jaga ucapanmu"
Arika langsung menenangkan Alea
"Iya Mas Raja nih sembarangan ,mana ada Alea kesurupan dia ini gadis kuat tau ..."
"Yah bilang aja mana ada hantu mau masuk kesesama dia itu kan yang ingin kamu katakan "
Alea langsung marah " kelewatan sekali dia ya , untung saja dia sepupumu Arika ,jika bukan aku pasti sudah menghajarnya "
Arika langsung menyabarkan Alea
"Sabar Alea sabar.... Mas Raja memang begitu dia memang menyebalkan tapi ia sebenarnya baik , dia itu maksudnya bercanda Alea "
Alea yang terlanjur kesal menatap Raja dengan sangat marah sekali "Bercanda apaan , bercandanya benar-benar tidak lucu ,. selera humornya buruk "
Arika langsung berbisik "Jangan marah-marah nanti kamu malah Salah arah "
Arika menggoda Alea
"Salah arah kan bisa belok ,itu saja kok repot "
Arika. balik tertawa geli
Karena malam ini hujan sudah reda para senior pun membuat api unggun ditengah lapangan
"Wah apinya besar sekali "
"Itu namanya api unggun bukan api untuk bakar jagung jadi jangan berlebihan melihatnya "
lagi-lagi Raja menggoda Alea
Arika sampai marah pada Raja
"Mas Raja udah deh jangan ganggu Alea , nanti dia marah aku nggak tanggung jawab ya .."
Alea langsung melotot "aku nggak nanya sama kamu ya ,jadi nggak usah sok -sok jawab "
"Makanya keluar sering-sering lihat dunia ,masa lihat api unggun saja heboh ,Norak tau !"
Alea yang kesal langsung menjambak rambut Raja "Kau ini sungguh menyebalkan sekali ya "
Terjadi keributan yang membuat orang-orang melihat kearah mereka berdua
__ADS_1
"Alea aduh... Alea..."
Alea yang kehilangan kesabaran tak bisa dilepaskan
Raja sebenarnya bisa melawannya namun karena Alea perempuan ia tak mau sama sekali menyakiti Alea
"Tolong lepaskan aku ,aduh ,kau ini perempuan aku tak mungkin membalasmu "
jawab Raja sambil memegang tangan Alea
Alea masih berapi-api ,Arika berusaha untuk melepaskan tapi tenaga Alea terlalu kuat untuk dilawan , tenaga orang emosian la pula
"Alea sudah hentikan lihatkan semua orang memandang kemari "
"Aku sudah kehilangan kesabaranku , Kau ini laki-laki tapi mulutmu seperti perempuan saja ,lebih baik kau pakai rok saja ,itu lebih baik dari pada terus mengoceh "
Beberapa panitia langsung mendekati Alea
dan mereka yang melihat Alea tadi masuk kedalam dengan menyeret kantung kresek sambil tersenyum , mengira jika Alea kesurupan , mereka langsung mengguyur Alea dengan air
Akhirnya ia melepaskan tangannya dari kepala Raja
"Syukurlah dia sudah sadar , ini setannya sudah keluar, sebaiknya ia tak usah ikut dalam kegiatan api unggun "
"Ya benar ,dia istirahat saja , karena nanti ia akan kelelahan kita juga akanmelanjutkan perjalanan besok jadi dia sebaiknya istirahat saja dulu , ,apa lagi ketua panitia kita sedang tidak ada malam ini "
Alea langsung heran termasuk Arika ,ia tak mengerti apa yang dibicarakan oleh para panitia
"Tapi dia membawa neneknya juga dia ini titipan rektor kita ada suratnya "
"Oh jadi dia yang membawa Neneknya itu ?"
"Iya benar Alea anak fakultas ekonomi "
"Ya sudahlah suruh dia istirahat dikamar nenek nya saja "
"Ya benar "
"Jangan dibiarkan sendirian ,neneknya juga sudah tua tak akan mengerti , sebaiknya dia saja yang ikut menemani nya "
menunjuk Arika
"Maksudnya saya kak ?"
"Lah iya kamu ,ayo cepat temanin dia "
"Baik kak "
ucap Arika dan langsung memegang tangan Alea
Sambil tersenyum-senyum bahagia , Arika langsung berbisik "Alea ini semua karena kau , ternyata Pertengkaran kau dan Mas Raja membawa berkah ,yeeyey jadi malam ini kita bisa tidur nyenyak "
Alea masih tak mengerti "Tunggu dulu Arika aku tak mengerti maksud mereka itu apa ?"
