
Ibunda Arya tampak sangat cemas entah apa yang ada di dalam hatinya tapi ia benar-benar mengkhawatirkan gadis itu
"Arya ibu mengkhawatirkan nya ,biasa nya ia setiap hari akan menjenguk ibu tapi kenapa hari ini ia tidak datang "
Arya teringat jika tadi Alena tertidur di depan ruangannya ,
"Mm dia tadi tertidur atau sudah tak bernafas lagi ya "
Arya tersenyum bahagia membayangkan ia tak akan pernah di ikuti oleh bayang-bayang Alena lagi
Melihat Arya yang tersenyum sendiri ibunya langsung menepuk pundaknya
"Nak kau kenapa ?"
Menatap heran
"Oh tidak ada apa-apa Bu "
tersenyum lebar
"Nak ibu mau makan nasi goreng ,bisa kah kau menemani mencari nasi goreng malam ini "
Arya melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, meski Sebenarnya Arya sangat capek sekali ,tapi ia tak mau menjadi anak durhaka hanya gara-gara nasi goreng saja
"Baiklah ibu tunggu di rumah saja biar Arya saja yang membelikannya "
Tapi ibu nya terus memaksa , sebenarnya ibu nya bermaksud untuk mencari Alena , untunglah Arya berhasil untuk membujuk ibunya agar tetap di rumah saja
"Ibu sebaiknya ibu di rumah saja ,di luar itu dingin ,ingat ibu sudah tak muda lagi jika sampai ibu sakit nanti Arya juga yang repot jadi ibu harus menuruti kemauan Arya , jangankan nasi goreng Bu, gerobak - gerobak sama penjualnya mulai besok biar Arya suruh mangkal di depan rumah biar ibu nggak usah masak lagi "
Ibunya langsung tertawa ,"Kamu bisa aja , udah macam gerobak nasi goreng dong muka ibu kalau gitu "
"Ya udah ibu tunggu aja Arya keluar sebentar "
"Iya nak , hati-hati "
Malam semakin larut dan dingin sekali, Arya seorang diri keluar mencari nasi goreng untuk ibunya , sudah lama sekali ia tak keluar malam ,
semenjak ibunya kembali ,aroma dunia malam masih terbayang-bayang olehnya , meski ia baru menyadari saat ini jika dunia malam itu hanya membuang-buang waktu nya saja , bergelimang dengan banyak maksiat dan juga kehidupan yang gemerlapan , "Heh .. masa muda yang aku sia-siakan saja "
__ADS_1
Semua nya Benar-benar sudah ia lupakan dan Tinggalkan , melewati beberapa diskotik tempat ia selalu menghabiskan malam -malam nya , Sebelum ia mengenal Siska ,benar kata orang cinta bisa merubah segalanya , sisi positif cinta yang benar akan membuat manusia nya menjadi semakin baik ,tapi cinta yang salah akan menjerumuskan manusia ke hal-hal yang tidak berguna , pada dasarnya rasa cinta adalah perasaan suci yang tak boleh ternoda dengan hal -hal yang bercampur maksiat
" Heh Siska ,, ntahlah perempuan itu begitu istimewa , hanya ia satu-satunya wanjta yang tak pernah mengejar ku , meski akhirnya ia juga mencintai ku ,namun aku bukan seorang pecundang yang mau menghancurkan perempuan ,cinta itu menjaga bukan merusak jika aku mau main-main berapa banyak perempuan tolol diluar an sana ,yang bisa dengan mudah aku dapatkan "
ucapnya sambil menyetir
Cuaca malam yang dingin sampai menusuk tulang nya "Dingin sekali malam ini "
saat ia menoleh ia melihat Alena dengan seseorang laki-laki , membelakangi nya , laki-laki itu tampak memberikannya uang
"Bukankah dia makhluk gaib itu , dan ia masih memakai pakaian tadi di kampus , wah gila apa jangan-jangan ia seorang perempuan ...."
