Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 198


__ADS_3

Semuanya langsung kaget mendengar suara tak asing itu terlebih ibunda Arya


"Itu kan seperti suaranya Arya "


Mereka semuanya langsung menoleh kearah suara tersebut termasuk ibunda Arya yang sangat hapal betul dengan suara putranya tersebut


ia dan yang lainnya langsung menoleh kedalam mobil


"Papa!"


ucap Alea perlahan dan saling berpandangan satu sama lainnya


Wajah Siska sudah tak karuan lagi saat mendengar apa yang ada dihati Arya tersebut


Kacau kenapa jadi memalukan begini sih, kak Arya kau tau sekarang semua orang mendengar semua yang diucapkannya


ntah lah aku tak tau lagi bagaimana reaksi anak-anak nanti , ibunya kak Arya sampai melongo Seperti itu ini sungguh sangat memalukan sekali bagaimana jika kak Arya tau jika semua orang sedang mendengarkannya , aduh bagaimana caranya agar aku bisa mematikan ponsel tersebut kakiku saja tak bisa bergerak , tidak kuat untuk berjalan ,aku sedang gugup sekali


Sama halnya seperti Siska , Alea dan ibunda Arya juga merasakan pergolakan batin yang sama "Hmm aku tau pasti papa tidak tau jika pembicaraannya itu didengar oleh Kami semua , dan itu Tante Siska kelihatannya tak bisa membuka mulutnya , apa Seperti itu ya orang yang sedang jatuh cinta"


Alea tersenyum-senyum sendiri


Aku tak menyangka jika Arya akhirnya berani sekali dengan sangat jantan sekali mengucapkan apa yang ada didalam hatinya ,ia persis sekali seperti almarhum ayahku dahulu yang benar-benar bisa membuat hati ibuku luluh ,dan hari ini aku membuktikan jika Arya yang mewarisi sifat tersebut


Sebagai ibu aku bangga dan juga sedih , melihat kisah cinta putraku sendiri akhirnya ia akan segera menikah dengan perempuan yang selama ini ia cintai ,meski terkadang aku merasa lucu dengan takdir yang menghampiri mereka berdua , Siska akhirnya berpisah dengan suaminya dan putraku juga menjadi seorang duda


Tak terasa langkah kaki ibunya Arya melaju dengan cepat hingga sudah sampai didepan


pintu mobil


tapi Arya masih terus-menerus berbicara


malah kali ini lebih semnagat dari sebelumnya


apa lagu Adita terus memberikan semangat


"Ayo Arya gas keun , kamu pasti bisa jangan tanggung-tanggung , ini adalah cara yang tepat untuk menyalip lawan , kau harus cuti start duluan , semangat Arya dan Siska ,kawal sampai halal "


Aditya Seperti sedang menonton pertandingan moto GP saja memberikan semangat 45


"Kau ibarat rembulan dan aku bintang nya , jika tak ada matahari maka bumi tak akan bisa merasakan bagaimana hangatnya cahaya mentari , seperti itu juga aku yang diciptakan untuk menyinari hidup mu dan juga hari-harimu , aku adalah pelengkap didalam hidup mu , Siska menikah lah denganku ,dan aku akan membuat hari-hari mu menjadi sangat berwarna sekali "


Ibu Arya mengangguk-ngangguk mendengar ucapan yang dilontarkan putranya tersebut


Arika dan Alea langsung menutup mulut mereka karena tak tahan menahan gelak tawa


sedangkan Siska sudah terdiam dengan wajahnya yang memerah seketika karena malu sekali ,apa yang ada didalam isi hati Arya harus didengar oleh semuanya termasuk Arika dan Alea


Ya ampun kak Arya kenapa jadi begini sih aku tak bisa bayangkan jika kau tau apa yang kau ucapkan barusan ini sampai didengar oleh orang-orang terdekat mu ,apa lagi ada putri kesayangan mu dan juga ibu mu , ntahlah


