
Drama tangisan air mata masih berlanjut dirumah Siska cukup lama hingga akhirnya Arjuna pulang dan mereka semuanya akhirnya bubar
"Suamimu sudah pulang "
Rima buru-buru menghapus air matanya yang hampir saja membasahi seluruh bumi
sahut Ana sebagai penonton drama series itu ia
ia berpangku tangan saja menyaksikan kedua temannya yang tak henti-hentinya menangis sesenggukan dari tadi memikirkan pengorbanan Dimas
"Memang dasar kak Dimas tolol, seandainya saja ia jujur kepada ku maka tak akan mungkin ketololan nya parah sekali ,huhuhu "
"Iya kau benar Siska itu akibatnya selalu memendam masalahnya sendiri tak mau merepotkan orang lain malah merepotkan diri sendiri , terkadang menjadi terbuka itu sangat baik sekali ,kadang itulah yang membuat orang menjadi stres dan gula karena terlalu banyak pikiran "
"Kau benar "
Mereka berpelukan kembali
"Ini sudah sore mau berapa banyak air mata lagi yang akan kalian tumpahkan hari ini ,ayo kita pulang Aditya dan Bian sudah menungguku dirumah "
Dalam sekejap mereka pun langsung bubar jalan
"Baiklah ayo kita pulang , Sepertinya suamiku juga sudah selesai rapat juga ,Siska kami pulang dulu ya ,kau jangan lupa kasih kabar jika ada apa-apa aku ingin melihat bagaimana rupanya anak pertama mu "
"Tenang saja Rima aku akan standby memberikan kabar launchingnya ponaan kita nanti ,aku rasa nanti ia sangat mirip sekali dengan Arjuna "
Ana mengulum tawanya
"Aku rasa bercanda mu tidak lucu Ana "
Siska cemberut
Mereka pun langsung berpamitan , ditengah jalan Dimas yang hari itu sengaja membawa mobil nampak menertawakan dirinya atas segala kebodohannya
"Terkadang kita memang harus menjadi terbuka agar lebih baik lagi ,tak selamanya aku harus menjadi tertutup , aku ingin menjadi bebas ..bebas, dalam segala hal aku sudah kehilangan cinta dan juga kehilangan dunia ,tapi untungnya aku tidak meminum obat kanker itu hah...aku semakin gila saja dibuat permainan takdir ini Antara Cinta dan Takdir
hah... siapa nanti yang akan menjadi takdirku
apakah cinta yang duluan menghampiriku atau takdir yang akan mendekatiku lebih dulu "
Dimas mengacak-acak rambutnya dan mengeluarkan kepalanya keluar dari mobil
__ADS_1
saat seperti itu seseorang lewat dengan memukul kepalanya pakai botol plastik
Puk...
"Sial ! hei berani sekali ia memukul kepala ku ha ,Awas aku akan mengejarmya , kurang ajar Sekali mereka ,ada apa ?"
Dimas memijak pedal gasnya mengejar mobil berwarna merah muda tersebut yang sudah dimodif dengan tampilan anak muda sekali lalu dengan cepat ia menghampirinya dan kaget saat melihat seorang gadis remaja yang memakai pakaian sekolah tertawa melihatnya
"Mas Bro kalau bawa mobil jangan mengeluarkan kepalanya kasihan nanti kepalanya bisa copot ".gadis belia itu tertawa dan melambaikan tangannya pada Dimas
Ya dia adalah gadis remaja yang sama yang ia temukan saat berada di mesjid dan juga dikonter saat mengisi pulsa tersebut
"Argghhhhhhhh untunglah dia masih anak-anak jika tidak aku pasti akan menghajarnya "
Dimas langsung melambatkan laju motornya
sementara itu Arjuna yang sampai kerumah langsung mendapatkan telpon untuk segera berangkat kejogja karena kondisi mamanya yang sudah kritis dan harus segera dibawa kerumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan karena sudah tak sadarkan diri
"Siska aku harus segera pulang karena kondisi mama sedang tidak baik-baik saja , dan memburuk"
Siska terdiam ,bagaimana mungkin sedangkan ia sedang hamil besar bisa dikatakan tinggal menunggu hari saja lagi
namun demi rasa baktinya pada suami ,dan juga ibu mertuanya ia memaksakan diri untuk tetap ikut pergi bersama Arjuna lagi pula sekarang ia tak takut lagi meninggalkan mami dikarenakan mami sudah tak sendiri lagi ia sudah hidup bahagia menghabiskan masa tuanya bersama pak kumis alias Wijaya cinta pertamanya
"Jangan banyak bicara aku akan ikut "
Malam itu juga Siska berangkat kejogja dengan rute keberangkatan terakhir
ia belum sempat mengabarkan maminya dan juga Dimas ,
sesampainya di Jogja mereka langsung masuk kerumah sakit dan tangis Arjuna pecah saat melihat ibunya tak sadarkan diri ,
"Mas ini ambil ada pesan Mama"
"Pesan apa ini ?"
