
Suara ambulance masih berdenging ditelinga .Siska
"Sayang kau kenapa ?"
"Aku sangat kaget saat mendengar perempuan hamil itu berteriak "
Siska langsung memeluk Arjuna
Mobil mereka berdiri ditepi jalan memperhatikan lalu lalang kendaraan yang melintas ,yah tabrakan beruntun terjadi tepat didepan mereka namun Tuhan masih menolong kedua pasangan tersebut
Tangis Siska pecah saat mendapati seorang perempuan yang sedang hamil besar menangisi Suaminya , ketakutan mulai timbul didadanya , bagaimana jika ia kehilangan Arjuna , bagaimana ia akan membesarkan anak ini seorang diri , apa dia akan sanggup menjalani hidup dengan segala macam cibaaan diluar sana ,
untungnya itu hanya bayangan saja ,ia tak melepaskan pelukannya pada Arjuna
"Mas berjanjilah untuk jangan meninggalkan aku "
Arjuna Tersenyum manis "Aku tak berani mendahului kuasa Tuhan, jika aku berjanji untuk tidak meninggalkanmu namun jika Tuhan berkata salah satu dari kita akan meninggalkan dunia ini lalu bagaimana ? apa ini akan terlihat bagus "
Siska melepaskan pelukannya pada Arjuna
ia terlihat marah dengan apa yang diucapkan oleh Arjuna
"Bisa tidak berbicara yang membuat hatiku senang, aku ini lagi hamil tau "
Arjuna langsung menariknya kembali kedalam pelukannya
"Ayo kemarilah jangan lepaskan pelukan ini , kau tau sayang saat kau memelukku maka aku merasa semua beban yang terjadi didunia ini terasa ringan sekali saat semuanya bersama dengan mu "
Arjuna mengecup kening Siska
Melihat kejadian yang terjadi didepan mata ini aku mungkin tak akan bisa melakukan apapun lagi , Arjuna terlalu memanjakan aku
Terlihat semua orang begitu panik namun yang membuat hati sakit adalah salah seorang anak yang menangis karena kedua orang tuanya yang juga tak ikut selamat dalam kejadian itu
Siska langsung menutup mulutnya karena iba melihat keadaannya
"Mas lihatlah..."
"Sudah jangan dilihat sebaiknya kita putar arah saja ,jangan sampai karena ini berpengaruh pada anak kita"
Siska mengangguk , Arjuna pun memutar arah secara berlawanan
Didalam perjalanan menuju rumah ia sama sekali tak melepaskan pelukannya pada Arjuna, walaupun ia merasa jika hatinya masih belum bisa menerima namun ketakutan dihatinya tetap terasa ,yaitu bagaimana jika Tuhan mengambil suaminya secara tiba-tiba lalu perasaan cinta itu tumbuh saat Arjuna sudah tidak ada , Siska nampak ketakutan ia takut jika semua itu terjadi maka ia tak merasakan apapun lagi didunia ini
sepanjang perjalanan Arjuna dan Siska saling berpelukan satu sama lainnya , Diam-diam Siska menangis jika ia tak mau kehilangan momen berharga ini karena didunia ini kita tidak tau siapa yang akan dipanggil duluan menghadap sang pencipta
...
