
Ucapan Aditya yang menuduhnya sedang melakukan first kiss pertama dengan Siska membuat Arya langsung marah
"Jangan-jangan apa ? hah kau sudah gila apa , kau pikir cinta ku pada Siska itu hanya soal fisik saja , Aditya pikiran mu terlalu picik ,kau tau aku ini laki-laki jika aku ingin merasakan nikmat sesaat gampang saja bagiku , sangat lah mudah hah, tapi sayangnya aku tak seperti itu bukan ***** yang aku cari lagi "
Aditya langsung tertawa
"Oh jadi bukan karena ***** ? berarti kau tidak bernafsu melihat Siska maksudnya begitu kan ?"
goda Aditya karena menurutnya Arya sangat lah lucu sekali , mendadak bijak ,dan segala tingkah anehnya yang telah kembali
"Ya bukan begitu juga , tetap saja ia bisa membuat aku bangun dan berdiri "
menggaruk kepalanya ,lalu ia berdiri dan menjelaskan seperti seseorang yang sedang berpidato
"Dit dengar baik-baik ya ,cinta itu sangatlah murni ,ia mengalir indah dari sanubari , berdetak hingga membuat seluruh aliran darah menyebutkan namanya ,
dan seseorang yang benar-benar tulus mencintai itu tak akan pernah Merusak sesuatu yang ia cintai , contohnya saja jika kau menyukai mobil pasti kau akan merawatnya dengan sangat baik kan ,tak akan mau merusaknya kan , itulah hakekat sesungguhnya cinta yang murni dari dasar hati itu bukannya merusak tapi menjaga garis bawahi bedakan cinta yang tulus dengan *****"
Aditya langsung bertepuk tangan dengan sangat kencang sekali
"Well..well..kau hebat sekali ya , begini ternyata sang pujangga tua saat kembali menemukan cintanya , tapi aku mencintai Ana dan aku sangat bernafsu padanya ,baru melihatnya saja sudah membuat semuanya berdiri ,apa lagi jika ia sudah melotot aku langsung berdiri karena mengerikan sekali melihat ia marah "
tertawa terbahak-bahak ,tapi ya begitulah berbicara dengan orang yang sedang jatuh cinta adalah hal yang sangat membagongkan sekali menurutku "
Aditya bertepuk tangan tak henti-hentinya sambil memukul meja , untung saja ia masih terkontrol biasanya Aditya kalau sudah terlalu gemes ia suka mengantukkan kepala orang Kedinding , untunglah Arya beruntung hari ini jadi ia masih selamat dari kegemesan Aditya
Arya yang melihat reaksi Aditya langsung memandanginya dengan sinis
"Heh , bisa-bisanya ia sampai tertawa terkekeh-kekeh seperti ini apa lagi dalam situasi yang serius, Aditya ayolah aku sedang serius ,bukan sedang bercanda ,apa menurutmu aku sedang melakukan hal yang lucu "
Aditya masih terus tertawa " Ya..ya kau lanjutkan saja apa yang ingin kau ceritakan kawan , karena aku masih setia menunggu semua cerita indah mu itu "
"Hentikanlah kau tak usah sok baik padaku , keterlaluan mengatakan aku seorang pujangga tua , kita ini belum tua-tua banget ya kan, ibarat kelapa jika makin tua semakin kental santannya , begitu lah kita ini , lagi pula jika kau mau mendeskripsikan seseorang itu Tua ya sudah kau saja aku masih muda dan tampan "
Aditya langsung tertawa "Ya ..ya.. terserah kau saja , pokoknya asal pak Arya bahagia Tuan Aditya akan ikut bahagia juga "
"Hah untunglah kau ini teman baikku ,jika bukan sudah lama kau aku pecat jadi bos"
Arya menggaruk kepalanya , untunglah Aditya tak mengambil pusing ocehan receh yang dikeluarkan oleh Arya tersebut ,jika tidak maka dalam beberapa detik saja Arya akan menjadi gelandangan karena sudah berani sekali mengeluarkan statement untuk memecat Bos
hadeh...
