
Saat berada di rumah sakit seperti biasa keadaan ibu Alena masih saja sama belum membaik ,namun sebelum masuk Alena menarik tangan Arya
"Kak bisa bicara sebentar"
Arya tak terlihat seperti orang yang bersemangat
kebetulan ibunya sedang berada di toilet
"Kak aku mohon bersikap baiklah di hadapan ibu ku , setidaknya sebelum ia meninggalkan dunia ini ia dapat merasakan kebaikan hati seorang menantu , aku tak meminta apapun padamu , Hanya sebentar saja . Dokter juga mengatakan padaku jika umur ibu ku sudah tidak lama lagi , setelah itu aku akan pergi dari hidup mu , Seperti keinginan mu "
Ibu Arya keluar dari dalam kamar mandi
saat itu obrolan terhenti .tampak dari kedua bola mata Alena berkaca-kaca
membuat Arya menjadi penasaran apa sebenarnya tujuan Alena menikahi nya jika ia akhirnya akan menyandang status seorang Duda?
"Ayo nak kita lihat ibu mu , besan ibu maksudnya "
Tersenyum sambil memegang lengan Alena
"Iya ibu "
Sebelum masuk kedalam ruangan ibunya Alena melirik Arya , dari tatapan matanya ia berharap Arya akan mengikuti permintaan nya
Meski tak yakin apa kah Arya akan melakukan nya tapi Alena berdoa di dalam hati nya agar Arya memberikan sedikit hatinya kali ini
"Ibu "
Alena memeluk ibunya yang terbaring lemah tak berdaya namun masih bisa bersuara dengan perlahan
"A.le.na"
"Bu ini alena datang bersama ibu mertua Alena yang sangat baik sekali , Alena sangat beruntung memiliki ibu mertua sebaik ibu "
Memegang tangan ibu Arya ,Alena Memang sungguh sangat baik sekali memperlakukan ibunda Arya tersebut
Ibu Alena meneteskan air mata nya lalu melipat kedua tangannya
"Tolong terima anak saya dengan baik , Alena ini berasal dari keluarga miskin , ia tak memiliki harta tapi percayalah anak perempuan ku ini akan memperlakukan putra mu dengan baik "
Mata ibunya berair
Arya yang berdiri di pintu Mendengar ucapan ibu Alena
Sungguh tak mungkin ibunya mengajarkan anaknya hal yang buruk ,tapi kenapa Alena melakukan itu padaku , apa tujuannya hanya karena Dimas saja
Hati Arya luluh saat mendengar ucapan ibu Arya pada ibunya ,biar bagaimanapun ia juga manusia ,meski terkadang kehidupan tak memanusiakan dirinya sebagai seseorang yang ingin bertobat
" Hai ibu apa kabar , bagaimana keadaan mu "
__ADS_1
Alena langsung berdiri ia sangat berterimakasih karena Arya mengabulkan permintaan nya
Wajah ibu Alena nampak murka ia masih mengingat kejadian malam itu hingga ia mengira Arya yang merusak kehormatan putri nya
Namun Alena selalu punya cara untuk meredam kemarahan orang tua nya
"Suamiku "Memeluk lengan Arya
Apa yang ia lakukan ha ? mengambil kesempatan dalam kesempitan ?
apa kau sudah gila ,ini di luar permintaan mu
"Ibu kau lihat aku sungguh bahagia sekali setelah menikah dengan nya ,ia sama sekali tak menyakiti lagi ,ibu lihatlah aku bahagia bukan ,jadi ibu tak perlu khawatir lagi memikirkan keadaan ku "
Benar-benar ia sungguh jago sekali dalam berbohong, aku sungguh heran sekali ,dia ini makhluk apa ? aku pikir hanya aku saja yang jago berbohong ternyata dia lebih jago ,seperti bunglon .
