Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 249


__ADS_3

Arya benar-benar kesal sekali karena telah bertemu dengan anak muda yang sudah beberapa kali bersikap tak sopan padanya itu


"Amit-amit, jangan sampai putriku mendapatkan jodoh laki-laki seperti itu, mau sekaya apapun,kalau tidak sopan dan tidak memiliki adab dan tata Krama tak akan pernah bagus untuk kedepannya"


Ia menarik nafasnya dalam-dalam melihat bayangan Raja yang sudah pergi jauh darinya


"Biasanya, kalau aku bertemu dengan laki-laki separuh tua itu lagi tanda-tanda akan sial ,hah sebaiknya aku urungkan saja niatku untuk olahraga pagi, nanti di kampus saja aku ajak Alea untuk berbicara empat mata, sekaligus aku ingin mengatakan cintaku padanya"


Raja langsung memutar balik motornya untuk kembali tidur, karena masuk kuliah jam 8 pagi masih ada waktu sekitar dua jam lagi untuk tidur


Brum...


Brumm


terdengar aungan suara motor Raja masuk kedalam pekarangan rumahnya


"Lah itu seperti suara knalpot?"


berpikir sejenak, karena Arya baru saja sampai memasuki perkarangan rumah Siska, ia tak tau jika Raja adalah anak Dimas, keponakan Siska, otomatis keponakannya juga


"Apa jangan-jangan, rumahnya disekitar sini juga?"


Arya terdiam, lalu ia kembali mengusap wajahnya


"Hah tidak penting sama sekali, untuk apa aku memikirkan dia yang sama sekali tak pantas untuk dipikirkan itu"


Arya melakukan beberapa gerakan senam beberapa kali, karena baru beberapa hari saja ia menyandang status seorang suami tubuhnya terasa begitu kelelahan , mungkin karena efek olahraga dengan Siska tak mengenal waktu jadi otomatis tenaga ikut-ikutan terforsir

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga ..."


"Papaaa ..."teriak Alea saat melihat Papanya berdiri dihadapannya


"Ya ampun anak Papa .."


memeluk Alea dengan mencium dahinya


"Papa sudah pulang ya?"


"Iya Nak, Nanti Papa akan mengajak Mama Siska dan kita semua untuk tinggal dirumah baru kita"


"Jadi kita akan pindah ya Pa?"


"Iya, karena Arika juga akan segera menikah dengan anaknya om Aditya dan Tante Ana"


Alea kaget


"A-arika akan segera menikah ya Pa?"


Wajah Alea langsung berubah menjadi sangat kaget, karena ia tau Arika sama sekali tak menyukai Bian, bagaimana mungkin bisa menikah jika tak memiliki perasaan apapun, kalau seperti ia dan Raja baru bisa menikah karena saling menyukai satu sama lainnya


Ya Tuhan Arika, kau akan menikah?


tidak, aku tak boleh diam saja , aku harus memberitahu Arika


Alea langsung berlari masuk kedalam kamarnya

__ADS_1


"Alea ... mau kemana Nak?"


"Sebentar Pa, ..."


Masuk dan mengambil handphonenya


"astaga aku lupa jika handpone milikku kan rusak, uh ..."


Alea benar-benar mati langkah jika handponenya ini tak bisa hidup, kalau di perbaiki memakan waktu tiga hari,


"Sebaiknya aku minta belikan Papa handphone baru aja"


Saat ia hendak keluar, rupanya Siska tak sengaja mendengar ucapan Alea, dengan sangat lembut Siska mengatakan bahwa ia yang akan membelikan handphone baru untuk Alea


"Nak, kenapa handponenya?"


.


"Mamaaa...."


memeluk Siska dengan erat


"Ini handphone Alea terjatuh dan rusak, padahal semua tugas kuliah ada didalam grup kampus ini Ma"


"Ya sudah ayo mandi, nanti mama temani cari handphone yang baru, sebelum berangkat kekampus, skalian juga nanti Mama dan Papa ada urusan sebentar" mengelus kepala Alea


"Papa dan mama mau membicarakan pernikahan Arika dan kak Bian ya?.

__ADS_1


"Iya benar Nak, dan juga sekaligus mau melihat rumah baru kita nanti"


__ADS_2