Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Berjalan di pantai


__ADS_3

Selesai makan mereka pun langsung berdiri ,karena malam itu akan segera diadakan meeting ,


"Ayo mbak Siska ikut "


"Maksudnya aku ? "


Siska kaget saat ia di ajak


"Nggak usah lah kalian saja ,aku masih ingin di sini "


Tapi tatapan mata Arjuna seolah mengisyaratkan Silvi agar bisa merayu Siskay untuk ikut bersamanya


Silvi pun langsung mengangguk mengerti


"Ayo lah mbak ikut ,nanti kalau bosan mbak boleh keluar aja "


Siska kembali teringat jika ia harus mengikuti semua nya karena ia bukan berlibur kesini tapi sedang menemani Arjuna yang bertugas


"Baiklah "


Mereka berjalan tak jauh dari restoran , dan sampai lah di sebuah ruangan terbuka yang dekat api unggun , beberapa teman bisnis Arjuna datang bersama istrinya , namanya juga meeting terencana


"Halo Tuan Arjuna , senang berjumpa dengan anda kembali "


"Silahkan duduk "


Silvi duduk bersama Arjuna sedangkan Siska duduk di belakang mereka karena Siska tak akan mengerti dengan apa yang sedang mereka obrolkan , Arjuna nampak serius dan cerdas sekali dalam berbicara , Siska tertegun melihat nya


Memang cerdas sih , pantas saja dia cepat sekali tamat kuliah ,


Siska menutup mulutnya seakan tak percaya jika ia sedang memuji lelaki yang telah memaksanya menjadi seorang istri


karena terlalu lama menunggu membuat Siska yang kekenyangan menjadi mengantuk ,adalah hal yang lumrah bagi seorang Siska jika sudah makan ia ibarat kan seekor ular piton , langsung tertidur


Arjuna yang sedang berbicara tak konsentrasi karena memikirkan Siska ia menoleh kebelakang dan benar saja Siska sedang tertidur dengan memangku kedua tangannya,


lalu dengan perlahan ia memundurkan kursinya , dan memberikan bahunya kepada Siska , Siska yang bisa tidur dalam posisi apapun itu pun langsung meletakkan kepalanya di lengan Arjuna, posisi yang sangat manis sekali ,meski Arjuna sedang berusaha untuk menahan betapa geli nya menggunakan pakaian dalam tersebut


Silvi nampak mengeluarkan ponselnya lalu memotret momen langka tersebut dan langsung mengirimkan ke ponsel kakak nya


Arjuna langsung membuka ponselnya


dan tersenyum melihat poto manis tersebut


lalu sambil mengacungkan jempol kearah Silvi


"Good job"


Arjuna Benar-benar menikmati momen tersebut ia bahkan berharap jika waktu bisa berhenti maka ia akan lebih bahagia jika menghabiskan momen seperti ini sampai pagi ,tapi ia tau jika Singa ini hanya manis saat tidur saja ,jangan sampai ia bangun


Meeting pun selesai , rencana besok pagi akan di lanjutkan , Arjuna tak tega membangun kan Siska ,lalu ia membiarkan saja


"Mas Silvi balik kekamar ya ..ngangtuk "


"Iya .."


Sambil tersenyum-senyum bahagia


Silvi langsung mengerti "Ah semoga saja mas Arjuna dan Mbak Siska bisa bertarung malam ini sambil tertawa geli "

__ADS_1


Sayangnya kondisi Arjuna yang sedang tidak nyaman membuat ia tak nyaman untuk duduk , Benar-benar rasanya bagian tengah Boko*g nya seperti sedang di gesek tali


"Apa b*kong ku lecet , seperti nya kulit nya terkelupas ,awww " Arjuna bergeser hingga membuat Kepala Siska jatuh terkulai dan menyentuh meja


"Awww"


Arjuna bergeser seolah tak terjadi apapun


dia pura-pura memarahi Siska . meski nurani nya sebentar nya tak tega


"Ayo buruan , sudah jam sepuluh ini , tidur saja bisanya "


Sebenarnya Siska ingin sekali membantah nya


hanya saja ia sedang berusaha meredam emosi nya


"Maaf kan aku"