Tapi ini semua juga kesalahan ku kalau saja tadi aku tidak mendloudspeaker handpone milikku maka semuanya tidak akan menjadi seperti ini , maafkan aku kak Arya , tapi jujur saja apa yang kau ungkapkan barusan memang membuatku sangat bahagia , ternyata kau memiliki nyali juga untuk mengungkapkan semua perasaanmu ,aku bahagia tapi aku cemas juga jika penerimaan anak-anak kita tak sesuai dengan harapan kita


Siska memegang kepalanya berkali -kali, ia tampak begitu khawatir sekali , rupanya Alea memperhatikan tingkah Siska


Sepertinya aku merasakan kecemasan didalam hati Tante Siska , lihatlah ia terlihat sangat panik sekali ,apa mungkin ia takut kami semua marah padanya


"Arika "


"Apa ?"


"Kau lihat mamamu itu sepertinya sangat gelisah?"


bisik Alea


"Coba kau tenangkan mungkin ia mengira kita akan marah karena mengetahui persoalan ini"


Arika pun langsung mengikuti permintaan Alea


"Ya kau benar aku akan mendekati mama"


Arika langsung mendekati mamanya


dan memegang tangannya


"Mama kenapa ? "


"Mama..."


menjawab dengan gelagapan


Arika langsung memeluk mamanya "


Ma jangan khawatir , tenang saja Arika tidak marah dengan mama kok, sudah saatnya mama merasakan kebahagiaan , om Arya laki-laki yang baik Ma, dia sangat menyayangi ibuny dan anaknya , Arika yakin ia adalah laki-laki yang tepat untuk mama , setelah semuanya yang telah mama lewati mama berhak untuk bahagia Ma , sudah saat nya mama memikirkan masa depan mama kembali dan melupakan semua yang terjadi


"Menenangkan mamanya yang kelihatan begitu cemas sekali


Siska tak menyangka jika putrinya akan mengatakan hal itu padanya


"Arika ?"


Alea pun langsung ikut mendekat


"Iya Tante , Alea juga setuju karena papa juga butuh teman hidup , tak selamanya kita sebagai anak akan ada untuk orang tua nanti , Apa lagi Papa juga masih sangat muda sama seperti Tante , Tante jangan khawatir kami berdua setuju sekali dengan hubungan ini nantinya ,apa lagi alea nanti akan memiliki saudara seperti Arika"


Mata Siska langsung berkaca-kaca


Aditya langsung bertepuk tangan saat mendengar Arya mengatakan semua.perasaanya pada Siska


"Wah ini baru temanku ,Arya yang aku kenal aku acungkan 4 jempol untuk mu dua jempol tangan dan dua jempol kaki ,ini baru temanku "


Aditya menepuk-nepuk punggung Arya


Puk


puk...


"Dit pelan-pelan aja sakit tau ah "


Arya menggosok punggungnya


"Belum nikah juga nanti udah patah-patah ,udah tau ini sudah lama nggak push up "


Aditya langsung tertawa mendengar ocehan Arya

__ADS_1


"Ya..yah maaf-maaf aku terlalu bersemangat akhirnya kau sould out juga ya ,,kan kasihan si kikuk bisa ubanan karena sudah lama nggak ketemu sama sarangnya "


"Halah bacot tuyul "


Aditya langsung tertawa geli kembali membayangkan sosok sang jagoan kecil yang sudah ubanan


"Tapi aku memang Bangga sekali padamu untuk hal ini , bravo Arya "


Arya langsung membusungkan dadanya naik keatas ,dan menaikkan kedua alisnya ia benar-benar tampak bangga sekali dengan apa yang ditunjukkan pada Aditya


Hemm sekarang kau baru tau kan Ditt jika aku ini bukan kaleng-kaleng ,aku adalah lelaki sejati jika aku mencintai seseorang maka. aku akan mendapatkannya dengan cara ksatria , aku pernah kalah tapi bukan berarti aku akan menyerah begitu saja jika kesempatan itu ada , kau tau itu , tak mudah menjadi aku dan siapapun tak akan bisa menjadi aku selamanya


Arya yang terlanjur bahagia tak menyadari jika apa yang baru saja ia sampaikan tersebut didengar oleh banyak orang dirumahnya , sedangkan pikirannya sudah melayang-layang kemana-mana


Aditya masih merekam Semua tingkah Arya ia bermaksud untuk menghadiahi video ia nanti sebagai kado pernikahannya


Dirumah Arya , Alea dan Arika nampak memberikan dukungan moral kepada Siska yang nampak sangat gugup itu


"Kita duduk dekat mama mu ayo..."


