Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 246


__ADS_3

Arika pun langsung mematikan telponnya sekarang. dan tinggal ia dan Bian saja yang masih saling menelpon satu sama lainnya.


"Sekarang cepat kirimkan video yang kau maksud itu, aku ingin melihatnya"


pinta Arika dengan memaksa


Waduh, bagaimana ini, mana mungkin aku mengirimkan ia video dewasa itu, lagi pula aku tak memilikinya, apa aku perlu meminta kirim lagi, ya ampun Arika pengetahuanmu ini benar-benar sangat kurang sekali, seharusnya kau bisa lebih tau pengetahuan yang lain, aku sungguh tak mengerti sekali apa yang ada didalam otakmu itu. masa iya harus aku yang memberikan edukasi untukmu inikan tidak lucu jadinya, hadeh...


"Mana cepatlah kirimkan video yang kau maksud, jangan sampai aku memikirkan apa yang terjadi pada mama dan Papa ini jadi aku tak bisa berkonsentrasi, ingatlah kau sudah berjanji untuk memberikannya"


masih memaksa


Gawat bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan untuk membuat ia tak bertanya lagi soal video itu, sungguh kepalaku benar-benar sangat pusing sekali,mana mungkin aku melakukan hal-hal yang bodoh seperti ini


"Iya sebentar aku akan mencarikan videonya untukmu dulu, tunggu sebentar ya!"


baiklah aku akan mengulur waktu agak lama dulu, sebelum mengatakan jika video itu sudah aku hapus dulu, baiklah ...


Ada sekitar sepuluh menit Bian berpura-pura mencari video tersebut


"Lama sekali, mana videonya?"


"Iya ini sebentar lagi di cari, soalnya sudah lama sekali videonya"


Kacau bagaimana ini , ngebet sekali mau nonton video dewasa aja, aih ...


Arika benar-benar hilang kesabarannya


Dia benar-benar membuat aku semakin emosi saja, Jangan-jangan ia sengaja mempermainkan aku saja, baiklah aku akan mencoba untuk bersabar dalam beberapa detik saja ya"


Menggigit giginya menahan amarah


Baiklah sebaiknya langsung saja aku katakan ya


"Kenapa kau diam saja ha? aku rasa kau ini sengaja mengalihkan pembicaraanku dengan Mama ya, Karena takut kalau ternyata ini hanyalah akal-akalan kamu saja ya kan?"


Bian langsung menggelengkan kepalanya


"Ya ampun, baru saja mau aku kirim vidoenya, tapi karena kamu marah-marah, videonya hilang lagi kan ini hadeh..."


Arika yang sudah kehilangan rasa sabarnya karena merasa dipermainkan oleh Bian langsung marah besar padanya


"Diam! dan jangan banyak bicara lagi.kau ini sudah berani sekali dari tadi ya, membuat aku menunggu, baiklah kau tunggu aku pulang, kita akan selesaikan semua masalah ini paham!"


Tit...


ponsel terputus "Halo... halo ...."


Bian beberapa kali berteriak-teriak tapi Arika sama sekali tak menjawab telponnya


"Kebiasaan sekali dia, saat orang sedang menelpon ia langsung matikan. lihatlah ia jangan berharap aku akan menelponnya lagi,heran sekali aku, susah sekali untuk dijelaskan. tau apa nggak jika Mamanya itu pengantin baru,masih juga di ganggu suara apa, itu yang harus dipelajari lebih lanjut. mengedukasi bagaimana seharusnya anak-anak muda tau bagaimana cara berbagai macam suara"


Bian langsung menggelengkan kepalanya


Dengan sangat kesal sekali


Baru saja Bian ingin menaruh handponenya, ponselnya langsung kembali berdering


"Nah, lihatlah ia Sendiri yang akhirnya menghubungiku, sudah aku katakan, jika ia yang sebenarnya diam-diam menyukai ketampananku" ucap Bian dengan sangat percaya diri sekali, tapi baru saja ia akan mengangkat telponnya, Bian dikagetkan dengan nama yang tertera dilayar tersebut


"Karin? ah ternyata anak ini hanya bisa merusak ekspektasi ku saja, hadeh...


kenapa lagi ia menelpon malam-malam begini, menganggu saja"


Bian sebenarnya sangat malas sekali untuk mengangkat telponnya, tapi dari pada Karin nanti berteriak terlalu keras, yang akan membuat kepalanya pusing, ia pun langsung mengangkat telponnya


"Halo, ada apa adikku tersayang?"


