Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Rumah sakit


__ADS_3

Setelan hujan selalu ada pelangi itu kata pepatah , begitu juga pagi ini karena hujan Siska bangun kesiangan dari biasanya yaitu pukul setengah enam


"Astaga alarm ku sampai tak terdengar "


Ia langsung buru-buru bangun dan membuka pintu kamar ternyata Arjuna sudah duduk di meja makan


"Maafkan aku ,aku akan segera memasak untuk mu "


Setelah kejadian semalam Siska tak sadar jika ia masih belum mengganti pakaiannya


Arjuna tak berani membantah nya karena tatapan matanya fokus pada bagian tertentu di tubuh istri nya itu ,


dalam sepuluh menit makanan sudah di hidangkan


Arjuna pun melahap semua makanan di hadapan nya ,


"Kau nanti mau kekampus ?"


"Iya "


"Ya sudah pakai saja mobil ku , aku nanti minta jemput Silvi aja "


"Baiklah "


ucap Siska , padahal sebenarnya Arjuna berharap sekali jika Siska mengatakan ia yang akan mengantarkannya kekantor ,cuma ya sekali lagi perempuan di hadapan nya itu adalah Siska yang tak mengenal basa-basi sosok perempuan mandiri yang tegas ,lugas dan tak perlu basa-basi , Tapi tetap ia memiliki hati


Arjuna langsung masuk kedalam kamar ia mencari pakaian nya tapi tak ada


lalu Siska berdiri di depan pintu kamarnya


"Permisi ,ini baju milikmu , barusan aku setrika ,ayo ambil "


Wajah Arjuna memerah cuma ia kembali bersikap tegas jangan sampai Siska curiga dan ia tak boleh kelihatan lembek di depan seekor Singa perempuan yang moodnya suka berubah-ubah apa lagi awal mereka menikah Dengan cara tak biasa


Arjuna langsung membuka pakaiannya di hadapan Siska


"Upps kau mau apa ?"


Siska melangkah mundur


"Mau mengganti pakaian lah , Memang nya mau ngapain, sini bajunya "


Siska maju beberapa langkah kedepan


"Tak usah ketakutan seperti itu , bukankah kau memiliki hutang padaku, tentu saja kau harus belajar untuk beradaptasi dengan tubuh ku "


Arjuna sebenarnya hanya bermaksud menggoda Siska saja , kalau soal ini ia tak mau memaksa Siska ,tapi ternyata Siska langsung menganggap Semua yang dikatakan Arjuna itu adalah Benar-benar berasal dari hatinya

__ADS_1


pikiran nya kembali kacau


"Aku akan menyiram bunga dulu "


Arjuna langsung berlari keluar menarik tangan Siska


"Ada apa ?" Siska mulai panik karena Arjuna menarik tangannya


wajah nya langsung pucat


"Apa kau yakin akan keluar dengan menggunakan pakaian seperti itu , cepat ganti pakaian mu Dulu "


Siska langsung lega ,dan berlari melepaskan tangannya dari genggaman Arjuna


"Baiklah "


Kemudian Arjuna menarik nafas dalam-dalam membetulkan celananya yang sesak pagi ini


Seperti biasa suara klakson mobil berbunyi di depan rumah, Silvi turun dan langsung menyapa nya ,lalu pagi ini ia memeluk Arjuna dengan bahagia sekali , soalnya malam tadi Arjuna memberi kabar soal perkembangan sikap Siska ,namun Siska semakin jijik melihat tingkah Silvi pada Arjuna


"Memuakkan sekali apa dia tidak malu dengan Tuhan nya , bertemu dengan lawan jenis meski hanya sepupu tapi kelakuannya hii.. menjijikkan "


"Ayo mas .."