Nampak Alena tersenyum bahagia saat menerima uang tersebut
"Tapi laki-laki itu seperti nya sosok nya seperti ..ah tidak mungkin "
Karena Arya yang berada di tengah jalan membawa mobil dengan lambat sekali membuat ia kena marah pengguna jalan Lainnya
"Woyy Bambang bisa bawa mobil nggak !"
Arya langsung saja menepikan mobilnya ,karena merasa kesal dengan pengemudi tersebut
"Apa mau mu ha ?"
Tapi ternyata lelaki yang turun dari mobil itu , memiliki tubuh yang besar sekali dengan tato di sekujur tubuh nya , ia memakai baju tanpa lengan ,lalu membuka kaca mata hitam nya
ia berjalan dengan tegap sekali , rambutnya gimbal ,
"Aduh mati , badannya besar Kali "
Nyali Arya langsung ciut,apa lagi saat laki-laki itu datang mendekati nya
"Eh om apa kabar om " sapa Arya dengan baik
"Kau tadi mengatakan apa ha !"
memainkan kumisnya yang panjang
"Tidak ada aku hanya kagum saja dengan mobil om yang bagus itu "
__ADS_1
Arya sambil mencoba untuk bersikap ramah
Ya Tuhan selamatkan aku , dia bukan tandingan ku , ototnya kekar sekali
Tak lama terdengar seorang pria dari dalam mobil memanggil nya
"Sayang... kau lagi apa , ayo cepat masuk "
Arya terdiam , terlebih pada saat laki-laki di dalam mobil itu membukakan pintu mobil , laki-laki seusia nya hanya saja tubuh nya besar juga dengan otot nya yang besar
"Sayang ayo cepat ini sudah malam "
dengan genit sekali
"Baiklah sayang "
ucap laki-laki di depan Arya
Arya memegang dadanya karena kaget ternyata ia bukanlah laki-laki normal pada umumnya
laki-laki itu langsung pergi meninggalkan Arya tapi sebelum pergi ia mengedipkan matanya sambil menjulurkan lidahnya
"Kau tampan juga "
"Hii"Arya langsung merinding dan kembali masuk kedalam mobil meninggalkan tempat itu ,akhir nya ia berhenti untuk membelikan nasi goreng untuk ibunya ,
Sambil menunggu nasi goreng nya siap di masak , ingatan nya kembali muncul pada Alena ,meski sebenarnya ia sama sekali tak berniat untuk memikirkan perempuan itu ,namun ia melihat sangat jelas saat Alena begitu bahagia sekali menerima uang dari lelaki di pinggir jalan tersebut
"Ya aku yakin ia seorang pela*ur jalanan yang sedang menjajakan diri nya , hii Astagaaaaa ibu kau harus mengetahui nya "
Arya langsung merinding mengingat nya ,
"Ini mas "
"Oh iya ini uang nya , Kembaliannya Ambil saja "
"Terimakasih mas ya "
Penjual nasi goreng tersebut tampak bahagia karena dari tadi tak ada satupun orang yang mampir di gerobak nya
__ADS_1
Arya masuk kedalam mobil dan untuk pertama kalinya ia penasaran dengan Alena dan pria tadi ,ia memutar mobil nya kembali ke jalan tadi tapi sudah terlambat ia tak menemukan Alena kembali
"Arya apa yang kau lakukan ha , kenapa kau mencari nya , hii seharusnya kau bersyukur kau tau jika ia adalah perempuan yang.. Ups.. aku sendiri tak tega menyebutkan nya , hmm lalu untuk apa ia mengejar ku , apa benar karena cinta dan suka padaku , atau ia sedang mengincar apa ? mobil dan rumah ini , mm ibu harus melihat nya sendiri, malam besok aku yakin ia ada di tempat ini lagi , lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk nya ,dia telah menganggu ketenangan hidup ku !"