Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 147


__ADS_3

Wajah Arika terlihat begitu marah sekali ,Hanya saja di dalam keluarganya tak ada silsilah Anak gadis harus berbicara kasar dan marah


Masih dengan tatapan lembut dan senyuman yang ramah sekali


"Heh tak usahlah kau mengganti mobilku ,kasihan!"


Bian langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Arika yang sedang marah dan kesal


"Dia , sungguh menyebalkan sekali "


menunjuk kearah mobil Bian


"Jangan sampai aku mendapatkan suami nanti seperti dia !"


Arika langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumahnya


Sepanjang perjalanan Bian dan temannya tertawa geli


"Bian jika sampai kelakuanmu tadi ketahuan oleh mama dan papamu ,maka tamatlah riwayatmu "


"Mana mungkin mereka tau bagaimana aku di luaran sana, mereka tau aku adalah Biak yang baik dan selalu menuruti semua keinginan mereka ,dan aku adalah anak kesayangan mamaku "


"Setelah adikmu ,Karin "


"Hei jangan bawa-bawa nama adikku ,dia sama sekali tak boleh dilirik oleh siapapun termasuk kamu ,jangan ada pikiran macam-macam tentang adikku ,aku pastikan wajahmu akan rata !"


"Ya ela Bian emosian ,becanda tau.. "


Menggaruk kepalanya


Arika yang sampai dirumah langsung mengucapkan salam , Wajahnya nampak tak seperti biasanya


"Arika kenapa Nak ?"


Ia tampak murung dan kesal ,Arika langsung menghampiri Siska , karena apapun yang ia rasakan dan ia alami selalu ia ceritakan pada Siska


"Tunggu dulu ya Ma, Arika taruh tas dulu ,mandi , sholat dan ganti baju dulu, setelah itu Arika akan menceritakan kejadian hari ini sama mama"


"Baiklah sayang ,mama juga mau merapikan kamar nenek mu dulu "


Mami Siska nampak sedang duduk diatas kasur dengan memandang Poto wajah pak kumis ditangannya


" Mami, jangan bersedih terus nanti kita semua akan menyusul kesana Mi "


Maminya memegang tangan Siska "Nak apa kau tak ingin menikah lagi ?"


Arika langsung berdiri kearah jendela


"Siska belum terpikir apapun lagi Mi, kedepannya ,masih betah sendiri. ingin membenahi diri dulu "


"Jangan menyerah Nak , hidup akan tetap berjalan ,pandanglah kedepan.kau masih muda dan masih sangat cantik mami yakin masih banyak laki-laki baik di luaran sana yang ingin mendampingimu "


Siska tersenyum "Laki-laki diluaran sana memang banyak Mi, tapi tak ada yang bisa membuat hati Siska tertarik , hmm sudahlah Mi


Siska mau kekamar Arika dulu "


Arika yang selesai mandi langsung membuka pintu


"Mama..."


memeluk Siska , tapi wajahnya sudah tenang tak seperti baru tiba tadi


"Ada apa Nak ?"


Mengelus kepala Arika dengan lembut sembari mengecup keningnya


"Tadi di jalan Arika tidak sengaja menabrak mobil orang Ma "


"Lalu ,apa orang yang Arika tabrak Kenapa-kenapa?"


Arika menggelengkan kepalanya


"Dia tidak apa-apa, dan mobilnya juga hanya lecet saja , tapi asal mama tau dia sombong sekali , dia meremehkan Arika bahkan terkesan jika Arika sama sekali tak bisa mengganti nya "


"Apa dia sudah tua ?"