"Ayo cepat aku sudah ngantuk "


Arjuna sengaja menutupi sikapnya


meski gara-gara pakaian dalam yang ia kenakan membuat ia harus merasakan momen bersama Siska


Tapi rupanya karena ia tertidur sebentar membuat Siska kehilangan rasa kantuknya


"Tapi aku tak mengantuk lagi , bolehkah aku main kepantai sebentar "


"Besok saja ini sudah malam "


Arjuna menjawab perlahan karena Boko*g nya Benar-benar sudah tak sanggup lagi menahan rasa perih


Siska langsung menarik tangan Arjuna dan memohon


"Aku mohon sebentar saja please"


Hmm tak ada satu orangpun yang sanggup menolak permintaan orang yang ia cintai meski seperih dan sesakit apapun itu


"Aku janji hanya beberapa menit saja "


Arjuna ingin sekali melepaskan pakaian dalam milik Siska tersebut tapi ia tak mungkin mengganti nya saat ini


"Ayo lah kalau begitu aku temani ,tapi sebentar saja "


Haah sebenarnya aku tak butuh kau temani ,aku sama sekali tak suka berjalan-jalan di malam hari di temani orang yang tak aku suka ,tapi apa boleh buat


Menarik nafas dalam-dalam


Siska dan Arjuna pun berjalan menuju pantai , menyusuri tepi pantai yang berada tepat di depan hotel mereka


" Pantai kalau malam begitu indah sekali "


ucap Siska


"Seindah senyuman mu yang manis"


"Apa ?"


"Tidak ada ,apa kau masih ingin di luar, aku sudah ngantuk "

__ADS_1


Padahal ia tak Sanggup lagi untuk berjalan karena gesekan pakaian dalam tersebut apa lagi pakaian dalam tersebut memiliki dasar jaring-jaring


Karena Arjuna terus menerus memaksa membuat Siska membantahnya ,


"Tapi aku masih ingin berjalan-jalan ,kita kesana ya "


Menunjuk ujung pantai yang gelap agak jauh dari hotel , Siska bermaksud untuk mengerjai Arjuna


"Aduh jauh sekali Siska ,ini sudah malam kau tak lihat tempat nya begitu gelap"


"Ah kau takut ya ..ya sudah aku saja yang kesana "


Siska berlari meninggalkan Arjuna Sambil tertawa ,mau tidak mau Arjuna ikut menyusulnya


tapi Siska melupakan sesuatu jika membantah keinginan suami akan berakibat fatal pada nya meski Arjuna bukanlah Cinta nya tapi secara agama pernikahan mereka sah adanya


"Siska tunggu tempat ini kalau jauh berbahaya"


Dan benar saja di kejauhan ada beberapa kelompok pemuda kampung yang sedang mabuk-mabukan dan membakar api unggun


Siska berlari dan tak sengaja melewati mereka semua nya


"Hah payah dasar penakut , lihat lah ada orang disini "


Siska mencibir Arjuna


Para pemuda yang mabuk tersebut melihat kearah Siska ,


"Hei lihat lah ada mangsa ,ayo kita ikuti"


Sambil memegangi beberapa botol minuman


mereka mengikuti Siska dari belakang sedangkan Arjuna masih lelah berlari karena tak nyaman dengan celana tersebut


"Siska ..Siska.. cepat sekali larinya "


Siska tertawa "Akhir nya aku bisa menikmati pemandangan indah dengan sangat bebas di sini "


jam menunjukkan pukul sebelas , pantai yang sepi dan gelap membuat Siska tak menyadari jika ada orang yang mengikuti nya


"Hei nona mau kemana kau "


sambil tertawa


Siska membelokkan kepalanya lalu berhenti


para pemuda langsung mendekati nya


"Siapa kalian?"


"Kami adalah orang yang akan membuat kau bahagia malam ini "


sambil tertawa dengan keras


Siska terdiam lalu mundur beberapa langkah


Karena ilmu beladiri tak boleh sembarangan di gunakan jika tak dalam keadaan mendesak


"Mundur! jangan mendekat"

__ADS_1


"Ha..ha...ayo tangkap dia ,kita akan bersenang-senang dengan nya malam ini !"


__ADS_2