Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 192


__ADS_3

Hati Siska sedikit tenang ia takut dengan Arjuna menikah ia memikirkan laki-laki lain


"Ya Tuhan "


Siska berusaha mengontrol emosinya saat sadar jika ada bayangan Arya baru muncul dibenaknya


Ia langsung buru-buru menyingkirkannya


"Hentikan semua bayangan ini ya Tuhan aku tak mau jika sampai terjadi sesuatu pada pernikahan mereka gara-gara aku , mereka semuanya sudah bahagia "Siska menahan air matanya agar tak terjatuh tapi batinnya menahan sakit


"Mungkin sudah menjadi takdir ku "


Siska memejamkan matanya , berharap ia besok terbangun dan tak muncul didunia ini lagi namun sepertinya itu sangat mustahil sekali


ia akan terbangun besok dan semua nya berubah


Puk...


"Hei Arika "


"Heiii youuuu"


Arika langsung kaget saat ,Alea menepuk pundaknya


"Arika kau kenapa ?"


"He tidak aku hanya sedang teringat sesuatu "


"Sudah hentikan khayalan mu itu sekarang karena sekarang papa dan mama kita sudah masuk kedalam restoran didalam mall".


"Lihatlah itu "Alea berteriak histeris


Arika langsung histeris lagi


"Yesss akhirnya kita berhasil Alea ".


"Ya kau benar mereka akan segera menikah dan kita akan menjadi saudara "


Mobil pun masuk kedalam Mall dikawasan elit itu


"Halo sayang "


ucap Arika menirukan papa Alea


"Tidak seperti itu Arika "


"Lalu bagaimana ?"


mengangkat kedua alisnya lalu menirukan suara laki-laki seakan itu papanya


"Siska kau mau makan apa,apa saja yang mau kau makan ,makanlah "


Lalu Arika menjawab dan menirukan suara mamanya


"Tidak usah Arya kau tak perlu repot-repot ,pesan saja semua yang kau mau aku akan memakannya "


Dan mereka tertawa kembali


"Mau makan dimana? atas apa dibawah ?"


tanya Siska


"Terserah kau lebih suka diatas atau dibawah dimana menurutmu posisi yang enak?"


Jawaban Arya


Siska langsung kaget "Arya apa maksudnya ha ? "


ia terlihat marah


Arya tak menyadari apapun juga ia menjawab sesuai apa yang ia lihat ,namun rupanya Siska yang masih saja memiliki pikiran negatif padanya

__ADS_1


sambil melepaskan sabuk pengaman Arya menjawab "Iya diatas atau dibawah yang kau suka posisi yang enak. coba kau lihat itu tempat makannya ada yang diatas dan juga ada yang dibawah , terus salahnya dimana ?"


Wajah Siska langsung memerah ternyata memang ada yang salah dengan dirinya masih saja berpikiran negatif pada Arya


"Oh kau benar kita makan dibawah saja lah lebih enak tempat nya juga tidak terlalu ramai"


Arya langsung menahan tangan Siska tapi melapisinya dengan tissue


"Tunggu "


"Maaf "


ia langsung melepaskan tangan Siska


"Ada apa kak ?"


deg-degan


"Memang nya apa yang sedang kau pikirkan tentang atas dan bawah Siska?"


Siska langsung terdiam saat Arya bertanya padanya dengan menatap dengan manja


lebih ketatapan bucin sepertinya


"Tidak ada memang nya ada apa dengan atas bawah "


jawab Siska membalikkan pertanyaan pada Arya dan sekali lagi Arya kembali kalah karena perempuan itu akan selalu benar


Siska langsung turun dari mobil sedangkan Arya tau apa yang dimaksud oleh Siska itu


"Baiklah Siska kau Menang , aku tau jika kau berpikiran buruk tentang ku kan .hah sungguh kau picik sekali Siska ,apa kau tak melihat jika. aku sudah berubah menjadi lebih baik seperti ini kau masih saja meragukan cintaku "


Siska dan Arya pun tampak berjalan dengan beriringan dan mereka juga tak menyadari jika mereka sedang memakai warna pakaian yang sama


Salah seorang sales parfum menghampiri mereka berdua saat hendak masuk kedalam mall


"Maad Tuan dan Nyonya bisakah kami meminta waktu sebentar untuk memegang botol parfum ini sebagai tanda jika anda adalah pembeli pertama "


"Saya akan membeli semuanya ,ambil uang jnu jadi kau tak perlu repot-repot lagi untuk menutupi target penjualanmu "


Mata sales itupun langsung berkaca-kaca seakan tak percaya dengan apa yang ia dapatkan


"Tapi Bu ,ini banyak sekali "


"Tidak Apa-apa bagi-bagikan saja untuk mereka yang membutuhkan "


jawab Siska


"Terimakasih ibu , Semoga ibu dan suami selalu diberikan kemudahan didalam hidup nya "


Arya langsung terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan oleh Siska


setelah menikah dengan Arjuna dan lama tak bertemu ia melihat banyak sekali perubahan pada diri Siska yang membuat ia semakin jatuh cinta saja


"Untuk apa kamu memberikan hadiah pada minyak wangi itu Siska "


Siska Tersenyum lalu membuka Ponselnya


"Baca ini "


Arya pun membaca artikel yang ditunjukkan oleh Siska sambil Arya membaca Siska pun memberikan penjelasan pada Arya


"Jika kita dianjurkan untuk saling memberikan hadiah pada sesama apa lagi nabi kita pernah diberikan hadiah sebotol parfum dan dia tidak menolaknya "


Arya masih membaca apa yang ditunjukkan Siska padanya


Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah dan tidak menerima sedekah.” (HR Ahmad)


“Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kambing yang diberi.”


