Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Sedih tak bertepi


__ADS_3

Ibu Arya tak tau harus Senang atau sedih di sisi lain ia bahagia karena akan mendapatkan cucu namun di satu sisi ia juga sedih karena keberadaan Arya belum tau bagaimana ,


Alena sadar dan tersenyum sambil memegangi perutnya. ia tak menyangka jika didalam rahimnya kini telah tumbuh makhluk tak berdosa yang memang sangat ia harapkan sekali dari lelaki yang sangat ia cintai meski caranya perih sekali di dada


"Selamat ya anakku , akhirnya kau akan menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi seorang nenek "


Ungkap Ibu Arya meski hatinya kini gundah gulana memikirkan nasib Arya


"Bu aku harus pergi menyusul kak Arya aku tak bisa begini Bu, aku tak bisa , apapun yang terjadi hidup atau mati aku akan tetap selalu mendampinginya Bu "


"Iya Nak ibu tau , tenangkan dirimu jangan terburu-buru bagaimana jika terjadi gempa susulan pikirkan dirimu Nak "


"Tidak ibu ,tidak segampang itu aku sangat mencintai Kak Arya jika sampai terjadi sesuatu padanya maka aku akan merasa bersalah seumur hidup Ibu, aku sudah menjadi istri yang durhaka ,aku hampir saja meninggalkannya ibu, apa aku pantas di sebut seorang istri yang berbakti ibu".


Alena menangis sejadi-jadinya ia benar-benar menyesali perbuatannya tidak sepantasnya seorang istri pergi dari suaminya kecuali suaminya mengusirnya


"Ibu aku bukanlah menantu yang baik meninggalkan mertuanya seorang diri dan bagaimana jika terjadi sesuatu pada ibu sedangkan kak Arya dalam keadaan yang seperti ini "


"Sudahlah Nak, berhenti menyalahkan dirimu sendiri , sekarang yang terpenting kau jangan egois Nak , ingat ada kehidupan baru didalam tubuh mu yang tak tau dan tak mengerti apa yang terjadi, jika kau menyayangi ia kau harus kuat nak karena usia kehamilanmu masih sangat muda salah -salah bisa keguguran nantinya "


"Iya Bu "..


Mereka duduk dan mengamati berita tersebut terdapat nomor yang tertera di layar televisi bagi keluarga pasien yang hendak mencari tau informasi tentang korban jika ada yang ingin mencari tau


"Ibu yakin Arya akan pulang dengan selamat percayalah Nak ,kita tak perlu kesana ,karena jika dalam keadaan seperti ini pun Arya pasti tidak akan mengizinkan kau untuk pergi apa lagi jika ia tau jika ia akan menjadi seorang ayah juga , dengarkan ibu Nak , semuanya baik-baik saja ,ibu yakin semua yang terjadi dengan Arya adalah ujian untuk penghapus segala dosanya di masa lalu ,Tuhan sangat sayang padanya hanya orang-orang yang masih diberikan kesempatan saja yang selalu di berikan ujian agar ia mampu mengikis sedikit demi sedikit dosanya , karena Tuhan maha pengampun "

__ADS_1


"Ibu ..aku tau dia seperti apa tapi aku memang jatuh cinta padanya Bu,apa perasaan ini salah Bu ? apa aku salah Bu mencintai orang yang sama sekali tidak perdulikan aku ,aku telah memaksanya dan aku juga yang telah membuat ia semakin menderita karena aku "


Perempuan yang bergelar ibu itu terlihat begitu sabar sekali menghadapi semuanya ,ia pun diam-diam berdoa didalam hatinya untuk keselamatan putranya namun jika Tuhan berkehendak lain ia sudah siap dengan segala resikonya


Rupanya tak hanya Alena dan ibynya saja yang cemas Aditya dan Dimas juga sangat cemas bagaimana tidak, Siska dan Arjuna berada disana ponsel mereka juga tak bisa di hubungi , sedangkan Aditya langsung meluncur kerumah Arya untuk menenangkan ibunya dan juga Alena


