
Arya yang kebetulan sedang melintas di kawasan perumahan milik orang tua Rima tersebut pun tak sengaja bertemu dengan Mami nya Dimas itu berjalan sambil menangis
"Bukankah itu Maminya Dimas "
Arya langsung membuntutinya dari belakang
"Dari mana dia ? lalu kenapa maminya Dimas menangis apa ada sesuatu yang terjadi padanya "
Karena terlalu asik memperhatikan gerak-geriknya dari belakang malah membuat Arya tak sengaja menekan klakson mobil nya , hingga membuat Mami Siska kaget
"Aastaga "
Ia sampai melompat masuk kedalam selokan di sampingnya
Arya yang kaget langsung syok " Astagaaaaa "
Arya membuka pintu mobilnya dan menarik tangan Mami Siska yang sudah terjatuh masuk kedalam selokan
"Ayo Tante ".
Sambil meringis kesakitan karena terjatuh , perempuan yang masih nampak cantik tersebut pun langsung menyambut uluran tangan Arya
"Maafkan aku Tante ,tunggu sebentar "
Karena terlalu cemas dan terburu-buru Arya langsung mengambil air mineral di dalam botol dengan cepat ia mengguyurnya ke tubuh Mami Siska
Belum sempat Mami Siska berucap , Arya langsung memberikan Tissue
"Tante dari mana ? kenapa menangis sambil berjalan ? "
Aku harap Tante tak mengatakan jika Siska akan segera berpisah dari Arjuna kan .. harapan ku oh...
Awalnya ia ingin sekali marah pada Arya kerena sudah membuat ia masuk kedalam selokan , namun kemudian niatnya kembali di urungkan karena Arya bertanya perihal dirinya yang menangis Karena apa
"Huhuh Rima akan menikah dan itu bukan dengan Dimas Nak Arya , Tante baru saja dari rumah nya "
Arya bingung apa yang mau ia katakan jika ia mengatakan karena Dimas dan Rima tak saling mencintai nanti Mami Siska bisa-bisanya tersinggung seakan ia sedang mencurahkan isi hatinya karena pernikahan Siska dan Arjuna yang tanpa cinta itu
Jadi ia hanya bisa mengucapkan kata "Sabar "
"Apa Tante sudah makan ? bagaimana kalau kita makan dulu , kebetulan saya juga belum makan "
Mami Siska pun menyetujui permintaan Arya ,
mereka makan di tempat yang sederhana namun enak sekali masakannya , ia memperlakukan Mami Siska dengan sangat baik sekali , dari cara ia berbicara terlihat apa adanya dan tak ada yang di tutupi sama sekali
__ADS_1
Selesai makan maminya sudah merasa tenang , dan ia baru menyadari jika nyaman berada di samping Arya ,pantas saja Putri nya sangat mencintai laki-laki ini , Mami Siska membuka obrolan
" Bagaimana keadaan ibumu apa dia baik-baik saja "
Arya tersenyum "Alhamdulillah Tante ,dia sehat dan bahagia sekali"
"Tentu saja ia bahagia apa lagi memiliki putra sebaik dirimu "
"Ah Tante terlalu berlebihan , semua anak pastilah sangat sayang dengan orang tuanya "
"kau lelaki baik pasti Tuhan akan mempermudah hidup mu "
Arya mengantarkan calon mertua tak jadinya itu sampai kerumah nya
"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu Tante ya ,permisi salam sama Dimas "
Sama Siska juga boleh ....
Ucap Arya dalam hatinya
"Terimakasih banyak Nak, sampaikan juga salamku untuk istri dan ibumu "
Arya langsung memutar balik mobilnya keluar dari dalam rumah ,
Masuk kedalam rumahnya , ternyata di dalam rumah sudah ada Pak Kumis dengan saudara nya duduk bersama Dimas
"Wijaya ?"
