
Siska duduk disamping kantornya dengan memeriksa bagian-bagian alat yang kurang
"Baiklah ini kurang "
Tiba-tiba ada kurir yang mengantarkan karangan bunga untuk ibu Siska ,anak buahnya yang bekerja langsung memanggilnya
"Bu ada yang mengirimkan karangan Bunga untuk ibu "
"Untukku ? dari siapa ?"
"Dia tidak menunjukkan siapa yang mengirimkannya Bu hanya saja ia mengatakan dari seseorang yang spesial Mr.A"
Siska langsung keluar dan melihat karangan bunga ucapan selamat yang biasa digunakan untuk orang mengucapkan ucapan bela sungkawa
"Aastaga siaapa yang mengirimkan ini "
"Mr.A. Bu "
"Ya ampun keterlaluan sekali MR .A ini bisa-bisanya ia mengirimkan bunga jelek ini padaku ,apa ia pikir aku sudah meninggal"
Tak lama pesan masuk muncul dari Arya
"Bagaimana apa kau suka dengan bunganya ?"
"Aastaga ternyata kak Arya sama sekali tak pernah bisa berubah ya , kenapa ia tak bisa bersikap romantis ,bukan bunga seperti itu yang seharusnya ia kirimkan untukku,aduh bagaimana ini "
Siska mencoba memikirkan apa balasan yang cocok untuk membalas ucapan dari Arya tersebut "Jika aku mengatakan bunga ini bagus maka ia akan mengirimkan bunga seperti ini terus -menerus nantinya tapi jika aku mengatakan apa ia akan tersinggung ya ,haduh merepotkan sekali hidupku karena kak Arya "
Siska pun langsung membalas "Terimakasih banyak sebelumnya kak atas bentuk bunganya tapi maafkan aku tak suka dikirimkan bunga terlebih dengan model seperti itu kak "
Siska mengirimkan pesan
"Hah terserah padamulah kak Arya aku tak perduli bagaimana caranya lagi tapi jujur lebih baik dari pada aku harus tertekan batin untuk yang kedua kalinya ,cukup selama belasan tahun ini aku menanggung rasa sedih sakit yang amat sangat dalam aku tidak mau mengulangnya kembali "
Sedangkan dikantor ternyata Aditya sedang bersama diruangan Arya ,ia lah yang memiliki ide untuk menyuruh Arya mengirimkan bunga
"Bagaimana Arya apa ada balasan dari Siska "
"Tunggu sebentar aku akan melihatnya "
Tit..
Tit..
Bunyi pesan masuk kedalam ponsel milik Arya
"Nah itu sepertinya cepat Arya ?"
Arya langsung membukanya "Bukan ini pesan dari operator seluler "
"Sabar mungkin Siska terlalu bahagia dan ia sedang merangkai kata untuk membalas pesanmu "
"Kau benar ,aku yakin ia sekarang bingung ingin membalas bagaimana ya kan "
Arya terlihat begitu percaya diri sekali
"Apa kau tadi sudah memberikan bunga yang paling romantis "
"Kau tenang saja aku sudah mengatakan berikan bunga dengan ucapan yang terbaik"
"Bagus kalau begitu sebentar lagi kau akan mendapatkan jawaban dari semuanya tunggu saja"
Dan benar saja dalam lima menit Arya mendapatkan pesan dari Siska ,namun wajah Arya langsung berubah menjadi sedih
Aditya langsung heran
"Arya kau kenapa ?"
"Kau lihat sendiri Dit, bagaimana Siska membalasnya ia tak menyukai bunga yang aku kirimkan dia tidak suka modelnya "
"Tenang sabar dulu , tenangkan dirimu, sekarang yang ingin aku tanyakan adalah bunga seperti apa yang kau kirimkan pada Siska coba kau lihat dulu !"
"Aku juga tidak tau aku hanya menelpon untuk mengirimkan bunga terbaik dan paling berkesan untuk Siska "
"Haduh..coba kau berikan aku nomor telepon toko bunga itu sekarang cepalah "
"Ya tunggu sebentar "
Aditya langsung menelpon nomor tersebut
"Selamat pagi Toko bunga bahagia damai bersama anda "
"Iya benar "
"Pak saya ingin bertanya apa benar tadi toko anda mengirimkan bunga atas nama Siska dari Tuan Arya ?"
