
Langsung keluar dari kamar mandi
"Alena kau mandi malam-malam Nak?"
Tanya ibu Arya keheranan
"Iya Bu aku gerah "
Jawab Alena dengan berbohong padahal ia sama sekali tak gerah ia juga tak mungkin menceritakan pasca tragedi penyemprotan vitamin dikepalanya dengan tak sengaja oleh Dewa
"Lain kali jangan mandi malam-malam Nak jangan pikirkan dirimu saja pikirkan ada nyawa baru didalam dirimu "
"Iya Bu"
Suster yang merawat Arya nampak sudah tertidur dengan suara mendengkur yang begitu keras sekali ,
"Berisik sekali perempuan ini !"
ucap Ibunya Arya sambil kembali masuk kedalam kamarnya
Alena hanya tersenyum bahkan ia sama sekali tak marah melihat Suster tersebut
"Mungkin ia kelelahan karena seharian bekerja"
Masuk kembali kedalam kamar dan melihat Arya yang sudah tertidur lelap , mungkin karena tubuhnya sudah merasa segar kembali karena tubuhnya sudah dilap dengan handuk
Alena langsung mendekat dan mencium dahi Arya "Semoga cepat membaik ya ayah dari bayiku "
mmuaaach ...
Ternyata Arya hanya berpura-pura tertidur saja
Heh perempuan ini ternyata cukup agresif sekali ya , dia diam-diam mengecup kening ku
aku tau ini adalah impiannya yang sudah cukup lama terpendam didalam hatinya , untunglah dia sedang hamil anakku jika tidak aku pasti sudah melemparkan tubuhnya keluar jendela
Alena buru-buru mengganti pakaiannya dan duduk di bawah kaki Arya hingga ia tertidur lelap
Arya membuka matanya tak butuh waktu lama ternyata Alena bisa tertidur dengan pulas sekali
Lihatlah ia tidur dibawah kakiku , dasar lembu bisa dimana pun ia tidur , aku sungguh tak habis pikir padanya apa dia ini manusia atau makhluk jadi-jadian ya ...
Arya langsung membangunkan Alena
"Hei Alena ,Alena ?"
Alena tak kunjung bangun , biasanya tak usah ditanya mendengar satu huruf saja Arya memanggilnya ia akan langsung terbangun tapi ini tidak , karena terlalu kesal Arya pun langsung menggeser kakinya hingga mengenai wajah Alena
"Bangun !"
__ADS_1
"Iya kak adaa apa"
Alena langsung mengucek matanya
"Jangan tidur di bawah kakiku tidurlah disini disamping ku kasihan anak yang ada didalam rahimmu ia akan kedinginan nanti "
Mata Alena nampak berkaca-kaca kembali
ia sangat senang mendengarnya , sebuah perhatian yang di tunjukkan Arya untuk darah dagingnya mereka meski bukan pada dirinya
"Iya kak maafkan aku ,aku tidak tau jika kau tak memperbolehkan aku tidur dibawah kakiku "
"Aku memang tak terlalu memperdulikan bagaimana keadaan dirimu tapi aku mengkhawatirkan bagaimana keadaan anakku didalam rahimmu aku harap kau mengerti bagaimana perasaanku "
ucap Arya dengan mengangguk
"Baiklah kak aku mengerti aku pasti akan menjaga anak ini dengan sekuat tenagaku "
"Ya sudahlah jangan banyak bicara ,ayo cepat tidur kau tidak boleh kurang tidur , setelah aku bisa berjalan dengan normal lagi aku akan mengantarkanmu kedokter kandungan untuk melihat bagaimana keadaannya "
Alena langsung duduk dan hendak berbaring
"Tidak usah repot-repot kak ,aku bisa memeriksanya sendiri ,jangan terlalu dipikirkan aku tak mau merepotkan kak Arya ,kak Arya cukup fokus bagaimana cara agar cepat sembuh itu saja "
Langsung Arya melotot kesamping nya dengan memarahi Alena
Alena langsung mengangguk mengerti
"Baiklah kak Arya aku akan sangat bahagia saat kau mau menemani ku, tapi kau harus segera sembuh dari sakitmu Jangan sampai kau sakit aku tak mau gara-gara..."
