
"Papa Arya" Bian langsung memeluk dan mencium tangannya,ia sangat menghormati orang yang lebih tua, kalau soal atitude memang Bian adalah juaranya
pantas saja banyak orang tua yang berebut menjadikan ia menantu, sebenarnya Arya juga tertarik menjadikan Bian untuk menjadi suami Alea,tapi ternyata Arika lah jodohnya, sama-sama putrinya juga
"Bagaimana liburan kalian Nak?"
"Alhamdulillah Pa, sangat menyenangkan sekali, papa bagaimana dengan Mama, apa betah di rumah baru ini?"
"Iya tentu saja sangat betah sekali,aku hanya ingin mengatakan jika sampai saat ini aku sangat bahagia bersama mama kalian" Siska yang mendengar dari dapur langsung senyum-senyum sendiri
"Ternyata ia masih sama seperti dahulu ya, ya ampun kak Arya" mama Arya yang berada di dapur langsung mencoleknya
"Ternyata dirumah ini ada dua yang lagi berbunga-bunga Bahagia, tak hanya pasangan muda saja tapi juga ada pasangan tua" sambil berdehem
wajah Siska langsung kembali memerah"Ibu sisa saja"
"Putriku, akhirnya kau mengembalikan Arya ku yang dulu"
Arika yang kesal dengan Bian langsung masuk kedalam dan melihat ibunya sedang berpelukan dengan Neneknya Alea yang sekarang menjadi Neneknya juga
"Mama, Nenek"
langsung melepaskan pelukannya dan saat ini juga langsung menyapa Arika
"Nah ini dia cucuku yang satu lagi sudah pulang dan ia terlihat sangat cantik sekali, aku menduga jika ia saat ini sedang...."
__ADS_1
terdiam memandangi Arika dari atas sampai bawah
"Sungguh aku tak menyangka jika secepat ini" sambil tersenyum-senyum memegang perutnya Arika
"Nenek,ada apa?" tanya Arika heran
tapi ia hanya senyum-senyum saja tak mau berbicara banyak
"Kenapa Nenek?" Alea ikut penasaran dan mendekati neneknya dengan heran
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menemui cucu menantu mana dia?"
"Lagi di luar ngobrol sama Papa"
ucap Alea
Arika pun langsung duduk di sofa yang ada didalam
"Alea mana kamarmu?"
"Itu kamarku, dan itu kamarmu" Arika langsung kaget dan juga terharu karena ternyata ia masih memiliki kamar dirumah ini
"Sungguh aku tak menyangka jika ada kamar dirumah ini untukku"
"Lah memang nya kenapa?, kau kan anak mama dan papa juga"
__ADS_1
wajah Arika langsung berkaca-kaca
"Aku ingin tinggal disini saja dengan kalian"
sambil mengacak-acak rambutnya
"Arika, ada apa katakan padaku?, apa mereka jahat padamu?, atau kak Bian memperlakukanmu dengan buruk ya?" Alea melihat kearah kiri dan kanan, juga mengecilkan volume suaranya agar tak ada yang mendengar
"Tidak, bukan itu masalahnya, tapi aku ...."
Arika terdiam dan memikirkan sesuatu
"Astaga, apa yang harus aku lakukan.aku tak boleh menceritakan keburukan suamiku, karena ini akan sangat berdampak buruk pada kehidupan dan juga tanggung jawabku,di akhirat sana sebagai seorang istri"
Alea mendekati wajahnya kearah Arika
dan memandangi nya dengan heran sekali
"Katakan padaku sekarang apa yang sebenarnya terjadi, kau seperti nya sangat aneh sekali, tak seperti biasanya sangat tenang dan berwibawa,aku menjadi sangat aneh sekali,apa benar kau ini Arika?, atau ada hantu yang meminjam ragamu!"
Alea yang selalu berimajinasi tinggi mulai berpikir yang tidak-tidak. karena merasa Arika sikapnya tak sedewasa sebelumnya
"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi padamu Arika!"
Alea menatap kedua matanya dengan sangat tajam sekali
__ADS_1
"Ayo katakan, siapa kau!"