
"Aku pulang "Sahut Arya dan langsung merebahkan tubuhnya di kursi
"Pulang cepat Nak "
Tanya ibu nya
"Iya Bu, besok Arya harus berangkat keluar kota ada meeting bersama para perwakilan perusahaan tingkat dunia "
"Baiklah apa istrimu tau Nak kau akan berangkat "
Arya menarik nafasnya dalam-dalam
"Ibu tak perlu bertanya padu Arya Bu, tanya Alena langsung apa ia perlu tau atau tidak Kemana Arya pergi atau ia malah senang jika Arya bisa menjauh darinya , satu hal yang Arya pinta dari ibu jangan pernah sekalipun ibu menyuruh Alena bertahan disisi Arya jika ia memiliki niat untuk pergi dari rumah ini "
"Nak apa yang sedang kau bicarakan ,ibu tak mengerti !"
"Arya rasa ibu tak perlu mengerti apa yang barusan Arya katakan , karena tugas ibu hanya duduk manis tanpa memikirkan masalah apapun juga Arya mau ibu hanya bahagia saja tanpa memikirkan beban apapun juga ingat !"
Ibunya tak berani lagi berkata apapun padanya
"Nak..."
"Tidak ada tapi-tapi ibu ,aku akan menyiapkan beberapa pakaian untuk dibawa pergi meeting beberapa hari ibu "
Ibunya sangat penasaran dengan rumah tangga Arya dan Alena namun ia juga harus tau batasan tak seharusnya ia terlalu ikut campur ma dengan apapun itu tentang rumah tangga putra nya ada batasan dan ada privasi yang tak bisa ia campuri ,
Arya juga sejak tau jika Alena sedang bingung untuk memilih pergi atau bertahan ia malah terlihat santai saja ,
"Tentu saja apa yang harus aku takutkan darinya jika ia bukan jodohku ya aku santai saja namun jika jodoh ya aku akan menerimanya dengan lapang dada "
Pergi atau tinggalkan itu yang ada di benak Alena saat ia pulang bekerja saat ini
"Asalmmulaikum "
Alena pulang dengan mengucapkan salam
"Waalaikum salam ,baru pulang rupanya putri ibu "
Kebiasaan Alena yang selalu memeluk ibu Arya saat pulang merupakan bentuk rasa rindu yang ia tumpahkan untuk melepaskan rasa rindu pada
karena ia juga melakukan hal yang sama pada ibunya saat masih hidup dulu
"Ibu "Wajah Alena tampak sendu tak seperti biasanya
Arya yang mendengar pembicaraan Alena dan dan ibunya langsung memotong nya
"Baru pulang Nyonya Alena,wah kau sungguh tampak sangat bahagia sekali hari ini "
Arya mengejeknya
__ADS_1
"Tentu saja aku bahagia selalu ,apa lagi yang harus aku pikirkan bukankah dunia ini hanya sementara "
Arya berdiri "Perempuan di dunia ini sama saja ya ,sama -sama suka uang"
Arya masuk kedalam kamar dan mengambil pakaiannya "Bu aku pergi dulu ya "
Menatap Alena dengan tatapan tajam
"Istriku aku pamit dulu , Sampai jumpa "
Arya tau waktu yang diberikan oleh Tuan Romeo bos nya tinggal dua hari lagi ia ingin Melihat apa yang akan di pilih oleh Alena pergi atau bertahan
Tatapan mata Arya tak akan pernah sanggup ia tatap
Aku sungguh mencintainya
Padahal keberangkatan untuk meeting di Bali itu baru besok pagi saja
"Aku ingin melihat indahnya pantai kuta indahnya pemandangan di pantai , yuhuuu"
Arya tersenyum-senyum nakal
Yah begitulah lelaki saat ia sedang kacau ia akan mencari hiburan di luar rumah, ntah hiburannya seperti apa yang terpenting ia tak bisa menjauhkan dirinya dari hal-hal yang negatif , untunglah Arya sudah bertobat tak ada pikiran untuk main perempuan lagi ia hanya sedang fokus bagaimana caranya agar bisa keluar dari kota ini