"Kak Bian, tolong ya... tolonglah jangan berisik, Karin nggak bisa tidur nih,kalau lagi berantem sama kak Arika jangan besar -besar suaranya!"


Karin langsung mematikan ponselnya dengan segera


Bian benar-benar sangat kaget sekali karena Karin yang marah-marah padanya itu.


"Astaga, masa iya suara si ganteng Bian terdengar sampai ke telinganya Karin?"


Bian pun langsung menutup mulutnya,


"Gawat ini jangan'-jangan tak hanya karin saja, bisa jadi Mama dan Papa ada juga didepan tadi!"


Bian pun langsung dengan perlahan -lahan, membuka pintu kamarnya untuk meastikan jika tak ada orang lain selain Karin yang mendengar ucapannya tadi, karena bisa kacau jika sampai ada yang tau ia berbicara sekeras itu terutama mama dan papanya, bisa terbongkar semua rahasia yang ia simpan selama ini,jika ia hanya baik pada saat sedang berada didalam rumah saja, tapi jika ia sudah berada di luar rumah maka kelakuannya sudah tak bisa dikendalikan lagi.


"Aduh, untunglah tak ada siapapun huh ..."


menghela nafas panjang dengan bersandar didinding ia berulang kali mengelus dadanya


"Sebaiknya aku istirahat saja dulu, biar besok pikiran lebih segar lagi"


Bian langsung menutup pintu kamarnya lagi


"Syukurlah tak bisa aku bayangkan sampai ada yang mendengarkan aku tadi"


.....


Arika langsung melemparkan tubuhnya di atas sofa, ia kembali berpikir dengan sangat keras sekali


"Aku sungguh sangat marah sekali, bisa-bisanya Bian yang gila itu, mengatakan akan ada pernikahan setelah aku pulang nanti, apa dia pikir aku ini bukan manusia yang tidak punya perasaan? ,Halah... dia selalu saja sok tau, bilang saja ia mau mendengarkan suaraku, katakan saja Bian, jika aku ini memang menarik hatimu kan?"


Mencoba menghibur hatinya.


namun tiba-tiba dia terdiam dan memikirkan kembali apa yang diucapkan oleh Bian tersebut


"Bagaimana jika apa yang ia katakan itu benar!, soalnya ia tidak akan menelponku jika itu tidak benar" Arika mulai cemas, tak bisa ia bayangkan jika ia harus menikah muda dengan laki-laki yang sangat ia tak suka, belum lagi sikap Bian yang sama sekali tak satu frekuensi dengannya.


"Ya Tuhan ini sangat gawat sekali, aku harus bagaimana? atau aku harus segera menghubungi Alea saja untuk bertanya, pasti ia tau jika ada sesuatu yang dibicarakan Mama, oke baiklah, aku harus menghubungi Alea, saja meski sudah tengah malam aku yakin Alea masih bangun ini"


Arika langsung menelpon Alea, kebetulan malam ini Alea dan Raja sedang mengobrol berdua diteras rumah Siska, karena malam ini Alea tak bisa tidur juga, di tambah pula Arya lagi tidak ada. apa lagi tadi Raja di suruh mengantarkan masakan yang dibuatkan oleh Rima untuknya, kebetulan yang sangat indah untuk Alea malam ini saat ia sedang duduk di teras ada Raja yang menemaninya


"Apa yang kamu lakukan duduk sendirian disini?"


"Menunggu bintang jatuh"


ucap Alea dengan enteng


"Jangan lah, kalau ia jatuh nanti rumah-rumah disekitar sini ikut hancur, kamu tau tidak ukuran bintang yang asli itu sangat besar sekali "


"Iya aku tau, Karena langit itu tinggi sekali jadinya terlihat begitu kecil kan?"


