
Alea langsung berkacak pinggang
"Papa cepat jelaskan ?"
"Nah itu yang papa ingin sampaikan pada Alea ini semua ulah nenekmu ,papa tidak ikut-ikutan ya Nak"
ucap Arya lempar batu sembunyi tangan
"Apa ? nenek ? jelas -jelas tadi itu ulah Papamu yang menyuruh nenek untuk memanggil orang pintar ,ya nenek panggil saja tadi ?"
Alea langsung melipat kedua tangannya
"Asal papa dan nenek tau saja ya , lelaki yang tadi itu adalah profesor Cokro , dan dia itu adalah profesor yang sangat pintar ,dia bisa membuat penemuan luar biasa dari setiap kotoran hewan yang ia temui , sembarangan memanggil profesor itu kemari , memang nya Alea kenapa ? sampai harus memanggil orang pintar segala ?"
Arya langsung memberikan kode pada ibunya
"Bu jangan berbicara apapun "
Ibunya langsung mengerti "Ah sudahlah tidak penting sebaiknya nenek istirahat saja dulu , besok mau pengajian bersama ibu-ibu di komplek"
Arya pun juga langsung masuk kedalam kamarnya
"Papa juga mau tidur karena besok kita akan pergi kerumahnya om Aditya dan Tante ana "
Alea langsung berlari mengejar Neneknya karena hanya neneknya saja yang bisa ia andalkan , untuk membuka mulutnya
"Nenek ,Alea malam ini tidur dengan nenek saja"
"Tapi nenek tidak mau tidur dengan kamu malam ini Alea,sudah sana!"
neneknya sebenarnya masih horor jikalau Alea tiba-tiba terbangun dan memegang tangannya
"Nenek"
kali ini ntah kenapa tenaga neneknya begitu kuat sekali hingga membuat Alea kalah
Bug...
cletak bunyi pintu langsung terkunci kembali
"Nenek jahat "
"Hanya malam ini saja ,nenek mau tidur sendirian dulu jangan di ganggu ya "
Neneknya tertawa geli membayangkan Alea
semakin kesal saja
"Baiklah kalian semua yang hari ini sangat aneh sekali , baiklah aku tidak perduli dengan apapun yang kalian lakukan ,hmm "
__ADS_1
Alea langsung masuk kedalam kamarnya
"Ah menyebalkan kenapa papa dan nenek malam ini aneh sekali !"
Namun kemarahan Alea kembali mereda saat ia kembali teringat tentang Raja
"Astaga ,aku tak menyangka jika Raja yang menyebalkan itu memiliki sifat yang sangat keren sekali , dia datang bak seorang pahlawan lalu menolong Arika"
Alea tak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya , karena baru kali ini ia bisa berbicara dengan akrab sekali pada seorang lawan jenis dan laki-laki tersebut adalah Raja
"Mmm ntahlah aku bahkan sangat bersemangat sekali untuk pergi kekampus setiap hari ,agar bisa bertemu dan mengobrol dengan raja setiap harinya"
Wajah Alea tersipu malu ,dan dengan hanya berbatasan tembok , sama halnya dengan Alea Arya juga sedang tersipu-sipu malu dikamarnya ,ia sedang membayangkan bagaimana wajah Siska yang tersenyum manis padanya
"Bahkan hanya dengan membayangkannya saja aku sudah bahagia , bagaimana jika ia berada disampingku saat ini"
Arya tersipu-sipu malu membayangkan Siska
"Bahkan saat wajahku terkena lemparan bola ,ia dengan sangat cemas sekali menghampiriku 'Kak Arya kau baik-baik saja ' aastaga suaranya saja masih sama tidak ada perubahan sama sekali"
Mengusap wajahnya dan memeluk bantal guling seerat- eranya, sambil menciuminya berkali-kali
"Siska kau maukah menjadi istriku "
harapan Arya benar-benar tak terbendung lagi apa lagi ia teringat jika Alea pernah bercerita jika Siska memang telah menjadi seorang janda
lagi-lagi Arya bertingkah konyol sekali , dengan menggunakan sisir ditangannya ia kembali berbicara didepan cermin seolah-olah ia berhadapan dengan Siska besok pagi
Arya tersenyum-senyum
"Astaga, ini tidak baik sama sekali , bagaimana jika ia tersungging, baiklah mungkin akan lebih baik membuka obrolan dengan Seperti ini "
Kembali berdiri dan membungkukkan sedikit tubuhnya
"Ehemmmm..ehemmm Siska kau semakin cantik saja setelah sekian lama tak bertemu apa kah aku boleh bertanya berapa orang anakmu?"