"Ya benar sekali "
"Bolehkah saya meminta anda mengirimkan Poto bunga yang anda kirimkan pada ibu Siska itu ?"
"Oh tentu saja Tuan saya akan mengirimkannya melalui pesan "
Aditya mematikan ponselnya
"Dia akan mengirimkan bagaimana bentuk bunga yang dikirimkannya pada Siska kau tunggu sebentar ya "
Arya masih tampak murung "Mungkin ia sudah tak mencintaiku lagi Dit, bayangkan saja ia sudah hidup bertahun-tahun bersama Arjuna,pasti lah rasa cintanya semakin hari semakin besar saja "
__ADS_1
"Halah kau ini baru seperti ini saja langsung menyerah , bagaimana mungkin kau bisa mengatakan bahwa ia tidak mencintaimu ,kau ini ayolah kawan kau harus bisa membedakan mana cinta mana Sayang "
"Tapi perasaanku padanya tak pernah berubah Dit"
Aditya diam-diam merekam apa yang diucapkan oleh Arya dan mengirimkan pada Ana
"Sayang Cepat kau kirimkan ini pada Siska ,Arya sedang galau karena ia salah mengirimkan bunga ,Siska tidak suka tolong kau bantu aku merayu Siska aku sekarang sedang menghibur Arya yang sedang kesepian ini "
"Baiklah jangan khawatir aku akan mengirimkan pada Siska jangan khawatir , semoga kita berhasil ya sayang aku tak sabar untuk mendapatkan rumah disyurga konon katanya jika kita berhasil menjodohkan seseorang hingga menikah maka orang yang berhasil menjodohkan itu akan mendapatkan rumah disyurga ,itu sih katanya "
"Hah semoga saja ".
Sepasang suami istri itu bergerak cepat untuk menolong Arya yang sedang galau
"Dit Bagaimana sudah dikirimkan gambarnya belum ,lama sekali "Arya nampak marah
"Iya lama sekali tunggu aku telpon lagi"
Aditya pun kembali menelpon pemilik toko bunga tersebut , seperti itulah Arya dan Aditya mereka berdua dimanapun berada tak tau tempat sering sekali membuat Arya yang menjadi bosnya dan kadang Aditya yang jadi bosnya
"Halo Pak bagaimana apa potonya sudah dikirimkan "
"Iya Tuan ini baru akan dikirimkan tadi ponselku lowbat "
"Baiklah Pak"
Aditya mematikan ponselnya dan benar saja satu buah pesan masuk langsung dibuka oleh Aditya dan ia sangat terkejut "Astagaaaaa Arya apa kau sudah gila !"
"Apa maksudnya Dit ,kenapa kau ini !"
"Coba kau lihat ini "
Menunjukkan ponselnya pada Arya
saat ia melihat gambar yang berada didalam ponsel Aditya ia kaget dan terkejut
"Astaga Dit bunga apa itu !"
"Halah kau yang mengirimkan ini untuk Siska , kenapa kau yang kaget "
Aditya memarahinya kembali
"Toko bunga ini menjebakku Dit ,mana nomornya aku ingin meneleponnya cepat berikan "
"Aku tadi mendapatkan nomor teleponnya dari mu Arya,kenapa malah kau meminta kepadaku"
"Ya aku lupa , baiklah tunggu sebentar aku akan menelponnya toko bunga ini benar-benar tidak profesional sekali jelas-jelas aku memintanya untuk mengirimkan bunga yang spesial malah dikirimkannya bunga seperti orang yang mengucapkan belasungkawa hadeh wajar saja Siska tak suka "
"Sudah cepat telepon lah ,jangan lupa loud speaker biar aku jadi saksi Kenapa bisa-bisanya toko bunga tersebut mengirimkan bunga seperti itu"
"Ya santai sajalah kau jangan khawatir"
"Selamat pagi menjelang siang ,remang dan tenang dengan toko bunga damai bersama anda "
"Hah saya Tuan Arya yang menyuruh Anda mengirimkan bunga kepada nona Siska apa anda mengerti ?"
