
Sama halnya dengan Siska semenjak pulang kerumahnya ia terlihat senyum-senyum sendiri lalu ia bertanya dengan Arika dengan cara bertanya yang santai
"Jadi Alea itu mamanya sudah meninggal ya Nak "
Arika langsung menjawab dengan datar dan pura-pura tidak tahu
"Iya Ma ,mamanya sudah lama meninggal , Memangnya kenapa Ma ,mama kenal dengan mamanya Alea"
Siska langsung menggaruk kepalanya "Tidak mama hanya heran saja "
"Namanya juga manusia ma jika ada kelahiran pasti ada kematian "
Siska langsung salah tingkah dan masuk kedalam kamarnya
Arika langsung tertawa geli melihat tingkah mamanya
"Lucu juga ngeliat orang tua CLBK ,geli-geli bagaimana gitu "
Arika bersiap-siap untuk berangkat kekampus
"Mama ayo kita berangkat Arika malas bawa mobil hari ini "
"Iya Nak sebentar mama ganti baju dulu "
Arika kaget karena biasanya mamanya tak pernah ganti baju jika mau mengantarkannya kekampus , hanya saja ia tak terlalu ambil pusing dengan apa yang dilakukan mamanya
"Mama ganti pakaian ,aneh... Ma ,Arika tunggu di mobil ya?"
"Iya Nak ,"
__ADS_1
Sekitar sepuluh menit akhirnya Siska keluar dari dalam rumahnya
ia mengenakan kemeja hitam dan terlihat begitu cantik sekali ,kulitnya yang putih membuat warna kulitnya terlihat begitu cerah
"Ayo Nak ..."
Siska langsung masuk dan duduk disamping Arika, tercium aroma parfumnya begitu lembut sekali
"Mama cantik sekali hari ini "
"Hmm kau bisa saja sayang , bukannya mama selalu cantik sepanjang hari nak "
Bibirnya yang merah kembali merekah , terlihat jelas ia adalah sosok yang sangat tulus dalam menghadapi segala tantangan kehidupan , bunga mawar yang berduri ,bisa dikatakan itulah Siska , namun ia lebih cocok dikatakan secantik mentari karena Siska sama sekali tak pernah. menunjukkan wajahnya yang sedang berduka atau sedih ,
"Mama..."
"Ada apa sayang ?"
"Mama .. kenapa Arika melihat wajah mama begitu merona dan terlihat sangat berbeda "
Siska langsung memegang wajahnya
"Masa iya Nak ?"
Arika mengangguk "Benar Ma , serius , apa mama sudah bisa melupakan papa ?"
Siska menarik nafasnya dalam-dalam
lalu menghembuskannya
__ADS_1
Arika langsung mengerti perasaan mamanya
"Mama, maafkanlah Arika, Arika tak bermaksud untuk membuka luka di hati mama "
sambil menundukkan wajahnya
"Sayang kenapa Arika harus meminta maaf , dalam hidup ini Semua manusia pasti memiliki persoalan hidup , Kenapa kita harus lari dari masalah , tentu saja hidup harus tetap harus berjalan , masalah itu harus dihadapi jangan pernah kita takut , persoalan hidup itu akan mendewasakan kita , jangan risaukan mama nak ,itulah seni kehidupan , papa Arika adalah ujian yang membuat mama lebih memaknai arti kehidupan "
Arika menggenggam tangan Siska
"Arika berdoa untuk kebahagiaan mama , Arika ingin mama bahagia dan bisa mendapatkan segalanya "
Siska tersenyum "Kenapa Arika mendoakan mama untuk bahagia ? jika Arika selalu disamping mama ,maka mama tak memerlukan apa lagi didunia ini "
"Terimakasih Mama "
Arika memeluk lengan Siska
*Mama aku akan menyatukan mama dan papanya Alea ,aku tau mama masih sangat mencintainya ,lihatlah ma tatapan mata mama itu tak pernah bohong , mama benar-benar hebat menyembunyikan semua perasaan luka mama, mungkin jika aku berada di posisi mama ,ntah bagaimana jadinya aku ,
Mama tak pernah mengkhianati papa , Padahal aku tau berapa banyak laki-laki yang ingin menjadi suami mama , yah mama betul ini takdir mama , papa juga tak bisa disalahkan
namun yang terpenting aku akan membuat mama bersatu lagi dengan cintanya mama
******
jangan kabur dulu ya ...kasih vote nya dong ...
author janji deh malam ini jam 1 an up lagi*
__ADS_1