"Iya"


Alea dan Arika langsung menarik tangan Siska


kali ini Alea langsung yang berbicara agar Siska yakin dan mau menerima cinta papanya ,apa lagi mereka semua tau bagaimana kisah cinta papa dan mama mereka yang kandas di tengah jalan karena tidak disetujui hanya karena sebuah masa lalu


Sudah saatnya aku yang harus turun tangan langsung mengatakan pada Tante Siska jika ia dan papa berhak bahagia , tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi , tidak ada yang salah dari cinta mereka , semuanya sama-sama single ,papa dan Tante Siska berhak untuk bahagia tanpa ada penghalang


Alea menarik nafas dalam-dalam hingga hembusan nafasnya terasa ditangan Siska


Pushhhhh....


"Tante " Iya Alea berbicara perlahan ia takut jika ia sampai merusak hati Alea , apa lagi ia tau Arya sangat menyayangi putrinya ,rasa khawatir karena Alea tak bisa menerimanya itu memang masih ada saja karena biasanya posisi ibu tiri itu tak semudah itu bisa diterima oleh anak remaja perempuan pada umumnya ,mulai karena takut tersaingi kasih sayangnya dan juga takut jika nanti kalau sudah menikah kasih sayang untuk Alea akan berubah


Apa yang akan dikatakan anak kak Arya padaku , hembusan nafasnya terasa begitu panjang sekali ,apa dia marah,atau tidak suka karena papanya menyukaiku , ini yang sangat aku khawatirkan ,sama halnya saat mama hendak menikah dengan pak kumis kak Dimas sama sekali tak menyetujuinya padahal tak semua orang tua sambung itu jahat


setelah menikah mama justru sangat bahagia kembali , ntahlah...aku hanya bisa pasrah saja dengan takdir Tuhan yang telah tergariskan untukku


Alea menatap mata Siska "Tante harus bahagia bersama papa , karena Alea sebagai anak ingin membahagiakan orang tua dengan cara membuat hidupnya bahagia "


Arika pun ikut bicara juga


"Mama tak boleh sedih lagi , Arika sangat menyayangi Mama ,mama berhak untuk bahagia bersama om Arya papanya Alea "


Siska memeluk keduanya ia tak menyangka kedua orang gadis remaja yang berada dihadapannya akan mengatakan hal itu


"Anakku kalian..."


Air matanya tak terasa jatuh menetes di pipinya ,ia menangis bahagia karena cintanya direstui oleh anak-anak mereka berdua


"Tante semnagattttttttttt lihatkan aku ini akan menjadi anak Tante juga nanti "


Alea tersenyum


"Apa lagi selama ini aku tak pernah memanggil mama pada seorang ibu , nantinya aku akan memanggilmu Tante dengan panggilan Mama , untuk pertama kalinya, Tante adalah perempuan pertama itu ,aku harap Tante bisa juga menyayangi aku seperti Tante menyayangi Arika nantinya "


Arika langsung memeluk Alea ia sangat sedih mendengar ucapan yang keluar dari mulut Alea


"Mamaku pasti akan sangat menyayangimu nanti apa lagi ia beruntung karena memiliki putri cantik , cerdas dan baik seperti mu ,aku juga bahagia karena akan memiliki saudara perempuan sebaik dirimu itu "


"Nenek !"