Arika langsung berbisik "Mereka mengira kau sedang kesurupan Alea"
Alea langsung melotot "Apaaaa kurang ajar ! ini semua pasti gara -gara raja setan itu "
Arika langsung menarik tangan Alea
"Sudah , besok saja kalau mau marah yang penting malam ini kita bisa tidur dengan nyenyak ya .. Alea "
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam kamar neneknya ,
Neneknya kaget saat melihat Alea dan Arika yang basah kuyup ,
"Kalian kenapa ?"
Neneknya terlihat santai sekali dengan makanan yang berserakan diatas meja
"Kami mau mandi dulu Nek, malam ini kami akan tidur di sini"ucap Alea bahagia
"yeyeeyyeyy "
Mereka berdua berpegangan tangan lalu berkeliling sambil bernyanyi , neneknya hanya menggelengkan kepalanya saja
ia malah tertawa geli melihat tingkah Alea dan Arika
"Sudah cepat bersihkan tubuh kalian jangan sampai nanti kelamaan bisa masuk angin "
"Siap Nenek "
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam kamar mandi
"Alea aku duluan "
"Haha iya aku lupa "
Malam ini pun Arika dan Alea bisa tidur dengan nyenyak
Hal berbeda dialami oleh kedua orang tua mereka Arya dan Siska , dengan sangat kencang sekali Arya membawa mobil , Begitu pula dengan Siska
Siska menangis didalam mobil Begitu juga dengan Arya jalan yang harus ditempuh untuk keluar dari dalam hutan tersebut adalah empat jam lamanya bayangkan saja saat ini jam 10 malam dan itu berarti mereka akan keluar dari hutan ini empat jam lamanya
Diidalam perjalanan hanya terdengar aungan suara knalpot mobil yang begitu keras sekali antara mobil Arya dan Siska yang saling melaju cepat ,
Mata Siska sudah nampak sangat ngantuk sekali tapi ia terus membawa mobil dengan kecepatan tinggi , begitu juga dengan Arya
akhirnya setelah sekian lama sekitar jam lima subuh mereka akhirnya sampai juga dirumah kedua orang tua Aditya
Nampak karangan bunga sudah berjejeran didepan pagar rumah tersebut , ucapan belasungkawa dan juga orang-orang yang ramai sekali , padahal masih jam lima subuh
benar-benar luar biasa sekali
Siska memarkirkan mobilnya kembali disamping mobil Arya ,
"Parkir disini saja sebaiknya "
__ADS_1
karena hari masih gelap juga Siska tak bisa melihat jelas mobil yang berada disampingnya
"Subuh saja sudah sangat ramai sekali"
pikir Siska
Tentu saja karena Oma Rita adalah orang yang sangat baik dan ahli sedekah ia tak pernah pelit untuk berbagi dalam hal apapun juga , bahkan ia memiliki yayasan khusus untuk menampung orang-orang yang tidak mampu dan juga anak-anak terlantar
jadi kenapa kita sering sekali melihat orang-orang kaya yang tak pernah kekurangan harta itu sebagai orang yang sombong dan tak mau bergaul ? padahal mungkin saja apa yang dititipkan Tuhan pada nya ia pergunakan sebaik-baiknya , lalu kita yang hasad dan kufur nikmat ini belum bisa memberikan apa-apa Seperti mereka , lalu apa yang pantas kita sombongkan ? jangan pernah memandang orang lain yang status sosialnya lebih tinggi dengan sebutan sombong dan tak mau bergaul , mungkin memang ia Orang yang introvert , namun pandanglah setiap orang dari sisi baiknya ,
karena bisa saja karena sedekahnya yang memang benar-benar luar biasa maka Allah percayakan ia dengan titipan yang lebih baik dari kita ,
Balik lagi kemasalah pokok Siska langsung masuk kedalam rumah besar tersebut , ia lupa melepaskan kumis palsunya , ia sampai masuk Kedalam rumah tersebut mendekati Ana
"Ana aku turut berdukacita sedalam-dalamnya ya "
Arya juga ada disitu ia melihat Siska dengan kumisnya
Astaga bisa-bisanya aku melihat lelaki berkumis itu seperti Siska ini sudah tidak benar , sebaiknya aku segera keluar saja dari dalam rumah ini , bisa -bisa nanti semua orang aku melihatnya seperti Siska
Arya memilih untuk keluar dari dalam rumah
sementara itu Ana yang kaget langsung menepuk Siska ",Hei kau siapa berani sekali memelukku !"