"Buka saja Mas "
Kertas pun dibuka disitu tertulis apa yang ingin disampaikan mamanya ,
Anakku Arjuna ,yang sangat mama cintai Bersama surat ini mama ingin menyampaikan keinginan terakhir mama, jika surat ini sudah di tanganmu itu berarti kondisi mama sudah tak memungkinkan lagi , mama mohon agar tidak ada lagi rasa keraguan di hati mu Nak... seberapa besar rasa sayang mama pada anak laki-laki kesayangan mama ini ,
__ADS_1
Awal surat itu saja sudah membuat Arjuna meneteskan air mata dengan deras hingga membuat Siska semakin merasakan sakit yang amat dalam ikut berempati dengan perasaan yang dirasakan suaminya
"Mas sabar "
Air mata Arjuna terus menerus mengalir hingga ia selesai membaca surat itu
Dalam surat itu mamanya meminta agar Arjuna kembali untuk menetap di Jogja Karena selama ini ia menahan Rindu saat Arjuna hijrah tinggal bersama Siska ia ingin sekali sebenarnya mengatakan sejak awal hanya saja ia tak mau melihat menantunya Siska menjadi sedih karena keinginannya , karena jika anak lelakinya sudah berumah tangga maka ia tak mau menjadi seorang mertua yang suka mengatur kehidupan menantunya ,
Akhirnya kerinduannya sudah tak tertahankan lagi , sejak awal ia mengatakan pada Siska untuk tak bisa jauh -jauh dari Arjuna ia ingin Arjuna ada disampingnya saat ia menghembuskan nafas terakhirnya
Siska yang ikut membaca surat itupun langsung pecah tangisnya ia langsung memeluk Arjuna
"Aku ingin tinggal ditempat ini aku suka tempat ini aku ingin kita tinggal disini seperti keinginan Mama "
"Kau yakin kau ingin kita tinggal dan pindah kesini ?"
Arjuna masih tak percaya
"Tentu saja aku yakin kita akan tinggal disini menjaga mama dan menjaga segalanya ,aku akan ikut Kemanapun suamiku mengajakku tak mungkin aku meninggalkan suami ku seorang diri disini ,itu bukanlah cerminan istri yang baik"
"Bagaimana dengan mami dan kak Dimas apa kau sudah siap untuk meninggalkan mereka semua dan juga seluruh teman-temanmu bagaimana ?"
"Mami sudah ada temannya ,kak Dimas ia seorang laki-laki lagi pula ia juga bakal menikah dan menghidupi istrinya nanti,untuk teman-teman aku kan bisa pulang jika aku kangen dengan mereka "
Mendengar ucapan Siska Arjuna langsung memeluknya "Terimakasih sayang terimakasih karena kau sudah berkorban begitu banyak sekali untukku aku beruntung sekali memiliki istri sepertimu tak akan mungkin bisa aku dapatkan perempuan berhati baik sepertimu "
Memeluk Siska , setelah mendengarkan ucapan Siska langsung mamanya Arjuna menghembuskan nafas terakhirnya
"Mama !!!!"
Semua nya berteriak histeris termasuk Siska ternyata mamanya sedang menunggu ikrar janji
yang diucapkan oleh Siska
dihadapannya untuk tinggal kembali kejogja dan mengurus semuanya disini
Cerita selesai....
Bersambung ....
Season 2 ....
__ADS_1
Kasih vote nya dong.....