Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Dimas...


__ADS_3

Pagi itu suasana sudah mulai kondusif ,Siska duduk di kursi roda karena kondisinya yang memang harus istirahat total kata Dokter , ia pun didorong Arjuna untuk segera berangkat ke bandara untuk pulang kembali kerumahnya , di gerbang rumah sakit mereka juga berpapasan dengan Arya dan Alena yang nampak juga akan berangkat meninggalkan rumah sakit hanya saja posisi Arya masih berbaring ditempat tidur , mereka pun saling melemparkan senyum sebelum berpisah satu sama lainnya


Arjuna berdiri dan langsung masuk kedalam mobil yang memang milik Arjuna tersebut


Sekitar beberapa jam mereka pun sampai dikota yang memiliki kisah cinta mereka berdua


"Kita sudah sampai "


Tak diduga rupanya Dimas sudah berada disana menunggu kedatangan mereka


"Kak Dimas kakak disini juga ?"


Namun Dimas hanya mengangguk saja ia sepertinya sedang mencari-cari sesuatu bukan Menunggu Siska dan Arjuna , tak lama dari belakang Siska nampak Aditya , Alena dan Arya dengan menggunakan tempat tidur yang didorong , Dimas pun langsung berlari saat melihat Aditya


"Dit, bagaimana Arya ?"


Dimas nampak cemas


Arya yang sedang tertidur langsung terbangun dan memanggil Dimas


"Hei Dimas kau kenapa? kau tak melihat jika aku ini baik-baik saja"


Mendengar suara Arya , Dimas pun langsung memeluknya "Aryaaaaa syukurlah kau baik-baik saja aku sangat mencemaskanmu "


"Awwwwww, minggir sana kau lihatlah aku habis di operasi jika kau terus-menerus menekan tanganku maka aku akan menjadi kesakitan "


Dimas langsung berdiri dan menjauhi Arya


"Maaf.. maaf.. maafkan aku "


Aditya langsung tertawa geli "Sudahlah Dim, jangan berbicara seperti itu pada Arya ,kau tak tau jika orang sepertinya itu sudah banyak memiliki cadangan nyawa tak perlu khawatir karena air matamu itu akan terbuang sia-sia saja "


Ucap Aditya


Namun ibu Arya yang polos pun ikut nimbrung


"Tapi kemarin Nak Aditya juga menangis tersedu-sedu saat melihat kau berada dibawah reruntuhan bangunan tersebut "

__ADS_1


Aditya langsung menutup wajahnya sambil tertawa "Wahahaha ketahuan deh "


Arya dan rombongannya melewati Siska dan Arjuna , perbedaan sikap Dimas membuat Siska heran


"Aku pikir kak Dimas ingin menjemputku , ternyata ia hendak menjemput Arya yang baru pulang "


Siska langsung memeluk Arjuna


"Ayo sayang kita pulang ,lain kali kau dan aku bisa liburan kesana lagi jika situasi sudah kembali kondusif lagi "


ucap Arjuna sambil mengecup kening Siska


Mereka berdua pulang , dengan keadaan Siska yang harus bedrest pasca hamil muda ia sama sekali tak boleh kelelahan harus banyak-banyak istirahat


"Bagaimana keadaan mu sudah baikan"


"Aku merasa baik-baik saja"


Siska hendak berdiri dari kursi rodanya pada saat hendak melangkah masuk kedalam mobil.


tapi Arjuna dengan cepat menggendongnya dan masuk kedalam mobil , Arjuna benar-benar memperlakukan ia seperti seorang ratu saat masuk kedalam mobil , orang-orang disekitarnya melihat apa yang dilakukan oleh Arjuna


Arjuna langsung tersenyum "Tak ada hal yang berlebihan dalam hubungan suami istri itu adalah hal yang wajar dilakukan , masa iya kita mau kalah dengan hubungan mereka yang belum terikat pernikahan secara sah "


Siska menurut saja meski didalam hatinya masih tak bisa dibohongi ia berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan hatinya demi darah daging halal yang berada di rahimnya saat ini


sambil mengelus perutnya ia berdoa


"Yang kuat ya Nak ,kau harus sehat dan kuat hingga kau lahir kedunia ini "