"Maafkan aku , aku sengaja datang kemari atas keinginan ku , aku ingin melamar mu sebagai istriku "
Dimas awalnya menolak namun Siska benar ia tak mau egois ,selama ini mamanya hidup dalam kesendirian , maka ia memutuskan untuk menyetujui pernikahan Maminya dan pak kumis ,untuk menghindari fitnah ,Dimas pun sengaja menetapkan hari pernikahan maminya sama persis dengan tanggal pernikahan Rima agar tak ada alasan untuk dirinya pergi kepesta tersebut .
mendengar keputusan Dimas tersebut wajah maminya langsung merah merona karena bahagia
"Syukurlah jika kau telah mengizinkan mami menikah lagi Nak "
Siska pun turut bahagia mendengar keputusan tersebut
Pernikahan maminya akan diadakan dua hari lagi ,saat itu juga wajah Siska kembali berseri-seri
"Bagaimana kalau malam ini kita tidur di rumah mami saja , agar bisa membantu mami untuk mengurusi semua persiapan pernikahan mereka "
Siska langsung setuju "Terimakasih aku sangat senang sekali, akhirnya Kak Dimas mengerti untuk mengeyampingkan ego , dan memikirkan kebahagiaan orang lain , aku berharap ini adaly awal yang baik untuk mami dan pak kumis , meski mereka harus melewati berbagai macam cibaaan salah satunya menikah terlebih dahulu dengan orang lain, namun takdir mengembalikan cinta mereka kembali "
Siska pun bersiap-siap untuk segera pergi dengan Arjuna
__ADS_1
Di dalam perjalanan mereka berdua saling bercanda dan bercerita tentang buah hati mereka yang tak sengaja tertanam tersebut
"Jadi kira -kira anak pertama nanti kau ingin namanya siapa ?"
"Hmm jika ia perempuan aku ingin memberikan nama Arika artinya Arjuna Siska , namun jika laki-laki namanya Arka ,he masih sama Arjuna Siska "
Siska pun tertawa geli "ada-ada saja "
Saat sedang tertawa pandangan matanya tak sengaja menoleh kearah mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan , wajah Siska syok saat melihat Alena bersama lelaki tua yang terlihat kaya itu , ia memegang lengan lelaki tua itu
"Astaga ,apa itu Alena ,dengan siapa dia ? lalu kenapa penampilannya nampak lebih berani sekali!"
Siska mengeluarkan ponselnya dan memotret diam-diam dari dalam mobil, tanpa sepengetahuan Arjuna yang sibuk menyetir , Siska ingin sekali tak perduli lagi dengan Arya. namun ia seolah masih tak rela melihat Arya di sakiti orang lain
Mmm.mungkin saja itu adalah kerabat nya ,aku tak perlu suudzon dengan apa yang aku lihat bisa saja itu hanya kerabat nya saja
"Sayang kau kenapa ?"
Arjuna memegang wajah Siska yang tiba-tiba berubah menjadi tegang begitu
" tenang saja tidak apa-apa ,tak ada aku hanya sedang deg-degan saja Mendengar berita pernikahan mami , serasa tak percaya saja Kak Dimas bisa mengizinkan mami "
Berpura-pura memikirkan maminya padahal ia sedang memikirkan istri Arya tersebut
"Apa kau mah membeli makanan dulu "
Yes kesempatan emas
"Kau tau saja jika aku ingin makan goreng pisang di pinggir jalan itu "
Arjuna tertawa "Sayang jangan menahan selera mu , Apapun yang kau inginkan langsung katakan saja ,jangan pernah di tahan "
"He ia "
Siska menggaruk kepalanya ia ingin sekali turun dari mobil untuk berbicara dengan Alena
saat Arjuna turun ia pun langsung masuk kedalam butik yang di masuki oleh Alena juga
"Alena kau "
Siska berpura-pura tak sengaja bertemu dengan nya
"Siska ? kau sedang apa disini ? " wajahnya nampak tegang sekali
l
__ADS_1