Suara mobil berhenti didepan rumah Arya


Aditya keluar bersama beberapa ajudannya ia menawarkan bantuan agar Alena dan ibunya bisa terbang kebali bersama timnya dengan menggunakan pesawat pribadi miliknya ,tentu saja Alena dan ibunya langsung bahagia


"Ia ibu dan Alena bersiap-siap lah karena kita akan berangkat menuju lokasi , kalian tenang saja semoga saja semuanya baik-baik saja "


.Aditya menahan air matanya saat berbicara ia benar-benar tak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi pada sahabat baiknya itu,Arya tak hanya seorang sahabat baginya bahkan ia sudah selayaknya saudara kandung dengan Arya , kakinya gemetar saat tau gedung hotel tersebut ambruk dan tepat di saat mereka semuanya sedang melakukan meeting di ruangan bawah


"Nak Adit ibu yakin putra ibu pasti baik-baik saja " ibunya tersenyum untuk menguatkan dirinya sendiri


"Ayo kita berangkat "


ucap Alena


"Baiklah ayo "


Dengan cepat mereka masuk kedalam mobil Aditya menuju bandara ,didalam mobil Aditya mulai membuka pembicaraan


"Ibu dan Alena kita harus banyak berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar , apapun yang akan terjadi kita berharap Tuhan tak akan mungkin memberikan cobaan jika tak ada maksud dan tujuannya "

__ADS_1


Sama halnya dengan Aditya . Dimas langsung mencari informasi tapi tak ada yang membuatnya puas


"Ya Tuhan bagaimana caranya agar aku bisa menghubungi Siska dan Arjuna apa aku beri tahu mami saja ya, Astaga aku sungguh takut sekali jika sampai terjadi sesuatu pada Arjuna dan Siska "


Maminya yang kebetulan sedang keluar dari kamarnya berdua dengan pak kumis ,juga mengobrol "Aku melihat telah terjadi gempa di Bali malam tadi dan ada sebuah hotel yang ambruk di tepi pantai "


Dimas terdiam ia tak mungkin mengatakan pada maminy jika Arjuna dan Siska juga berada disana diam-diam ia berdoa untuk keselamatan mereka berdua namun saat ia menukar ke Chanel yang satunya ia melihat dengan jelas daftar nama-nama korban yang selamat salah satu nya nama Arjuna dan Siska


dan nama korban yang belum di temukan ada nama Arya ,Dimas langsung berdiri "Arya !"


Bibirnya tak mampu bergerak karena nyata sekali nama Arya ia langsung menelpon Aditya


"Halo Aditya kau di mana ?"


"Aku mau bertanya tentang Arya "


Terdengar suara berbisik sambil menahan air mata hany satu jawaban "Aku sedang bersama Alena dan Ibunya akan pergi menuju lokasi "


Dimas langsung paham , nafasnya berderu ia sangat sedih sekali apa lagi Arya adalah salah satu sahabatnya ,tak di pungkiri jika harinya ikut hancur juga apa lagi tak munafik jika ia juga merasa bersalah pada Arya ia tau jika Arya menyimpan cinta yang tulus pada Siska cuma balik lagi ia tetaplah seorang kakak yang ingin melakukan yang terbaik untuk adiknya Siska


dalam tayangan di televisi itupun salah satu kamera wartawan tak sengaja meliput Siska yang berteriak-teriak di sebelah runtuhan gedung tersebut


"Arya.....kak Arya...."


Bagaimana mungkin Siska bisa memanggil nama lelaki lain sedangkan suaminya ada di sampingnya , ya Arjuna tak marah karena kata-kata mustajab Arya Sebelum menendang Arjuna agar menjauh darinya

__ADS_1


"Pergilah istrimu sedang hamil kau tak boleh kenapa-kenapa !"


__ADS_2