
Sial apa dia sama sekali tak mengerti ha ,Siska tinggal kau peluk saja aku , semua nya akan baik-baik saja
Arjuna langsung menggigil berlebihan
"Oke baiklah tunggu sebentar"
"Siska kau mau kemana ? "
"Tunggu saja kau di sana, tenang aku akan segera kembali"
"Astagaaaaa apa lagi yang akan ia lakukan ha !"
Arjuna terheran-heran ia memang sedang tidak enak badan demam biasa , namun setelah di berikan Siska obat penurun panas Barusan badannya sudah mengeluarkan keringat
Siska yang panik langsung keluar dan meminta tambahan selimut
dia nampak berlari dengan kepayahan sekali sambil membawa selimut di kedua tangannya
Nafas Siska terengah-engah seperti sebuah perlombaan lari saja ia akhirnya kembali lagi kedalam kamar
"Arjuna, ini aku membawa kan selimut lagi , dan jaket yang aku pinjamkan dari resepsionis "
Arjuna langsung kaget ternyata rencana nya tak sesuai dengan ekspektasinya
padahal sekarang ia sudah gerah sekali
Siska langsung membuka selimut dan memasangkan selimut tersebut ke tubuhnya
"Badanmu keringatan ,kau keringat dingin ini Astaga"
AC sudah di matikan dan kini Arjuna sudah seperti dadar gulung saja yang di berikan kain berlapis-lapis oleh Siska
"Bagaimana sekarang ? apa kau masih kedinginan ,aku sudah mematikan AC nya "
Siska nampak puas dengan apa yang ia lakukan
Arjuna hanya menjawab datar "Ya ini lebih baik terimakasih "
Sungguh tak seperti yang ia harapkan ia berpikir Siska akan langsung memeluk dan mendekapnya ternyata malah seperti dadar gulung
"Pokoknya jangan kau lepas itu akan memberikan kehangatan yang lama , setelah itu kau akan baik-baik saja "
Arjuna sudah tak tahan sebenarnya karena ini benar-benar sudah sangat panas sekali, tapi jika ia membuka nya sekarang. nanti akan ketahuan jika ia sedang membohongi Siska dan itu akan semakin membuat semua pasti akan membuat Siska marah
"Aku tak mungkin membuat ia marah ,bisa -bisa ia akan menghajar wajah ku nanti "
Siska langsung duduk di hadapan nya
"Jika tak bisa pulang hari ini tak masalah ,atau jika kau mau aku yang akan menyetir mobil pulang hari ini "
Arjuna langsung pasrah saja ia berharap hari ini masih bisa berduaan dengan Siska tapi jika ia tetap memaksa apa boleh buat
"Tapi bagaimana aku bisa pulang jika terkena angin dan AC mobil aku pasti akan menggigil "
Siska berpikir "Benar juga ,tapi jika tak di paksakan mau sampai kapan berada di sini "
Arjuna tersenyum ,dan berharap semoga malam ini akan sangat panjang ,kapan lagi bukan bisa berduaan dengan Siska dalam satu kamar , mereka tak pernah sedekat ini sebelum nya
"Aku lapar, bisa kah kau mengambil makanan di luar sana "
"Baiklah kau makan apa akan aku bawakan"
__ADS_1
"Terserah kau saja aku ikut saja "
Siska membuka pintu kamar , dalam hitungan ketiga Arjuna langsung membuka selimut nya
"Argghhhhhhhh panas sekali "menghidupkan AC dan menelpon manajemen hotel agar permintaan makanan yang di pesan oleh Siska agak lama sedikit
Dengan cepat Arjuna pun langsung mandi karena badannya sudah enaakan obat penurun panas tersebut bereaksi sangat cepat
"Argghhhhhhhh Segarnya "
Arjuna langsung kembali memakai jaket dan menyelimuti dirinya , tubuh nya sudah wangi dan segar kembali
"Ini makanan nya "
Arjuna membukakan mulutnya
"Apa kau tak bisa makan sendiri ?"
