
"Cepatlah kau lihat apa ini yang kau sebutkan setan ?"
Membawa beberapa kepala patung dengan wig dikepalanya
"Lihat ini ? Sekarang bagaimana ?"
Arya yang awalnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya ,tapi saat ibunya menaruh monekin Tersebut didepan wajahnya ia langsung berubah menjadi malu sendiri
"Astaga cuma patung sialan ! siapa yang berani-beraninya menaruh Parung tersebut didalam kamarku Bu!
"Kau mau tau ?"
Ibunya berkacak pinggang dengan mata melotot
"Iya siapa Bu ?"
"Mau tau aja atau mau tau banget ?"
Ibunya bercanda
"Ibu berhentilah bermain-main Arya serius Bu "
Rengek Arya manja sambil memeluk pinggang ibunya
"Bikin malu saja sudah jadi calon ayah masih saja sikapnya seperti anak kecil , minggir dulu sana "
ibunya berusaha melepaskan pelukan Arya
"Ibu cepat katakan "
sambil memeluk ibunya dengan erat
"Tentu saja itu keinginan anakmu "
"Maksudnya Bu?"
Melepaskan pelukannya
"Ya tentu saja karena sedang mengandung anakmu makanya istrimu memiliki hobi yang aneh jangan sekalipun kau memarahinya Arya, karena ibu hamil itu harus bahagia ingat itu !"
Arya mengangguk "Iya Bu tapi aneh ya biasanya perempuan hamil ngidam ingin sekali makan-makanan enak, tapi dia malah ingin berpenampilan menarik "
Arya tampak keheranan
"Memang begitu Nak, setiap perempuan hamil punya perasaan dan keinginan berbeda-beda ,jadi tugas kamu sebagai seorang suami adalah menjaga dengan baik perasaan istri jangan sampai dia menjadi sedih , karena akan berpengaruh pada janin yang ia kandung , dan ingatlah Arya saat istri sedang hamil ,kau jangan sekali-kali membunuh binatang, itu pesan yang sudah turun-temurun diturunkan dari kakek buyutmu "
"Lah memangnya kenapa Bu?"
"Baiklah ibu akan bercerita sedikit , dulu dikampung ibu ada seorang laki-laki yang suka berburu , namun ia tak menyadari jika istrinya sedang hamil ,apa lagi zaman dahulu tak secanggih jaman sekarang , setelah itu ia tak Sengaja tertembak seekor monyet ,tak lama beberapa bulan istrinya melahirkan dan kau tau Nak , anaknya lahir persis sekali dengan monyet , hii amit-amit cabang bayi ,kau dengar nasehat ibu itu , memang semuanya kembali kepada yang maha kuasa tapi sebaiknya kau instrospeksi diri Nak agar anak yang dikandung Alena dapat menjadi pelita hati untuk keluarga "
Arya terdiam dan langsung manggut-manggut
Tak salah juga aku berbuat baik padanya demi anakku yang sedang berada didalam perutnya
Arya Langsung menaruh tangannya di dahi
"Siap ibu , aku akan melaksanakan tugas sebagai seorang ayah dan suami yang baik "
Alena yang berada didalam kamar mandi Tersenyum bahagia saat mendengarkan ucapan dari Arya Tersebut
"Terimakasih Tuhan dalam sisa hidupku ini kau berikan aku sesuatu yang manis , semoga kak Arya bisa terus manis sampai aku melahirkan anak ini , sehat terus anakku sayang"
Alena langsung melanjutkan mandinya ,meski saat ini rambutnya semakin banyak rontoknya , ia pun mencari siasat untuk segera keluar dari kamar mandi dengan berpura-pura melilitkan handuknya dikepalanya agar tak ketahuan
Cekrek....
Pintu terbuka dan terlihatlah bagaimana Alena keluar dengan wajah yang cerah meski sebenarnya ia sudah mulai sedikit demi sedikit merasakan sakit di dadanya
"Upps tunggu "
Arya menahan Alena
"Ada apa Kak?"