"Dia seumuran Arika Ma , dan masih muda dia memakai Mobil yang sama dengan yang dibelikan oleh papa ,tapi dia benar-benar sombong sekali ,Arika belum pernah bertemu dengan orang yang sombong Seperti itu sangat menyebalkan sekali "


Siska membalas dengan lembut sekali , ia tau anak-anak seusia putrinya itu memang memiliki emosi yang belum stabil tapi Arika sangat bisa mengontrol emosinya berbeda dengan dirinya saat masih muda dulu yang emosinya meledak-ledak


"Mungkin dia sedang memiliki banyak masalah Nak, jangan berpikiran buruk , positif thinking saja . jangan kotori pikiran Arika dengan hak-hal yang tidak penting ya Nak "


Arika langsung memeluk Siska ,"Iya Ma".hanya mamanya saja yang bisa menenangkan hatinya


"Arika sayang sekali dengan mama"


"Ayo temani mama dulu ya ke mall mama mau membeli sesuatu untuk nenek"


"Ayo Mama"


Mereka berdua pun langsung menuju Mall yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah mereka


"Nenek besok ulang tahun ya Ma ?"


Mamanya mengangguk "Iya nak "


"Kenapa mama membelikan nenek hadiah di mall kenapa tak suruh nenek yang memilih sendiri Ma "


"Sekali-kali membuat nenek bahagia Nak"


"Iya Mama, besok kalau mama sudah tua ,pasri Arika akan melakukan apa saja untuk mama , karena tanpa mama Arika bukanlah apa-apa"


"Mmm sweet sekali anak mama"


Mereka berdua pun sampai di mall dan turun dari mobil ,pada saat yang bersamaan ,


Ana bersama putrinya juga berada ditempat itu

__ADS_1


mereka berdua kaget saat saling bertemu


"Siska ?!"


Ana berteriak


"Mama ada yang memanggil nama mama "


menunjuk kearah Ana yang sedang berdiri dengan putrinya


"Mana ?"


"Itu "


Ana berlari dan memeluk Siska


"Siska aku sungguh kangen sekali dengan mu "


"Ya ampun Ana , aku juga , kau sudah kembali lagi keindonesia? hmm enak ya setiap hari keliling dunia bahkan sudah belasan tahun tak pernah menemui ku "


"Kau yang tak mau kembali kemari , hmm mentang-mentang sudah jadi sultan Jogja "


Ana dan Siska saling melepas rindu sehingga ia melupakan Arika dan Karin yang sedang berdiri


"Ehemmm..."


ucap Karin


"Astaga aku sampai lupa,Karin ini Tante siska sahabat mama yang selalu mama ceritakan "


Karin mengulurkan tangannya


"Halo Tante ,aku sering sekali melihat wajah Tante didalam album Poto milik mama, Tante apa kabar ?"


Siska langsung memegang wajahnya "Dia cantik sekali sama seperti mu Ana, oh ya mana Bian ?"


Namun sekarang giliran Arika berdehem lagi


"Astaga aku sampai lupa "


Menarik tangan Arika


"Arika sini nak ,ayo cepat kenalkan ini Tante Ana sahabat mama "


"Sahabat mama yang Potonya terpampang banyak sekali di kamar mama yang berada dirumah nenek "


"Oh ya ? masih terpampang kah ?"


Ana seakan tak percaya


Siska langsung tertawa geli


"Iya Tante masih sama potonya sama orangnya ,tak ada yang berubah sama-sama masih sangat cantik "


Puji Arika


"Mama kak Arika ini cantik sekali ,cocok sekali jika ia menikah dengan Kak Bian ,jodohkan saja Ma ,sama Kak Bian , biar sama seperti mama dan papa dulu "


Siska dan Arika berdiri heran dengan apa yang dibisikkan Karin


"Karin Belikan dulu mama es.krim dibawah ajak kak Arika juga "


Arika langsung Tersenyum "Ayo kalau begitu "


Mereka berdua langsung turun kelantai bawah


"Kamu cantik sekali ,mirip sekali sama Tante Ana ,kelas berapa sekarang ?"