"Oh benar Tuan Arya sesuai pesanan anda bunga yang anda pinta sudah kami kirimkan dan sudah berada ditangan ibu Siska "
Aditya langsung mengelus dadanya sambil berbisik
"Tenangkan dirimu dan jangan banyak cerita dulu"
ucap Aditya
"Aku tak bisa sabar lagi Dit ini menyangkut harga diriku "
Arya langsung berdiri dan membentak owner toko bunga itu "Dengar ya pak saya menuntut toko anda untuk ganti rugi karena sudah membuat saya malu ,toko bunga Anda malah mengirimkan karangan bunga yang seperti orang yang sudah meninggal kepada calon istri saya "
Aditya menahan tawanya gara-gara Arya yang keceplosan mengatakan Siska sebagai calon istrinya
"Ehemmmm"
Namun balasan dari owner toko bunga tersebut malah membuat Arya kaget
"Tuan sebelum tuan menuntut saya apakah Tuan sudah tau kami ini adalah toko bunga yang khusus untuk membuat ucapan dan karangan bunga untuk belasungkawa,kami juga heran tadi kenapa Tuan meminta tulisan seperti itu ,maka saya membuatkan semoga Siska tenang dihidupnya, Karena saya pikir Tuan sudah tau, tadi kan saya sudah bertanya berulang kali 'Apa anda yakin Tuan?' dan anda mengatakan seribu persen,maka saya langsung ACC dan karangan bunga pun langsung dikirimkan"
Aditya langsung tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan dari owner toko bunga tersebut ,wajahnya yang marah dan tegang tadi langsung berubah menjadi merah padam karena malu
"Bahahaha sungguh aku tak menyangka jika kau sudah pikun,ayo segera minta maaf sebelum kau di tuntut balik "
Arya langsung melihat dilayar laptopnya dan ternyata benar ia yang salah mengambil nomor
seharusnya toko bunga yang dihubunginya berada di atas nya lagi
"Baiklah Pak kalau begitu saya yang minta maaf pak karena saya yang salah yang sudah salah baca ,maafkan saya pak "
"Tidak masalah Tuan asal jangan tuan saja yang salah masuk kamar"
goda owner toko bunga tersebut
Arya langsung terdiam dan mematikan teleponnya
"Bahahahaha aku sakit perut karena ulahmu , untunglah Siska masih bisa mengirimkan pesan secara halus seperti itu ,jika Siska itu adalah aku ,maka aku langsung memblokir kau dari hidupku "
Arya langsung tampak lemas ia terlihat tak bersemangat "Dit aku rasa kau benar , bagaimana ini Dit aku tak mungkin membiarkan Siska sedih kan ,atau bagaimana ya Dit aku kirimkan saja lagi ya menurutmu bunga lagi"
Arya benar-benar sangat gelisah sekali ia tak tau jika sekarang Siska sudah tak lagi kesal karena video rekaman yang dikirimkan oleh Ana pade Siska
__ADS_1
"Jadi ia salah menelpon nomor ya "
"Hah iya Siska dan sekarang kak Arya sedang galau sekali takut kau memblokirnya dari hidupmu "
Siska tertawa geli "Lagi pula nggak usah sok romantis juga kenapa Sudah tua juga , hadehh kita ini bukan anak muda lagi"
Ana berdehem ia membela Arya "Tapi kau harus tau kak Arya hanya satu tahun saja merasakan memiliki istri yang tidak ia cintai sama sekali dan aku tau sampai detik ini hanya ads kau dihatinya"
Siska terdiam
Aku juga sama Ana hanya saja yang berbeda aku masih sempat merasakan menjadi ratu satu-satunya disamping Arjuna setelah akhirnya semua nya hancur berkeping-keping aku tak memiliki pilihan lain selain bertahan , Karena aku berpikir jika aku kembali maka pernikahan Arya dan Alena akan terguncang, rupanya sama saja kita berdua sama-sama berada dalam masalah yang sangat serius
...
