
Alena langsung berdiri dan memberikan handuk pada Arya
"Ini kak pakai "
"Terimakasih istriku "
Ucap Arya dengan manis sekali padahal apa yang ia ucapkan berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya
"Hampir saja ibu jantungan nak "
Arya langsung masuk kedalam kamar , Alena langsung permisi pamit untuk masuk menyusul Arya , Sifat Alena tampak berbeda sekali seperti biasanya ia terkesan pendiam dan tak seceria biasanya
"Minggir ,jangan dekat-dekat"
Menggeser bahunya hingga membuat Alena jatuh ke lantai ,
"Baik Kak "
"Aku ngantuk ,kau tidur saja di bawah jangan tidur di sini "
"Baik kak , tapi bisakah aku meminjam bantal "
"Biasanya kau tidur di atas pohon bergantungan seperti monyet tak butuh bantal kan ,lalu kenapa sekarang kau butuh bantal"
Alena langsung menunduk kan kepalanya sambil berpuitis
"Jika tak ada bahu untuk bersandar tak salah nya kan jika aku meminta bantal untuk bersandar "
Arya yang mendengar nya langsung saja berpura-pura menjatuhkan bantal
"Lalu ia membalikkan tubuhnya "
Karena Alena terus memandangi nya dari tadi
ia teringat jika Alena baru saja selesai operasi
"Kau tidur saja di atas kasur ,aku tidur di bawah"
Arya segera turun sambil membawa bantal dan selimut ,kamar nya yang berukuran lumayan besar itu cukup untuk mereka berdua tidur di sudut ruangan mana pun
"Tapi kak apa kau tidak apa-apa ?"
Alena masih duduk di bawah
"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran "
Arya langsung berbaring di lantai dengan selimut menjadi alasnya
"Baiklah kak "
Berdiri dan memandangi punggung Arya dari belakang
Tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari Alena
__ADS_1
"Maafkan aku kak Arya ,jika pernikahan ini membuat mu tersiksa , aku tau caraku ini salah tapi jika kau tak ingin melanjutkan pernikahan ini aku baik-baik saja , aku tak mau kau tersiksa aku memang tak sempurna tapi sepertinya aku tak akan mau mencintai orang yang sangat membenciku "
Krokk...grok...
Suara dengkuran Arya terdengar begitu jelas sekali , mungkin karena ia benar-benar sudah mengantuk dan kelelahan sekali
"Dia sudah tertidur ternyata "
Alena menghapus air matanya
Perasaan perempuan itu berbeda dan sensitif mungkin Arjuna mampu bertahan karena ia memiliki banyak kelebihan selain tampan ia juga kaya ,dan ia pasti bertanggung jawab dalam segala hal untuk kebahagiaan Siska
sedangkan ia , Alena hanya memiliki modal keikhlasan dan ketulusan meski caranya salah ,tak ada yang membenarkan sebuah pemaksaan dalam hal cinta , apa lagi jika seorang lelaki tak mencintai wanita yang menjadi istrinya mustahil pernikahan itu akan bahagia , namun berbeda dengan perempuan sebenci apapun di awal jika di perlakukan bak bidadari pasti akan luluh juga itulah perempuan memiliki perasaan yang lembut dan sangat sensitif sekali ,
Jika Siska hanya butuh waktu untuk bisa luluh dari Arjuna , namun tak semudah itu untuk Alena menaklukkan Arya
Jika dari awal tak suka maka akan tak suka selama nya , namun kembali lagi hidup ini tergantung takdir yang telah di garis kan
Malam ini mereka memang tidur satu kamar tapi seperti orang asing karena ini penuh kepalsuan caranya
.....
Dimas tersenyum sambil mendengarkan alunan musik di dalam kafe tempat ia sering nongkrong dahulu
"Selamat bersenang-senang Arya "
Air mata Dimas terjatuh
Flashback
Alena datang mencari alamat yang ia temukan di dalam buku harian kakak nya , ia menemukan poto seorang laki-laki yang membuat kakaknya jatuh cinta ,yah laki-laki itu adalah Arya
Kesempatan emas ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di kampus Bratawijaya , sebagai salah satu perwakilan dari kampus kecil di daerahnya
"Rumah nya sudah di sita "
Pada saat bersamaan ia tak menemukan lagi Arya tinggal di rumah itu , karena rumah Arya sudah di sita pengadilan karena orang tua nya terjerat kasus korupsi
Alena pun langsung berjalan kaki untuk pergi dari tempat itu
Dimas yang kebetulan sedang melintas
tak sengaja bertemu dengan Alena ,ia tak asing dengan gadis seusia Siska itu karena terakhir ketemu waktu itu Alena masih SMA ,ia berhenti lalu membelokkan motor nya untuk segera menghampiri nya
"Alena ?"
Alena mundur kebelakang karena takut jika pemuda itu akan melakukan tindak kriminal padanya
"Kau siapa ?"
Mundur perlahan
Dimas membuka helmnya
__ADS_1
"Astaga Kak Dimas "
Alena meloncat-loncat kegirangan ia masih sama seperti dahulu saat di desa ceria dan polos sama seperti kakaknya Wahyuni
Singkat cerita Dimas pun langsung mengajak Alena untuk makan siang di restoran terdekat
Lalu Alena menunjuk kan sebuah buku yang ia pegang
"Kak aku mencari laki-laki ini "
Wajah Dimas langsung berubah , kebetulan saat itu Siska baru menikah dengan Arjuna
rasa sesalnya karena tak bisa menyelamatkan Wahyuni atas perbuatan Arya membuat nya ingin memberikan pelajaran berharga pada Arya
jika Wahyuni tak bisa menikah dengan Arya maka Alena lah yang akan menjadi orang tuanya , Dimas pun berbincang-bincang dan akhirnya terjadi lah kesepakatan tersebut
awalnya Alena juga sama ingin membalas Arya
namun saat pertama ia melihat sosok Arya
barulah ia sadar kenapa kakaknya jatuh cinta pada laki-laki itu , tatapan matanya menghipnotis segalanya apa lagi Arya orang yang ramah dan suka bercanda ,
Lambat laun rencana yang sudah mereka rancang akhir nya berubah saat Alena
benar-benar jatuh cinta pada Arya .
......
"Aku yakin kau akan mencintai Alena ,dia itu istimewa meski ia memang tak semenarik Siska tapi kau lihatlah ia benar-benar gadis yang baik ,hanya saja ia tak sepolos kakaknya , ia memiliki lumayan banyak mantan pacar tapi aku rasa itu memang pantas kau dapat kan , bukankah jodoh itu cerminan diri "
Dimas tersenyum
"Berhasil ,cheers"
Lama ia tak menyentuh minum-minuman itu tapi sepertinya terlalu banyak mengurusi masalah Arya ,Siska ia sampai lupa.jika pernikahan nya tinggal menunggu waktu saja , sekarang ia sendiri terjebak di dalam permainan hatinya , sama seperti Arya ,Siska dan sekarang ia yang harus mengalami pernikahan tanpa cinta ,
Agar Dimas tau jika menasehati orang lain tak akan semudah menasehati dirinya sendiri
Kring..
kring
Ponselnya berdering ia melihat sebuah nama
"Rima "
Meneguk kembali minuman di tangan nya
dan meletakkan nya kembali
seperti biasa Rima selalu saja menelpon nya puluhan kali sampai ia mengangkat telpon nya
tapi kali ini ia memilih untuk mematikan ponselnya
__ADS_1