
"Pagi yang indah"
Arika tampak sangat bahagia sekali karena i bisa tidur dengan nyenyak ia langsung berdiri dan betapa kagetnya ia melihat Bian yang tertidur dengan bajunya yang telah robek
"Lah kenapa dengan pakaiannya? apa malam tadi ia kena cakar binatang buas"
Arika langsung mandi, meninggalkan Bian yang masih tertidur,
Setelah Itu ia langsung ganti pakaian didalam kamar tersebut, karena ia mengira Bian masih tertidur dengan pulas maka ia dengan santainya melepaskan semua pakaiannya hingga tak ada satupun yang tersisa
Bian yang kaget karena terkena cahaya sinar matahari langsung masuk dan kaget saat melihat pemandangan indah saat ia membuka matanya.itu,
"Bidadari cantik "
Arika sibuk mengoleskan handbody dan juga sunblock di tubuhnya agar tak terkena sinar matahari, belum lagi wanginya aroma parfumnya tersebut membuat kepalanya Bian menjadi pusing baik itu di atas maupun di bawah, Arika duduk diatas kasur membelakangi Bian,
Karena sudah tak tahan lagi Bian pun langsung mendekatinya diam-diam untuk merasakan tumpukan daging halal itu
"Sungguh Aromanya sangat wangi sekali"
tanpa disadari hidungnya menempel di bahu Arika dan tak bisa dihindarkan lagi tangannya langsung spontan memeluk arika seperti magnet yang tak bisa melepaskan besi saat bertemu
__ADS_1
"Aawwwwwwww"
Arika berteriak padahal baru saja sang pelayan hotel ingin mengetuk pintu untuk membangunkan mereka karena motor yang di pinta untuk berkeliling hotel tersebut sudah berada didepan
"Arika maafkan aku, sepertinya aku tak bisa lagi menahannya, lihatlah ini"menunjuk kebawah dengan keadaan yang benar-benar berdiri sekali
"Tolong Bian jangan lakukan itu sekarang aku mohon..."
"Maafkan aku Arika tapi kau duluan yang menggodaku kau sengaja kan melakukan hal ini kau sengaja untuk memamerkan keindahan tubuhmu untuk menggodaku katakanlah Arika"
Mata Bian sudah berubah menjadi sayu sekali karena tak tahan"Arika aku akan melakukannya dengan perlahan-lahan, mungkin ini akan sangat sakit sekali, tapi yakinlah ini awalnya saja karena setelah itu semuanya akan baik-baik saja"
Arika tak bisa bergerak lagi karena sekarang ni kedua tangannya Bian sudah berjalan kemana-mana
"Bian aku mohon..."
Tak berapa lama terdengar suara teriakan yang begitu keras sekali dari dalam kamar tersebut hingga terdengar sampai keluar hotel
semua yang sedang berada diluar kamar memilih untuk pura-pura tak mendengar suara tersebut
"Awwwwwwwwwww......"
__ADS_1
seperti suara yang tinggi tapi akhirnya melemah, dari nada tinggi hingga rendah saja sudah dapat dipastikan serangan yang diberikan oleh Bian sangat ganas sekali
Kurang lebih satu jam akhirnya mereka berdua lemas tak berdaya, darah segar bercucuran diatas kasur tanda segel telah terbuka dengan cara yang halal dan sah
Arika langsung menarik selimutnya karena tubuhnya benar-benar sangat lemah sekali, tapi perlakuan berbeda justru di tunjukkan oleh Bian
ia tampak sangat segar dan bugar sekali
senyumannya terukir dengan lebar karena ia merasakan kemenangan yang sangat besar sekali di raih
"Arika kau mau minum, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkannya kemari"
Arika malah tertidur karena tubuhnya sungguh lemas sekali
Bian duduk disampingnya dan mengelus kepalanya "Sungguh aku sangat bahagia sekali hari ini"
Arika benar-benar tak bisa berkata apapun lagi
"sial akhirnya dia menang juga, sungguh menyebalkan!"
ucap Arika didalam hatinya
__ADS_1