"Kelas tiga SMP kak "


"Wah masih Smp ya , pasti banyak teman ya kamu "


"Ya begitulah kak "


Jawab Karin dengan senang ,apa lagi saat mereka berjalan banyak orang-orang yang melirik kearah mereka berdua ,Karin yang populer di sekolah sangat suka berteman dengan orang-orang cantik , karena ia beranggapan cantik itu menular meski cantik yang ia maksud bukan hanya soal fisik saja ,tapi juga soal hati


Karin dan Arika pun asik mengobrol dan bercerita , Sedangkan Ana tau jika Karin dan Arika akan lama kembali karena antirian untuk membeli es krim sangat panjang sekali, mungkin bisa menghabiskan waktu satu jam untuk mengantri saja


Ana dan Siska yang sudah lama tak bertemu nampak mata mereka berkaca-kaca , mereka sengaja duduk didalam butik milik Ana yang dikelola oleh anak buahnya


"Aku tak menyangka jika hubungan mu dan Arjuna akan berakhir seperti ini ,kau juga tak pernah bercerita Siska "


"Tak ada alasan yang tepat untuk aku bercerita padamu ,itu adalah masalah rumah tangga Ana masalah pribadi ,lagi pula ini sudah takdirnya tak akan mungkin aku menceritakan padamu "


"Tapi Dimas dan Rima tak bercerita apapun juga "


"Hah mereka memang seperti itu ,semenjak Dimas dan Rima menikah mereka sama sekali jarang kembali "


Ya Dimas dan Rima kembali berjodoh


Flashback


Setelah Dimas tau jika ia tak memiliki penyakit ia terus dihantui rasa bersalah karena telah melepaskan Rima menikah dengan orang lain ,


hingga akhirnya ia bertemu dengan gadis sekolah menengah atas itu


karena faktor usia dan juga desakan mamanya maka ia pun akhirnya ,menikah dengan gadis tersebut


namun ternyata kebahagiaan itu hanya sebuah impian saja , Dimas tak menemukan kenyamanan pada istrinya karena sikap istrinya tersebut itu begitu manja dan juga kasar sekali padanya ,belum lagi ia sangat suka kepesta bersama teman-teman sebaya nya ,pergi malam dan pulang pagi hari ,hingga


membuat , Dimas tidak tahan dengan sikapnya


Disamping itu sudah dua tahun menikah istrimya juga tak kunjung hamil , rupanya baru ketahuan jika Istrinya memang sengaja menunda kehamilan karena ia tak mau memiliki anak dulu ,


Dimas pun marah besar karena tujuannya menikah adalah untuk memiliki anak ,jika tidak memiliki anak lalu apa gunanya ia menikah


ia sempat menjauh dari rumah agar berharap istrinya berubah ,namun ternyata sama saja malah sepertinya ia sangat bahagia dan merasa bebas , Dimas pun merenung dan berusaha instropeksi diri ,

__ADS_1


didalam kesendiriannya ia kembali teringat


sosok Rima yang sangat penurut dan baik sekali .


Hingga akhirnya rumah tangga Dimas dan istrinya itu tak bisa dipertahankan lagi


mereka memutuskan untuk bercerai diusia yang memasuki dua tahun pernikahan ,dan tak lama bercerai dari Dimas istirnya kembali menikah dengan teman sekolahnya dahulu


Perjalanan cintanya yang berliku-liku tak membuat Dimas ,putus asa hingga suatu saat ia tak sengaja bertemu kembali dengan Rima di pusat perbelanjaan


"Rima ?"


"Kak Dimas ..."


Rima yang hanya berdua saja dengan putranya


"Hanya berdua saja ?"


Rima mengangguk "Iya kak ,kak Dimas sendiri ?"


"Aku memang selalu sendirj kemana-kemana "


ucap Dimas sambil tersenyum


"Mau minum kofee "


Ajak Rima


Dimas pun langsung meng-Iyakan


"Tentu saja "


Mereka pun duduk di sebuah tempat Kopi dan mulai saling bercerita sekaligus bertukar pikiran. apa lagi obrolan itu semakin lama semakin menarik saja ,


di tambah setelah sekian lama tak berjumpa , Rupanya Rima sudah lama menjanda setelah ditinggal pergi suaminya akibat kecelakaan di luar negeri


"Oh ya ?"


Dimas kaget sekaligus bahagia , wajah nya langsung berbunga-bunga


"Benar kak Dimas inilah takdir kami "


Sambil memeluk anaknya


Namun tanpa pikir panjang Dimas bpun langsung tak mau lagi kehilangan kesempatan


"Kok bisa sama ya ,aku juga seorang Duda "


Dimas menundukkan wajahnya


Bak gayung bersambut Rima langsung kaget juga


"Kok bisa kak ?"