"Dit sekarang bagaimana ?"
Aditya melihat jam dinding padahal arloji ditangannya ada
"Kau sekarang pergilah ketoko furniture miliknya ,kau ajak dia pergi dan makan siang bersama "
"Apa kau sudah gila Dit , setelah aku membuat ia kesal dan sekarang malah membuat ia semakin tambah marah "
"Arya kau ini kenapa sih ,tak ada nyali sama sekali ,jika kau salah ya kau tinggal berdiri dan minta maaf padanya, tunjukkan jika kau itu seorang laki-laki jangan seperti banci , hadapilah, ingat Arya kesempatan tidak datang dua kali yang aku tau Arjuna itu masih sangat mencintainya , jika kau pernah merelakan Siska tanpa memperjuangkannya aku rasa ini waktu yang tepat untuk kau menunjukkan jika kau bener-benar pantas untuk menjadi suami nya"
Arya terdiam ,dan mulai berpikir b
"Kau benar Dit ,jika bukan saat ini kapan lagi aku harus berjuang , apa lagi tak ada yang melarangku bukan ,yah kau benar aku akan segera pergi ketempatnya "
Arya langsung pergi , tapi Aditya lupa memberi tau jika toko Siska itu sudah pindah
"Arya apa kau tau dimana letak toko Siska hadeh kau selalu saja ceroboh "
Tak lama benar Arya menelpon
"apa yang aku katakan dia menelpon juga akhirnya "
Aditya langsung menjawabnya
"Iya halo "
"Cepat kau kirimkan alamatnya Dit"
"Baiklah tunggu sebentar "
Dalam beberapa menit Arya pun langsung meluncur ketempat Siska
Rupanya Ana sudah memberi tau kan Siska
jika ia harus bersiap-siap karena akan ada seorang laki-laki yang akan datang
"Maksudnya Ana siaapa? ".
"Siapa ya ? hahaha sudah ya aku mau kesekolah Karin dulu mau ada pertemuan orang tua siswa disekolah "
"Baiklah Ana sampai jumpa dan hati-hati dijalan"
Arya yang sudah semakin dekat dengan toko Siska sudah bersiap dengan merapikan rambutnya dan juga merapikan kerah bajunya
"Sudah tampan ,aku ini memang keren "
Ia pun menyempatkan diri untuk mampir ketoko Bunga membelikan Siska setangkai bunga mawar merah yang cantik
"Siska kau secantik bunga ini "
Arya langsung melihat jam "Sudah jam dua , untunglah Aditya adalah bos ku jika bukan sudah dipastikan aku akan ditendang dari kantor itu "
Tak lama nampak lah toko megah dan besar milik Siska ,
"Nah itu dia "
Arya pun langsung memarkirkan mobilnya tepat disebelah mobil Siska
Siska yang memang sedang menunggu siapa gerangan laki-laki yang akan datang kotokonya itu nampak sangat penasaran sekali , namun saat aroma parfum Arya masuk kedalam tokonya ia langsung tau jika Arya yang sedang ia tunggu dari tadi
"Permisi saya ingin bertemu dengan pemilik toko ini"
"Owww Bu Siska maksud Tuan "
Siska langsung menjawab dari dalam
"Ada yang mencariku Seperti nya ?"
"Iya Bu Tuan ini ingin bertemu dengan pemilik toko ini "
Siska langsung menghampiri Arya
"Wah kejutan sekali ini , kenapa kak Arya tak memberi tau jika ingin kemari"
Siska Tersenyum
"Jika aku memberi tau itu bukan kejutan namanya,ini bunga untuk mu "
"Bunga lag?"
"Iya bunga ini yang benar ,aku minta maaf soal bunga yang tadi pagi aku kirimkan"
"Oh soal itu tak usah dibahas lagi kak terimakasih banyak "
__ADS_1
Tapi saat mereka berdua sedang asik mengobrol , Arika dan Alea yang berada dalam satu mobil milik Alea kaget saat melihat mobil Arya yang berada disebelah mobil Siska
"Arika Sepertinya itu mobil milik papaku "