"Ternyata kamu paham juga ya ilmu perbintangan?"


"Halah, itu bukannya ilmu perbintangan, namanya juga benda langit tentu saja kita semua mengetahuinya"

__ADS_1


Lagi-lagi Raja gagal kelihatan cerdas didepan Alea yang brilian.


Ehem.. ternyata susah juga untuk menggombalinya, padahal aku sangat ingin sekali melihat ia klepek-klepek dihadapanku


Raja tak habis akalny bagaimana caranya untuk membuat Alea terpesona padanya malam itu.karena Alea sama sekali tak diperbolehkan untuk berbicara dengan laki-laki sampai larut malam begini, untunglah status mereka saat ini adalah sepupu, ya sepupu tiri lebih tepatnya, karena ia bukanlah anak kandung Dimas, begitu juga Arika bukan anak kandung Siska, jalan mulus seperti jalan tol sudah berada dihadapan mereka


"Alea coba kau pandangi langit itu, apa yang kau lihat?"


"Langit diatas kita?"


Alea heran, karena sebenarnya ia sudah mengantuk sekali.tapi Raja masih terus saja bersemangat mengajaknya untuk mengobrol,


walaupun rasa kantuknya akhirnya mengalahkan rasa sukanya


"Iya lah langit diatas kita, kalau dibawah kita ini namanya bumi!"


ucap Alea dengan tersenyum manis


Deg...


Senyuman manisnya saja sudah membuat aku klepek... klepek tak terkira, oh masa depanku yang indah


"Coba kau lihat, diatas itu Bintang begitu terang sekali, dan cahayanya benar-benar begitu sangat indah ya kan Alea"


"Perasaan semua bintang sama saja deh ..."


ucap Alea yang tak mengerti jika sebenarnya Raja sedang merayunya


Ternyata dia ini benar-benar susah untuk di rayu ya, hadeh.. Alea...kau ini benar-benar sungguh tak mengerti ya ...


"Bukan, coba lihat baik-baik diatas sana, ada satu bintang yang hilang, coba lihatlah disana"


menunjuk keatas langit


"Yang mana sih ..."


Melihat keatas langit untuk mencari bintang yang dimaksud oleh Raja itu, kepalanya Alea sampai harus berputar-putar kekiri dan kekanan.


Tangan Raja langsung menunjuk keatas


"Itu dia ...."


"Yang mana?"


"Ini lihat kemana arah tanganku, jangan jauhkan pandangan matamu dari tanganku ini, perhatikan baik-baik ya?"


Alea mengikuti tangan Raja yang sengaja ia putar-putar, lalu sesuatu yang manis terjadi,


Raja langsung mengarahkan telunjuknya tepat kedepan hidung Alea yang runcing itu


"Ini bintang yang paling bersinar yang aku maksud"


sambil membentuk simbol sarangheo,


khas Korea. kalau di negara kita Indonesia simbol 'Minta fulus' lebih tepatnya


Wajah Alea langsung merah, Karena ini adalah hal pertama kali yang terjadi padanya,namun Alea tak berbesar kepala.soalnya yang mengetahui simbol sarangheo itu hanya anak-anak K-Pop saja, sedangkan Alea tau Raja tak mungkin bagian dari komunitas itu


Alea jangan besar kepala dulu,bisa saja itu simbol yang lain, jangan ya, ...


"Ya ampun Raja,bisa saja"


ucap Alea sambil mengeruk isi kantongnya dan mengeluarkan sesuatu


memberikan uang pada Raja, ia pikir Raja tak tau jika simbol itu adalah simbol ungkapan cinta bagi orang Korea,


Raja langsung menutup wajahnya sambil tertawa "Astaga gadis ini benar-benar unik sekali, ia lugu atau polos sih, hadeh....."


