
Ana ternganga seakan tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Rima
"Siska kau dimana ? "
mengeluarkan ponselnya ,Siska sengaja pulang lebih awal karena Arjuna tak mengizinkan ia untuk pulang larut malam
Kring....
ponsel milik Siska berdering padahal baru saja Arjuna ingin meminta jatah halal nya pada Siska
"Astaga ada saja yang menganggu momen langka ini ,aduh..."
"Maaf , sepertinya aku harus mengangkat telpon ini dulu , lihatlah Ana menelpon ku "
Arjuna terlihat pasrah dengan menutup tubuhnya dengan selimut , sedangkan Siska menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya
"Halo Ana "
"Siska kau di mana ?"
"Aku sudah di rumah ,ada apa kau menelpon ku ?"
"Gawat Siska ,gawat "
Suara Ana Terdengar gemetaran
"Apa nya yang gawat Ana , jangan membuat aku semakin cemas saja cepat katakan lah "
"Rima baru saja membatalkan pernikahan nya di depan mata ku "
"Apa kau serius ?"
Siska berdiri dan selimut yang menutupi tubuhnya terjatuh dari tubuh nya ,hingga membuat dua gunung kembar yang bergelantungan itu bergetar-getar mengikuti gerakan tubuh Siska yang tak sadar dengan keadaan nya tersebut , bahkan ia sampai harus berjongkok untuk memastikan Mendengar suara Ana
Saat itu juga Arjuna semakin tersiksa dengan memegang bagian vitalnya ,
"Ya Tuhan harus berapa lama lagi aku menelepon nya, sungguh aku tak kuat sekali "
Arjuna membalikkan tubuhnya dengan posisi nya yang sudah tertelungkup , mencoba berzikir dan membaca doa berkali-kali namun tetap saja tak mampu menepis hasrat halal tersebut
"Astaga tak mempan "
Siska masih memegang kepalanya dengan sangat panik "Lalu apa yang di katakan Kak Dimas,Ana ?"
"Dimas menyetujui nya"
"Astaga hanya itu saja ? apa dia tak mengejar Rima dan meminta penjelasan "
"Tidak sama sekali Siska ,dan aku melihat Dimas tak melakukan apapun "
__ADS_1
Siska langsung memaki Dimas dari hatinya
"Baiklah Ana besok aku akan meminta Arjuna untuk mengantarkan aku kerumah mu ,kau jangan khawatir "
Siska menutup telponnya
"Sial ,Kak Dimas Memang keterlaluan ,dia sudah menyakiti Rima , seharusnya aku sudah memperingatkan Rima sejak awal jika jangan terlalu percaya pada nya , Kak Dimass"
Karena terlalu lama menelpon Ana , rupanya Arjuna sudah tertidur pulas mungkin juga karena ia kelelahan juga pagi sibuk bekerja dan malam harus menemani Siska kepesta
Tersadar dengan dirinya yang tanpa busana ia pun langsung buru-buru memakai pakaian nya , melihat Arjuna yang sedang terjadi rupanya membuat Siska menyadari jika malam ini Arjuna kembali tak mendapatkan hak nya sebagai seorang suami
"Hah maafkan aku ya, tapi lebih baik malam besok saja karena malam ini pun aku sama sekali tak mood lagi melakukan nya, aku sedang memikirkan Rima, pasti malam ini ia sedang hancur lebur sekali , tapi aku tak mau menelpon nya malam ini, aku tak siap mendengarkan tangisan nya, aku tak siap , Kak Dimas benar-benar keterlaluan sekali !"
Siska menarik selimut nya
Kembali ketempat peresmian restoran Ana,
Aditya dan Ana sudah pulang tinggal Dimas daj Arya yang bergantian minum alkohol
padahal Arya sudah lama sekali tak menyentuh minuman tersebut , tapi karena melihat Dimas yang meneguknya ,mau tidak mau ia juga meneguk nya ,karena terlalu asik minum mereka tak sadar sudah menghabiskan banyak sekali anggur dan sekarang mereka berdua mabuk berat
"Aku pulang dulu ya..."
