Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Pindah rumah


__ADS_3

Siska tersenyum ia mencoba mengedepank all dian rasa egois nya


Arjuna benar aku harus memberikan nya kesempatan , mungkin hanya ini satu-satunya cara berdamai dengan takdir


Walaupun kesakitan dan ketulusan kak Arya tak bisa aku hilang kan begitu saja , ia benar-benar tulus, tapi aku yakin sama halnya aku dan Arjuna ,ia dan Alena pasti sebentar lagi akan menyusul kami memiliki buah hati juga


Perhatian Arjuna menjadi berkali-kali lipat


"Apa aku perlu menyewa pembantu rumah tangga untuk di rumah , atau kita akan pindah kerumah yang lebih besar saja ?"


"Jangan terlalu berlebih-lebihan , rumah itu sudah membuat aku nyaman"


Siska mencoba tersenyum


walaupun sebenarnya menjauh dari kehidupan Arya itu adalah hal yang sangat penting di lakukan , jika terus bertemu perasaan itu semakin berkembang


"Tapi aku mau selama satu bulan ini kau hanya fokus padaku , setelah itu apapun yang akan terjadi aku sudah siap dengan segala konsekwensinya "


Siska mengangguk setuju


"Baiklah terserah kau saja yang terpenting aku tidak menemukan ada Silvi atau makhluk sejenis nya berada di sekitar kita "


Arjuna berharap itu adalah rasa cemburu yang di rasakan Siska padanya ,namun ia menepis semua nya , karena ia masih merasakan hal yang menyakitkan saat Arya berada di samping Siska tadi ,


Perasaan yang sama yang dirasakan Arya saat mereka bersama , Arjuna mencoba untuk menyembunyikan perasaannya ,


sesungguhnya dewasa yang sesungguhnya adalah tidak membesarkan hal-hal sepele


"Kau beristirahat lah , aku akan keluar sebentar untuk membelikan susu untuk mu "


Langsung keluar dari kamar tersebut


Baru saja Siska ingin memejamkan matanya ,dan menenangkan jiwanya kembali , pintu kembali terbuka , belum sampai satu menit Arjuna keluar dari kamar ia justru kembali lagi


"Ada apa lagi ?"


Siska kaget


"Tidak aku hanya melupakan sesuatu "


Arjuna langsung mengecup dahi Siska


"Beristirahat lah "


Meski terasa agak kaku namun Arjuna dan Siska mencoba untuk bersikap sewajarnya


Siska tersenyum meski saat ia memejamkan mata nya , bayangan Arya mengenggam tangan nya dengan erat masih sangat terasa


Sakit ? jelas ,namun ada nyawa tak berdosa yang akan lebih sakit lagi saat ia hadir di dunia dalam keadaan. orang tua yang tak lengkap , tak ada kesalahan fatal hanya saja ia tercipta bukan melalui proses cinta .


Setelah tiga hari di rawat akhirnya Siska di izinkan untuk segera pulang ,tapi seperti perjanjian mereka ,Siska dan Arjuna akhir nya memutuskan untuk pindah dari sebelah rumah Arya , hubungan yang baru mereka bina akan sama-sama goyah jika sering bertemu


Siska berpamitan dengan ibu Arya dan juga Alena

__ADS_1


Ibu Arya memeluk Siska sambil menangis


"Semoga kamu bisa hidup bahagia ya nak ..."


Ucapan ibu Arya membuat Siska meneteskan air mata nya


"Aaaminnn terimakasih ibu "


Alena pun turut mendoakan


"Semoga ibu dan bayi sehat selalu "


"Kau juga ya semoga cepat di berikan keturunan "


Arya yang berada di dalam langsung keluar ,berat memang berat untuk nya melepaskan Siska yang akan menjauh dari pandangan nya, apa lagi ia juga sudah memutuskan untuk pindah kekantor Aditya untuk kembali bekerja sebagai tangan kanan Aditya


"Selamat jalan semoga kalian bahagia "


Arya langsung masuk kedalam ,ibu nya memegang dadanya , seolah tau sekali perasaan antara Siska dan Arya


