Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Bencana alam


__ADS_3

"Eee ibu kan aku hanya bercanda ,coba saja ibu tanyakan pada Alena "


"Cepat berikan ponselnya pada ibu "


Ibu Arya merampas paksa Ponsel dari tangan Alena


"Sudahlah Alena jika Arya terus-menerus membuat mu kesal ibu lebih setuju kau pergi saja tinggalkan dia "


Tut...Tut...


Ponsel di matikan ibunya "Bu..Bu..tunggu dulu "


"Ah dasar perempuan sama saja !"


Arya Langsung memilih untuk tidur dengan perasaan yang tidak karuan


....


"Ibu jangan berbicara begitu dengan Kak Arya aku takut nanti ia kepikiran apa lagi kak Arya lagi bekerja di luar kota ibu "


Ibunya menahan tangan Alena


"Ikuti saja apa perkataan ibu Nak ,nanti kau juga akan mengerti "


Malam ini mereka semua tertidur dengan nyenyak sekali namun pada saat jam menunjukkan pukul tiga dini hari ibu Arya berteriak memanggil nama Arya .


"Arya !....."


Alena ikut terbangun karena mendengarkan suara ibu mertuanya itu


"Bu ada apa Bu"


Tubuh ibunya dipenuhi keringat dingin sambil menangis ,"Ya Tuhan lindungilah putraku "


Ibunya menangis terisak-isak , Alena pun menenangkannya


"Bu tenang saja jangan khawatir ya itu hanya mimpi namanya juga bunga tidur ,sudah Bu,banyak berdoa saja kak Arya pasti baik-baik saja"


Alena memberikan segelas air putih pada ibu mertuanya itu ia untuk menenangkan diri


"Ayo Bu , sebaiknya kita segera tidur "


Alena sebenarnya juga cemas karena firasat seorang ibu itu tak pernah salah


"Bu tenang ya, jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja "


sembari berdoa didalam hatinya agar suaminya selalu baik-baik saja dimana pun berada

__ADS_1


Ya Tuhan lindungilah suamiku di manapun ia berada


......


Keesokan pagi


Arya bangun pagi-pagi sekali namun matanya ngantuk sekali ,ia bahkan sampai harus berbalik kekamar berkali -kali Karena dari tadi ada saja yang ketinggalan


"Aduh sudah seperti kakek..kakek saja aku ini banyak yang ketinggalan "


Ucap Arya dengan mempercepat langkahnya dan dengan malas sekali ia kembali membuka pintu kamarnya


"Baiklah tidak ada yang ketinggalan lagi ,maka aku akan segera pergi "


Bersiap-siap untuk turun menuju ruangan meeting , Sebelum turun ia kembali berpapasan dengan Arjuna yang sepertinya juga bermalam di hotel yang sama hanya saja ia memesan kamar hotel khusus tamu-tamu eksklusif


"Hai kau menginap di hotel ini juga"Sapa Arya pura-pura tidak tau "


"Iya, ternyata dunia ini sempit sekali , rupanya kita menginap di hotel yang sama"


"Iya benar "


Ucap Arya dengan cool


Tentu saja bagaimana tidak aku melihat dengan kedua mataku bagaimana kalian memadu kasih dengan indah sekali


Pintu lift terbuka mereka pun kembali masuk kedalam satu ruangan yang sama


Rapat didalam ruangan menunjukkan potensi masing-masing perusahaan yang mereka wakilkan Arya tak kalah cerdas dengan para pemilik perusahaan yang lainnya padahal ia hanya perwakilan saja


Caranya berbicara membuat Arjuna mengacungkan jempol padanya ,rupanya ia sama sekali tak menyangka jika Arya Memang bukan lawan yang biasa hanya saja sebelumnya ia adalah seorang Casanova


Perusahaan yang mendapatkan penghargaan adalah perusahaan yang diwakilkan oleh Arya dan Arjuna , suatu kebetulan yang sangat tepat di mana pun mereka berdua berada akan selalu diperhitungkan untuk menjadi saingan


