Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 126


__ADS_3

Dimas masuk kedalam mesjid untuk sholat sungguh membuat ia semakin tampan saja , baru kali ini ia menyadari memiliki keluarga yang sesungguhnya apa lagi dalam segi beribadah , Pak kumis ternyata banyak sekali nilai lebihnya ia bisa merangkul semuanya


pada saat hendak keluar dari masjid , maminya terlihat mengobrol dengan seorang perempuan dan ia terlihat begitu akrab sekali dengan maminya


"Ayo Mi kita pulang "


"Ayo sayang , Naira mami pulang dulu ya ,salam dengan mama dan papamu "


Dimas kaget saat melihat perempuan yang bersama dengan Maminya


"Elo ?"


tunjuk Naira


"Naira kenal dengan kak Dimas ?"


"Kak Dimas yang dulu suka gendongin aku waktu kecil itu dulu ya ?"


Maminya langsung mengangguk "Iya Nak ,waktu itu Naira suka nangis"


Dimas langsung ingat "Mi ini Naira yang anak om Irawan dan Tante Rani itu dulu ya Mi ,yang gendut "


Naira langsung sensi saat Dimas mengatakan bentuk tubuhnya dahulu "Ya udah Mi ,Naira pulang dulu ya , mama dan papa sudah pulang Sepertinya itu sudah di jemput sama pak sopir "


Perempuan bernama Naira itu pun akhirnya pergi , Dimas langsung melihat jam tangannya ia langsung ingat akan janjinya untuk menjenguk Arya lagi malam ini


"Pak , Mi aku pergi duluan ya , kalian pulanglah istirahat di rumah "


"Mau kemana Nak ?"


"Berkeliling kota Mi , melepaskan segala penat "


Sambil tertawa


Mereka tak menangkap tanda-tanda aneh pada Dimas hanya menganggap semuanya biasa saja


.....


Di rumah Arya


"Capek sekali ,berapa lama aku harus berbaring Seperti ini !"


Arya nampak sudah tak sabar ingin sekali beranjak dari tempat tidurnya ,

__ADS_1


tak lama masuklah seorang suster bertubuh gempal dengan membawa alat tensi untuk memeriksanya


"Selamat malam Tuan Arya bagaimana keadaan anda ?"


"Tentu saja aku sedang tidak baik Suster , bagaimana mungkin anda bisa bertanya seperti itu ,apa anda tak melihat aku sedang terbaring Seperti ini "


gerutu Arya ,memang emosi orang yang sedang sakit itu suka tak stabil dan terkesan naik darah


"Oke baiklah kalau begitu saya akan mengelap tubuh anda dan mengganti pakaian anda agar anda menjadi lebih segar "


Alena langsung masuk kedalam ,wajah Arya menjadi tak karuan ia sama sekali tak mau jika tubuhnya sampai terlihat oleh orang lain ,


"Ayo Tuan angkat tangan anda aku akan segera mengelap tubuh anda "


"Ta..Pi aku..."


Alena langsung mengambil handuk yang sudah disiapkan untuk mengelap tubuh Arya tersebut


"Suster biar saya saja yang mengelapnya "


Alena langsung mengambilnya ,Arya tak banyak bicara karena memang itu sudah menjadi tugas Alena


"Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu ,jika Tuan dan Nona butuh sesuatu panggil saya saja "


Alena langsung mengangkat kaki Arya dan mulai mengelap seluruh tubuhnya awalnya Arya malu sekali ,namun sekali lagi ia menahan rasa urat malu dirinya


"Angkat kaki mu secara perlahan kak , aku aakn mengelap bagian belakangmu "


Dengan santainya Arya mengangkat kakinya dan Alena langsung mengangkat kedua kaki Arya


"Maaf ya Kak tapi aku harus membersihkannya "


Alena nampak begitu telaten sekali mengelapnya ,meski terasa agak geli-geli saat Alena mengelap bagian pribadinya


Sial Kenapa jadi berdiri seperti siap mau perang beginj padahal kan biasanya tak ada reaksi sama sekali


Sambil terbatuk-batuk Alena mengelap bagian pribadi Arya


uhuk...uhukkk...


Batuk Alena cukup menganggu Arya


"Sudah kalau batuk minum dulu jangan terlalu dipaksakan nanti berpengaruh dengan janin mu "

__ADS_1


"Tidak apa-apa kak hanya batuk saja "


Sialnya perut Arya terasa sakit sekali mungkin karena efek ia belum bisa kekamar mandi


puk..puk..


Terdengar ia memukul perutnya dengan kedua tangannya


Alena masih membersihkan bokongnya ,


*Sepertinya sudah tidak tahan lagi


Broowwwttttt.... protttrtt ...buttt butt...


duarr...brettttt brebeett bet... bet*....


Rupanya Arya mengeluarkan gas alam yang sangat kencang sekali bersamaan dengan keluarnya gas alam juga diiringi oleh ampas yang tak sengaja ikut keluar


"Ma..af..."


ucap Arya saat melihat wajah Alena dipenuhi oleh ampas alami itu


Alena langsung menegakkan kepalanya ,meski ia tau jika ampas itu bisa membuat ia tak akan berselera makan untuk beberapa hari nanti


"Tak apa kak Arya aku bisa mencucinya bukankah sudah menjadi kewajiban bagiku untuk membersihkan apapun yang keluar dari tubuh suaminya apa lagi kau sedang sakit seperti ini"


Alena sungguh sabar sekali apa mungkin setiap istri akan melakukan hal yang sama sepertinya ?


apa karena cintanya yang tulus pada Arya sehingga membuat ia sebaik itu atau memang ia seorang perempuan yang berhati mulia sehingga tak mengingat bagian mana lagi dirinya di sakiti oleh Arya lagi


Arya merasa tak enak hati saat melihat Alena yang sudah dalam keadaan seperti itu lucu ada juga ia bahkan sampai tertawa


"Hahaha ada perempuan setolol itu ya rupanya"


Alena langsung berlari kekamar mandi dan melihat Suster yang bertubuh gempal tersebut sedang makan seluruh cemilan yang ada di atas meja


Sesampainya di kamar mandi ia langsung keramas namun anehnya saat ia keramas ia mendapatkan rambutnya yang banyak sekali rontok


"Rambutku kenapa ?"


Alena langsung buru-buru mengguyur air ketubuhnya


"Ah ini hanya rambut saja nanti juga balik normal lagi , mungkin hanya karena efek hamil saja "

__ADS_1


Alena langsung keluar dai


__ADS_2