
Bian langsung mengintip dan melihat Arika yang sedang muntah-muntah
"Aduh kenapa lagi ada upil di hidung dalam suasana yang getir ini!"
ternyata Bian sengaja berpura-pura pingsan untuk mengerjai Arika, karena ia sangat kesal sekali dengan Arika yang telah menjepit sang jagoan dengan kedua pahanya
"Sungguh jorok sekali dia, bisa-bisanya upil sebesar itu tak kelihatan huekkk ...."
Arika memegang perutnya karena mual
Lalu ia mencuci wajahnya
"Baik Arika sebaiknya cepat kau tenangkan dirimu, setelah itu kau bisa melakukan apapun yang kau mau, lihat dulu keadaannya aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi padanya"
Arika langsung berdiri dan berjalan kembali kearah Bian yang masih terlihat seperti orang pingsan tersebut
"Bian, cepatlah kau bangun!, kau tau kau ini sungguh menyebalkan"
Arika kembali memeriksa nafas Bian
"Hah dia tak bernafas?"
Arika menaruh kepalanya di dada Bian
Astagaa lama sekali prosesnya cepat berikan aku segera pertolongan pertama, kalau lama-lama aku menahan nafas seperti ini bisa mati beneran aku
Bian mulai cemas
__ADS_1
"Baiklah aku harus segera memberikan pertolongan pertama padanya
dengan mengabaikan segalanya Arika langsung mencium bibir Bian untuk memberikan nafas buatan, Bian pun langsung tersenyum apa lagi Arika tak memiliki pengalaman apapun dalam mencium seseorang
ya Tuhan akhirnya aku merasakan ciuman setelah halal ini
Bian yang sejak tadi menahan nafas langsung melepaskannya tapi yang lebih mengagetkan malah keluar dari bawah
Butttttt.....duar....dar.....
Arika langsung terperanjat dan terpental secara otomatis mendengar suara yang berasal dari tubuh Bian
"Hah dia buang angin?"
Bian langsung membuka matanya, karena bibir Arika masih menyatu dengannya Bian tak menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada dihadapannya, meski suara kentut terus bersahutan tapi Bian malah memberikan serangan balasan
"Kau mencium bibirku!"
"Bukan begitu,aku hanya ingin menolongmu tadi kau tak bernafas?"
"Kau bohong, katakan saja kau mencuri kesempatan emas dariku kan? sungguh kau sangat keterlaluan sekali, aku tidak mau tau kau harus membayar semuanya, aku menuntut balas!"
Arika terpojok dengan posisi terkunci w
kembali tapi kali ini Bian langsung duduk diatas kedua pahanya
"Menuntut balas maksudnya bagaimana?"
__ADS_1
"Ya aku harus melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan padaku barusan"
"Kau sudah gila aku hanya memberikan nafas buatan untukmu Bian"
"Tidak mau tahu aku menuntut balas titik"
Bian langsung dengan beringas mencium bibir Alicia yang merah dan kecil itu
"manis sekali rasakan"
Mata Arika sampai melotot karena serangan bibir dari Bian yang benar-benar ganas sekali itu, hingga membuat ia tak bisa bernafas
Ya Tuhan dia sudah seperti mesin penyedot debu saja, semuanya ia hisap
Bian melepaskan bibirnya dan terlihat Bibir Alicia langsung bengkak karena terlalu banyak di sedot
"Bagaimana rasanya pembalasan dariku?"
Arika terlihat lemah dan tak bisa berkata apapun lagi "Apa kau mau lagi aku balas"
"Cukup aku menyerah"
Bian langsung beranjak dari atas tubuhnya Arika "ini baru pemanasan saja, masih ada pemanasan lainnya.dan kau bayangkan saja bagaimana bahayanya sedotan atas belum lagi jika ...."
"Stop ... hentikan otak kriminalmu itu karena aku tak mau mendengarkan apapun lagi darimu"
"Oh ya ...."
__ADS_1
Bian langsung tertawa puas
"Tak ada yang bisa menolongmu di tempat ini hanya ada aku yang akan mendampingimu "