" Selamat ya Brow "Ucap Arya dengan memberikan tangannya


"Oh iya kau juga ya, selamat atas keberhasilan perusahaan yang kau wakilkan ,kau memang luar biasa "


Mereka berdua pun saling berjabat tangan


rupanya momen tersebut juga dihadiri beberapa tamu VVIP salah satunya adalah Siska yang merasa tidak enak sendiri melihat mereka berdua yang saling berjabat tangan


Namun tiba-tiba gedung itu berguncang


"Astaga kenapa bumi ini bergoyang "


Semua nya berlarian keluar namun Arya Siska dan Arjuna tak sempat melarikan diri karena tepat didepan mereka , bangunan gedung itu runtuh , Arjuna berlari memeluk Siska ,pada saat bersamaan salah satu balkon yang terbuat dari kayu juga hampir rubuh tepat diatas kepala Arjuna dan Siska

__ADS_1


Dengan cepat Arya menahannya dan menyuruh Arjuna untuk segera pergi membawa Siska keluar dari tempat ini "Cepat kalian keluar dari tempat ini !"


"Kak Arya !"


Siska menangis histeris karena melihat tangan Arya yang sudah berdarah menahan runtuhan tersebut , urat-urat wajahnya terlihat begitu jelas sekali menahan kesakitan


"Siska cepat kau pergi dari sini,pikirkan kondisi mu kau sedang hamil !"


"Tidak aku tidak akan pergi "


Siska menangis


Dengan terbata-bata Arya berbicara dengan keduanya "Jika kalian tak pergi dari sini maka usaha ku akan sia-sia tak ada yang selamat di antara kita , Arjuna masih bertahan begitu juga Siska yang menangis histeris melihat Arya


"Tolonglah cepat pergi "


Getaran hebat masih terasa berulang karena Arya tak tahan lagi ia pun menendang Arjuna sambil berteriak "Kau harus tetap hidup karena kau adalah calon ayah , cepat bawa pergi Siska dan selamat hidup bahagia "


"Kak Arya !!!"


Siska menangis sejadi-jadinya namun Arjuna langsung dengan cepat menarik tangan Siska dan mengajaknya keluar ruangan , separuh hotel mewah itu runtuh ,


berita nasional langsung menyiarkan langsung apa yang terjadi ,


Termasuk Alena yang bersiap hendak berangkat pergi bersama Tuan Romeo karena ini adalah hari yang di tunggu yaitu menantikan jawaban dari Alena


"Ibu aku pamit dulu ya "


"Kau mau kemana Nak membawa pakaian "


Alena memeluk ibu mertua nya dengan kencang sekali


"Maafkan Alena ibu ,tapi Alena harus memilih ,hari ini Alena telah memutuskan untuk pergi meninggalkan kak Arya karena ia sama sekali tak memperdulikan Alena Bu,"


Air mata berlinang pipi nya termasuk ibu Arya ia tak bisa berkata apapun juga karena sudah menjadi keputusan Alena lagi pula Alena memang benar,dia lebih baik pergi saja dari hidup Arya dari pada harus makan hati setiap hari menahan sikap Arya yang selalu saja marah-marah padanya


"Siapa yang mengajak mu Nak "Memegang wajah Alena


"Dia laki-laki yang baik Nak ,ibu tak mau jika mendapatkan kabar kau tak bahagia itu pasti bisa membuat hati ibu semakin bersalah dan terluka nanti ,apa kau sudah memberi tau suamimu Nak "..Alena menggelengkan kepalanya


"Bu,tak perlu juga aku memberi tahu kak Arya karen ia juga sama sekali tak memperdulikan aku ,aku yakin nanti saat ia pulang ia pasti akan sangat bahagia karena tau aku tidak ada disini lagi "..


menghapus air matanya


"Nak apa kau membenciku "


Alena menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak membencimu ibu , walaupun aku dan kak Arya tak bersama lagi ,kau tetap lah ibu bagiku "


ucap Alena dengan terbata-bata


__ADS_2