Mobil pun melaju dengan cepat meninggalkan rumah tersebut, hanya dengan menjauh Arya dan Siska bisa menutup pintu hati mereka masing-masing , cukup rindu yang akan selalu datang ,namun hanya sebatas Rindu saja


karena kehidupan mereka sudah berbeda


Arya dan Siska tenggelam dalam kesakitan ,tak bisa di elakkan demi nyawa yang berada di dalam perut Siska tak mengapa ada perasaan yang harus di korbankan


"Aku akan segera berangkat kekantor "


Arya langsung bersiap-siap


Arya tak memperdulikan Alena


"Ibu ikut nak , jangan biarkan ibu sendirian di rumah, momen wisuda mu adalah bukti perjuangan mu hingga sampai di garis finis "


"Minta antar suami mu saja "


"Tidak usah ibu , aku bisa sendiri kita naik taksi saja dulu Bu, lagi pula ini kan hanya acara wisuda Bu ,bukan acara pelantikan jabatan "


Alena mencoba tegar menaikkan kepala nya


sekarang ibu mertuanya itu yang di liputi rasa dilema


Arya tak bergeming sama sekali ,yang ia butuhkan saat ini Aditya hanya ia yang mengerti bagaimana perasaan nya saat ini ,persetan dengan Alena dan wisuda nya


"Aku pergi dulu Bu"


Namun Alena segera berlari mengejar nya


dan menarik tangan nya


"Hei apa yang kau lakukan ulat nangka !"


Arya kaget dong , soalnya Alena menarik nya secara mendadak

__ADS_1


"Aku hanya ingin meminta restu mu "mencium tangan Arya lalu berlari masuk kedalam rumah


Ulat nangka ini selalu saja memberikan kejutan-kejutan yang membuat aku jantungan


Cium tangan segala ,


Deru suara mobil Terdengar meninggalkan t tersebut


Nampak ibu mertua nya sudah berdandan dengan rapi sekali


"Ayo Nak,ibu sudah siap "


Taksi yang mereka pesan sudah menunggu


Di sepanjang perjalanan Air mata Alena tumpah , ia teringat akan keinginannya setelah lulus untuk pulang kembali dan mengabdi di desanya , namun semua itu pupus sudah tak ada lagi harapan yang menunggu nya pulang dan menyambut nya ,


Alena sangat mencintai kedua orang tua nya


apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan orang tua ,


"Kenapa kau menangis Nak, hapus air mata mu , jangan biarkan wajah cantik mu , tenggelam dalam lautan air mata , ibu tak mau kau menangis seperti itu "


Memberikan tissue


"Wajar kan ibu jika aku merindukan senyum dan tawa kedua orang tua ku ?"


"Wajar sayang "


menaruh kepala Alena di dadanya


"Tapi ada ibu di sini jangan khawatir ,ibu juga sama seperti orang tua mu "


Perasaan Alena benar-benar tak menentu sama halnya dengan Arya yang sedang galau tingkat dewa


Sesampainya di kantor ia langsung memeluk Aditya masuk kedalam ruangan dengan menangis terisak-isak


"Dit..."


"Hei kawan mau kenapa ?"


mengusap wajahnya "Siska sudah pindah dari samping rumah ku "


"Sudah ayo duduk dulu dan tenang kan dirimu "


. memberikan minum


"Lalu apa masalahmu jika ia pindah bukannya itu bagus ,jika tidak kau akan tersiksa sepanjang waktu kan?"


"Tapi itu lebih baik dari pada aku tak bisa melihat nya setiap hari Dit "


"Sudahlah kau kan bisa melihat Alena sepanjang hari , sepuas hati mu luar dalam "


Dengan terbata-bata ia kembali berbicara

__ADS_1


"Berbeda sekalipun ia berstatus sebagai istri ku ,atau sebagai apapun mau dia berdiri tanpa busana sekalipun tetap saja , jagoan ku ini tidak akan bangun"


"Hahaha kau ini ada-ada saja , memang kau sudah pernah mencobanya ?"


__ADS_2