Kembali kepasangan Alena dan Arya
Arya nampak sangat sabar sekali membersihkan kamar tersebut ia meminta secara langsung kepada ibunya agar dia Semua yang mengurus langsung kamar bayi tersebut , ia mengecet ulang padahal ia habis operasi patah tulang , Seperti mendapatkan sebuah keajaiban Arya benar-benar merasa sehat kembali
Alena berdiri memperhatikan bagaimana begitu bersemangat sekali Arya untuk menyambut kehadiran bayinya
"Ya Tuhan aku tak menyangka jika kak Arya begitu mencintai anak ini , lihatlah ia tak perduli jika ini sudah tengah malam, ia tak berhenti membersihkan semua nya dan menatanya dengan sangat rapi sekali "
Alena masuk kedalam kamar dan mencoba tersenyum memandangi dirinya didepan cermin ,ia sungguh cantik dengan rambut palsu yang ia kenakan namun tetap saja rambut palsu ini adalah simbol kebohongan yang sengaja ia tutupi khusus dari keluarganya ia tak mau merusak kebahagiaan dirumah ini
"Sungguh cantik tapi sayang ini palsu , menutupi sesuatu dengan kepalsuan bukanlah keinginanku ,karena setiap kebohongan tidak menimbulkan sesuatu yang baik "
Alena menahan air matanya ,ia menutup pintu kamarnya lalu menguncinya ,
Dengan perlahan ia pun membuka wig nya , baru beberapa hari saja sudah terlihat tanbutnya yang sudah mulai menipis , Alena menahan dadanya yang terasa begitu kesakitan sekali namun ia segera meminum obat ,
sakitnya mereda
"Obat ini hanya sekedar pereda bukan untuk mengobati rasa sakit "Alena Tersenyum kali ini ia mencoba wig yang berwarna pirang
ia menahan senyumnya melihat dirinya yang benar-benar berbeda mungkin malah seperti perempuan sosialita dengan kulitnya yang putih bersih itu , "Alena menjadi orang lain"
Tok..
Tok .
"Alena apa yang kau lakukan didalam .."
Suara Arya membuat ia buru-buru menghapus air matanya
"Kak Arya ? apa dia ingin masuk kedalam kamar "
"Apa kau sedang tidur Alena ?"
"Tidak kak tunggu sebentar aku sedang memilih rambut baru yang akan aku kenakan agar tampil semakin mempesona didepan Mu "
__ADS_1
Arya langsung menghela nafas panjang saat mendengar ucapan dari Alena
"Hah dia bisa saja mengatakan hal aneh itu huh..."
Menggaruk kepalanya
"Mau pakai rambut palsu atau apapun tetap saja ia terlihat kampungan "
Pintu pun terbuka , Alena kembali mencoba bersikap ceria seperti biasa agar Arya tak curiga dengan segala sikapnya
ia berencana untuk kembali lagi kerumah sakit besok pagi untuk meminta tambahan resep obat untuk mengurangi rasa sakit yang sangat dalam ini
Pintu terbuka ,Arya langsung menerobos masuk "Lama sekali membuka pintu aku aku mau mandi , lihatlah aku sudah sangat gerah sekali "
ucap Arya ketus
Tapi lagi-lagi Terdengar suara ibunya dari dalam kamar
"Istri kalau lagi hamil jangan banyak cerita ,apa lagi sampai ngomong kasar ,nanti anaknya bakal protes sama bapaknya kalau ia sudah lahir "
Arya yang mendengar ucapan ibunya langsung beranjak keluar
"Astaga masa iya ?"
Memang terkadang seseorang yang akan memiliki anak pertama akan terkesan seperti orang bodoh yang akan melakukan semuanya asal anak yang berada didalam kandungan Alena menjadi bahagia sekali
"Astaga melihat ibunya yang memakai wig merah Itu aku malah melihat ia seperti ondel-ondel namun anak yang ada didalam rahimnya adalah anakku ".ia berjalan mendekat dan duduk dihadapan Alena lalu dengan penuh kelembutan ia mengelus perut Alena
"Nak ini ayah , ayah begitu menyayangimu ,ayah ingin kau menjadi anak paling bahagia didunia ini Nak , ayah tak mau meninggalkanmu walau sebentar saja , ayah sayang sekali padamu kamu harus selalu sehat-sehat didalam ya Nak
jangan sampai kamu sakit "
Buttt....
Terdengar suara kentut yang keluar dari perut Alena ,ia langsung menutup mulutnya karena itu adalah hal yang tidak sopan dilakukan didepan suami
Astaga ,aku kentut bagaimana ini apa kak Arya akan marah karena aku terkentut z
Arya masih menempelkan telinganya diperut Alena ia pun kaget saat mendengar suara itu
"Nak apa itu suara yang berasal dari dalam Nak ,apa kau merespon ayah dengan bunyi itu Nak ayo cepat katakan Nak , ayah sudah tidak sabar lagi untuk melihat wajahmu dengan jelas, apa kau bisa mendengar ayah Nak ?"