"Kau yakin ingin memecatku hah ,dasar !
nanti nyesal "
Sadar atas ucapannya yang keterlaluan itu , Arya langsung terdiam
Hah apa yang barusan aku katakan pada Aditya ? waduh bisa kacau jika ia benar-benar mengabulkan permintaanku untuk memecatnya sebagai Bos , dimana lagi aku bisa bekerja senyaman ini kalau bukan dengannya
Buru-buru Arya meralat ucapannya
"Ehem aku hanya bercanda jangan terlalu kau dengarkan ucapanku barusan ini Dit "
Lagi-lagi Aditya tertawa geli karena mustahil juga ia akan memecat Arya , benar yang dikatakan oleh Arya sebenarnya justru Aditya lah yang akan kesulitan mencarikan orang kepercayaan Seperti Arya , karena Arya adalah tangan kanannya sebelum ia benar-benar pensiun dan duduk manis dirumah , menjelang Bian yang akan menggantikan semuanya
"Ya aku tau jangan khawatir Arya aku masih sangat membutuhkanmu sampai Bian benar-benar siap menggantikan aku "
Arya semakin khawatir karena Bian sebentar lagi wisuda itu tandanya ia akan benar-benar di singkirkan oleh Aditya
"Dit,jangan bercanda ah Nian kan sebentar lagi wisuda itu artinya aku akan segera disingkirkan Ya Dit?"
Arya cemas padahal itu karena ucapannya sendiri yang menjebaknya
"Ya begitulah nanti semuanya tergantung Bian apa dia masih mau memakai mu atau tidak ,atau mungkin butuh orang-orang baru kita kan tidak tau "
Arya terdiam lesu dia yang awalnya ceria mendadak langsung sedih murung dan tak berdaya sama sekali
Aditya padahal sengaja melakukan itu
Hah makanya jangan suka becanda kelewatan untung saja aku menganggapmu itu seperti saudara ku ,dan sangat mustahil sekali aku akan memperlakukan saudaraku dengan sia -sia saja ,
"Brow dengar baik-baik kau itu bukan hanya karyawan Dikantor ini ,tapi kau adalah teman baikku , sahabat karibku yang sudah aku anggap sebagai saudara sendiri , tak mungkin aku akan menyia-nyiakannya mu , sampai kapanpun kau akan tetap menjadi orang penting dalam keluarga Brawijaya , dan meskipun Bian adalah putraku dia juga tetap harus memperlakukan kau sama sepertiku"
Arya langsung terharu dan matanya langsung berkaca-kaca ia pun langsung refleks memeluk Aditya
"Dit kau sungguh saudaraku satu-satunya "
Aditya sampai sesak nafas karena untuk pertama kalinya ia merasakan kehangatan pelukan Arya
"Woy Arya bisakah kau lepaskan aku sekarang juga,sesak nafas ini "
tapi Arya masih juga memeluknya dan menangis sesenggukan
"Tidak aku tak mungkin akan melepaskanmu kau adalah Satu-satunya sahabat karibku "
Aditya yang sudah tidak tahan lagi akhirnya memberontak "Arya Cepat lepaskan aku , hingga terdengar suaranya sampai keluar dari ruangan tersebut
Hingga membuat beberapa karyawan langsung masuk kedalam untuk melihat apa yang terjadi
Brak..
Pintu terbuka dan untunglah Aditya berhasil melepaskan pelukan cinta dari Arya tersebut
semuanya nampak bengong
"Astagaaaaa ada apa Pak Arya dan Tuan Aditya ?"
Aditya langsung merapikan rambutnya begitu juga dengan Arya
"Tidak apa-apa silahkan kalian lanjut bekerja ,jangan lupa bahagia ya "
ucap Arya
"Baik Pak "
ucap mereka
"Tolong tutup pintunya kembali ya ?"
"Siap Pak "
Mereka pun segera keluar dari ruangan tersebut
diluar para karyawan yang lainnya nampak penasaran apa yang terjadi
"Ada apa ha ? apa yang terjadi "
"Aku.juga tidak tau apa yang terjadi tapi barusan aku melihat Tuan Aditya dan pak Arya tampak berantakan "
"Maksudnya ?"