Mereka menoleh kearah nenek Alea


Tampak perempuan tua itu rupanya masih berdiri didekan pintu mobil hanya untuk mendengarkan apa lagi yang akan diucapkan oleh Arya


"Nenek , Astaga apa lagi yang sedang nenek akan lakukan ,ayo duduk disini dulu "


Alea berdiri memanggil neneknya tapi ia sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan Alea


"Nanti saja nenek masih penasaran apa lagi yang akan diucapkan papamu ,jangan ribut nanti dia dengar "


sambil berbisik


Alea yang keras kepala langsung membantahnya tapi dengan sopan dan lembut


"Duduk saja Nek , dari sini juga kedengaran "


"Sttt diamlah nenek masih mendengarkan sesuatu sepertinya papamu mau berbicara lagi , jangan ribuan ini pasti akan lebih seru lagi, tolonglah kau diam saja !"


Alea dan Arika saling berpandangan


"Sudahlah kau diam saja Alea ikuti saja kata nenekmu , ingatiah petuah orang tua jangan dilawan nanti kualat"


Alea langsung menuruti semua perintah Arika


"Baik my sister"


ucap Alea


Namun ia tak bisa tinggal diam begitu saja ia masih juga ingin tau


"Nek, menurut Nenek papa lagi dimana?"


Siska langsung menjawab "Papamu ada di kantor itu "


"Kok Tante bisa tau hayoo"


canda Alea membuat Arika langsung senyum-senyum sendiri


Tapi Arika langsung menarik tangan Alea sambil berdiri "Alea sini dulu"


"Aduh Arika apa sih "


"Dengarkan aku dulu"


Arika langsung berbisik di telinga Alea


"Jangan sampai keceplosan kalau kita tadi mengikuti mereka , nanti bisa kacau kalau ketahuan bisa-bisa nanti kita yang akan kena marah "


"Iya tenang saja soal itu jangan khawatir ,aku telah memikirkan semuanya selow aja"


Arika akhirnya bisa bernafas lega

__ADS_1


"Ayo kita duduk lagi didekat mamamu ,saat seperti ini yang dibutuhkan adalah dukungan dari kita anak-anak nya "


"Cie anak "


Arika langsung tertawa


"Cie bakal saudara "


mereka berdua terlihat begitu riang sekali


Arya yang masih berada dikantor merasa seperti habis mengeluarkan kentut yang sudah lama tertahan


Busss...


seperti itulah kira -kira rasanya


Hugh benar-benar plong selama ini aku sudah merasakan seperti biji kedondong yang nyangkut di tenggorokan saja akhirnya lepas juga


Aditya masih penasaran apa jawaban yang akan diberikan Siska pada sahabatnya itu sedangkan Arya sendiri bingung apa lagi yang akan ia bicarakan karena ia masih terlanjur gugup dengan apa yang baru saja ia katakan pada Siska


" Arya apa lagi yang kau pikirkan ,jangan bengong ayo lanjutkan lagi pembicaraanmu terus kau tanyakan bagaimana perasaan Siska padamu,apa ia bersedia menerimamu menjadi pendamping hidupnya ? ayo cepat jangan sia-siakan kesempatan ini ayo cepat katakan padanya ?"


Arya langsung sadar dari lamunannya dan mengangguk " Astaga hampir saja aku lupa itu yang paling penting "


"Nah itu kau harus tau bagaimana rasanya


Keringat dingin mulai bercucuran dari dahinya ia takut jika jawaban yang akan diberikan oleh Siska akan membuat ia terluka


"Siska bagaimana jawabanmu ,apa kau mau menjadi pelengkap hatiku ? sampai aku menutup mata dan nafas ini terhenti b?"


Arya masih memikirkan apa yang akan ia tanyakan selanjutnya


Aduh aku terlanjur percaya diri sekali bagaimana jika ia sama sekali tak memiliki perasaan apapun lagi padaku karena telah lama hidup dengan Arjuna ,dan ia menolakku


sungguh aku tak sanggup untuk mendengarkannya , aku tak akan mungkin bisa menerima kenyataan jika aku nanti ,oh tidak ...


Aditya kembali geram melihat Arya yang masih saja bengong belum mengatakan pertanyaan kembali


"Arya ayo cepat kau tanyakan pada Siska ,apa lagi yang sedang kau tunggu , menunggu lebaran kucing atau kerbau berbulu "


"Iya sabar aku lagi memikirkan kata-kata yang tepat ,nanti jika aku ditolak bagaimana ?"