"Namanya juga takdir , mungkin sudah menjadi takdirku menjadi duda "


balas Dimas


Obrolan pun berlanjut hingga anak Rima yang masih balita itu pun tertidur


dan Dengan gerakan cepat ,Dimas langsung duduk dan berlutut didepan Rima


"Setelah sekian lama dan ini kali kedua aku memohon padamu , Rima .... aku menikahlah denganku , aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak mu ,aku. berjanji akan menjadi ayah sambung yang baik untuk anak ini "


mengelus kepalanya


Anak laki-laki tampan yang berusia tiga tahun itu belum mengerti apa yang terjadi diantara


mereka ,apa lagi ia sedang tertidur


namun tak semudah itu ia meluluhkan hati Rima apa lagi Rima bukanlah gadis lagi


ia adalah ibu dari seorang putra


Dimas berusaha meyakinkan Rima bahkan ia sampai menyusul keluar negeri , menemui ibu kandung Rima untuk meyakinkan bahwa ia memang benar-benar serius padanya


hanya satu jawaban Rima yang membuat Dimas terus berusaha mendapatkannya


"Aku tak bisa menikah tanpa restu Mama kak Dimas , jadi jawabanku tergantung Mama,jika mama mengatakan Iya maka aku akan meng-Iyakan tapi jika tidak maka aku pun sama akan menjawab tidak "


Dimas yang sudah siap dengan segala resiko pun langsung berjuang mati-matian mendapat


jawaban dari Rima


Ternyata perjuangan Dimas tak sia-sia selama satu tahun ia berjuang Jakarta - Belanda akhirnya mama Rima menyetujui pernikahan mereka ,ia melihat perjuangan Dimas yang bersungguh-sungguh sekali pada Rima


Pernikahan mereka pun berlangsung ,dan tak lama mama Rima meninggal dunia


Akhirnya Dimas memutuskan untuk berkeliling dunia bersama Rima dan anaknya ,


dan mereka hidup bahagia setelah dengan segala lika-liku kehidupan yang terjadi pada kehidupan mereka berdua


Karena jodoh dan takdir adalah rahasia ilahi kita tidak pernah tau bagaimana caranya menemukan jalannya , kesakitan hari ini bisa jadi kebahagiaan esok hari , begitu juga sebaliknya kebahagiaan hari ini bisa jadi kesedihan esok hari


jadi bahagia lah seperlunya dan sedih seadanya


percayakan semuanya pada sang pencipta ,karena Tuhan pasti tau apa saja yang terbaik untuk umatnya , ntah itu air mata ataupun sebuah rasa bahagia


yang jelas kita manusia harus menjalani hidup sesuai porsinya , menjadi baik , menjauhkan hal-hal yang dilarang oleh agama , dan juga berserah diri atas apapun yang akan terjadi didalam hidup kita , karena apapun yang menjadi takdirmu akan kembali kepadamu dengan jalan nya sendiri .


Jika hari itu Tuhan tak menukar hasil ronsen Dimas dan Alena maka Dimas tak akan tau betapa sakitnya rasa kehilangan orang yang kita cintai ,


Jika hari itu Rima tak mengikuti keinginan mamanya ,maka ia akan menjadi anak durhaka dan akan kehilangan keberkahan atas doa orang tuanya


Maka semuanya yang telah terjadi adalah ketentuan yang harus tetap dijalani , dari Dimas dan Rima kita belajar tak semua takdir buruk itu akan membawa sengsara ,tapi manusia bisa dikatakan bahagia saat kita melihat bagaimana akhir hidupnya ,dan semoga saja Rima dan Dimas hanya akan berpisah saat ajal menjemput mereka , ya semoga saja ,


Tapi yang pastinya akhirnya Dimas dan Rima bisa tersenyum bahagia saat ini bersama putra Rima yang tak tau jika Dimas bukanlah ayah kandungnya , karena ia menjadi yatim sejak kecil

__ADS_1


__ADS_2