
Rima merasa sangat panik kenapa Dimas tak mengangkat telpon nya malam-malam begini
belum lagi ia sampai menelpon mami Dimas ,
tapi lagi-lagi ia mendapatkan jawaban jika Dimas belum pulang malam ini ,Rima pun semakin khawatir sehingga ia memutuskan untuk menelpon Siska
Kring..
kring...
Arjuna yang habis mandi langsung tersenypum dan tertidur di samping Siska
tapi ia langsung kaget saat mendengar suara ponsel milik Siska
"Siapa yang menelepon malam-malam begini ?"
Arjuna tak tega membangun kan istrinya
ia melihat di layar ponsel Siska
"Rima ? ada apa dia menelpon malam-malam begini "
menekan tombol yes
"Iya halo ?"
"Siska apa kau tau di mana kak Dimas , berada ?"
"Halo ,maaf Siska nya sedang tidur , sebaiknya kau menelpon besok pagi saja "
"Maaf menganggu kalian ,apa kah itu kau Arjuna ?"
Rima langsung kaget , ponsel Siska bisa berada di tangan Arjuna
"Benar ini aku lalu siapa lagi "
"Oh baiklah maafkan aku menganggu "
Rima langsung buru-buru mematikan ponsel nya
jelas saja jika suami istri berada dalam satu rumah malam-malam begini sudah di pastikan kemana arahnya
Rima pun langsung memutuskan untuk di antar kerumah Dimas malam-malam begini kepada adiknya
Karena kebetulan adiknya tahu jika kakaknya akan segera menikah
Melihat pintu pagar yang terbuka sedikit Rima memutuskan untuk masuk kedalam rumah sendiri an
"Kakak berjalan saja masuk kedalam ,kau cukup antar batas sini saja "
"Kakak tidak apa-apa sendirian , sepertinya mereka sudah tidur semua ?"
"Tidak apa-apa , kau pulang lah "
Adiknya pun segera pergi meninggalkan Rima di rumah Dimas ,
Rima melihat pintu terkunci ia tak tega membangun kan mami Dimas apa lagi ia tak melihat motor Dimas terparkir di depan
"Berarti Kak Dimas belum pulang ,kalau begitu aku akan menunggu saja di sini "
Rima duduk di teras setengah jam berlalu tapi Dimas tak kunjung datang juga
hingga membuat Rima tertidur di atas kursi
Brumm
__ADS_1
brum
Tak lama terdengar suara Auman motor sport memasuki halaman rumahnya tersebut
Dimas nampak berjalan dengan sempoyongan sekali , Sepertinya ia mabuk berat
ia melemparkan helmnya kesembarang arah
Rima langsung terbangun saat Dimas tak sengaja tersandung kakinya
"Kak Dimas ? kakak baru pulang ?"
Mulut Dimas Benar-benar bau alkohol
"Kau ?"
"Kak ,kakak dari mana , apa kak Dimas mabuk ?"
Dimas malah langsung melepaskan tangan Rima dari bahunya
"awas menjauhlah dari ku , jangan sentuh aku "
"Kak ini aku Rima , tunangan mu "
Rima berpikir mungkin karena pengaruh alkohol makanya ia memperlakukannya dengan Seperti itu
Namun ternyata Dimas malah mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Rima
"Tunangan ? kau mengatakan tunangan ku ,hahahaah jangan mimpi kau , aku tak mungkin memiliki tunangan seperti diri mu , lihatlah dirimu itu sama sekali bukan tipe ku
wajah mu bulat , dan aku tak menyukai mu "
"Kak Dimas apa yang kau katakan ? kau ini ngomong nya ngelantur , ayo cepat "
tapi kali ini Dimas membentak Rima
"Menjauh lah dariku ,aku bilang kau menjauh lah aku sama sekali tak menyukai mu , percuma saja kau berada di sini karena aku tak akan pernah bisa mencintai orang seperti mu "
Duar....
Rima langsung meneteskan air mata , apa yang keluar dari mulut Dimas sangat menyakitkan baginya
"Kak Dimas apa yang kau katakan ini aku Rima tunangan mu ?"
"Hahaha tunangan ya, tunangan yang tak aku cintai, aku tak pernah mencintai mu Rima , setelah Anastasya Debora tak ada perempuan yang bisa mencuri hati ku lagi ,kau tau itu kan "
"Biasanya apa yang di ucapkan orang mabuk itu jujur "
Rima meneteskan air matanya ,gadis polos itu benar-benar terluka sekali dengan ucapan Dimas
"Jadi kau tak pernah benar-benar menyukai ku kak Dimas ?"