Siska menenangkan hatinya dan melihat ketulusan Arjuna yang berada disampingnya sambil mengelus kepalanya "Kau jangan berpikiran aneh-aneh ya sayang, ingat kau harus menjadi ibu hamil yang bahagia jika kau stress maka anak kita juga akan stress apapun yang kau rasakan akan berdampak pada pertumbuhan jiwanya didalam perutmu "


Siska yang lemot langsung menggaruk kepalanya "Benarkah kalau begitu jika aku marah padamu maka ia akan ikut marah juga "


Arjuna langsung tertawa ia sudah tau sejak awal kekurangan istrinya itu ya begitulah Siska kurang memahami bahasa yang tinggi alias lemot dalam pelajaran


"Tidak seperti itu sayangku ,tapi aku setuju jika kau mengurangi emosimu yang berlebihan itu karena tidak baik terhadap dirimu sendiri, karena amarah itu hanya akan membawa kita kepada pikiran yang tidak baik ,dan juga akan menimbulkan penyakit yang dapat memicu penyakit lainnya , sebaiknya kau banyak-banyak tersenyum, dengan tersenyum semuanya akan menjadi lebih baik "

__ADS_1


"Aku harus tersenyum terus , Astaga nanti jika aku tersenyum dengan suami orang dan laki-laki lain aku nanti akan dikira genit ,lalu jika aku tersenyum sepanjang hari aku justru takut aku akan dikira menjadi orang gila "


Arjuna kembali tertawa ,ia kembali berpikir pantas saja Arya tergila-gila padanya , selain Cantik justru ketololan yang ada pada diri Siska itu yang membuat semuanya menjadi jenaka dan dapat menghilangkan stres ia adalah perempuan yang memberikan warna berbeda ,Siska konyol namun spesial sekali ia benar-benar istimewa


"Kau ini benar-benar unik ya sayang"


Siska hanya tersenyum saja mengikuti permintaan Arjuna tadi tanpa mengeluarkan sepatah katapun


"Aku baik-baik saja "


Perjalanan menuju rumah terasa begitu hangat sekali antara mereka berdua


namun konflik hati masih tetap terjadi diam-diam antara mereka satu sama lainnya .


.....


Didalam mobil besar milik Aditya tersebut Dimas juga ikut masuk kedalamnya sedangkan Aditya berencana membawa Arya kerumah sakit agar bisa cepat pulih dan dirawat intensif namun Arya menolaknya


"Dit aku tidak mau dirawat di rumah sakit aku mau kau suruh saja dokter dan perawat untuk datang kerumah untuk merawatku "


Aditya tentu saja tak bisa menolak permintaan Arya apa lagi Aditya sama seperti Arya ia juga menyayangi Arya Seperti saudaranya sendiri


"Wah enaak sekali ,kalau begitu biayanya Mahal bisa-bisa nanti kau tidak gajian tiga bulan "


Goda Aditya rupanya Dimas langsung bereaksi


"Dit kau berikan dokter terbaik untuk Arya dan aku akan menanggung seluruh biayanya jangan khawatir "


Arya dan Aditya saling berpandangan heran padahal Arya tau jika Aditya itu sedang bercanda namun Dimas menanggapinya secara serius


"Kau akan menanggung biayanya Dim? kau yakin ?"


Tanya Aditya kembali menggoda sedangkan Arya masih terheran-heran melihat Dimas yang tingkahnya dari tadi sudah mulai aneh begitu


"Dim apa kau baik-baik saja ? atau jangan-jangan kau ini mau mati ya, tingkah mu aneh sekali ,Dimas..Dimas "


mereka berdua tertawa geli kembali menggoda Dimas yang sedang serius berbicara

__ADS_1


Melihat kedua temannya yang dari tadi bercanda membuat Dimas hanya tersenyum saja tanpa mengeluarkan amarah sedikitpun


"Kalian ini aku serius ,selalu saja bercanda aku serius .soal biaya jangan khawatir aku yang menanggungnya ?!"


__ADS_2