Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Tegar


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan ? aku ini tamu "


Dimas mebcoba memberontak tapi tenaga para bodyguard yang banyak menyuruh petugas melepaskan Dimas


"Tunggu jangan lakukan apapun padanya ,dia itu adalah temanku "


Mamanya Rima nampak cemas ia takut jika Rima akan mengacaukan segalanya karena kehadiran Dimas


"Rima !"


Mamanya memegang dadanya , untunglah Rima melontarkan senyumannya untuk menenangkan keluaranya , ia mengisyaratkan pada mamanya semuanya akan baik-baik saja "Jangan khawatir "


Dimas pun memperbaiki kerah bajunya


dan naik menuju keatas pelaminan Rima dan juga suaminya , ia bersalaman dengan mama Rima "Selamat .."


Mama Rima sama sekali tak memperdulikannya


Dimas mengerti apa yang dirasakan mama Rima , lalu dengan sangat gagahnya ia mengeluarkan kotak kecil di dalam jaketnya


"Ini hadiah kecil dariku untukmu , semoga kau suka ,dan aku berdoa semoga kalian bahagia Segera di berikan keturunan yang lucu-lucu "


Rima tak tahan ingin menangis hari ini mereka bertemu dengan status yang berbeda , Rima telah menjadi istri orang lain , dan bukan menjadi istri Dimas Subagyo , mata Rima berkaca-kaca namun ia harus tetap menjaga perasaan suaminya


"Terimakasih Kak , semoga kau juga segera bisa menyusul juga "


Ucap Rima dengan mata yang berkaca-kaca


"Kau sungguh cantik hari ini "


Puji Dimas


"Brow selamat ya, dia perempuan paling istimewa yang pernah aku temui "


Dimas bersalaman dengan menepuk punggung tangan laki-laki yang resmi menjadi suami Rima tersebut,


Dimas tetap gentle datang keacara pernikahan Rima


Dimas langsung berjalan turun Namun suami Rima mengajaknya untuk berpoto


"Tunggu dulu kita belum berpoto "


Dimas pun langsung berdiri di samping suami Rima


namun ia menariknya ketengah , senyuman Rima benar-benar penuh luka seharusnya Dimas lah yang berada di sampingnya,namun takdir tak merestuinya

__ADS_1


"Baiklah aku permisi dulu, semoga kalian sukses selalu ya "


Mengacungkan jempolnya


Dimas melangkahkan kaki meninggalkan gedung tersebut ,di dalam mobil ia terbatuk-batuk dan mengambil tissue


"Darah !"


Dimas tersenyum manis "Selamat menempuh hidup baru ,Rima semoga kau bahagia "


Dimas mengambil hasil ronsennya didalam mobil yang menunjukkan ia terkena kanker paru-paru stadium akhir


Air mata Dimas menetes jatuh "Maafkan aku Rima kau akan lebih bahagia dengan laki-laki itu dari pada aku, aku tak tau berapa lama lagi aku akan bertahan hidup , aku tak ingin dengan menikah dengan ku kau nanti pasti sangat sedih jika aku harus pergi , lebjh baik kau mendengar berita kematianku saat kau berada jauh dari ku , semua orang akan membenciku aku sengaja , agar kalian tak menangisi kepergianku "


Dimas tersenyum sambil menghapus darah yang keluar dari dalam hidung nya


Flash back


Malam itu Dimas melangkahkan kakinya kerumah sakit untuk memeriksakan diri nya


karena ia merasa dadanya sakit sekali ,


"Bagaimana hasilnya Dok"


Dokter melepaskan kacamatanya


Dimas kaget , sedangkan pernikahan ia dan Rima tinggal beberapa Minggu lagi


"Benarkah Dokter apa tidak ada jalan lain ?"