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 59)

__ADS_1


Dalam hadits ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Terimalah hadiah, janganlah menolaknya. Janganlah memukul kaum muslimin.” (HR Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 157)


Hadiah Minyak Wangi


Memberi hadiah adalah sebab terciptanya persatuan dan kesatuan di antara mereka, dan semua sarana yang dapat mendorong mereka untuk saling memperhatikan perasaan sayang kepada sesamanya, sehingga setiap muslim tampil dengan citra dirinya yang tinggi dan luhur. Sesungguhnya, pada diri Rasulullah terdapat keteladanan mengenai hal tersebut, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu, Ia berkata, “Rasulullah tidak pernah menolak minyak wangi yang diberikan sebagai hadiah.” (HR Tirmidzi, Bukhari, Nasa’i, dan Ahmad)


Diriwayatkan oleh Abu Daud, an Nasai dan Abu Uwanah, “Barangsiapa disodorkan kepadanya minyak wangi, maka hendaknya ia tidak menolak. Sebab, meskipun ringan, harum waktunya.”


Dalam hadits ini dijelaskan tentang salah satu jenis hadiah yang diterima Rasulullah dari para sahabatnya tidak pernah beliau tolak yaitu hadiah minyak wangi.


Beliau menerimanya dengan maksud untuk menyenangkan hati orang yang menghadiahkannya. Terlebih lagi jika hadiah itu berupa barang yang memang disukai oleh kebanyakan manusia.


Minyak wangi adalah barang yang mempunyai pengaruh baik bagi orang yang memakainya kerena keharumannya. Selain itu, minyak wangi juga mempunyai pengaruh bagi orang yang berinteraksi dan menjalin hubungan dengan yang memakainya. Minyak wangi juga sangat baik dipakai ketika salat, musyawarah atau berada dalam majelis ilmu.


"Bagaimana apa sudah jelas ?"


Arya langsung. tersenyum "Dari mana kau belajar semua ini Siska ?"


"Dari pengalaman hidup yang membuat aku memutuskan untuk menjadi orang lebih baik karena manusia bukanlah tempat yang tepat untuk mengadu "


"Kalau begitu dimana aku harus mengadu tentang perasaan ku padamu itu "


ucap Arya lagi-lagi keceplosan


"Maksudnya kak Arya ?"


"Oh tidak ada maksud apa-apa hanya ingin tau saja bagaimana perasaan mu padaku"


karena terlalu bersemangat kali ini ucapan yang keluar dari mulutnya lebih lantang lagi


Siska langsung tertawa karena menyadari hal itu dan wajah mereka berdua pun terlihat malu-malu


"Nah kita makan disana saja "


"Iya ayo "


Siska dan Arya pun langsung masuk .dan duduk bersama saling berpandangan


seorang pelayan pun datang menghampiri mereka dan memberikan buku menu


"Silahkan dipesan Tuan "


Siska dan Arya pun saling memilih menu setelah itu mereka berdua secara tidak langsung menyebutkan apa yang mereka pesan secara bersamaan


"Ayam teriyaki lada hitam dengan sedikit garam ,tanpa penyedap rasa "


Saling berpandangan satu sama lainnya dan langsung menyebutkan apa pesanan minumab mereka berdua


"Orange jus dengan jangan terlalu manis dan jangan terlalu banyak airnya "


Arya dan Siska kembali tertawa lagi


mereka tak menyadari jika dibelakang mereka Alea dan Arika sedang duduk sambil menutupi wajahnya dengan koran


"Menurut ku mereka terlalu klasik sekali melakukan hal yang sangat bodoh sekali "


"Ya memesan makanan dengan menu yang sama ,lalu mereka berdua saling tertawa satu sama lainnya ,dan apa menurut mu itu lucu Lea?"


"Mereka terkesan seperti orang tolol saja"


Mereka berdua sengaja membolongkan tengah-tengah kertas koran tersebut untuk memantau Siska dan Arya yang sudah duduk berdua seperti Nyonya dan Tuan yang baru saja bercinta


"Alea apa kau lapar ?"


"Iya makanya bagaimana cara kita memesan namakan ha ?"


"Tenang aku akan memanggil pelayan kemari tanpa bersuara ".


"Memangnya bisa Alea?"


"Kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan "

__ADS_1


Alea pun langsung memanggil pelayan dengan menggunakan kedipan matanya saja


__ADS_2