Ia dengan cepat membentangkan sebuah kain lap dilantai
"Ini kau lap dulu kakimu nanti licin "
'Terimakasih kak , sebenarnya kau tak perlu repot-repot melakukan ini kak,karena aku bisa melakukannya sendiri "
"Jangan begitu Alena kau harus diperlakukan istimewa karena aku tak mau anakku mengalami perasaan yang sedih didalam sana"
Terkesan lebay namun itu lebih baik daripada ia marah-marah pada Alena
ibunya Tersenyum
"Aku rasa ini lebih baik, daripada ia harus bersikap kasar , Semoga ini akan menjadi awal yang baik ya anakku"
Alena langsung masuk kedalam kamarnya , disusul Arya yang hendak melihatnya
" Cepatlah ganti pakaianmu kita akan pergi sebentar "
"Ini sudah mau malam kak kita mau kemana aku lelah "ucap Alena lembut untuk pertama kalinya ia menolak permintaan Arya karena ia benar-benar merasakan tubuhnya kelelahan
Anehnya Justru Arya tidak marah sama sekali
__ADS_1
ia langsung keluar dari kamar
"Baiklah kalau begitu istirahatlah ya , kau jangan sampai kelelahan aku tak mau jika sampai kau kenapa-kenapa , dan satu lagi jangan lupa makan yang banyak apapun makanan yang kau inginkan tolong segera kau katakan padaku apa kau mengerti ?"
Alena mengangguk ,ia memang lelah namun sebenarnya ia tak mau jika Arya melihat rambutnya yang rontok
Bug...
Pintu kamar ditutup oleh Arya , dan Alena langsung buru-buru membuka lilitan handuk dikepalanya ,dan sesuatu tak diinginkan pun terjadi akibat ia melilitkan rambutnya menggunakan handuk ia kaget saat melihat gumpalan rambutnya yang banyak terlepas
"Ya Tuhan ..."
Alena langsung buru-buru menyimpannya didalam tas dan ia langsung memilih wig berambut pendek berwarna coklat untuk ia pakai
"Ini lebih baik dan aku kelihatan begitu mempesona juga "
Alena menyemangati dirinya sendiri
Dan ia langsung beristirahat , rupanya karena terlalu bersemangat Arya langsung pergi keluar rumah waktu menunjukkan pukul lima sore ia bergegas untuk membeli sesuatu
"Bu Arya pergi sebentar ya, ibu tolong jaga Alena sebentar ya Bu "
"Iya jangan khawatir kau mau kemana Nak ? sepertinya buru-buru sekali "
" Tenang saja Bu Arya hanya ingin membeli sesuatu dulu , ibu tolong jaga rumah sebentar ya "
"Iya hati-hati di jalan ya ,dan ingat pesan ibu apapun yang kau lakukan saat istrimu sedang mengandung akan berimbas padanya jangan lupa Nak jaga sikapmu, hatimu dan juga imanmu"
"Siap ibu aku akan ingat selalu "
Arya mencium tangan ibunya dan langsung pergi keluar
Rupanya diam-diam Arya ingin pergi membeli perlengkapan bayi padahal usia kandungan Alena baru satu bulan ,Arya terlalu bersemangat sekali untuk menyambut kehadiran putrinya
ia menuju tempat perlengkapan bayi paling lengkap di kotanya , rupanya ditempat itu ia berpapasan juga dengan Siska dan Ana yang juga sama-sama sedang mencari perlengkapan bayi , Sepertinya Siska sengaja minta ditemani oleh Ana ,
nampaklah istri Aditya itu sambil menggendong putranya Bian di stroller
"Siska juga ada disini ?"