Pemebicaraan Arya terdengar begitu konyol sekali , membuat ibunya yang sedang berdiri di pintu kamar langsung memarahinya
"Arya ...apa yang kau katakan barusan ha ? haduh ibu benar-benar heran sekali apa nilai pelajaran biologi mu dulu dibawah lima , atau telingamu sudah di penuhi banyak kotoran yang menempel , sampai-sampai kau tak bisa membedakan bunyi suara."
Arya melepaskan pelukannya pada pinggang Alena
.
"Suara yang keluar dari belakang alias suara kentut istrimu "
Ibunya tertawa , mendengar hal itu Arya Langsung berdiri dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
ingat kentut ia ingat kembali dengan Siska
"Meski aku tau suara kentutmu tak ada apa-apanya di bandingkan upil siska yang terlihat begitu seksi dan beraroma, ah sudahlah Arya hentikan dan lupakan bisa kacau nanti jika anak yang dilahirkan Alena nanti wajahnya malah mirip dengan Siska "
Arya mengguyurkan Tubuhnya ia berencana malam ini akan memasak nasi goreng spesial untuk anak yang ada didalam kandungan Alena
Rupanya saat keluar kamar ia mendapatkan ibunya dan Alena sedang makan malam berdua tanpa menunggunya
"Lah sudah makan saja ibu dan Alena tanpa menunggu ku ?"
"Memangnya kenapa ,? biasanya ibu dan Alena juga makan berdua saja Arya , mau marah lagi ha ? jangan banyak drama anak muda !"
ucap ibunya sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya
Sambil menggunakan handuk Arya langsung mendekati mereka
"Mulai sekarang kita buat peraturan baru Ibu , sampai anak itu lahir Alena harus makan apa saja yang aku masak ,kedua Alena harus makan malam menunggu aku pulang , ketiga ia harus memikirkan aku kapan saja , menggantikan Poto profil ponselnya dengan wajahku dan setiap hari harus memikirkan aku saja !"
Ibunya langsung melotot "Ha peraturan aneh apa itu ,kenapa ibu merasa peraturan itu seperti pembodohan yang bersifat pemaksaan ha ?"
Tapi tidak dengan Alena semua peraturan yang dibuat oleh Arya malah membuat ia begitu bahagia ia merasa senang sekali wajahnya memerah karena peraturan itu malah membuat ia semakin dekat dengan Arya
"Aku setuju dengan semua peraturan itu kak Arya , aku akan melakukan semuanya tanpa kau suruh pun dihatiku ini memang hanya ada namamu"
"Uhukkk ..uhuklkkkk..."
Ibunya malah terbatuk-batuk
"Ah aku menjadi pusing dengan hubungan suami istri zaman sekarang dahulu aku dan ayah kalian tak seperti ini , apa ini sudah memasuki zaman edan , padahal aku yang pernah mendekam di rumah sakit jiwa ,tapi kenapa aku merasa kalian berdua yang malah memiliki gangguan jiwa"
__ADS_1
Ibunya berdiri namun karena ia sudah tua dan matanya juga sudah rabun ia malah salah memegang ,ia pikir sedang memegang kursi rupanya ibunya memegang handuk Arya yang menempel di kursi tersebut , Arya yang kebetulan mendengar ucapan dari Alena langsung bahagia ingin berbalik masuk kedalam kamarnya namun karena handuk.yang ia pakai tak sengaja tertahan ibunya
Pada saat ia berbalik malah handuknya terlepas dan terbuka
"Awwwwwww"
Arya berteriak , begitu juga ibunya dan Alena
"Ibu....apa.yang ibu lakukan "
Ibunya melotot dan Berteriak tak berhenti-henti
"Astaga aku tak menyangka bisa sebesar itu "
Alena menjadi tidak enak mendengar ucapan ibu mertuanya itu
Arya langsung menutup simbol kejantanannya itu ,dan menarik handuk yang masih dipegang ibunya
namun tenaga ibunya yang kuat membuat handuk itu tak bisa terlepas karena terjepit diantara kursi dan tangan ibunya