"Jadi kamu tak tahu ini simbol apa?"tanya Raja


"Ya tau lah, kan simbol itu sesuai tempatnya, dimana ia berlabuh,jika di Korea artinya aku cinta kamu, kalau di indonesia kan artinya mana uangnya"


Raja dan Alea sama-sama tertawa geli melihat tingkah mereka masing-masing


Lalu Raja mulai bertanya "Alea aku boleh bertanya tidak?"


"Ya tanyalah apa yang ingin kau tanyakan padaku"


Raja terdiam, tapi ini adalah kesempatan emas untuknya bisa tau lebih banyak tentang gadis yang ads dihadapannya ini, apa lagi ia sudah jatuh hati pada pesona Alea sejak pertama ia menjadi Cinderella sepatu boot saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus kala itu


Sebenarnya aku ingin sekali bertanya soal laki-laki itu, namun ya sudahlah itu tidak terlalu penting juga, aku tak peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya, aku juga tak perduli dia mau seperti apa, karena cinta tak perlu alasan untuk itu


"Jadi kamu sebenernya pernah pacaran?"


Alea tertawa" pertanyaan yang lucu sekali, tapi asal kau tau saja, Seumur hidupku aku baru kali ini bisa bicara berduaan dengan laki-laki sampai selarut ini ya kamu"


"Ah yang benar, masa iya perempuan secantik kamu tak pernah bicara dengan laki-laki lain


Alea tertawa "Ya itulah kenyataannya, aku sejak kecil selalu dimasukkan Papa disekolah khusus wanita, baru kuliah ini saja aku dibolehkan kuliah di tempat umum, biasanya jangan ditanya "


"Lalu kenapa akhirnya di bolehkan sama Papamu?"


Raja benar-benar sangat antusias sekali untuk mendengarkan semuanya cerita dari bibir manis Alea


" itu semua karena jurusan kuliah yang aku minati adanya di kampus umum, akhirnya Papa menyarankan aku untuk kuliah di kampusnya, ya aku sangat bahagia sekali, untunglah aku gampang menyesuaikan diri, jadinya ya gitulah aku gampang mendapatkan teman laki-laki dan perempuan"


"Dan aku dan Arika salah satunya ya kan?"


raja Tersenyum bahagia


" kalau aku boleh tau aku memiliki dua pertanyaan dan kau harus menjawabnya dengan alasan yang sesuai dengan pandanganmu ya?"


"Baiklah tanya saja, sebelum setiap pertanyaan yang ingin kau ajukan itu harus dibayar"


ucap Alea dengan bersungguh-sungguh.


"Baiklah aku ingin tau, apa yang kau pilih?"


"Harta atau cinta?"


"Tentu saja cinta"


"Kenapa memilih cinta? bukannya cinta itu tak akan membuat kita kenyang kalau tidak ada harta?"


Alea tersenyum " cinta akan mendatangkan harta, karena rasa cinta tak akan membuat seseorang yang ia cintai menjadi sia-sia"


Raja benar-benar tertegun dengan jawaban yang diberikan oleh Alea


"Cinta atau kebahagiaan?"


"Cinta lagi, Karena kebahagiaan tanpa cinta hany sia-sia saja, mereka yang bahagia belum tentu punya cinta,tapi rasa cinta akan menimbulkan kebahagiaan yang sesungguhnya"

__ADS_1


Raja terdiam kembali


Jawaban cerdas ia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Tuhan untuk melengkapi dunia ku sungguh ia benar-benar sangat istimewa sekali.


"Ada lagi yang mau kau tanyakan padaku?"


"Tentu saja, masih ada lima pertanyaan lagi yang ingin aku tanyakan"


"Baiklah lanjutkan..."


Alea tersenyum manis, karena ia memang sangat hobi sekali untuk berdebat


"Baiklah bagaimana kau menggambarkan sosok perempuan yang telah melahirkanmu kedunia ini?"