"Jika aku membuka selimut ini maka aku akan kedinginan,tapi jika kau tak mau tak masalah aku akan menyuruh orang saja kemari untuk mengurusi aku ,dan kau bisa pulang hari ini "
Arjuna sengaja mengiba
"Ya sudahlah biar aku saja yang menyuapkan mu tak usah khawatir aku akan bekerja dengan baik "
Duduk di samping Arjuna
"Buka cepat mulutnya "
"Tapi itu masih panas "
"Iya biar di tiupin dulu , ini "
"Bagaimana enak ?"
"Lagi ..."
Merepotkan saja !
"Ayo cepat habiskan semuanya "
Siska menyumbat semua makanan masuk kedalam mulut Arjuna padahal makanan di mulut nya masih penuh
"Oke baiklah sudah selesai "
Siska pun berbaring di samping Arjuna
"Aku ngantuk sekali karena bangun terlalu pagi "
Dalam hitungan detik Siska kembali memejamkan matanya
Arjuna yang tak tahan dengan semua nya pun langsung saja menerkam Siska ,
"Arjuna apa yang sedang kau lakukan ha, lepas kan "
Tindihan tubuh Arya bukan tandingannya
"Kau memberikan aku makanan apa ha , semua tubuh ku terasa Benar-benar panas sekali "
Sambil membuka seluruh pakaiannya
"Aku tak memberikan mu apapun !"
__ADS_1
Siska panik sekali
Arjuna bertindak Sangat liar sekali. bagaimana pun dia adalah laki-laki normal ia menciumi seluruh tubuh Siska
"Arjuna hentikan !"
Tapi Arjuna terus saja hingga akhirnya Siska melemah dan melambaikan bendera kekalahan
"Kau milikku seutuhnya "
Arjuna langsung tergeletak puas dengan semua nya
Sedangkan Siska terdiam, semua yang berada didalam kamar tersebut terlihat berantakan sekali
Mereka tertidur hingga sore hari
"Ayo bangun kita akan pulang sore ini "
Siska langsung berdiri dengan menahan perih di tubuhnya namun ia sama sekali tak memarahi Arjuna ,cuma tak bisa di pungkiri ia tampak benar-benar kacau sekali
"Pulang naik apa ?"
"helikopter pribadi ku sudah menunggu "
Siska Melihat bercak darah yang menandakan pembobolan itu telah berhasil di lalui Arjuna dengan mulus sekali
Ya benar itu hak nya ,tak ada yang perlu aku sesali ,ia menolong keluarga ku dengan uang sebanyak itu , tak apa lah ini sudah menjadi takdirku
"Ayo bangun ..."
Arjuna nampak tampan dan bahagia semua pakaian dan koper sudah ia bereskan
"Baiklah aku mandi dulu "
Berjalan dengan sedikit mengangkang Karena perih yang teramat sangat terasa ,
"Aku mau mengganti pakaian keluar lah dulu "
"Ganti saja bukankah aku ini suami mu dan aku adalah istri ku lagi pula kita sudah bersatu kan .."
Yah bersatu tanpa cinta kau memaksa ku , untuk kedua kalinya , tak apa aku baik-baik saja
sialan !
"Tak usah mengumpat di dalam hati,jika kau tadi juga menikmati nya "
Wajah Siska tersipu malu , dan memerah
"Bisa-bisa nya kau juga membuat aku menjadi malu "
Arjuna mendekati Siska
"Maafkan aku ,aku lepas kendali tapi aku janji aku tak akan melakukan nya lagi , maafkan aku, aku akan keluar dari kamar ,aku menunggu mu di depan"
"Sialan hanya maaf saja ,kau tau ini adalah mahkota berharga bagiku yang selama ini aku jaga ,dan hebat aku sudah tak ada harganya lagi di hadapannya "
Arjuna tersenyum puas dan bahagia sekali hari ini meski dengan segala rencana besar nya
akhirnya Siska menjadi milik nya seutuhnya
"Saat ini aku memenangkan fisiknya tinggal bagaimana cara masuk kedalam hati nya , selangkah lagi , semangat Arjuna"
__ADS_1