Ntah juga karena Arjuna yang merasa gugup atau bagaimana maka ia terlihat tak begitu bertenaga lagi
"Ibu lepaskan "
karena Arya tak kunjung berhasil mendapatkan handuk itu Alena langsung berdiri didepan Arya
"Ayo cepat kak masuk kedalam kamar "
Dengan dilindungi Alena ia pun masuk kedalam kamar
tapi ibunya masih menggelengkan kepalanya
"Padahal aku yang merawat dan melahirkannya kedunia ini ,tapi didepan ibunya masih juga malu , hmm aku sungguh heran padanya , Arya ..Arya ia tak tau jika siang malam aku yang membasuh saat ia buang air kecil dan besar "
Alena langsung meminta maaf karena ia rak bermaksud membuat hati ibu mertuanya kecewa atas sikapnya tadi
"Maaf ibu aku hanya tak mau suamiku merasa malu, maafkan aku ibu "
"Sudah nak ibu tak marah padamu , ibu hanya heran saja melihat suamimu itu ,dia malu dengan siapa sebenarnya ? ibu atau kamu istirnya hadeh...ya sudah ibu mau tidur dulu "
Kaki perempuan itupun melangkah masuk kedalam kamarnya ,benar setelah sembuh ibu Arya hanya menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang membuat ia bahagia saja ,salah satunya yaitu makan dan tidur saja ,menyiram bunga dan menunggu Arya gajian dan memberikannya uang , beruntungnya ia mendapatkan menantu yang baik seperti Alena yang tak hanya mencintai putranya namun juga menyayanginya seperti ibu kandungnya ,meski ia pernah menjadi gila
"Ibu terimakasih "
teriak Alena
Ibunya berhenti "Terimakasih untuk apa Nak ?"
Langsung memeluk ibu mertuanya
"Karena kau telah melahirkan anak laki-laki yang sangat menghargai bagaimana memperoleh Istri saat sedang hamil ibu, aku sungguh beruntung "
Meski saat ia berbicara itu dadanya terasa sakit sekali
Tapi bukan Alena namanya.jika ia tak mampu menahan semuanya
"Bukan hanya kau yang beruntung tapi Arya dan ibu juga sangat beruntung mendapatkan anak perempuan yang sama sekali tak memiliki setitik noda kotor dihati , ibu berdoa kau akan bahagia selamanya Nak bersama Arya ,akan melahirkan cucu ku yang banyak dan lucu-lucu "
Kata-kata itu membuat Alena semakin sakit saja
Ibu maafkan aku untuk permintaanmu yang satu itu mungkin aku belum mampu , ibu aku hanya bisa mencoba untuk mempertahankan satu cucu ibu ini saja dengan segala keterbatasan yang aku miliki , aku akan membuat ibu menjadi seorang nenek yang paling bahagia , menghabiskan sisa hari tua ibu dengan bermain bersama cucu ibu
Terdengar Arya berteriak didalam kamar memanggil Alena
"Alena ... Alena dimana pakaian dalamku tidak ada disini "
"Ibu sebentar ya..."
"Hah.. kelakuan anak itu selalu saja begitu ibu ceroboh sekali , seharusnya ia belajar untuk meletakkan pakaiannya sendiri agar tak usah memanggilmu lagi "
"Tidak apa Bu ini sudah tugas Alena sebagai seorang istri,jangan khawatir .iya kak tunggu "
Alena langsung berlari masuk kedalam kamarnya
namun tak disangka didalam kamar Arya sama sekali tak mengenakan apapun juga ia sibuk mencari pakaian dalamnya didalam lemari dengan mengeluarkan semua pakaiannya
yang berserakan dilantai
"Kak Arya .."
Belahan bokongnya terlihat begitu jelas , Alena sebenarnya grogi karena tak biasa melihatnya namun ia berusaha untuk tidak menampakkan rasa gugupnya
Notes : Kena prank ya ..wkwkwwkwk
__ADS_1
Haduh reader masih bisa nebak nggak akhirnya bagaimana ,mmm kalian selama ini kwmana aja nggak pernah komen ...uhukk...uhukk....
Mau crazy up banyak -bnyak malam ini, tolong vote nya dong reader....