Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Bab 292


__ADS_3

Bian dan Arika pun langsung terhanyut dengan melihat pemandangan yang indah dihadapan mereka berdua tersebut


"Istirahat lah, karena kau berhak bahagia dengan segala macam kelelahan yang kau rasakan"Bian mengelus rambut istrinya tersebut dengan sangat lembut sekali


"Katakan padaku, apa yang sebenarnya kau rasakan itu Bian,apa kau benar-benar menyukaiku ha?, tapi aku tak semudah itu percaya padamu, apa lagi kau ini kan dulu sangat membenciku,masa iya semudah itu dia jadi menyukai ku, sungguh sangat aneh sekali, tapi aku harus tetap positif thinking, mengingat kau sangat baik sekali,kita ikuti saja apa yang kau mau" Arika langsung memejamkan matanya, tak bisa ia bohongi dua Minggu menghabiskan waktu berdua dengan Bian, tak membuat Arika menjadi munafik karena memang ia merasakan kenyamanan pada laki-laki yang menjadi suaminya itu


"Aku sungguh-sungguh tak menyangka jika ternyata kau itu sungguh-sungguh sangat menyenangkan sekali"


ucap Arika didalam hatinya tapi ia tak mau menunjukkan apa yang ada didalam hatinya pada Bian karena pasti laki-laki itu akan menjadi besar kepala nantinya.


"Dia sangat sempurna, tapi juga sedikit keras kepala, tapi tak ada yang tak mungkin di tangan Bian, ia pasti akan aku taklukkan, meksipun ia sangat keras kepala sekali"Bian mencium kepala Arika dari samping


malam ini mereka lewati dengan sangat bahagia, apa lagi tak ada nyamuk yang menganggu mereka karena memang jaring nyamuk sudah tersedia saat disana jadi aman walaupun jendela sudah di buka


.....


Keesokan paginya


Terdengar suara pesawat pribadi mendarat di tempat tersebut

__ADS_1


"Seperti nya mereka sudah datang untuk menjemput kita"


"Ya aku tau, apa kau sudah memberitahu mama jika kita akan pulang hari ini?"


"Tidak tentu saja aku tidak memberitahukannya, tapi jangan khawatir karena memang saat ini yang aku takutkan mereka terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu"


"Maksudnya?" Bian langsung heran


Arika mendadak mual lagi padahal masih sangat pagi


"Aku mau muntah" ucapnya langsung buru-buru berlari masuk kedalam kamar mandi


Uweekkk, terdengar suara Arika yang mual-mual di dalam toilet


tapi tak.ada jawaban yang terdengar masih juga suaranya Arika yang mual-mual didalam


"Arika, ayo buka pintunya"


Bian mulai panik

__ADS_1


"Ya Tuhan Kenapa mual sekali, aku sungguh merasa sangat tak berdaya ini"


ia langsung membuka pintu toilet karena Bian yang dari tadi sibuk terus untuk menyuruhnya keluar dari dalam kamar mandi itu


"Katakan padaku sekarang,apa kau baik-baik saja,"


"Aku hanya mual dan pusing, mungkin aku masuk angin"ucap Arika perlahan


"Baiklah kalau begitu ayo kita pulang sekarang, agar kita bisa memeriksa kondisimu kedokter nanti ya" ia langsung memegang tangannya Arika


"Ayo, apa kau bisa berjalan sendiri atau mau aku gendong lagi?"


"Tidak usah aku masih bisa berjalan sendiri"


mereka pun berjalan menuju pesawat dan baru saja Arika mau naik ia lagi-lagi kembali mual


"Huwekkk...."


"Astaga,.." kali ini Arika muntah di bajunya Bian

__ADS_1


"Maaf, aku tak bermaksud..." Arika nampak panik tapi Bian langsung tersenyum, dengan santai nya ia langsung membuka jaketnya dan melemparnya kebawah


"Jangan khawatirkan itu, aku memang berniat untuk membuang jaket ini, jadi ini adalah momen yang tepat untuk melakukannya" Bian tak mau Arika takut padanya, Padahal jaket itu adalah jaket kesayangannya


__ADS_2