"Sudah cepat tidur lihatlah sudah jam berapa ini kau mau tidur jam berapa lagi !"
Arya memarahinya
Langsung Alena memejamkan matanya
dan meringkuk disamping Arya
Arya melihat punggung perempuan yang menjadi istrinya itu , perempuan yang benar-benar sabar sekali menghadapinya yang selalu dengan senyuman mengabulkan apa saja yang ia inginkan
"Pakai selimutmu ,aku tak mau kau sakit"
Bentuk perhatian yang ditunjukkan oleh Arya padanya Memang sangat manis sekali meski Alena berharap Arya akan selalu perhatian padanya meski ia nanti akan melahirkan juga
"Baik kak "
Sambil tersenyum Manis , sesekali saat ia mulai memejamkan matanya Alena terbatuk-batuk , tak seperti biasanya
Uhukk...
__ADS_1
uhukk...
"Sepertinya kau butuh Air , pergi lah minum dulu,jika tidak kau sediakan air minum didalam ruangan ini , aku pernah baca seorang perempuan yang lagi hamil terkadang memang suka mengalami hal-hal yang tak biasa, Seperti rambut rontok atau timbul jerawat "
Alena kembali berdiri "Baik Kak aku akan mengambilkan air , tapi apa kakak juga ingin minum ,biar sekalian aku membawakan air untuk kakak "
"Tidak usah apa gunanya suster itu jika kau yang harus repot-repot , ayo cepatlah kau panggil dia "
"Sebentar kak "
Alena langsung keluar dan mengambil air minum , ia tak tega membangunkan suster bertubuh besar tersebut tapi jika ia tak membangunkannya Arya nanti malah memarahi suster itu
"Kalau aku membangunkannya ,lalu nanti jika ia tak bangun maka aku khawatir kak Arya akan menganggap ia tak becus bekerja lalu, ia akan di pecat dan kehilangan pekerjaannya , aku sungguh tak mau menjadi perantara orang kehilangan pekerjaannya "
Dengan berhati-hati ia langsung menepuk pundak Suster tersebut "Sus..Sus..."
"Iya ada apa ?"
Suster tersebut ibarat robot dan langsung membuka matanya
dengan cepat "Ada apa Nona "
"Begini Suster suami saya menyuruh saya untuk mengambilkan air minum ,bisa kah Suster Segera pergi ke kamarnya "
"Oh begitu jangan khawatir aku akan mengantarkannya untuk suami mu itu ,tunggu saja "
Alena langsung masuk kedalam kamar dan berbaring kembali "Bantal mu itu jangan terlalu jauh di bawah angkat kepala mu lebih tinggi nanti malah batuk lagi x
"Baik kak Arya "
jawabnya
Dengan cepat Suster tersebut masuk
"Ini air minumnya Tuan , minumlah "
Memberikan sedotan kepada Arya untuk minum
lalu ia mengambil bantal dan berbaring di lantai dengan menggunakan bantal saja
"Suster apa yang kau lakukan di bawah sini?"
"Tenang saja Tuan Arya aku hanya memudahkan engkau untuk bisa dengan mudah memanggilku nanti .aku khawatir jika kau tak bisa berteriak terlalu keras jika aku berada di luar "
"Oh baiklah jika begitu silahkan saja asal kau baik-baik saja dan tidak akan menganggu mu "
"Tenang saja Tuan ,ini sudah menjadi tugasku jadi kau tak perlu khawatir kami para perawat sudah terbiasa melakukan hal ini jangan khawatir"
Alena menutup mulutnya menahan tawa ia ingin sekali mengatakan pada Arya jika nanti mereka lah yang tidak bisa tidur karena suara dengkuran dari Suster tersebut akan menganggu mereka
__ADS_1