"Ini aku Siska "
ia langsung membuka kumisnya , maafkan aku , aku terpaksa melakukan ini karena menyusul Arika tadi melewati hutan belantara "
Ana langsung membalas memeluk Siska
sambil menangis terisak-isak
"Sudah ikhlaskan saja ,Oma sudah ikhlas sabar ya... ingat jangan ratapi kepergian Oma , kita harus ikhlas karena kita semua pasti akan menyusul Oma juga ,sabar ya ...."
Sedangkan Diluar Aditya menangis didekat Arya sama halnya Siska yang menenangkan Ana ,Arya juga melakukan hal yang sama
"Sudah dit, jangan menangis lagi , ikhlaskan kepergian Oma ini sudah waktunya memang ia harus pergi , berhentilah menangis, sekarang Oma sudah bahagia dan tidak sakit lagi , sudah nanti jika tiba waktunya kita semua pasti akan menyusul Oma , sudah hentikanlah jangan menangis lagi "
Aditya langsung berkata "Kau saja yang pergi duluan aku nanti saja "
"Kurang ajar ..."
Arya langsung syok...
"Hmm untunglah ia sedang berduka jika tidak aku akan menghajarnya "
Hari pun telah berganti pagi setiap orang sudah bersiap-siap untuk pergi memakamkan Oma
begitu juga dengan Arya , Siska ikut naik kedalam mobil Ana ia memakai kerudung dan memakai kacamata , sekali-kali selendang yang ia kenakan ia arahkan ke mulutnya sehingga wajahnya tak terlalu kelihatan
Arya sendiri naik mobilnya sendiri ,saat ia ingin mengambil mobilnya diparkiran ia kaget saat mendapati mobil Siska yang berada disebelahnya
"Hah...mobil ini ? bukannya ini mobil yang semalam ? "
Arya menjadi naik pitam ia langsung emosi sekali
"Oh ternyata mobil ini ada di sini ,itu berarti pemiliknya juga berada disini ?hmm baiklah aku akan menghalangi mobil ini agar tak bisa keluar ,Karena ia telah membuat aku masuk kedalam semak-semak dan ia tak memiliki rasa tanggung jawab sekali "
Arya langsung melintangkan mobilnya dibelakang mobil Siska agar mobil Siska tak bisa keluar
"Baiklah sudah beres ,awas saja dia "
Arya pun menumpang mobil Aditya yang lain di pemakaman lagi-lagi Arya merasa melihat Siska lagi , sekarang dengan memakai baju hitam dan kacamata berwarna hitam
"Astaga aku melihatnya lagi ,bahaya sekali bayangannya ada dimana-mana padahaal jelas-jelas aku dan Siska sudah lama sekali tak bertemu , astagfirullah "
.Arya mengusap wajahnya dan setelah selesai pemakaman mereka pun langsung pulang kerumah
Didalam mobil Ana ,Siska melihat kearah luar dan ia melihat mobil milik Aditya melaju dengan cepat ,
"Aku turut berdukacita sedalam-dalamnya Ana "
Ana ingin mengatakan pada Siska jika Arya sebenarnya sudah menjadi Duda namun ia belum sempat bercerita pada Siska ia harus mengalami duka lara kehilangan Oma Rita
Sesampainya dirumah Keluarga Aditya ,Siska pun langsung pamit untuk pulang karena ia semalaman tidak bisa tidur
"Ana aku pamit dulu ya ..."
Siska memeluk ibu Aditya dan memohon pamit
"Tante om saya permisi dulu ,ya "
"Iya nak terima kasih banyak ".
Siska langsung keluar menuju mobilnya
rupanya diam-diam Arya sudah menunggu didalam mobilnya , ia sedang menunggu sang pemilik mobil untuk mengeluarkan mobilnya
"lama sekali ia mengeluarkan mobilnya , padahal orang-orang sudah banyak yang pulang , aku jadi penasaran bagaimana bentuk rupanya "
Arya nampak berapi-api
Siska langsung masuk kedalam mobilnya , dan menghidupkan mobilnya
Arya tersenyum saat melihat mobil itu menyala lalu Siska menghidupkan klakson beberapa kali
"Sial ! apa yang dilakukan mobil itu kenapa ia sama sekali tak pergi , tidak sopan sekali , parkir dibelakang mobil orang lain !"
Arya tertawa puas "Rasakan kau , berani sekali kau membuat seorang Arya marah ,kau pikir kau siapa hah ?"
Siska yang emosional sekali menghidupkan klakson berkali-kali tapi malah membuat beberapa orang melihat kearah mereka
Arya tak bergeming ia masih tetap berada didalam mobil sampai sang pemilik mobil keluar
"Sialan apa maunya sih pemilik mobil itu , baiklah aku akan turun dan bertanya apa maunya !"
Membuka pintu mobil dan mengetuk kaca mobil Arya
__ADS_1