Alena lalu melepaskan pelukannya di lengan Arya karena wajah Arya tak bisa di hubungi ,
hal itu langsung membuat ibunya tertawa
"Aku bahagia melihat Putri ku juga bahagia, aku tak menyangka ada juga pemuda dari kota yang bisa menyayangi putri ku yang miskin dan dari desa ini "
"Besan..kau tak perlu berbicara berlebihan seperti itu "
Ibu Arya merasa tak enak hati , hampir saja ia akan menceritakan jika ia pernah di rawat di rumah sakit jiwa namun Alena memotong ucapan nya ,
"Besan aku juga tak sempurna asal kau tau saja jika aku dan papa nya Arya ..."
Ibunya Tersenyum "Ayo kak Kita pergi "
Arya pun langsung mengecup kening ibu mertua nya , walaupun dengan berat hati ia sebenarnya paling tidak bisa membohongi orang tua ,namun mau bagaimana lagi sesuai permintaan Alena
Pletok...
Ibu Alena malah mengetok kepalanya
"Awwwww,sakit "
"Ibu ... "
Alena langsung panik
"Kak Arya kau tidak apa-apa kan "
"Hehehe ibu hanya ingin merasakan bagaimana kepalanya "
"Maaf kak ibu ku hanya bercanda , maafkan ibu kak "
"Jangan khawatir aku tidak apa-apa"
__ADS_1
Sambil memegangi kepalanya ia langsung keluar ruangan .
....
Di tempat lain
Ada satu hal yang di lupakan oleh Dimas ,
jika Rima adalah adik Amanda dan biar bagaimanapun juga ikatan darah itu selalu kuat dan sama
Rima menangis tersedu-sedu ia menceritakan apa saja yang dikatakan Dimas padanya apa lagi perkataan orang yang sedang mabuk
itu adalah jujur biasanya dari dalam hatinya
tentu saja Mendengar curahan hati putri nya itu ,ibu Rima langsung meradang ia benar-benar begitu marah sekali dengan apa yang menimpa putri nya
"Nak ...sudah cukup bagimu terhina di perlakukan oleh Dimas , mama tak bisa diam saja melihat putri mama di perlakukan seperti itu oleh orang lain , kau itu cantik dan sempurna tak kalah dengan kakakmu Amanda , mama tak bisa terima kau di permainkan Seperti barang rongsokan saja "
Rima masih menangis tersedu-sedu
"Angkat kepala mu putriku, pernikahan mu akan tetap terjadi , dan kau akan tetap tinggal bersama Dimas , kau Siksa ibunya seperti ia melukai perasaan mu , agar ia tau bagaimana rasanya terluka , kau harus ingat Rima ,di darahmu ada darah Amanda dan Amanda adalah putri ku , tunjukkan sisi jahat kalian karena dia yang memulai nya "
Awalnya Rima menolak karena ia tak mau mempermainkan pernikahan ataupun menyakiti mami Dimas ,
Tapi semua ucapan mamanya membuat ia akhirnya setuju untuk membalas Dimas
"Kau tau lelaki yang kau cintai itu saja rela menikahkan adiknya secara paksa ,apa teman mu itu bahagia dengan pernikahannya atau tidak ha? , terkadang kita perlu sedikit kejam agar mereka tau jika tak semua takdir itu tak semua nya bisa mereka ciptakan dan atur dengan sendirinya "
Mendekati Rima
"Nak terkadang kita tak perlu menunggu Tuhan membalas nya , kau yang harus membalas nya , beri mereka pelajaran sakiti ibunya agar ia tau bagaimana hatimu amat sakit sekali dengan perlakuan nya "
"Tapi Ma ,Rima takut !"
"Takut apa ha ? "
Membuka lemari Amanda
"Mulai sekarang kau pakai barang-barang peninggalan kakakmu , Rima adalah Amanda ,dan Amanda adalah Rima , tak ada seorang pun yang bisa menyakiti kalian Putri ku "
Rima langsung berdiri dan menatap mamanya
"Mama akan mendukung semua nya nak,balas mereka,balas Dimas nak ,balas ! Kau tak perlu takut apapun , karena mereka yang memulai nya . cukup Amanda saja tidak boleh Rima berikut nya yang tersiksa karena cinta!"
....
Haloha...
mau crazy up.nggak ? mau nggak ?
__ADS_1
vote dan kasih hadiah ya..