Rupanya Arjuna juga akan berangkat kepulau Dewata ,ia juga terpilih mewakili perusahaannya
Siska membantu membereskan semua pakaian yang hendak di bawa oleh Arjuna kepulau Dewata Bali "Kau akan berapa hari berangkat kesana "
"Aku akan segera kembali "
Namun wajah Siska kembali murung , sama halnya seperti Arya ,Siska juga sangat ingin meninggalkan kota ini beberapa hari saja pikirannya juga sedang bercabang-cabang karena memikirkan ulah Dimas
" Kau kenapa sayang "
Arjuna memeluk erat tubuh Siska dari belakang
,"Aku tak mau ditinggalkan seorang diri "
Wajah Siska cemberut
Arjuna langsung tersenyum "Jadi kau mau ikut , ayolah kita akan pergi berdua untuk liburan "
Langsung saja Siska melompat bahagia
"Yes akhirnya "
"Sayang jangan melompat-lompat pikirkan kandunganmu ini ya nanti anakku bisa menangis di dalamnya "
"Dasar "
__ADS_1
Siska memukul punggung Arjuna
Merekapun bersiap-siap untuk segera berangkat ,Arjuna juga sudah memesan tiket untuk mereka berdua ,sama halnya seperti Arya mereka berdua memutuskan untuk berangkat hari ini ,dengan pesawat yang sama dan juga tujuan yang sama ,
Arya mendorong kopernya di susul oleh pasangan Arjuna Siska ,lalu mereka berjumpa didalam ruangan tunggu bandara
"Astaga ,kalian ?"
Arya terlihat kaget sekali ,niatnya pergi untuk menenangkan diri malah semakin kacau jika melihat Arjuna dan Siska berada di bandara tersebut
"Hai "
Sapa Arjuna dengan ramah
"Kalian mau kemana ? " tanya Arya
*Mau keneraka kan ?"
Ucap Arya geli dalam hatinya*
Arya trsenyum sambil tertawa geli
"
"Kita mau ke bali "
"Owh kebali "
Arya hanya mengangguk-ngangguk saja berharap jika ia tak bertemu lagi dengan Siska dan Arjuna , sedangkan tentang Alena ia tak terlalu memikirkannya
"Baiklah aku duluan ya "
Arya berjalan lebih dulu kedepan ,namun sepertinya memang mereka tak bisa di pisahkan ,Arya dan Siska , Arjuna ternyata satu pesawat juga dengannya terlihat mereka berdua saling bermesraan didalam pesawat tersebut ,apa lagi Arjuna begitu perhatian sekali pada siska ,Arya pun langsung menoleh kearah berlawanan berharap Siska dan Arjuna tak melihat keberadaannya
"Semoga saja mereka berdua tak melihat keberadaanku ,bisa kacau"
Arya memandangi para pramugari yang melewatinya berharap bisa menukar isi otaknya yang di penuhi dengan Siska ,namun tetap saja tak bisa di hindari semua isi otak dan seluruh darahnya dipenuhi oleh Siska saja
"Padahal bokong pramugari ini sangat seksi namun kenapa semua wajah pramugari yang melewatinya semuanya berubah menjadi wajah Siska "
Arya mengalihkan pandangannya kesebelahnya namun disebelahnya malah seorang Manula yang dari tadi sibuk terbatuk-batuk disampingnya "Uhuk...uhukk"..
"Kenapa Tuhan selalu saja tak mengizinkan aku berada ditempat yang ada perempuan cantiknya argh..."
"Nak tolong pegang tissue ini dulu"
Dengan berat hati ia memegang tissue tersebut ,nenek tua itu mengelap ingusnya bekali-kali dan belepotan hingga kepipi apalagi cairan kental berwarna hijau itu menempel di pipinya di lengkapi dengan upil yang masih berlendir
"Uwekkkssss sungguh menjijikkan sekali , jika ada upil yang seksi itu hanya milik Siska saja , selebihnya sangat menjijikkan sekali"
__ADS_1
"Terimakasih Nak,kau baik sekali aku berdoa semoga kau cepat berpisah dengan istrimu dan kembali lagi bersatu dengan jodohmu ".