Wajah Alea yang ceria mendadak sedih


Raja langsung tak enak hati


"Maafkan aku Alea jika kau tak mau menjawab pertanyaan ini tak masalah tai apa-apa juga"


Alea tersenyum "Aku tidak pernah tidak menepati janjiku, kalau aku mengatakan akan menjawab semuanya maka sudah aku pastikan aku akan menjawabnya"


"Baiklah lanjutkan". lagi-lagi Raja tertegun dengan jawaban Alea


Sungguh aku tak menyangka jika ia memiliki prinsip yang sangat luar biasa sekali,aku tak menyangka jika gadis ini sungguh berbeda dari semua gadis yang pernah aku temui sebelumnya.kebanyakan mereka lebih memilih logika ketimbang cinta


Alea melanjutkan jawabannya


"Aku terlahir di dunia ini tanpa sosok ibu yang tak pernah sama sekali aku lihat, Tapi aku sangat tau pengorbanannya untuk melahirkan aku kedunia ini dan aku sangat bahagia bisa memiliki ibu terhebat seperti ibuku ini"


Mata Alea nampak berkaca-kaca sekali


Raja sangat paham sekali bagaimana rasanya,


bahkan ia tau bahwa dibalik keceriaan Alea ia menyimpan perasaan sedih yang sangat luar biasa sekali


"lanjut pertanyaan berikutnya lagi?"


"Ya lanjutkan lah.."


"Oke baik ada empat pertanyaan lagi, aku ingin tau bagaimana pandanganmu.terhadap orang yang dewasa umurnya, dan orang yang dewasa sikapnya padahal masih sangat muda, bagaimana menurutmu?"


"Dewasa itu bukan soal usia, tapi soal pandangan hidup, banyak kok yang masih muda tapi sudah dewasa, mungkin karena pemikirannya sudah jauh kedepan, begitu juga yang sudah tua banyak yang masih bersikap kekanak-kanakan, banyak contohnya para orang tua yang tak dewasa dalam bersikap, kesimpulannya adalah, dewasa itu soal sikap bukan soal usia, karena usia tua saja tidak menjamin kedewasaan seseorang"


Alea tersenyum pada Raja


"Apa jawabanku ini cukup puas?"


"Baiklah lanjutkan pertanyaan ketiga, jadi tinggal sisa dua lagi"


Alea tersenyum manis "Ayo apa lagi?"


"Bagaimana jika kamu diharuskan memilih cinta atau orang tua?"


Alea tertunduk diam, lalu ia menjawab


"Cinta kepada makhluk itu tidak kekal, tapi aku percaya ada satu makhluk didunia ini doanya yang langsung di ijabah oleh sang pencipta yaitu doa orang tua untuk anaknya, tak ada cinta yang tulus selain cinta orang tua pada anaknya, aku memilih cinta pada orang tua, apa lagi saat sebelum menikah restu orang tua adalah syarat mutlak untuk setiap anak perempuannya untuk bisa menembus surga,


aku memilih cinta pada orang tua, Karena orang tua pasti tau yang terbaik untuk anaknya, tak ada orang tu yang ingin menjerumuskan anaknya ketempat yang buruk, aku percaya restu dan doa orang tua merupakan keajaiban yang ditunjukkan Tuhan di atas dunia ini, kesimpulannya adalah aku memilih cinta pada orang tua tanpa syarat, karena aku tak akan bisa hidup tanpa kasih sayang orang tua"


Raja langsung menjawab "Kalau ini pandangan kita berbeda ya"


Raja tersenyum


"Berbeda? maksudnya bagaimana?"


"Kalau aku memilih mempertahankan cintaku, karena apa? karena cinta aku yang memilihnya, kenapa? karena rasa cinta anak kepada orang tua itu tak akan lekang oleh waktu, itu bukanlah alasan untuk memilih mereka, orang tua adalah cinta yang sesungguhnya, namun cinta yang aku temui adalah cinta yang akan menjadi tanggung jawab ku sampai ke alam yang kekal, cintaku adalah untuk seorang perempuan yang akan aku tanggung hingga di akhirat kelak"


Alea tersenyum, "Semua orang berhak atas pendapatnya masing-masing, jadi kita tak perlu alasan untuk memaksakan pendapat masing-masing orang"


Raja mengangguk setuju


"Baiklah dua pertanyaan lagi, Kalau kau disuruh memilih memilih antara bekerja atau mengasuh anak di rumah saja?"