Mereka langsung berbisik
__ADS_1
"Bisa saja mereka sedang bertarung barusan"
Saling menatap satu sama lainnya
"Maksud mereka kikuk kikuk begitu?"
Salah seorang dari mereka yang bisa dikatakan sebagai guru spiritual datang mendekat dan memberikan nasehat
"Hei kalian semua tidak baik menggibahi orang lain ,apa lagi atasan kita tempat kita bekerja dan mencari nafkah untuk anak isteri dan orang tua kita , apalagi sampai berpikiran yang tidak-tidak , bayangkan saja jika itu tidak benar maka akan jadi Fitnah ,lalu jika itupun benar maka akan menjadi ghibah , bayangkan saja itu sama saja dengan kita memakan daging saudara kita sendiri , itu efek di akhirat dan jika efek didunia ini langsung di tunjukkan melalui Cctv perusahaan maka niscaya orang-orang seperti kalian akan segera tersingkir dari kursi karyawan kalian saat ini apa kalian mau ?"
Semuanya langsung bubar serentak
"Ayo cepat bubar...bubar...bahaya ada ahli syurga lagi lewat"
"Huuuu....."
" Ehemm itu lah yang terjadi saat kita memberikan nasehat orang bijak akan memahaminya dan mengambil yang bajk sedangkan orang bodoh akan marah dan bertengkar "
Para karyawan yang lainnya hanya diam saja dan mengabaikannya
"Ayo lanjutkan bekerja tidak bekerja nanti tidak makan ,kalian juga yang repot "
"Berisik"
........
Didalam ruangan Aditya pun langsung mengatur nafasnya dan langsung duduk dikursi disamping Arya
"Sekarang aku ingin tau apa yang kau lakukan tadi ,ayo cepat "
Arya langsung tersenyum bahagia sepertinya mood nya telah kembali
"Baiklah jika kau ingin tau apa saja yang terjadi ,kau sudah siap mendengar cerita bahagia ku ini"
"Iya ..ya aku sudah siap , aku sangat bahagia melihat kau yang penuh dengan semangat begini ,ayo cepat kau ceritakan apa yang terjadi tadi ,jangan bertele-tele "
Arya duduk sambil tersenyum lebar ,nampak jelas raut wajahnya yang berseri-seri ,dan senyuman yang selalu terukir dari bibirnya
"Tapi aku malu sekali Dit "
mengusap wajahnya
"Sudahlah apa yang harus kau malu , kau juga selalu malu-maluin "
ungkap Aditya kesal , karena Arya yang terlalu banyak drama , padahal hanya sekedar bercerita saja "
"Baiklah ,tapi Janji ya kau jangan menertawakan aku ?"
Arya memberikan jari kelingkingnya
Aditya menghela nafas panjang ,lalu mengaitkan kelingkingnya
"Hah baiklah ,aku janji , sekarang cepat ayo Caritakan sebelum aku melepaskan sepatu ku ini untuk memukulmu "
sepertinya kesabaran Aditya benar-benar sudah habis sekali karena Arya
"He santai Tuanku , santai ini bukan masalah yang besar , baiklah kau pasang telinga mu baik-baik dan dengar kan ya "
Arya memejamkan matanya
Lagi -lagi kesabaran Aditya di uji "Jika ia belum juga bercerita maka aku akan melepaskan sepatu milikku ini sekarang juga!"
Satu menit
tiga menit
Arya masih memejamkan matanya
"Baiklah dia harus mencium bau sepatuku sepertinya agar ia sadar "
Aditya melepaskan sepatunya dan menaruh di hidung Arya
tapi Arya malah semakin tersenyum menghirup aromanya
Aditya jadi bingung sendiri ", Kenapa ia malah semakin tersenyum "
mengambil sepatunya dan menciumnya
"Astagaaaaa bau sekali, uhukk.. uhuk....
