
Siska yang sedang kesal pun langsung berjalan hendak keluar ,lalu dengan cepat Arjuna menutup pintu dengan cepat
"Apa yang ada di belakang mu ? apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku lagi ha ?"
Arjuna berharap Kirana telah pergi dari depan pintunya tersebut "Tidak ada, tidak ada apa-apa, aku hanya takut saja jika seekor nyamuk masuk kedalam kamar ini dan ia akan menggigit kulit mu "
"Omong kosong "
Siska menggeser tubuh Arjuna hingga ia bergeser kesamping
"Siska ...Siska tunggu dulu"
Siska melihat keluar dan benar saja tak ada orang diluar
"Benar tak ada orang "
ia terdiam dan kembali menutup pintu ,
lalu duduk dan heran dengan apa yang ia lakukan
Kenapa aku jadi berlebihan seperti ini ya, padahal ini bukan lah hal yang penting ,aku sampai berurai air mata ,hah...
"Siska aku akan menjelaskan semua nya padamu !"
Arjuna duduk di bawah Siska ia berusaha meyakinkan Siska , posisi Arjuna sekarang dalam keadaan terjepit jika ia jujur maka Siska akan marah ,jadi lebih baik ia kembali menutupi kebohongan nya dengan berbohong pula
ntahlah apa ini yang di namakan berbohong untuk kebaikan atau bagaimana
"Apa lagi yang mau kau jelaskan ha? pantas saj kau sungguh mesra dengan Silvi rupanya hubungan kalian sudah sejauh itu ,apa lagi yang mau di jelas kan ha ? kau sama saja dengan semua laki-laki di luaran sana"
Mendengar ucapan Siska mengatakan ia sama dengan laki-laki di luaran sana , membuat ia berdiri dan memarahi Siska
"Jaga ucapan mu , jangan pernah kau samakan aku dengan laki-laki di luaran sana, tau apa kau tentang ku ha ? apa kau sudah mengenal ku lebih jauh? apa kau sudah mencari tau bagaimana aku di luaran sana ,sampai berani nya kau menilai aku serendah itu ,cukup Siska !"
Arjuna keluar dari kamar nya , sebenarnya ia sengaja marah karena hanya ini satu-satunya jalan untuk ia melarikan diri dari pertanyaan Siska
"Hah kacau aku harus memutar otak untuk menjawab semua pertanyaan dari Siska , Kirana mana lagi dia "
Siska langsung kaget mendapati Arjuna yang memarahinya
"Nah kenapa dia memarahi ku, salah ku dimana? bukan nya hal yang wajar aku marah padanya, aku kan istrinya . lagi pula siapa yang tak marah jika melihat Poto suaminya bersama perempuan lain terpampang dengan begitu besar di rumah mertuanya, meski mereka adalah sepupu katanya,huhuhu"
__ADS_1
Siska kembali menetes kan air mata
dengan mengambil tissue Siska mengelap air matanya
"Aku juga merasa heran dengan sikap ku kenapa aku mendadak menjadi cengeng begini ya "
Siska membuka jendela kamar nya ,dan melihat pemandangan yang begitu indah dari atas kamarnya , langsung mengarah kepantai
"Padahal jika mau melihat bagaimana baiknya laki-laki ,Katanya di suruh lihat saat ia marah , baru seperti ini saja dia sudah marah-marah apa itu artinya dia tidak baik "
menangis dengan terisak-isak kembali
Arjuna langsung mengetuk pintu kamar Kirana
lama tak ada jawaban ia langsung masuk saja untung nya tidak terkunci
rupanya Kirana asik telpon-telponan dengan kekasih nya
Arjuna langsung berdehem " Ehem..."
Kirana masih tak sadar karena ia menggunakan headset
Arjuna langsung mengambil headset dari telinga adiknya itu
"Berhentilah menelpon anak gadis malam-malam begini tidak sopan, Kirana mau di jodohkan tak usah menelpon kembali !"