Arya berperan sebagai Siska juga lalu ia berubah posisinya
"Seperti yang kak Arya lihat anakku hanya satu dan ia sangat akrab dengan putrimu "
"Oh ya , kebetulan sekali ya , anakku juga cuma satu dan ia juga sangat akrab dengan putrimu ,
apa ini berarti kau dan aku sebentar lagi akan segera ..."
Tok...
Tok....
Arya langsung kaget saat pintu kamarnya diketuk
__ADS_1
"Papaaaa..."
"Alea ? ada apa tengah malam begini mengetuk pintu ? ya ada apa Nak ?"
"Papa keluar sebentar Alea ingin bercerita"
Arya melihat jam dinding "Jam sebelas ? apa yang hendak ia ceritakan ? apa itu benar-benar Alea atau ..."
Alea memukul pintu kamar Arya dengan lebih kuat lagi
"Papaaaaa, cepat buka pintunya apa yang sedang papa pikirkan lagi Pa , cepat buka pintunya , Alea ingin bercerita dengan papa, kata papa setiap ada sesuatu yang mengganjal di hati Arika ,maka Arika harus menceritakan semuanya pada papa"
Arya langsung buru-buru mengganti pakaiannya dan langsung membuka pintu kamarnya
"Hah ada apa sih nak , bukannya tidur Jam segini tapi malah bangun "
Alea langsung menarik tangan Arya
"Paapaa, tolonglah Alea tak bisa tidur Pa,apa papa tau jika Alea tak bisa tidur ini karena apa?"
Arya yang cemberut dan terkesan marah itupun langsung menggelengkan kepalanya
"Mana papa tau Nak , cepatlah tidur dulu ini sudah jam berapa ?"
hendak berdiri ,namun tiba-tiba Alea mengatakan sesuatu yang membuat Arya harus terdiam dan tak bisa berkata apapun lagi
"Papa kenapa hati Alea begitu bahagia saat mu seorang laki-laki yang berada dikampus tadi papa"
Serr....darah Arya langsung mendidih saat mendengarkan ucapan yang keluar dari bibir putri kecilnya ,yang ia jaga dari bayi sampai saat ini , Arya menahan air matanya jatuh , karena proses ini yang paling ia takutkan yaitu saat putrinya mengenal cinta ,
Arya dari dulu selalu mengajarkan Alea untuk selalu bersikap terbuka padanya jadi jika terjadi sesuatu hal apapun itu baik dan buruk Alea akan mencari dirinya untuk menumpahkan segala rasa yang ada di hatinya
"Jadi maksudnya Alea ada seseorang laki-laki selain papa,yang bisa membuat hati Alea bahagia ?"
"Yah lebih tepatnya Seperti itu papa, Alea tiba-tiba selalu membayangkan wajahnya Pa,dan juga membuat Alea benar-benar nyaman jika berada didekatnya "
Arya langsung mengusap wajahnya
ia baru menyadari apa yang ia lihat dengan mata kepalanya tadi adalah suasana hati putrinya yang sedang jatuh cinta rupanya,
Namun Arya tak mungkin memarahi Alea Karena Alea sendiri tak mengerti dengan apa yang sedang ia rasakan saat ini
Arya sangat paham bagaimana perasaan anak muda seusia Alea , ia tak mau menjadikan anaknya musuh atau bahkan memarahinya , tapi justru ia menjadikan dirinya tempat bercerita untuk Alea agar Alea tak merasakan kehilangan sosok ayah atau ibu didekatnya , yah walaupun memang sangatlah sulit memposisikan diri sebagai seorang ayah dan ibu sekaligus untuk Alea, namun Arya berhasil mengambil peran keduanya itu
"Hmm jadi Lelaki itu siapa Nak ? tanya Arya dengan lembut
"Namanya Raja Pa, ia sangat tampan dan bertanggung jawab sekali "
Diam-diam Arya sengaja mengorek informasi tentang laki-laki yang disukai oleh Alea tersebut
__ADS_1
Aku akan mencari tau siapa laki-laki yang disukai oleh putriku ini , baiklah aku mendapatkan namanya adalah Raja , aku harap ia bukan raja setan seperti laki-laki kurang ajar di kampus tadi , setelah reunian dengan Dimas dan Aditya besok pagi , maka aku pastikan semua identitas tentang laki-laki itu sudah berada didalam tanganku ,
maafkan papa Alea papa memang agak selektif untuk memilih pasangan hidup untuk putri papa , Karena tanggung jawab seorang ayah pada anak perempuannya sangat lah berat sekali