ntah apa yang terjadi dengan hidung Arya ,apa Seperti itukah hidung seseorang yang sedang jatuh cinta , Semuanya terasa wangi "
Arya menghirup aromanya dan mulai berbicara
"Kau tau Dit aku sedang merasakan kehadirannya disini "
Aditya langsung merinding dan melihat sekeliling
"Kenapa aku jadi merinding begini ya "
Masih dengan memejamkan matanya , tingkah Arya Benar-benar membuat Aditya ketakutan
"Baiklah aku akan mengatakan padamu Dit , tadi aku langsung mengatakan padanya jika aku ingin menjadi pelengkap hidupnya , kau dengar aku mengatakan secara langsung jika aku ingin menjadi angka satu dan dia nol nya agar genap menjadi sepuluh "
Aditya langsung kaget seakan tak percaya jika Arya mengatakan hal itu akhirnya pada Siska
"Wah benarkah itu Arya ? apa ucapanmu ini bisa aku percaya ?"
Aditya sampai ternganga lebar
Arya langsung mengusap wajahnya
"Belum sih... tapi baru sudah memberikan kode saja padanya "
Arya langsung menampakkan giginya dan menggaruk kepalanya
"Hah,kau benar itu sudah kuduga mana mungkin kau berani sekali mengatakan itu ,aku sungguh tak percaya padamu Arya ,dasar hah... sungguh dari tadi aku hanya buang-buang waktu saja menunggu ucapan yang tidak penting ini rupanya ,Halah "
Aditya langsung terlihat lemas sekali
Melihat Aditya yang meremehkannya , Arya pun langsung mengambil ponselnya
"Hei Dit,apa yang ingin kau dengar ha ,jangan meremehkan aku ,kau lihat ya aku akan menelpon Siska "
Aditya yang sudah tak. berselera lagi mendengar ucapan dari Arya tersebut ia pun langsung mengalihkan wajahnya "Hah sudah lah Arya ,aku tau kau akan selalu begitu , sudah lah aku tak mau mendengarkan apapun lagi ,hanya buang-buang waktu ku saja ,kau tau lah kan time is money untung saja aku ini teman baikmu jika bukan aku sudah mengeluarkan banyak catatan karena harus mendengarkan ocehan sia-sia darimu itu "
Arya langsung berdiri
"Kau meremehkan aku ya, kau meremehkan seorang Arya !"
"Iya kenapa memangnya ,aku memang meremehkan mu "
Aditya menjawab ketus sekali
__ADS_1
Arya langsung melonggarkan dasinya
"Oke baiklah sekarang aku akan menelpon Siska kau dengar ini baik-baik ya ,pasang telinga mu saat ini juga "
"Hah ya...ya..ya... sudah dari tadi telinga ku melekat disini "
Arya langsung mengeluarkan ponselnya "Kau lihat aku akan menghubungi Siska "
"Ya jangan banyak bicara buktikan saja ,jangan terlalu banyak drama "
Aditya sudah malas sekali meladeninya
"Oke lah kalau begitu kau lihat ini "
Sekarang giliran Aditya yang berdiri
"Ya sudahlah kalau begitu ,aku akan keluar saja "
Arya langsung menelpon dan mengatakan
"Halo ..."
Waktu yang sangat tepat kebetulan Siska baru saja sampai dirumah Arya
Aditya yang awalnya sudah memegang gagang pintu langsung berhenti dan kembali karena mendengar ucapan Arya tersebut
Padahal sebenarnya telpon belum tersambung sama sekali , Arya hanya sengaja ingin menarik Aditya untuk duduk mendengarkannya
Waduh bagaimana ini telponnya tersambung beneran ,apa aku matikan saja ya , atau bagaimana ini ?
tapi nanti jika aku matikan Aditya pasti tidak mau lagi mendengarkan cerita ku
Arya nampak cemas sendiri
sedangkan Aditya yang duduk memperhatikanjya langsung memberikan aba-aba
"Lihat saja jika ia membohongiku lagi aku pastikan aku akan menggunduli rambutnya sampai ke akar-akarnya "
Kring...
Kring....