Ucap Arya kepada Dimas yang sedang mabuk berat juga
"Oke baiklah, hati-hati di jalan"
"Kau juga "
Arya langsung pulang kerumah dengan membawa mobil nya sendiri , untung saja dia tidak membawa gerobak sampah di samping mobil nya tadi , untung lah petugas Segera mengatakan jika itu bukan mobilnya
lama tak mabuk , membuat ia melampiaskan nya malam ini dengan minum sebanyak-banyaknya
Beberapa kali di jalan ia hampir saja menabrak orang karena membawa mobil dengan cara zig zag , samapi di gapura kompleks perumahan nya ia hampir saja menabrak Bokong security yang sedang menunduk saat akan mengunci pintu gerbang perumahan tersebut
"Astaga hampir saja"
Arya mengeluarkan kepalanya "Maaf Boss aku tak sengaja, mungkin mobil ku terpesona melihat bokong besar mu itu , cepat buka gerbang nya beibeh"
Arya tersenyum bahagia sambil mengeluarkan lidahnya
Para security menggelengkan kepalanya
"Astaga bisa mabuk juga ternyata Tuan Arya "
"Hampir saja kau kehilangan bokong mu Beibeh"
goda salah satu security pada temannya yang hampir di tabrak Arya itu
__ADS_1
Mereka pun langsung tertawa geli
Arya yang mabuk terus menerus bernyanyi di dalam mobil nya ,lalu turun dari mobil masuk kedalam rumah ,yang tidak di kunci tersebut ,
"Permisi ,apa kah di rumah ini ada orang ? ,tentu saja ada banyak orang dan makhluk halus lainnya di rumah ini he "
berjalan sempoyongan menyusuri kamarnya , ia merayap di dinding
dengan menyeret tubuhnya
"Aku pulang".Tak ada yang menyahut nya sama sekali
Arya langsung saja masuk kedalam kamar dan membuka pintu nya , nampak Alena yang sedang tertidur pulas di atas kasur milik nya
Bayangan Arya itu adalah Siska dengan cepat ia memeluk tubuh Alena
"Siska aku sungguh mencintai mu, aku tak ingin kau pergi dari hidupku "
Alena kaget karena mendapatkan Arya di atas tubuh nya
"Kak Arya lepas kan ..aku ini Alena bukan Siska "
Arya membuka bajunya dan berucap
"Aku sangat menginginkanmu Siska, kau jangan pergi lagi "
"Kak Arya lepaskan ,kau mabuk ya ..."
Arya tertawa keras dan memeluk tubuh Alena sekuat tenaga ,ia menciumi setiap jengkal tubuh Alena
"Aku sungguh mencintai mu "
Itu yang selama ini di inginkan oleh Alena, namun malam ini ia seharusnya bahagia dengan perlakuan Arya padanya hal yang wajib yang sangat di inginkan seorang istri ,namun air matanya menetes saat Arya mengucapkan nama Siska di hadapannya , Alena sadar jika tak ada seorang pun yang bisa menyingkirkan
Siska dari dalam hati Arya
.
Segel pun di buka , Alena dan Arya telah bersatu malam ini , namun Arya tak menyadari jika sepanjang malam hanya nama Siska yang terus menerus di ucapkan nya
"Terimakasih Siska kau masih original ternyata "
Brak..
Arya yang kelelahan langsung tertidur lelap di samping Alena ,
Air mata masih menetes dari sudut mata Alena
"Terimakasih karena telah melakukan tugas mu, namun aku semakin sadar bagaimana posisi ku di hatimu saat ini , semuanya sudah jelas , tak mudah bagi Arya untuk melupakan Siska begitu juga sebaliknya "
__ADS_1
Alena berjalan keluar dengan membawa handuk, ia akan mandi untuk membersihkan diri pasca pertempuran yang baru saja selesai terjadi
"Aku menyerahkan sepenuhnya diriku pada orang yang tepat, suamiku sendiri yang sah secara agama dan hukum , meski cintanya tidak akan pernah sah aku miliki"