Wajah Arya berubah namun ia kembali teringat pesan ibunya
'Nak ingatlah apapun yang kau lakukan saat Istrimu sedang hamil maka akan berpengaruh pada janin yang dikandung istrimu '
Arya langsung memutar arah ia memilih masuk lewat jalan belakang karena tak mau bertemu dengan Siska
"Tentu saja aku tak mau nanti seisi rumah kaget saat Alena melahirkan dan anakku yang keluar nanti wajahnya malah mirip sekali dengan Siska , ya Tuhan "
Arya langsung berbelok arah , didalam Bebe shop tersebut ia begitu semangat sekali memilihkan pakaian bayi dan juga semuanya beberapa keranjang bayi dan semua peralatan yang menurutnya sangat lucu ia memilih dengan aksen warna biru muda ,dan dilengkapi dengan gambar kartun yang lucu-lucu gambar animasi seperti Barbie sengaja di campurkan oleh Arya, ntah kenapa ia memilih semuanya serba Barbie tanpa ia sadari rupanya belanjaanmya sangat banyak sekali hingga ia harus menyewa sebuah mobil pickup untuk membawanya
Arya Tersenyum sendiri melihat barang belanjaannya yang seperti orang mau pindahan itu
Pelayan pun mulai m ngangkut barang belanjaannya masuk kedalam mobil ,saat itu Arya tak sadar jika ia berdiri dibelakang mobil Siska ,
Tut..Tut...
Siska membunyikan klakson mobilnya
"Siapa lagi yang berdiri dibelakang mobil ini "
Siska nampak kesal
Ana pun berusaha untuk menenangkan Siska karena ia tau emosi ibu hamil itu sering tak stabil apa lagi seorang Siska hamil atau tidak hamil kondisinya memang sering tak stabil
"Sudah sabar dulu mungkin orang itu budeg, nggak kedengaran sudah tunggu saja lihatlah ia juga berbelanja banyak sekali sepertinya "
Melihat dari kaca spion mobilnya
"Aku turun saja dulu menyuruhnya untuk segera menyingkir dari belakang mobilku , menganggu saja, memangnya hanya dia saja yang kerepotan "
Ana memegang tangan Siska "Ingat kontrol emosi mu , kau sekarang sedang hamil jangan sampai karena emosi mu yang tak terkontrol ini
malah membuatmu menjadi tak stabil "
Siska langsung Tersenyum pada Ana "Jangan khawatir aku sudah bisa mengendalikan emosiku "
Siska turun dari mobil dan ia kaget saat melihat orang yang berdiri dibelakang mobilnya adalah Arya
"Kak Arya ?"
Arya menoleh sesuatu yang ingin ia hindari,tapi Siska sekarang malah berdiri dibelakangnya dengan perutnya yang sudah mulai nampak sedikit membesar
"Siska ?"
Arya menjadi salah tingkah terlebih ia fokus Melihat perut Siska
Perutnya sudah membesar anak Arjuna tumbuh dengan sehat pastinya didalam rahimnya dan aku yakin Siska selalu dicurahkan kasih sayang berlimpah dari Arjuna
"Kak bolehkah aku meminta kau bergeser karena mobilku mau keluar , terimakasih "
Tak dipungkiri Siska merasa kesal pada Arya apa lagi saat ia melihat Arya berbelanja banyak sekali untuk perlengkapan bayi ,dia tau pasti itu untuk Alena
Arya langsung melihat jika posisinya berada dibelakang mobil
"Astaga Maafkan aku , aku akan segera menyingkir "
__ADS_1
"Terimakasih " ucap Siska
ia pun langsung masuk kedalam mobil dengan wajah bertekuk , Ana langsung bertanya saat melihat wajah sahabatnya yang tak biasa itu
"Kau kenapa Siska "
Sambil menyetir Siska pun langsung memijak gas dengan cepat sekali
"Siska kau kenapa ?!"