Kirana langsung panik melihat kakaknya yang. berada di depan nya
"Mas Arjuna ?"
"Sudah mas tak mau lagi kau menelpon laki-laki seperti itu ,jika ia memang suka padamu ia akan langsung kemari menemui aku , orang yang nelpon diam-diam itu nggak gentle, anak gadis orang jam segini masih di telpon , Ndak sopan . apa kamu pernah melihat mas telponan sama cewek-cewek waktu masih bujangan dulu , padahal mas mu ini ganteng nya nggak ketulungan "
Kirana menunduk ia sangat takut sekali jika Arjuna sudah marah
"Iya mas ,tapi kan ..."
"Tidak ada tapi-tapi mas kesini ,lagi pusing bagaimana cara mengatasi hal ini mbak mu itu marah sekali melihat Poto kita berdua , ah orang suruhan mu itu nggak bisa di andalkan , masa mbak Siska mu keluar mereka nggak tau "
"Mana Kirana tau ,kalau mbak Siska bakal.keluar kamar tengah malam begitu , salah mas sendiri kenapa kamar nggak di kunci "
"Ah sudah..sudah.. sekarang mas pusing ini ,apa yang harus mas lakukan gara-gara itu mbak mu menangis terisak-isak di dalam kamar "
__ADS_1
Arjuna memegang kepalanya
"Apa mas ? mbak Siska menangis ?"
"iya menangis ,aduh pusing ini jadi nya ,mas kan jadi terpancing emosi juga tadi gara -gara ia bilang mas sama saja dengan laki-laki di luaran sana "
Kirana langsung tertawa geli
"Mas "
menepuk Arjuna
"Apa sih Kirana ,sudah lah bercanda nya ,bantu mas berpikir ini "
"Ah sayang sekali mas ku ini tak terlalu pandai mengartikan perasaan wanita , mas tau tidak mbak Siska itu tandanya sedang cemburu "
"Cemburu maksudnya ?"
"Iya mas cemburu tanda cinta hehe jika ia tak cinta kenapa ia harus marah-marah coba ,iya kan ? nah itu mas berarti mbak Siska ada perasaan pada mas Arjuna cieee "
"Masa iya "
Wajah Arjuna tersipu malu mendengar apa yang dikatakan Kirana
"Alah wajah nya memerah pasti seneng rek ..."
Kirana mencolek lengan kakak laki-laki nya itu
"Sudah lah mas , sebaiknya mas jujur saja katakan pada mbak Siska jika perempuan di Poto itu adala adik nya mas , masalah pun selesai . jika mbak Siska marah ya sudahlah dia juga nggak bakal marah lama percayalah , dari pada mas Terus-menerus berbohong dan akan berbohong sepanjang hidup mas sendiri , mas mau seperti itu , Kirana rasa permainan ini sudah selesai dan tak ada yang perlu di lanjutkan lagi , tujuan awal kita kan membuat mbak Siska cemburu dan ini berhasil ,terus mas mau apa lagi ? mmm siapa itu laki-laki yang di sukai mbak Siska namanya ?"
Kirana berusaha mengingat nya
"Arya ?"
"Nah iya itu Arya tadi kak Dimas juga udah memberi tahu kalau ia juga sudah menikah dengan perempuan pilihan nya ,apa lagi yang mas Takutkan ? tak ada lagi penganggu kan Mas , kecuali jika takdir Tuhan yang berkehendak ya kalian akan terpisah , namun sepertinya jalannya mulus -mulus saja kan semua rencana kita berjalan dengan baik"
Arjuna merenung ,apa yang dikatakan oleh Kirana itu memang benar adanya , kebohongan ini harus segera di akhiri jika tidak akan ada kebohongan satu dan kebohongan lainnya
"Ayolah Mas gentle,jangan takut ."
Kirana menaikkan kedua alisnya
__ADS_1