Kebetulan ponsel milik Siska berada didalam tas miliknya yang terletak tak jauh dari tempat duduk Arika
"Mama ponsel mama berbunyi "
"Ya sudah angkat saja ,nanti di loud speaker aja ,biar mama yang berbicara "
karena baru sampai
"Baiklah Ma "
Arika langsung mengambil ponsel mamanya tanpa melihat siapa yang menelpon ia langsung saja menekan tombol oke ,apa lagi handphone milik Siska itu sangat canggih satu kali ketukan langsung otomatis loud speakernya membesar
"Nah kebetulan ada nenek didepan asikk"
Siska tak bisa lagi menyembunyikan rasa gugupnya ia bahkan sampai salah memakai sendalnya saat turun dari mobil
Siska langsung buru-buru turun dari mobil , diikuti Alea dan Arika kebetulan juga ibu Arya keluar dari dalam rumah
"Maama..sendal mama kebalik "
Arika dan Alea saling berpandangan dan tertawa geli
"Arika jangan begitu ,kau tau kan Tante siska itu sangat gugup karena sedang bertemu dengan calon mertuanya "
"Kau juga nanti kalau bertemu dengan calon mertuamu jangan-jangan kepalamu yang terbalik "
canda Arika
"Candaanmu tidak lucu "
Saat mereka memperhatikan Siska yang gugup
mereka tanpa sadar mendengarkan suara yang berasal dari telpon milik Siska yang sudah di speaker suara nya
"Halo Siska "
Semuanya kaget saat mendengar suara Arya
"Hah seperti suara Papa? "
Alea melihat sekeliling sampai kebawah mobil
"Siska ?"
Suara Arya terdengar begitu besar sekali dan sedikit bergetar ,
hanya Aditya yang tau bagaimana bentuk wajah Arya saat ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi
"Nek itu bukannya suara Papa Nek, tapi dimana sumbernya ,atau alea yang salah dengar ?"
"Alea ,aku juga mendengarnya tapi aku tak tau itu suara siapa., sepertinya berasal dari handponenya mama "Menunjuk kedalam mobil
"Hah kau benar iya "
mereka pun melongo kedalam mobil
sedangkan Siska kembali memerah wajahnya karena mendapatkan Arya yang memanggil namanya dengan sangat lembut sekali itu
"Kak Arya "
Wajah Siska langsung merah sedangkan Arika dan Alea langsung saling berpandangan satu sama lainnya , padahal posisi Arika saat itu sedang sangat sedih sekali .namun saat mendengar suara Arya ia langsung penasaran juga ,
Handphone yang berada didalam mobil tersebut Terdengar begitu kencang sekali
rupanya Arya tadi langsung saja mengungkapkan perasaannya tanpa ia tau dimana posisi Siska berada
Aditya yang berdiri disampingnya Arya langsung mengeluarkan jurus andalannya , dengan berpura-pura memegang handpone ditangannya padahal ia sengaja merekam momen itu
"Halah lama sekali ,ingat kesempatan tidak akan datang dua kali apa lagi mantan suaminya masih ada , jika terlambat saja bisa-bisa nanti kena potong di tikungan terakhir dan itu sangat menyakitkan kawan , gagal yang kedua kalinya karena kesempatan tidak digunakan dengan sebaik-baiknya , kalau aku lebih baik pakai rok saja lalu menari-nari di atas meja "
Panas dengan ucapan Aditya ,Arya pun langsung menarik nafas dalam-dalam dengan segala kekuatan yang ia punya meski keringat bercucuran deras , kentutnya juga ikut keluar karena metabolisme tubuhnya yang sedang tak stabil , aliran darah memompa lebih cepat
Aditya benar ,ini saatnya aku sudah seperti Valentino Rossi saja yang sedang bertarung seorang diri seperti ini
"Jangan kebanyakan mikir, ungkapan saja apa yang ada di hatimu nanti otakmu akan membantu mencerna , mulut hanya mengeluarkan apa yang ia ungkapkan saja , gitu aja kok repot amat , amat aja nggak repot , huh..."
mengangkat ponselnya
Seperti petasan Arya langsung berbicara lancar
"Siska aku masih sangat mencintai mu , dan aku tau kau pun juga merasakan perasaan yang sama ,jadi aku memutuskan untuk kita berdua agar segera menghalalkan hubungan ini secepatnya aku tak ingin menunggu lama-lama lagi ,apa kah kau mau menjadi pendamping hidupku Siska ?"
__ADS_1