"Tentu saja tidak, apa kau punya kaca ?"
Sambil tertawa dan memandangi Rima
"Membayangkan wajah mu saja aku tak pernah kecuali suara kentut mu yang masih nyaring di pantai kala itu "
Dimas kembali tertawa
Rima menghapus air matanya lalu berucap lirih
"Seharusnya aku tau sejak awal siapa aku , aku tak mungkin bisa seperti Ana , aku saja yang terlalu memaksa agar kak Dimas menyukai ku , mungkin sebelum terlambat lebih baik aku kembali kan saja cincin ini padamu, aku tak mau menikah dengan orang yang tak mencintai ku , pernikahan itu sakral aku ingin menikah sekali seumur hidup ku , tapi ya sudahlah malam ini aku mendengar langsung dari mulut mu sendiri "
Rima melepaskan cincinnya ,lalu memberikan nya pada Dimas , tapi Dimas malah melemparkan nya kesembarang arah
__ADS_1
"Sekarang tunggu apa lagi ha ? ayo cepat pergi dari hadapan ku , percuma saja kau berdiri di sini tak merubah apapun juga ,ayo cepat hus..hus sana "
Meniup dengan kedua tangannya seperti meniup butiran debu
"Maaf kan aku telah menganggu hidup mu dan membuang-buang waktumu selama ini ,aku janji ini pertemuan terakhir kita kak ,aku tidak akan pernah muncul lagi di hadapan ku lagi !"
Rima langsung pergi dengan tangisan air mata yang berderai begitu deras . hatinya benar-benar hancur sekali, pertama kali jatuh cinta dan rasanya langsung sesakit ini
Mami nya yang sedang tidur mendengar suara ribut-ribut di depan rumah nya,ia melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari ,
"Ah apa itu Dimas "
Maminya langsung membuka pintu rumah Karena memang mereka sudah tak memperkerjakan pembantu lagi di rumah nya
maksud maminya setelah menikah ada Rima yang bisa membantu nya nanti setelah menikah dengan Dimas nanti ,maminya sangat menyukai Rima karena sifat nya yang penurut dan juga tidak cerewet seperti Siska yang keras kepala itu
Dimas Nampak sedang terbaring di lantai
"Astagaaaaa Dimas ? apa kau mabuk ? "
Mami nya mengguncang tubuh Dimas ,tapi sayang sekali ,Dimas bukan anak kecil lagi yang bisa di gendong dengan mudah "
Nafas maminya terlihat tersengal-sengal
"Dimas mami tidak sanggup mengangkat mu , oke tunggu sebentar "
Maminya masuk kedalam dan mengambil kan selimut dan bantal
"Sekarang kau bisa tidur dengan tenang ,huh "
Maminya langsung menutup pintu
Dan Dimas malam ini tertidur di atas lantai dengan bantal dan selimut sama seperti Arya yang ia tertawa kan malam ini .
Rima langsung berjalan kaki sendirian ia menangis tersedu-sedu
ia duduk di trotoar jalan sempat di kira penjaja cinta oleh pencari nafsu ibu kota , tapi untungnya mama kandung nya baru saja pulang dari acara sosialita nya ,dan kaget saat melihat putrinya duduk di samping trotoar itu
"Bukankah itu Rima ?'
Menepikan mobilnya .
.....
Hoammmm... sayang kuh reader tercinta
Author amat menyayangi kalian
mengenai beberapa komentar kekecewaan yang kalian lontarkan untuk author ...
hmm author terima dengan baik
mau negatif atau pun positif ,namun author berharap gunakan lah jari jemari kalian untuk berkomentar dengan bijak
semua alur sudah author pikirkan dengan baik
tugas kalian ,komen ,like dan vote ya ....hehehe....
Masih betah kah???
wkwkwkwk 🤣🤣
untuk Mas Chekopita author sangat mengapresiasi sekali , author sangat sayang dengan reader apa lagi kalian pembaca adalah patner , kritikus terbaik untuk saya khususnya ,
Semoga kita semua selalu sehat dan dijauhkan dari virus-virus yang berada di sekitar kita ya...aaaminnnn
__ADS_1