Sebelum pergi Arjuna berpesan nanti untuk menjemput nya di kantor


Siska pun menyiram bunga ,namun ternyata ada cicak mati di dalam pot bunga tersebut ,Siska yang paling jijik melihat cicak pun langsung muntah-muntah ,di depan


kebetulan pula Arya sedang menghidupkan mobilnya , sekali lagi perasaan Arya kacau kembali , setelah lilitan handuk di kepala,hari hujan dan sekarang Siska muntah-muntah di pagi hari membuat ia semakin kacau saja


"Jika obat sakit hati adalah cinta baru ,maka aku sampai saat ini tak bisa membuka hatiku, kau tau Siska jika seorang badboy jatuh hati maka ia akan setia sampai mati , untuk cintanya di hati "


Arya langsung tancap gas dengan kuat lalu pergi meninggalkan rumahnya


Siska tau jika mobil Arya yang berlalu di hadapannya tapi ia pun sama sedang mengontrol perasaannya , karena biar bagaimanapun ia harus tau diri jika ia bukanlah seorang remaja putri lagi , seorang perempuan yang sudah bersuami harus lah bisa menjaga harga dirinya, walaupun ia tak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi ,namun meski begitu ia adalah manusia yang juga takut akan Tuhan , ia tau batasan meski hati nya masih mencintai Arya namun ia tak berani melawan kodrat nya , meski kita tak pernah tau kedepan nya bagaimana apa ia dan Arjuna masih akan bersama atau kembali ke pelukan Arya dengan cara Tuhan ,hmm hanya Tuhan yang tau takdir hidup manusia , manusia hanya berencana dan berdoa namun jika Tuhan sudah berkehendak seribu cara akan terjadi


Pergi dengan hati yang tak baik-baik saja membuat Arya mengalami kecelakaan kecil , hingga membuat nya harus masuk rumah sakit, kebetulan rumah sakit yang dekat dengan TKP adalah rumah sakit yang sama dengan Rima di rawat


Arya masih tak sadar kan diri , rumah sakit


ruangan yang penuh membuat Rima dan Arya


berada dalam satu ruangan kamar


Alena dengan sigap langsung datang kerumah sakit menunggu Arya yang sedang tak sadarkan diri


sementara itu Siska langsung menelpon maminya sepulang kuliah ia mengabarkan jika ia mendapat kan uang untuk maminya membayar seluruh hutangnya dan juga kak Dimas bisa segera menikah dengan Rima

__ADS_1


"Baiklah mami akan kerestoran cempaka indah ,kau tunggu mami di sana ya "


"Baiklah Mi"


Sekitar dua puluh lima menit Siska menunggu akhirnya maminya tiba , wajah maminya nampak bahagia sekali mendapatkan cek itu


"Nak dari mana kau dapatkan uang sebanyak ini "


"Ya tentu saja mami tau jawabannya"


Maminya berpura-pura tidak mengerti


"Maksudnya nak "


"Dari Arjuna Mi "


"Astaga baik sekali anak itu , suami mu itu sungguh tidak pelit ya nak ,mami tidak menyangka"


Siska menaikkan bibir nya , menyadari wajah Siska yang tak senang mendengar kan pujian nya tersebut ,Maminya langsung mengalihkan pembicaraan


"Oke baiklah kalau begitu mami akan segera menebus semua nya "


"Mi tunggu dulu ,kita harus kerumah sakit "


"Siapa yang sakit nak atau jangan-jangan ada berita bahagia untuk mami ya "


Maminya tersipu ,Siska langsung berdiri


dan memarahi maminya


"apa sih mami ! kita akan menjenguk Rima ,dari semalam masuk rumah sakit tak sadarkan diri karena kak Dimas membatalkan pernikahan mereka "


"Astaga ,sudah mami duga "


Maminya langsung cemas


"Maksudnya apa Mi ?"


"Tidak ada nak , ayo cepat kita kerumah sakit kasihan sekali Rima , cepat telpon kakakmu "


"Mami saja, Siska malas menelpon kak Dimas "


"Baiklah nak ,biar mami saja "


Mereka berdua pun langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Rima yang tak sadar kan diri


Rumah sakit tempat Rima di rawat adalah rumah sakit mewah ibu kandung nya langsung turun tangan saat mendengar Putrinya dirawat

__ADS_1


__ADS_2