Ana sampai marah
Siska pun mengendurkan gas mobilnya
"Kenapa dunia ini sangat sempit sekali "
menghela nafas panjang
Ana semakin penasaran saja
"Kau ini berbicara apa sih membuatku semakin pusing saja "
"Kau tau tidak jika orang yang berdiri dibelakang mobilku tadi adalah Arya ,dan dia juga yang berbelanja barang-barang sebanyak itu "
Ana langsung menyadari perubahan sikap sahabatnya itu ia pun harap maklum dan langsung mengalihkan pembicaraan yang lain Karena sebagai sahabat yang baik ia tak mau membuat Siska terus-menerus memikirkan laki -laki lain yang bukan suaminya ,meski memang sangat lah sulit jika harus menjadi Siska
"Mmm jadi kita akan langsung pulang , ah aku tiba-tiba kangen dengan Rima kenapa ia sama sekali tak pernah menghubungi kita lagi ya "
Obrolan Ana sama sekali tak direspon oleh Siska , Ana tau jika sekarang pikiran Siska sedang traveling kemana-mana
ia berusaha untuk mengalihkan perhatian Siska lagi ,ia langsung tersenyum dan mengajak Biak untuk mengobrol
"Bian sayang nanti semoga saja anak Tante Siska cowok ya biar bisa jadi teman Bian satu Genk Seperti mama dan Tante Siska ,nanti ya Nak ya "
Mendapatkan ucapan dari Ana ,Siska langsung tersenyum apa lagi ia sama sekali tak bisa menolak kelucuan Bian
"Tentu saja Bian nanti anak Tante dan Bian akan menjadi sahabat baik sama seperti mama
Bian"
Ana langsung menghela nafasnya ia berhasil membuat Siska kembali normal lagi emosinya , hanya sahabat yang baik yang tau bagaimana cara meredakan emosi sahabatnya
"Ya udah aku turun dikantor papa Bian aja deh Siska ,aku ingin memberikan kejutan kangen untuk suamiku "
Ana sengaja memancing Siska agar bisa menirukan tingkahnya apa lagi gedung kantor Arjuna berada tak jauh dari kantor Aditya
"Oh ya aku akan mengantarkan kalian kesana "
"Iya kebetulan ini jam makan siang aku mau membawakan makanan ini untuk Aditya, menunjukkan satu kotak makanan yang sengaja memang ia pesankan untuk Aditya tadi
Siska masih menyetir mobil dengan pikiran yang nampak kosong
Ana melihat belum ada juga respon dari Siska
"Mm kau tak sekalian mampir kekantor suamimu Siska untuk mengantarkan ia cemilan sore ini juga "
Ana sudah sampai dikantor Aditya dan ianoun turun
", Hati-hati Bian sampai bertemu lagi ya "
Siska melajukan mobilnya , Ana pun langsung berdoa
"Hmm semoga saja Siska mampir dulu dikantor Arjuna , aku tau Siska tau agama ia tak akan mungkin pernah mempermainkan pernikahan hanya demi sebuah perasaan , Siska kau pasti akan mengerti nanti jika Tuhan lebih tau apa yang terbaik untuk umatnya "
Mobil Siska menghilang dari pandangan , rupanya ia yang tadi seperti tidak kena saja dengan obrolan Ana , akhirnya mampir njuga di kantor Arjuna , meski tak sempat membelikan makan siang ia tau jika kehadirannya dikantor saja akan membatasi Arjuna menjadi bahagia "
Menginjakkan kaki dikantor Arjuna dan Siska kaget saat melihat ada poto wajahnya di logo perusahaan
"Astaga Arjuna kau bisa saja membuatku menjadi malu "
Para karyawan pun langsung mengenali dirinya
"Selamat sore ibu "
Sepertinya para karyawan sudah mulai pulang apa lagi ini akhir bulan terlihat masih banyak karyawan yang lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya
Baru saja Siska hendak naik keatas lift rupanya Arjuna sudah turun kebawah dan ia langsung tersenyum bahagia melihat Siska yang berada di kantornya
"Sayang kau kemari ?"
"Mas Arjuna"
menciumi tangan Arjuna , Siska memang akhir-akhir ini berubah karena permintaan Arjuna untuk bisa mendapatkan hatinya
"Sayang , kau sudah pulang berbelanja dengan Ana tadi"
Siska mengangguk "Sekarang ayo kita pulang ,biarkan mobilmu aku suruh orang saja yang membawanya , kita pulang Pakai mobilku saja ya "
mengelus kepala Siska
.
"Baiklah Mas terserah kau saja aku ikut bagaimana baiknya saja "
Para karyawan menatap iri pada Siska , bagaimana tidak Arjuna begitu mencintainya dengan segala perhatian dan kesabaran yang ia lakukan untuk mendapatkan cinta Siska
__ADS_1
Tangan Arjuna menggenggam tangan Siska mereka berdua pun berjalan keluar seperti Sepasang kekasih yang dimabuk cinta , keromantisan mereka nyata sekali namun soal hati memang tak ada yang tau