Alea terdiam "Ini pertanyaan yang sulit, karena kedepannya kan kita tidak tau kehidupan seperti apa yang berada dihadapan kita, contohnya saja begini, semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya,tapi jika kondisi rumah tangga mereka harus memaksa sang ibu untuk bekerja, ya mau bagaimana lagi kan. tentu saja ia akan mencari nafkah juga untuk membantu perekonomian keluarga"


Raja terdiam


Apa dia pikir aku ini tidak mampu untuk memberikan nafkah untuknya nanti ya, sampai berpikiran sejauh itu, ia bahkan nanti tak perlu melakukan apapun saat sudah menjadi Istriku nanti


Alea pun sama sebenarnya ia heran kenapa Raja dari tadi bertanya sesuatu yang mengarah kepada masalah hati, dan kehidupan.


Aku jadi merasa aneh saja kenapa raja dari tadi bertanya seputar cinta dan pilihan hidup, ah ini pertanyaan selanjutnya nanti tentang apa lagi ya?


"Jadi intinya apa jawabanmu Alea?"


"Tentu saja aku memilih tinggal di rumah saja, Untuk mengurus anak-anakku agar bisa aku awasi setiap tumbuh kembangnya itu, aku ingin melihat bagaimana ia bisa merangkak, berjalan dan memanggilku secara langsung"


"kalau begitu apa kau sudah siap jika sekarang harus menjadi seorang ibu?"


Alea langsung tertawa geli"apa ini pertanyaan terakhir yang harus aku jawab?"


Raja menggelengkan kepalanya"Bukan, ini anaknya pertanyaan awal tadi bagaimana apa kau setuju menjawabnya?"


"Oh ini artinya pertanyaan bonus ya?"


Tertawa


"Jawab saja, apa?"


"Bagaimana ya menjawabnya, jika dikatakan siap ya aku siap-siap saja, siapa yang tidak mau memiliki bayi yang lucu imut kan, apa lagi kodratnya perempuan itu adalah melahirkan anak kedunia ini, namun yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar aku lebih menyiapkan mentalku dulu, karena kalau aku orang kaya, aku bisa meminta baby sitter untuk menjaga bayiku, tapi kalau kehidupanku sama seperti Papa dan ibu ku sederhana, ya aku berarti harus menggunakan tenaga ekstra untuk merawat anak-anakku kelak"


Benar ternyata ia menganggap aku tidak memiliki kekayaan yamg banyak, apa dia pikir karena aku hanya memiliki motor yang aku pakai setiap harinya maka ia pikir aku tak memiliki uang, apa dia tidak tau harga motorku itu lebih mahal dari mobilnya


Raja menarik nafas dalam-dalam


"Jadi jawabannya siap atau tidak?"


Alea kembali tertawa "Pertanyaan yang aneh sekali dari tadi, ya tapi karena aku sudah berjanji untuk menjawab semuanya, baiklah aku akan jawab, aku sudah siap untuk menjadi ibu kucing". Alea tertawa renyah


Raja langsung terdiam


Dia main-main terus menjawabnya aku tidak bisa mendapatkan jawaban yang meyakinkan kalau begini


"Ayo lah Alea jawab yang benar!"


"Ya aku jawab dengan benar lah ini, aku sudah katakan bahwa aku akan menjadi ibu dari anak-anak kucing dulu, agar aku tau bagaimana rasanya jadi seorang ibu, karena aku tak tahu bagaimana rasanya jadi ibu-ibu, aku harus belajar dari kucing. Bagaimana ia bisa menumbuhkan rasa sayang pada anak-anaknya yang banyak itu"


Raja menghela nafas panjang "Sepertinya untuk pertanyaan yang ini aku tau kesimpulan dari jawabanmu itu, adalah kau belum siap untuk menjadi ibu dari anak manusia sungguhan kan?".Alea tertawa


Aku siap Raja, kalau kau yang jadi Papa dari anak-anakku tapi,

__ADS_1


Ucap Alea di dalam hatinya.


__ADS_2