Dokter menggelengkan kepalanya


"Maafkan saya Tuan Dimas anda terlambat "


Dimas pun keluar dari ruangan ,dan ia tak sengaja berpapasan dengan Arya , tak lama Alena menelpon untuk meminjam uang , kebetulan Arya juga berada di rumah sakit yang sama ,


Kesempatan emas itu tak ia sia-siakan ia memberikan syarat pada Alena jika ia bisa menikah dengan Arya malam ini maka uang akan ia transfer ke rekeningnya ,


namun di balik itu semua ada hal lain yang tak diketahui oleh orang lain , Kakak kandung di Sebelum bunuh diri ,ia menelpon Dimas agar ia bisa memberikan efek jera pada Arya , agar tak seenaknya mempermainkan perasaan wanita


"Terimakasih Dimas ,semoga kau bisa melaksanakan keinginan terakhirku "


telpon terputus , setelah itu keesokan harinya ia mendapatkan kabar jika kakak kandung Alena itu telah pergi selamanya


Dimas benar-benar merasa sangat berdosa mengenalkan ia pada Arya , namun kesalahan tersebut bukan hanya berasal dari pihak Arya saja mereka melakukan hubungan tersebut atas landasan suka sama suka ,bukan karena paksaan lagi pula Arya tak pernah berkomitmen apapun juga dengan nya

__ADS_1


Semenjak itu Dimas berjanji akan memberikan efek jera pada Arya agar ia bisa berubah


dan sepertinya Tuhan memuluskan keinginannya melalui Siska ,Arya jatuh cinta pada pandangan pertama .


Dimas kembali menyetir mobil untuk kembali kerumah .


Sedangkan di gedung tempat Rima menikah


ia berusaha menahan air mata agar tak tumpah melihat wajah lelaki yang berdiri di sampingnya dengan sangat ikhlas


aku memilihmu untukku bukan karena aku mencintaimu tapi aku percaya padamu jika pilihan yang di berikan oleh mamaku pasti itu yang terbaik , sakit? pasti . aku mengenalnya sejak pertama kali aku kuliah namun Tuhan mengatakan ia hanya akan menjadi kenangan dan singgah sebentar saja , sedangkan engkau baru bertemu beberapa kali dan kita langsung menikah


Rima memegang lengan suaminya dan menatapnya


"Kenapa sayang apa kau kelelahan?"


Rima tersenyum "Tidak "


"Jangan berbohong lihatlah matamu berkaca-kaca jika kau lelah istirahat saja didalam biarlah acara terus berlangsung "


Ia begitu perhatian sekali dengan Rima , benar sebagai wanita kita tak perlu repot-repot mencintai , mencari laki-laki yang bisa dengan tulus mencintai kita dan memperlakukan kita sebagai seorang ratu akan menyempurnakan hidup kita


Kado kecil yang diberikan Dimas padanya masih ia pegang , sebenarnya ia penasaran dengan isinya ,namun nanti saja pada saat acara pembukaan kado ia akan tau apa isinya


Ana dan Siska juga ikut datang memberikan selamat , meski mereka harus berurai air mata ,namun mereka lega Rima menikah dengan laki-laki yang tepat, Ana juga sudah mencari tau latar belakang pergaulan suami Rima tersebut , ia adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab sekali ia tak punya catatan buruk , pilihan orang tua adalah yang terbaik


"Rima selamat ya , aku sangat bahagia melihat mu bisa tersenyum bahagia seperti ini "


"Ana "


"Rima jangan lupakan aku,meski kita tak jadi saudara namun aku ingin kau tak akan berubah padaku "


Memeluk Rima


"Itu pasti Siska , kita selamanya akan terus bersama "


Setelah berpoto mereka kembali masing-masing kerumah , Ana sengaja di jemput oleh Ana , setelah itu mereka kembali kerumahnya Siska untuk melanjutkan pesta sederhana yang diadakan untuk meresmikan pernikahan Mami Siska dan. pak Wijaya alias pak Kumis


"Semoga mami bahagia ya Siska "


"Terimakasih Ana "


Nampak Dimas muncul dari belakang dengan memegang kamera untuk memotret mereka semua terakhir ia menjepret kebersamaan Ana dan Rima


"Sempurna "

__ADS_1


Tersenyum manis


,


__ADS_2