"Hadeeh kau ini pakai rok saja ,jangan menyerah kau pasti lolos dan diterimanya jangan khawatir "


Perdebatan dengan sistem bisik-bisik ini untunglah terjadi dikalangan elit dan orang -orang kaya jika dikalangan ibu-ibu komplek yang ekonomi pas-pasan ,akan sangat meresahkan apa lagi ditanggal tua belum gajian , dapur yang mengepul hanya menyediakan makanan jengkol ,Pete wah..wah... bisa-bisa drama bisik- membisik akan menimbulkan beberapa kesadaran ibu-ibu menghilang karena aromanya


"Tarik nafas mu dalam-dalam "


Arya menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia malah terkentut-kentut


"astaga malah keluar dibawah "


"Tolo* "Aditya menutup hidungnya


Arya langsung tertawa geli "Maaf kelepasan aku akan serius kali ini kau dengar ya"


"Ehemmmm...Siska aku ingin kau menjawab semua pertanyaan dan keinginanku ini , apakah kau bersedia menjadi istriku untuk yang terakhir kalinya apa kau bersedia mengarungi bahtera rumah tangga dan hidup berjuang bersama-sama dengan ku , aku menunggu jawaban kepastian darimu hanya ada dua pilihan , mau menjadi istriku atau Tidak mau jauh dari hidup ku "


Aditya langsung bertepuk tangan kembali


"Bukan main Raja gombal ,haha mantap kau menggunakan ilmu yang kau punya pada tempatnya "


Aditya mengacungkan kembali empat jempol kakinya pada Arya


Siska langsung kaget saat mendengar ucapan tersebut


Siska yang sedang duduk dikelilingi oleh Alea dan Arika pun langsung terdiam tak berani menjawab apapun , sampai akhirnya ia melihat


Semuanya mengangguk setuju menjawab pertanyaan dari Arya


"Ayo Mama jawab saja , Arika setuju"


bisik Arika


Alea pun turut menjawab "Tante ayo Tante semangat jangan lupa Alea juga butuh sosok mama ,Alea ingin Tante Siska jadi ibu sambungnya Alea "


Mata Siska tampak berkaca-kaca sekali


hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjawabnya


tapi ia tak mau menjawabnya sampai ibu Arya yang terakhir memintanya , sesungguhnya doa seorang ibu yang mustajab untuk anaknya akan menjadikan senjata yang ampuh kedepannya


"Nenek ayo berbicaralah "


teriak Alea pelan


Ibu Arya baru menyadari ia langsung mengangguk pada Alea


"Nak ibu merestui hubungan kalian,anak ibu sangat mencintaimu ,dan ibu juga sudah lama sekali menginginkan sosok menantu kembali "


Karena mendapatkan dukungan dari semuanya


Siska pun langsung memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam


Sepertinya ini sudah saatnya aku menjawab menjawab pertanyaan kak Arya yang terpenting mereka semua sudah setuju untuk hal ini


Namun Siska malah melontarkan candaan yang membuat semuanya langsung syok dan kaget


"Kak Arya ..maafkan aku "


Mendengar jawaban dari Siska ,dengan kata maafkan aku , Arya langsung lemas hingga membuat ia hampir terjatuh pingsan


wajah Arya langsung berubah 180 derajat menjadi layu bak kerupuk yang disiram air


"Dit kau dengar itu ,ia menjawab dengan sangat sempurna , jawaban yang sangat mengecewakan aku ,ambil handphone ini aku tak sanggup berbicara apapun lagi dengannya"


Arya langsung pergi meninggalkan ruangan


tersebut ,


"Arya kau mau kemana ?"


Padahal ucapan Siska itu belum sampai ke ujung tapi Arya malah langsung saja pergi meninggalkan tempat itu ,

__ADS_1


terdengar suara Siska ditelpon memanggil Arya kembali


"Kak Arya jangan pergi dulu ,mau kemana? ucapan ku ini belum selesai".


__ADS_2